Banyak membaca, banyak menulis, banyak ilmu
Barusan chatting sama salah seorang peserta ASP.NET Camp, dia menanyakan kenapa kok blogs-nya bisa begitu banyak postingannya ? Dia pengen coba post opini dan artikel, tapi ragu karena nanti diketawain ama yang udah pada jago-jago.
Jawab saya : Friend, jangan takut. Teruskan saja niatmu untuk post opini dan artikel apapun levelnya.
Saya banyak posting di blogs karena memang saya punya prinsip BANYAK MEMBACA, BANYAK MENULIS, BANYAK ILMU. Dan ini berusaha untuk dijadikan kebiasaan. Banyak hal mengenai teknologi ini yang saya belum tahu, dan saya pengen tahu. Internet adalah media sarat informasi, tinggal bagaimana kita bisa meluangkan waktu untuk surfing dan menggali hal-hal yang baru dan berguna bagi kita. Dengan banyak membaca, pengetahuan kita akan bertambah luas, kita tidak akan menjadi katak dalam tempurung. Membaca itu saya usahakan menjadi kebiasaan sama seperti makan. Jadi, kalo tiap hari gak membaca maka rasanya “laper”. Dan itu harus ditumbuhkan. Membaca tidak mesti buku, bisa artikel, cerita, atau bahkan sekedar opini orang yang kenalpun tidak.
Setelah dibaca, usahakan untuk menulis. Tulislah apa saja yang ingin Anda tulis. Jangan takut salah, toh nanti akan ada yang mengkoreksi. Jangan takut tulisan kita itu rasanya “sederhana dan gampang banget”. Tulislah apa yang ada dalam pikiran Anda mengenai apa yang Anda dapat pada hari itu (jika sempat), jika tidak sempat, usahakan selalu luangkan waktu untuk menulisnya pada hari lain. Dengan menulis, apa yang kita baca akan lebih meresap maknanya. Dan percayalah, kita akan semakin cerdas. Jangan takut disindir, atau dicemooh karena isi tulisan kita "semua orang juga tau, ngapain ditulis". Biarkan saja, buatlah kebiasaan untuk mencoba menulis opini kita setelah mengetahui sesuatu. Tulisan tetap dalam kerangka sopan, dan intinya bersifat share. Dengan menulis kita berarti telah "mengikat ilmu". Dan ini benar. Suatu saat nanti Anda akan terkejut ketika merasa “hey, saya sudah tahu ini”, atau saat bicara dengan teman Anda merasa “hey, saya tahu apa yang sedang Anda bicarakan”. Atau mungkin saat bertemu dengan orang dengan karakter “sok tahu segalanya“, kita bisa bergumam dalam hati “hehehe, dia pikir hanya dia saja yang tahu. Saya bahkan bisa melakukan lebih dari itu“. Berbicara dengan orang kalangan apapun, kita dapat dengan mudah terlibat di dalamnya. Apalagi jika itu berbau teknologi, pengetahuan Anda akan semakin banyak, dan percayalah Anda akan semakin bijak. Dengan banyak menulis dan membaca, Anda tidak akan terjebak pada paham ekstrimis dan idealis. Kecuali Anda sudah mapan. Sebab idealisme identik dengan kemapanan.
Meskipun yang Anda tulis itu mungkin disadur dari sumber lain, tapi selama Anda izin dengan penulis aslinya itu tidak lagi jadi masalah. Banyak keuntungannya. Pertama, secara tidak langsung Anda sudah mengasah bahasa Inggris karena Anda menterjemahkan artikel ke dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Anda sendiri (tentunya dengan tidak mengurangsi esensi asli artikel tersebut). Kedua, apa yang Anda tulis akan melekat pada otak Anda. Jadi, Anda telah belajar mengenai apa yang Anda tulis itu. Dan ini proses pembelajaran yang sangat baik. Karena otak Anda akan merekam setiap aktivitas pentejemahan dan pengungkapan makna-makna yang dibuat oleh penulis aslinya. Materi yang ditulis akan lebih cepat, dan lebih lama melekat pada otak Anda.
Bagi trainer, banyak membaca dan menulis akan banyak menambah wawasan mengenai materi apa yang akan diberikannya. Mereka tidak akan kekurangan bahan untuk diberikan kepada peserta training. Dan mereka dapat membeikan jawaban yang tepat pada setiap pertanyaan yang ada. Saya ada pengalaman dengan beberapa developer .NET di salah satu BUMN saat terlibat dalam joint development dimana saat itu saya jadi Developer Lead mereka. Setelah kita share, ternyata banyak yang baru, bahkan sama sekali belum pernah, mendengar apa itu Snipper Compiler, SharpDevelop, MonoDevelop, Rotor, ASP.NET Web Matrix. Wah, saya kaget juga mendengarnya. Padahal mereka pernah bangun aplikasi pake .NET di kantornya. Mereka ternyata baru tahu bahwa .NET di share dalam bentuk SSCLI yang bernama Rotor yang bisa mereka oprek, mereka baca bagaimana dalamnya. Jadi, ketika saya bilang bahwa antara penggunaan Convert.ToInt32(obj) dan Int32.Parse(obj) tidaklah terlalu signifikan dalam hal performa saya bisa menunjukkan buktinya, yaitu dengan membuka source Rotor, dan lihat pada kelas Convert. Dari situ akan jelas terlihat. Ini menarik bagi saya, jadi kadang kita sebagai developer, merasa sudah bisa bikin project, bikin aplikasi canggih, tapi gak cukup tahu mengenai perkembangan di luar. Sehingga mereka mengklaim bahwa “akulah yang paling tahu“. Padahal, banyak orang yang jauh lebih tahu dari mereka. Mereka mungkin jago pada satu hal, tapi lemah pada hal lain. Dan manusia itu memang seperti itu. Tak ada yang benar-benar “mumpuni“ pada suatu teknologi. Mereka-mereka ini seperti katak dalam tempurung. Apakah kita ingin seperti itu ? Tentu semua akan menjawab tidak. Jadi, jika ingin sarat ilmu, perbanyaklah membaca, perbanyaklah menulis. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (seperti motto yang digunakan oleh IlmuKomputer.com). Percayalah bahwa dengan menulis, kita tidak akan kehilangan ilmu kita karena diambil orang. Justru ilmu akan bertambah, karena bisa jadi apa yang selama ini kita yakini sebagai kebenaran coding, ternyata memiliki banyak alternatif yang setelah kita gabungkan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bagi developer, membaca dan menulis haruslah menjadi suatu kewajiban.
Teman saya yang sedang chating tadi mengatakan. Ah, cuman baca dan nulis tidak menunjukkan kualitas coding. Hm, saya tidak setuju. Memang benar, bagi yang sudah prof semua sudah terbuka bagaikan telapak tangannya. Tapi jangan lupa, awalnya juga dia begitu. Karena sering, maka dia jadi prof dan menjadi cerdas. Dia pasti banyak membaca dan banyak implementasi. Kita tidak mungkin bisa implementasi tanpa mengetahui terlebih dahulu. Pasti mau tidak mau, kita harus membaca. Dan setelah itu pasti menulis. Coding itu ditulis. Jadi, makna menulis setelah kita sudah cukup pengetahuan, maka tulislah dalam bentuk coding (tidak hanya sekedar artikel, atau opini). Tapi benar-benar “membuktikan pengetahuan dan wawasan kita”. Dan sekali lagi, banyak yang ragu nanti disindir ama yang udah jago. Jangan takut, biarkan saja. Justru jadikan itu tantangan agar kita bisa jadi lebih baik setelahnya. Bisa jadi suatu hari nanti kita malah lebih jago dari mereka yang meremehkan kita. Yang sudah jago, kalo selalu merasa puas diri, kalo tidak pernah mau mengasah ilmunya, suatu hari nanti akan terlewati juga oleh kita-kita yang rajin membaca, rajin menulis, dan rajin mengasah kemampuan diri. Dan bahkan kita bisa melebihi mereka.