Koleksi Komik Indonesia

  1. Senopati Pamungkas (1-30). Oleh Arswendo Atmowiloto
  2. Tembang Tanahair (1-12). Lanjutan Senopati Pamungkas. Oleh Arswendo Atmowiloto

[akan terus diupdate]

Sekapur sirih :

Komik Indonesia favoritku adalah Tembang Tanahair. Dibandingkan Senopati Pamungkas, substansi cerita, aliran cerita dan penokohan yang ditawarkan oleh Tembang Tanahair sangatlah memukau. Hebat sekali Arswendo Atmowiloto dalam membuat pembacanya bisa tidak beranjak dari tempat duduk. Senopati Pamungkas adalah buku cerita pertama beliau, jadi mungkin wajar saja masih ada kekurangan disana sini. Sayang sekali, saya tidak dapat menemukan lanjutan dari Tembang Tanahair (karena mas Arswendo sekarang sudah aktif di dunia entertainment seperti sinetron). Padahal saya suka sekali dengan cara beliau menggali informasi mengenai tanah Indonesia ini, khususnya tanah Jawa.

Senopati Pamungkas, tokoh utamanya adalah Upasara Wulung, yang merupakan ksatria pilih tanding yang dalam perjalanan hidupnya harus kehilangan seluruh tenaga dalam dan ilmu silatnya. Tapi setelah melalui perjuangan yang berat, akhirnya berhasil mendapatkan kembali ilmu silatnya. Tidak hanya itu, bahkan tingkatannya pun jadi lebih hebat. Sementara Halayudha, merupakah rival dari Upasara Wulung, selalu berusaha untuk menjatuhkannya. Tingkat kesaktiannya tidak kalah dari Upasara Wulung. Hanya karena jiwa Upasara Wulung lebih murni dan bersih dari Halayudha maka ia bisa menciptakan ilmu silat yang tiada duanya di tanah Jawa. Pada buku tersebut, diceritakan bahwa ada perebutan gelar “Ksatria Lelanang ing Jagat“ setiap 50 tahun sekali untuk membuktikan ilmu silat siapa dan dari mana yang lebih hebat. Dari situlah dimulai intrik-intrik jalinan cerita yang menarik.

Ilmu silat hasil ciptaan Upasara Wulung itu berlanjut di buku berikutnya yakni Tembang Tanahair. Pada buku Tembang Tanahair, mas Arswendo berhasil menggali lebih dalam lagi sejarah dan keunikan pendekar-pendekar dan aliran-aliran silat tidak hanya di tanah Jawa, tapi juga dari Jepun (Jepang), dan dari negeri seberang. Digambarkan bahwa ilmu silat terhebat ternyata berasal dari ilmu yang sangat sederhana. Pada akhirnya, pertarungan menentukan siapa Lelanang ing Jagat setiap 50 tahun sekali berhasil dimenangkan oleh ajaran Upasara Wulung.

Jika Anda jalan-jalan di Gramedia, ada satu set buku Senopati Pamungkas dalam 1 volume (tebalnya lebih dari 3000 halaman !!! Hasil kompilasi dari jilid-jilid yang dulu terpisah). Sayangnya, ketika saya tanya ke Gramedia, mereka tidak tahu apa-apa mengenai buku lanjutannya yang berjudul Tembang Tanahair. Jika ada pembaca blog ini yang memilikinya, saya bersedia membelinya dengan harga 'pantas'. :-)

Share this post: | | | |

Comments

# agung said:

wah dirumah saya juga ada tembang tanah air tapi ngga lengkap cuman 7 buku, dimana yah cari lanjutannya :/ asli pingin baca sampe tamat... :((

Saturday, September 16, 2006 1:20 AM

Leave a Comment

(required) 
(required) 
(optional)
(required) 

Enter the numbers above: