Koleksi Komik

  1. Long Hu Men (1-147). Oleh Tony Wong
  2. Kenji (1-30). Oleh Ryuchi Matsuda & Yoshihide Fujiwara
  3. Ashura (1-30). Oleh Masatoshi Kawahara
  4. Ksatria Langit (1-12). Oleh Tony Wong
  5. Tapak Budha (1-13). Oleh Tony Wong
  6. Pedang Maha Dewa (1-30), Oleh Tony Wong
  7. Pedang Maha Dewa II (1-15), Oleh Tony Wong
  8. Pedang Maha Dewa III (1-12), Oleh Tony Wong
  9. Drunken Master (1-10). Oleh Tony Wong, Wong Kiau Hung, Yong Jen, Chai Cing Tung
  10. The Impeccable Twins I (1-32). Oleh Khu Lung dan Cai Jing Dong
  11. The Impeccable Twins II (1-36). Oleh Khu Lung dan Cai Jing Dong
  12. Pendekar Ulat Sutra (1-3). Oleh Lee Ko
  13. Master Tai Chi. Zhang San Feng (1-5). The story of the original Kung-Fu from the expert. Oleh Lee Ko.
  14. Kung Fu Boy (1-30). Oleh Takeshi Maekawa
  15. NEW Kung Fu Boy (1-20). Oleh Takeshi Maekawa
  16. The Four Warriors. Directed by Tony Wong. Story based on the novel by Wen Rui Lan
  17. Legenda Naga (1-34). Oleh Yoshito Yamahara.
  18. Tapak Sakti (1-99). Oleh Tony Wong
  19. Tapak Sakti The Legend Continues (1-102). Oleh Tony Wong

[akan terus diupdate]

Sekapur sirih :

Komik-komik ini sebenarnya belum selesai di data semua. Tony Wong merupakan penulis komik terkenal yang juga merupakan favorit saya. Sejak awal dia menulis (kalau tidak salah, Tapak Sakti) itu terjadi kira-kira 15 tahun yang lalu. Saya mengikuti 'sepak terjang' beliau sejak 15 tahun yang lalu. Wow, lama juga ya. Hehehe. Mulai dari Tapak Sakti, terus berlanjut ke Tapak Sakti The Legend Continues. Kemudian beliau menulis Tiger Wong, lalu dilanjutkan menjadi Tiger Heroes (versi Tiger Wong tapi dengan setting di abad modern dan dengan penggunaan alat-alat canggih atau hipertech. Misalnya, penggunaan Kung Fu yang di dalam tubuhnya ditanam alat ledak nuklir). Setelah itu beliau menulis Legenda Putra Rajawali, yang kemudian dilanjutkan dengan Pedang Maha Dewa (I, II, dan III). Ada juga komik yang berjudul Drunken Master (dua edisi, edisi yang lama menggunakan setting zaman China, edisi sekarang menggunakan setting zaman modern). Dan banyak lagi.

Khusus untuk komik Kenji dan Ashura, saya memberikan penghargaan tersendiri. Komik Kenji, yang dibuat oleh Ryuchi Matsuda dan Yoshihide Fujiwara sangat kenal dengan sejarah bangsa Cina. Penulisnya sangat familiar dengan sejarah tersebut beserta tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, dan apa yang dilakukan oleh tokoh tersebut. Dimulai dari perjalanan hidup seorang lelaki keturunan Jepang bernama Kenji Goh yang ingin belajar secara mendalam kungfu Delapan Mata Angin aliran Lie Syo Bun. Dari situlah intrik-intrik dan alur cerita mengalir dengan baik. Saya banyak belajar sejarah kungfu Cina dari buku Kenji. Seperti kungfu Taichi, kungfu Hika, kungfu Shaolin, dan banyak lagi. Semuanya dapat di cross-cek kebenaran ceritanya. Menarik sekali.

Untuk buku Ashura, juga tidak kalah menariknya. Jika buku Kenji lebih memfokuskan pada beladiri asal negeri tirai bambu, nah pada buku Ashura ini lebih global. Yakni si penulisnya, Masatoshi Kawahara, harus berkeliling dunia untuk mencari referensi ilmu beladiri. Beliau datang ke Amerika, Brazil, Filipina, India, Afrika, Jepang, Korea, dan juga Indonesia. Ya, beliau menulis buku berdasarkan apa yang beliau temui saat berbicara dengan ahli beladiri yang beliau wawancarai dan gambarkan. Menariknya juga, di edisi nomor 30 (terbitnya bahkan hampir 5 bulan setelah nomor 29 karena penulisnya sakit keras hingga harus masuk rumah sakit) diceritakan bahwa tempat terakhir yang akan di datangi adalah negeri kelahiran Jiu Jitsu yakni Brazil. Buku Ashura menceritakan seorang pemuda bernama Paddy, yang merupakan pewaris aliran karate Enmei yang telah berusia ribuan tahuan dan belum pernah kalah dalam pertarungan hidup mati apapun), berkelana untuk menantang 'dewa'. Yang dimaksud dengan dewa adalah para ahli-ahli beladiri ternama dari seluruh aliran. Sudah ditebak bahwa pemenanganya adalah Paddy. Tapi yang menariknya adalah, beliau mampu mengemas proses kemenangan (yang sudah bisa ditebak) itu dengan baik dan alamiah.

Share this post: | | | |
Published Tuesday, September 05, 2006 8:57 PM by agung

Comments

No Comments