INDC Gathering

Wah, senang rasanya kumpul-kumpul untuk share bersama teman-teman di acara INDC Gathering hari Jumat tanggal 22 September 2006 kemarin di Klub Rasuna, Kuningan. Yang datang lumayan banyak. Saya coba share kembali :

Kita membahas mengenai pentingnya arti komunitas. Ya, manusia itu tidak bisa lepas dari komunitas. Mereka yang menyendiri, yang tidak mau gabung dengan komunitas itu akan jauh lebih cepat tertinggal dibanding mereka yang bergabung dengan komunitas. Masing-masing memiliki 'wadah' tempat mereka saling share kesukaan yang sama. Bahkan dalam lingkup terkecil, keluarga juga merupakan suatu komunitas. Jadi, tak ada alasan meremehkan komunitas. Apalagi dalam IT, komunitas itu sangat bernilai. Banyak keberhasilan muncul dari komunitas.

Ini juga yang terjadi dan coba kita, INDC, buat di Indonesia. Komunitas developer .NET di Indonesia tidak hanya fokus pada sisi teknikal pada satu teknologi saja, tapi benar-benar mengupas tuntas isi teknologi .NET.

  1. Yang senang dengan ASP .NET, ada komunitas ASPX Indonesia (http://www.aspxindonesia.net) ,
  2. Yang senang dengan  Visual Basic .NET, ada komunitas VB Indonesia .NET (http://www.vbindonesia.net) ,
  3. Yang senang dengan C#, ada komunitas CSharpIndonesia (http://www.csharpindonesia.net) .
  4. Yang senang nulis buku, ada komunitas Project Otak (http://otak.csharpindonesia.net)
  5. Yang senang dengan SQL Server, ada komunitas SQL Server User Group Indonesia (http://www.sqlbandit.com)
  6. Yang senang dengan DotNetNuke, ada komunitas DotNetNuke Indonesia (http://www.dnnindonesia.net)
  7. Yang senang dengan infrastruktur, ada komunitas Windows Server System Indonesia (WSS-ID)

Dan akan terus bertambah secara fleksibel seiring dengan kebutuhan dan kondisi terkini. Memang, ada beberapa yang keliatannya kurang di-manage dengan baik. Itulah juga tantangannya. Mungkin salah satu dari Anda, berminat untuk me-manage jadi lebih baik. INDC welcome banget.

Dari komunitas tersebut lahirlah developer-developer yang kelak 'mumpuni', baik dari sisi teknis maupun kepribadian. Memang, secara bisnis, komunitas tidak bisa diharapkan langsung mendapatkan hasil. Ada perjuangan terlebih dahulu, ada pengorbanan terlebih dahulu, barulah reward akan datang kemudian. Sumbangsih yang diberikan kepada komunitas itu akan sangat-sangat dihargai, demikian juga dengan reward yang di dapat. Contohnya adalah :

  1. Tahir Tahang, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori ASP .NET.
  2. Agung Riyadi, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori ASP .NET.
  3. Dewi Maya, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori Visual Basic.
  4. Norman Sasono, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori C#.
  5. Agus Kurniawan, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori C#.
  6. Dondy Bappedyanto, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori Solution Architect.
  7. Kiki Rizki Novriandi, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori SQL Server.
  8. Kasim Wirama (NEW MVP), mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori SQL Server.
  9. Agus Rachman, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori Windows Server System.
  10. Haer Talib, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori Microsoft Access.
  11. Renee, mendapat reward sebagai Microsoft MVP untuk kategori Infrastructure.

Kadang, dalam komunitas kita 'iri' dengan skill orang lain. Iri dalam hal kebaikan itu perlu sekali. Itu akan memicu motivasi diri agar lebih baik dan meningkatkan kemampuan. Secara pribadi, saya juga kadang iri dengan rekan-rekan di komunitas INDC yang lebih expert pada bidangnya. Kenapa saya kok belum bisa mencapai tahap itu ya ? Nah, iri yang semacam ini adalah iri yang baik. Akhirnya kita jadi tertantang untuk belajar dan belajar.

Beberapa dari rekan-rekan di komunitas INDC juga bahkan kini telah duduk di posisi puncak. Termasuk saya sendiri. Menjadi, CTO di usia yang ke-27 adalah suatu prestasi. Usia muda tidak mesti identik dengan karir yang muda juga. Ada yang usia muda, karir posisi puncak, tapi tidak sebanding dengan pola pikir dan kepribadian diri. Kedewasaan tidak semata-mata diukur dari usia. Apa yang dicapai itu tidaklah terbentang dengan singkat. Saya jadi ingat, ketika dulu tahun 2002 saya dan rekan-rekan pendiri INDC (Risman, Ali Ahmad, Tahir Tahang) ketemuan di Hotel Mandarin Oriental saat event "Discover the .NET Technology". Hingga akhirnya saya memutuskan untuk gabung di komunitas .NET Indonesia dan menjadi 'tukang kompor'. Dari 'tukang kompor' akhirnya jadi 'tukang ceramah .NET', dan akhirnya hingga bisa seperti sekarang ini. Pengalaman seperti itu adalah harta yang tak ternilai. Saya baru merasakan keuntungannya setelah 4 tahun berkutat di dalamnya. Mulai dari jadi trainer, freelance developer, tenaga ahli, tim konsultan, dan banyak posisi lain. Hingga akhirnya posisi CTO. Jadi, asalkan sabar dan ditekuni dengan serius, hasil akhirnya tidak akan mengecewakan Anda. Ada buku yang menarik yang berjudul "The Road to CEO", ditulis oleh Sharon Voros. Nah, lewat buku itu saya jadi tahu seperti apa 'jendela' seorang CEO. Bagaimana cara bersikap, bagaimana cara menganalisa client, cara mempengaruhi orang lain, dan banyak hal lainnya. Saya memang tidak mengadopsi mentah-mentah apa yang saya baca. Setidaknya, itu jadi studi banding bagi saya bahwa dunia CEO kira-kira seperti itu dan saya perlu menyiapkan bekal ilmu yang cukup agar bisa masuk ke dalamnya. Founder Yahoo misalnya, atau Sergey Brinn dan Larry Page bisa sukses di usia muda dengan Google-nya, kenapa kita tidak bisa ?

Beberapa rekan mungkin bertanya, bahwa target di komunitas INDC adalah MVP. Hm, saya harus katakan bahwa itu salah. Harus disadari bahwa reward MVP bukanlah tujuan akhir. Jika memang orang-orang tersebut diatas beruntung mendapatkannya, itu karena mereka memang layak mendapatkannya atas apa yang telah mereka sumbangkan kepada komunitas khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Reward tidak mesti harus MVP. Meskipun bukan seorang MVP tetapi jika memiliki nama dan skill yang diakui, itu juga suatu prestasi. Di dalam komunitas, yang penting ada 2 hal, yakni Aksi dan Perilaku. Kadang, ada orang pinter, tapi jadi sok pinter, sok jago, sok merasa paling hebat. Orang seperti ini gak akan pernah bisa maju. Selalu iri liat keberhasilan orang lain. Merasa diri adalah yang terhebat. Menjadi seorang jagoan ASP .NET adalah hal yang hebat, tapi bukanlah yang terhebat. Menjadi seorang jagoan arsitektur adalah hal yang hebat, tapi juga bukanlah hal yang terhebat. Selalu ada langit di atas langit. Artinya, ada keterbatasan dari diri kita masing-masing pada bidang yang kita geluti. Masing-masing orang memiliki skill-nya tersendiri yang unik dan spesifik terhadap apa yang dia lakukan. Pinter, tapi tidak pernah berusaha menularkan kepinterannya kepada orang lain, selalu menutup ilmunya, juga tidak baik. Untuk apa ilmu disimpan ? Ilmu menjadi berguna jika diamalkan. Dan amal menjadi pahala jika ikhlas. So, itu adalah intinya. Ingat baik-baik, Aksi dan Perilaku.

Selain itu, bergabung di komunitas juga akan mempererat silaturahmi antara sesama, menambah peluang bisnis, meningkatkan jenjang karir, meningkatkan kemampuan individual, serta menambah pahala (jika didasari dengan keikhlasan membagi ilmu). Benar, komunitas akan menambah peluang bisnis. Kecuali Anda seneng jadi karyawan, maka Anda tidak perlu belajar ilmu manajerial atau ilmu marketing atau ilmu administrasi. Tapi bagi Anda yang ingin melaju kencang di perusahaan sendiri, maka tentunya selain ilmu coding, Anda harus membekali dengan ilmu-ilmu enterpreneur, ilmu-ilmu manajerial, dan ilmu-ilmu marketing. Pendekatannya terserah, apakah belajar sendiri lewat buku, atau ambil kursus/kuliah. Ilmu pengetahuan itu khan seperti Puzzle, untuk membentuk satu 'wujud utuh', maka Anda harus menyusun dari kepingan-kepingan yang ada. Terlalu terfokus pada satu kepingan saja tidak akan membuat 'wujud utuh' itu terlihat. Jadi, cobalah selain ilmu .NET, bekali diri dengan ilmu-ilmu yang saya sebutkan tadi. Anda dapat melihat beberapa koleksi buku saya yang saya post di bagian tag "My Books and DVD/CD Collections" pada blog ini sebagai pembanding. Saya telah membaca lebih dari 1000 buku selama 27 tahun umur saya habiskan. Dan akan terus membaca sampai pada akhirnya saya tidak mampu lagi membaca. Bagi muslim, membaca adalah kewajiban yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. " [Al 'Alaq 96:1-5]

Secara mikro, asumsi kita terhadap kata 'membaca' selalu berhubungan dengan 'buku'. Tapi secara makro, membaca tidak hanya buku, tapi juga alam ini, tanda-tanda di kehidupan, atau mungkin membaca potensi pasar, membaca peluang bisnis, dan banyak lagi. Jadi, kelengkapan pengetahuan ini akan membuat daya pikir dan analisis Anda jadi lebih baik. Kelak, sudut pandang Anda pasti akan mulai bergeser. Mungkin dari Junior Developer, ingin menjadi Senior Developer. Dari Senior Developer ingin menjadi Arsitek. Dari Arsitek ingin menjadi yang lebih tinggi, dan seterusnya. Pasti akan seperti itu. Tanpa bekal yang cukup, Anda akan merasa menyesal jika tidak mulai berubah dari sekarang.

Balik lagi ke topik mengenai 'komunitas'. Nah, bagi muslim, keharusan agar gabung di komunitas sudah dijelaskan dengan jelas dalam Quran, yakni :

"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu." [Al An'aam 6:38]

Ayat tersebut jelas memberitahu muslim bahwa di dunia ini semua ada komunitasnya, baik hewan maupun manusia. Tinggal bagaimana manusia itu mau memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan menggunakan akal pikirannya untuk saling menolong satu sama lain.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. " [Al Baqarah 2:164]

Ingat saja pesan saya berikut ini :

"Seluruh dunia adalah orang yang rugi, kecuali orang yang berilmu. Seluruh orang yang berilmu adalah orang yang rugi, kecuali yang mengamalkan ilmunya. Dan semua orang yang mengamalkan ilmunya adalah orang yang rugi, kecuali mereka yang ikhlas."

INDC Gathering

PS: Hei, hanya aku yang pake dasi. :-)

Share this post: | | | |
Published Saturday, September 23, 2006 2:03 PM by agung

Comments

No Comments