Senang rasanya kembali lagi ke Medan. Kota yang penuh kenangan. Hehehe. Saya 2 hari disana sebagai pembicara dalam rangka sosialisasi pelatihan website untuk IKM se-Indonesia. Hal menariknya adalah bahwa IKM di Medan ternyata banyak yang memproduksi barang dengan kualitas luar biasa. Saya berkesempatan untuk melihat pameran produk mereka. Ada yang menjual sepatu kulit (asli kulit, bukan sintesis) yang desain serta kualitas sepatunya sangat-sangat bagus. Saya bahkan sempat membeli satu pasang untuk dipakai sendiri.
Hari pertama, 13 Juni 2007, datang ke bandara Polonia (huh, masih saja belum diganti nih bandara. Benar-benar kurang layak disebut sebagai bandara). menggunakan pesawat Batavia Air. Bandara yang sumpek, sempit, kurang terurus. Masa sih orang yang gak punya tiket bisa bolak-balik masuk bandara seenaknya. Ngawur banget. :( Kenapa gak seperti Surabaya yang mengganti bandara lama karena memang bandara lama sudah kurang representatif. Dari bandara, ke hotel Garuda Plaza Hotel naik taksi bandara (Rp. 35.000). Sampai disana, langsung istirahat (sleeping slonjor. hehehe). Eeeh, baru 15 menit memejamkan mata, tiba-tiba PETTT, listrik mati ! W-T-H ! Tunggu beberapa detik, genset hotel langsung aktif dan listrik kembali normal. Tidak berapa lama, weeksss... PETTTT lagiiii ! Ampuun dah. Tunggu beberapa detik, genset langsung aktif lagi. Dan beberapa jam kemudian, alamaaaak PETTT lagi ! Busyet dah ! Iseng kemudian beli koran lokal disana dan mendapatkan berita yang sangat seru yang isinya kira-kira DPRD Medan akan memanggil PLN untuk dimintai pertanggungjawaban mengenai mati listrik secara bergilir selama ...... 6 jam setiap hari ! Ampun dah. Jadi ternyata setiap hari dilakukan pemadaman bergilir selama 6 jam. Hm, tentunya ini sangat merugikan dunia usaha dan industri yang notabene menjadikan listrik sebagai kebutuhan. Baca koran yang lain lagi untuk mencari tahu informasi tambahan. Huh, ternyata ... alasannya pengiritan bahan bakar ! PLN Medan diuntungkan sejumlah angka tertentu (yang cukup besar) jika dilakukan pemadaman bergilir seperti itu. Malamnya turun ke lobby untuk browsing gratis di Business Cafee Garuda Plaza Hotel. Koneksi cepat juga di hotel tersebut. Cek-cek email dan baca-baca berita lainnya. Penasaran pengen tahu Medan diwaktu malam. Hehehe. Akhirnya sewa becak bermotor. Mulai dari jalan Iskandar Muda (kota) sampai ke Brastagi !!! Hahahaha. Rekoooorrrr.... Berangkat jam 8 malam, dan balik ke hotel jam 2 pagi. Kekekekeke. Gilaa beneeer. :) Nyampe hotel langsung KO tak berdaya di hadapan bantal dan guling. ;D
Hari kedua, 14 Juni 2007 jam 9 pagi acara sosialisasi dimulai. Pembukaan dilakukan oleh Kepala Dinas Perindustrian Medan. Adalah kehormatan untuk duduk bersama orang nomor 1 di Dinas Perindustrian Medan (di foto euy...). Jam 9.30 dimulailah cuap-cuap sosialisasi. Sayangnya tidak bisa demo pake laptop gara-gara .... LISTRIK MATI LAGIIII. :( HIks..hikss.hikss. Dan listrik baru nyala jam 12-an. Busyet dah ! Akhirnya demo presentasi hanya 10 menitan untuk mencegah listrik mati lagi. Dan ternyata memang benar, listrik mati lagiiii. Untungnya saya sudah mempersiapkan alternatif penyampaian materi jika seandainya listrik kembali mati lagi. Jadi, secara keseluruhan tidak terlalu berpengaruh. Acara diakhiri jam 2 siang dengan 1,5 jam tanya jawab full. Acara untuk besok menjadi total berubah melihat kondisi listrik dulu. Sebab acara di hari kedua adalah totally using laptop dan fully LCD projector. Jadi, listrik adalah suatu keharusan untuk besok.
Hari ketiga, 15 Juni 2007. Listrik mati lagi !! Alamaaak. Jadi, sesuai kesepakatan sebelumnya, jika listrik mati maka acara hanya berisi tanya jawab saja sampai menjelang siang. Dan akhirnya pulang kembali ke Jakarta naik pesawat Batavia Air. Sebelum pulang, iseng melihat gedung hotel dan ternyata ada spanduk seminar sehari bertema "Siapkah Indonesia memiliki sekolah bertaraf internasional" oleh pembicara Microsoft dan Andal Software (http://www.andalsoftware.com) dengan sponsor Lenovo. Wah, langsung deh telpon Direktur Andal Software, pak Indra (sahabat lama). Coba telpon, gak nyambung. Coba telpon lagi, gak nyambung lagi. Coba sms, gak langsung dibales. Hm, mungkin sibuk. 2 jam kemudian ada response sms yang mengatakan bahwa beliau sudah ada di Jakarta karena langsung pulang setelah seminar. Padahal kangen pengen ngobrol-ngobrol lagi seperti waktu dulu. Ada hal yang selalu saya ingat dari pak Indra yakni ketika beliau selalu menyebut saya sebagai "seorang yang berdaya pikat tinggi". Huehehe.
Itulah sekelumit perjalanan ke Medan. Secara umum, tak terasa sudah lebih dari 1000 IKM yang ditemui sejak tahun kemarin project ini dimulai. Ini data yang sangat berharga dan network yang sangat luar biasa. Kayaknya kalo jadi broker atau sales bisa jadi penghasilan tambahan nih. Huehehehe. Tapi memang sejak saya pribadi melihat ragam produk IKM yang ternyata bagus-bagus, terbersit keinginan untuk create another business juga sih. :) Yang jelas bukan bidang IT. Tapi yang lainnya. Hehehe. Let see.
:D