Menghitung probabilitas dalam Quran

Hm, matematika lagi nih. Iya, akhir-akhir ini sedang tergelitik mengenai matematika. Mulai lagi baca-baca teori-teori dan pelajaran-pelajaran matematika saat di SMP, SMU, dan kuliahan dulu. Dan sekarang saya memulai belajar lagi nih... dari 0 (benar-benar angka nol dan bukan sekedar dari nol. heheh) dari sini : http://en.wikipedia.org/wiki/0_(number)

Ada yang menarik bahwa dalam matematika ada suatu teori dimana jika kita memiliki angka 0 (nol) di belakang koma sebanyak 50 buah maka bilangan tersebut dapat dianggap sebagai nol. Sebagai contoh, bilangan 0,000000000000000000000000000000000000000000000000003147567636748 memiliki angka 0 dibelakang koma sebanyak 50 buah, maka bilangan tersebut dapat dianggap sebagai NOL. Artinya, jika ada peluang yang melibatkan kemungkinan sebanyak itu dan Anda harus menebak 1 yang benar, maka kemungkinan Anda menebak adalah hampir-hampir tidak ada. Menarik ya. :)

Misalkan di dalam suatu gelas ada 1 kelereng warna merah dan 1 kelereng warna putih. Sehingga total kelereng ada 2 buah. Dan Anda diminta untuk mengambil kelereng warna putih dengan benar. Maka peluang Anda menebak pengambilan kelereng warna putih adalah satu banding dua atau 1/2. Jika kelereng merah ditambah sehingga menjadi 50 buah, dan ditambahkan lagi kelereng kuning sebanyak 49 buah, maka peluang Anda menebak dengan benar kelereng putih menjadi 1/100. Demikianlah seterusnya sehingga peluang Anda untuk menebak kelereng putih diantara sekian banyak kelereng tersebut menjadi lebih kecil.

Kemudian apa kaitannya dengan Al Quran ? Tiba-tiba saja tergelitik untuk belajar 'menghitung' probabilitas pada Al Quran nih.

Saya akan mengambil contoh acak sebagai berikut, dalam Quran dikatakan,

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" [QS. Al Anbiyaa 30]

Ada dua point pada ayat tersebut, yakni :
a. Quran memberitahu kita bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu satu, kemudian dipisahkan antara keduanya.
b. Segala sesuatu yang hidup diciptakan dari air.

Pada point (a) dikatakan bahwa proses penciptaan alam semesta berawal dari langit dan bumi yang menyatu, kemudian memisah. Ini dikenal dengan teori ledakan besar (Big Bang) yang telah dikukuhkan oleh para ahli science sebagai teori mengenai teori penciptaan alam semesta hingga saat ini (http://en.wikipedia.org/wiki/Big_Bang). Hal yang ingin saya garis bawahi adalah bahwa ada cukup banyak teori-teori penciptaan alam semesta. Ada teori ajeg (steady-state) yang didukung oleh Dennis Sciama dan Fred Hoyle (pada akhirnya mereka menggugurkan teori mereka sendiri karena tidak cukup bukti yang mendukung). Dan ada juga teori-teori lain. Jika katakanlah ada 100 teori mengenai penciptaan alam semesta, maka kemungkinan menebak dengan benar teori tersebut adalah 1/100.

Pada point (b) dikatakan bahwa segala sesuatu yang hidup diciptakan dari air. Dalam kehidupan kita melihat ada kayu, batu, pasir, karang, dan benda-benda lain. Siapa yang dapat membayangkan bahwa semua yang hidup di gurun pasir ternyata diciptakan dari air ? Artinya, jika Anda ditanya kemungkinan mengenai bahan pembentuk segala yang hidup di gurun pasir saja, kemungkinan ada ratusan atau bahkan ribuan jawaban. Anggaplah ada 1000 makhluk hidup di padang pasir, maka kemungkinan Anda menjawab benar bahan pembentuk segala sesuatu yang hidup adalah 1/1000.

Jadi, peluang menebak dengan benar pernyataan pada surat Al Anbiyaa ayat 30 tersebut adalah :
1/100 x 1/1000 = 1/100000 atau satu banding seratus ribu.

Masih mengenai penciptaan alam semesta, di dalam Quran dikatakan bahwa :

"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan senang hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan senang hati"." [Al Quran 41:11]

Ada satu point pada ayat tersebut yakni bahwa unsur utama penciptaan alam semesta adalah dukhaan yang berarti "asap". Science juga telah membenarkan hal itu. Hal yang ingin saya garis bawahi adalah bahwa ada banyak kemungkinan selain kata "asap". Seperti misalnya "gas", "metana", atau istilah lain. Jika anggaplah ada 100 istilah yang bisa digunakan (meskipun mungkin bisa lebih dari itu), maka kemungkinan untuk menebak secara benar adalah 1/100.

Jadi, peluang menebak dengan benar pernyataan pada dua ayat di atas adalah :
1/100000 x 1/100 = 1/10000000 atau satu banding sepuluh juta. Alias 0,00000001 (dengan tujuh nol dibelakang koma).

Berikutnya, di dalam Quran kita diberitahu bahwa :

"Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (dalam bentuk bulat seperti telur)" [An Naziat 30]

Kata Arab yang digunakan pada ayat tersebut adalah "dhahaahaa" yang berarti bentuk hamparan pada bidang bulat seperti telur. Tidak benar-benar bulat seperti bola, tetapi sedikit mengerucut pada bidang atasnya dan agak melebar pada bidang tengah. Persis seperti telur. Bentuk ini dalam istilah ilmiah dikenal dengan bentuk geo-spherical. Dan Quran persis melukiskan bentuk bumi seperti itu. Jika misalkan katakanlah ada 10 kemungkinan menebak bentuk suatu benda dengan benar (mungkin kotak, persegi panjang, trapesium, kubus, bulat, geo-spherical, atau bentuk lain), artinya ada 1/10 kemungkinan menebak dengan benar bentuk bumi.

Jadi, peluang menebak dengan benar suatu pernyataan pada 3 ayat di atas adalah :
1/10000000 x 1/10 = 1/100000000 atau satu banding seratus juta atau nol dengan delapan nol di belakang koma.

Berikutnya, di dalam Quran kita diberitahu bahwa :

"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar." [Ar Rahman 14]

Point pada ayat tersebut adalah bahwa manusia diciptakan dari unsur tanah kering. Saat ini science telah membuktikan bahwa unsur pembentuk manusia jika diurai adalah ... tanah ! Jika misalkan ada unsur lain seperti tanah, air, api, kayu, batu, gas, asap, dan sebagainya dan dianggap bahwa ada 200 kemungkinan pilihan (118 unsur diambil dari tabel periodik) itu berarti ada 1/200 kemungkinan pilihan benar.

Jadi, peluang menebak dengan benar dari 4 ayat di atas adalah :
1/100000000 x 1/200 = 1/20,000,000,000 atau satu banding dua puluh milyar alias 0,00000000005 (dengan 10 nol di belakang koma).

Itu baru 4 ayat saja, padahal dalam Quran ada lebih dari 1000 ayat yang membicarakan mengenai informasi science. Hanya untuk 4 ayat saja sudah menghasilkan 10 nol di belakang koma. Bagaimana jika lebih dari 1000 ayat ?

Secara logis, jika Anda dihadapkan pada posisi yang sama untuk menebak semua itu di alam ini, maka kemungkinan Anda menebak dengan benar .... HAMPIR TIDAK ADA ! Anda hanya bisa menebak dengan benar semua itu jikalau Anda DIBERITAHU oleh PENCIPTA itu sendiri. Tanpa campur tangan dari Pencipta, maka mustahil Anda bisa menebak dengan benar segala kemungkinan kondisi di alam ini yang begitu kompleks.

Bisakah dibayangkan bahwa informasi yang 'kebetulan' itu dibuat oleh seorang laki-laki bernama Muhammad yang tinggal di padang pasir dan hidup lebih kurang 15 abad yang lalu tanpa alat-alat canggih dan segala infrastruktur pendukungnya ?

Share this post: | | | |
Published Monday, July 16, 2007 4:58 PM by agung
Filed under:

Comments

No Comments