MSDN Day | Web Application Framework - DotNetNuke
Jika mas Andri dan mas Reza sudah posting mengenai apa yang akan di deliver pada saat MSDN Day | Web Application Framework, dan mas Risman mengenai Windows Sharepoint Services 3.0 maka saya juga akan posting apa yang nanti akan di deliver pada sesi DotNetNuke pada event tersebut. :)
Sesuai dengan topiknya, saya akan fokus pada DotNetNuke sebagai web application framework. Sisi DNN sebagai end user hanya akan saya singgung selama 30 menit. Sisanya kita akan bermain di level development agar Anda bisa melihat seperti apa "Module" di dalam DotNetNuke secara lebih mendalam. Ya, ada banyak konten yang sebenernya menarik untuk dibicarakan, akan tetapi karena keterbatasan waktu saya akan memiliki konten yang saya rasa menarik dan berhubungan dengan sisi development. Inilah konten yang nanti akan saya bawakan pada event tersebut :
-
DotNetNuke as portal solution
-
DotNetNuke for subhosting scenario
-
DotNetNuke web controls
-
DotNetNuke API
-
DotNetNuke ClientAPI
Meski demikian, menarik juga untuk dilihat postingan dari Agus Kurniawan mengenai Windows Sharepoint Services 3.0. Nah, saya coba tambahkan informasi yang mungkin berguna bagi Anda antara DotNetNuke dan Sharepoint sebagai berikut :
-
You will find that many things that aren't built into ASP.NET are built into SharePoint out of the box. Ya, dan demikian juga dengan DotNetNuke. Anda akan menemukan banyak fitur berbayar dari Sharepoint yang dapat Anda temukan gratis pada DotNetNuke. :)
-
SharePoint provides a framework for reusable user interface components. Ya, demikian juga DotNetNuke. Kenyataannya, aspek-aspek pada proses development, packaging, dan deployment pada DotNetNuke (melalui Module) jauh lebih superior dibanding Sharepoint. Adalah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa seorang administrator website DNN dapat melakukan penambahan fungsionalitas baru ke dalam websitenya pada saat runtime dengan hanya mengupload sebuah file ZIP tunggal. Dan ini adalah keuntungan yang sangat besar bagi Anda. Setiap kali saya demonstrasikan fungsionalitas ini pada seorang administrator Sharepoint, rahang mereka seperti dipukul dengan keras sambil mengaduh "Hey, apa Anda serius ? Semudah itukah ?!". :)
-
Microsoft Office SharePoint Server (MOSS) contains a search engine that can be used to index and find information in your application. Ya, ini benar. Tetapi itu tidak gratis. MOSS hanya tersedia melalui program lisensi Microsoft Volume. DotNetNuke memiliki search engine sebagai bagian dari framework dan bersifat extensible. Artinya, Anda diizinkan untuk melakukan implementasi lebih tinggi untuk skenario yang lebih tinggi. Dan seandainya Anda malas melakukan itu, ada beberapa third party yang menyediakan module search dengan harga yang sangat terjangkau tetapi dengan fungsionalitas kelas enterprise.
-
SharePoint has document management. Ya, itu memang fitur bawaaan dari Sharepoint yang sangat bagus. Meski demikian, DotNetNuke juga memiliki kemampuan document management termasuk di dalamnya kemampuan untuk menyimpan dokumen secara aman baik pada file system maupun di dalam database. Meski fitur standarnya tidak setangguh document management Sharepoint, tetapi Anda bisa mendapatkan third party module di luar sana dengan kemampuan setara dengan yang dimiliki Sharepoint dan dengan harga yang terjangkau.
-
SharePoint supports workflows. Ya, ini adalah area yang menguntungkan Sharepoint sebab dengan adanya teknologi Windows Workflow Foundation maka developer dapat membuat dan memodifikasi workflow dengan menggunakan designer intuitive di dalam IDE Sharepoint. Tentu saja untuk bisa mendapatkan fitur ini, maka Anda harus terlebih dahulu menginstall .NET Framework 3.0, yang mungkin akan menjadi sebuah persyaratan tambahan bagi beberapa customer Anda. DotNetNuke akan fokus untuk menghadirkan workflow di dalam base product-nya dengan beberapa tambahan workflow seperti content versioning dan approval yang akan release pada versi 5 yang akan datang. Dan ini tentu saja gratis.
Jika Anda masih kurang, maka saya akan berikan perbandingan area-area dimana DotNetNuke benar-benar lebih superior dari sisi development platform.
-
Development Tools - adalah kenyataan bahwa developer Sharepoint harus melakukan proses development mereka pada sebuah sistem operasi Microsoft Windows Server (misalnya Windows Server 2003). Ini adalah pembatas yang cukup signifikan dan benar-benar menjadi pertimbangan oleh tim DotNetNuke ketika akan me-release DotNetNuke 4.0 berbasis ASP .NET 2.0. DNN developer kini dapat menikmati kebebasan untuk melakukan proses development di semua sistem operasi Microsoft. Mereka juga dapat menikmati kebebasan untuk melakukan proses development di setiap versi Visual Studio, termasuk di dalamnya Visual Web Developer Express.
-
Cycle Time - di dalam Sharepoint Anda hanya memiliki pilihan terbatas dalam hal bagaimana cara mendevelop WebParts. Dan sebagai hasilnya, waktu yang diperlukan untuk melakukan editing dan testing kode menjadi lebih lama. Di dalam DotNetNuke Anda memiliki lebih banyak kebebasan dalam membuat module. Apakah Anda ingin menggunakan pendekatan ala DotNetNuke ataukah seperti halnya Anda membuat aplikasi ASP .NET biasa. Jika Anda ingin membuat server control level enterprise dengan abstraksi layer yang lebih tinggi, Anda dapat melakukan itu. Bagaimanapun juga, jika Anda ingin menggabungkan dengan beberapa user control yang lebih bersifat RAD untuk hanya sekedar prototyping, hal itu dapat Anda lakukan juga. DotNetNuke tidak membatasi Anda untuk menggunakan suatu metodologi tertentu.
-
Everything and the Kitchen Sink - meskipun Sharepoint yang keluar saat ini menawarkan banyak fitur dalam "tas"-nya, akan tetapi ia m asih berisi lebih banyak kompleksitas untuk developer yang tidak mudah untuk dipelajari agar lebih produktif. DotNetNuke juga memiliki beberapa konsep yang mungkin pada awalnya masih baru bagi developer baru. Akan tetapi developer akan dapat berasimilasi dengan mudah karena adanya ketersediaan kode sumber yang dapat Anda lihat dan modifikasi sesuka hati Anda atau mungkin hanya ingin sekedar mengetahui bagaimana cara kerjanya. Dan ini adalah keuntungan yang sangat besar bagi developer.
-
Agility - ya, ini sangat relevan bagi siapapun yang ingin membuat keputusan untuk mengadopsi suatu teknologi dengan skala besar. Sebab kenyataannya adalah bahwa Sharepoint merupakan bagian dari grup produk Microsoft Office, yang berarti bahwa releasy cycle dari produk ini akan relative lambat. Bandingan ini dengan release cycle DotNetNuke. Anda akan melihat bahwa DotNetNuke akan selalu lebih dulu membawa fitur-fitur baru kepada Anda lebih cepat dibandingkan Sharepoint. Sebagai contoh, DotNetNuke menambahkan dukungan terintegrasi pada ASP .NET AJAX segera setelah Microsoft melakukan rilis publik ASP .NET AJAX, sementara Sharepoint masih belum menawarkan integrasi apapun pada saat itu. Dan ini juga yang akan dilakukan oleh tim DotNetNuke dengan IIS7 dan nanti Visual Studio 2008, sementara Sharepoint harus menunggu pada waktu yang tidak bisa ditentukan.
-
Support - ya, ini adalah area yang sering dikritik pada DotNetNuke di masa lalu. Sharepoint adalah produk komersil yang berlisensi yang berarti bahwa Microsoft harus menyediakan dukungan teknis dan servis untuk customer. Di sisi yang lain, DotNetNuke selalu menikmati keuntungan dari menjadi produk open source dan memiliki banyaknya sukarelawan yang mendukung DotNetNuke di belakangnya. Bagaimanapun juga, jenis model support seperti ini tidaklah bisa diterima secara umum, terutama pada level enterprise. Beberapa pebisnis membutuhkan jaminan lebih tinggi dibanding dengan apa yang pada umumnya ditawarkan oleh DotNetNuke. Inilah alasan mengapa DotNetNuke membuat DotNetNuke Corporation yang akan menjadi perusahaan yang bertanggungjawab terhadap Service Level Agreements (SLAs) bagi enterprise yang membutuhkan jaminan lebih tinggi dan lebih baik melalui program subscriptionnya yang berbayar.
Nah, apakah masih ada keraguan lagi ?
:)