GCoE - DotNetNuke dan Windows Live Platform

Hari ini, saya berkesempatan untuk mengisi training DotNetNuke dan Windows Live Platform kepada peserta yang kebanyakan adalah orang-orang pemerintahan dalam program Government Center of Excellence (GCoE) di kampus UI Depok. Dalam 2 hari ini yang akan saya bahas adalah sebagai berikut :

  1. Pengenalan DotNetNuke (instalasi, konfigurasi, dan manajemen portal)
  2. Pengenalan Windows Live Platform
  3. Integrasi Windows Live Platform ke dalam DotNetNuke
  4. DotNetNuke dan Sharepoint kolaborasi (DNN untuk public website, Sharepoint untuk intranet). Jadi, skenarionya adalah DNN akan consume informasi dari Sharepoint untuk dipublikasikan. :)

Kenapa saya sertakan adanya kolaborasi antara DNN dengan Sharepoint ? Hal ini karena memang program Government Center of Excellence yang detail acara dan materinya dapat dilihat disini, mengajarkan Sharepoint terlebih dahulu sebelumnya. Hari ini dan besok mereka akan saya perkenalkan dengan 'makhluk lain' yang tidak kalah menariknya dari Sharepoint, yakni DotNetNuke. Terus terang banyak peserta yang sama sekali belum mengetahui DNN. Ini kabar yang baik untuk memperkenalkan 'teman baru' ini kepada mereka. :)

Nah, sebagai penutup, alangkah lebih baiknya jika peserta juga mengetahui bahwa DNN dapat 'ngobrol' dengan Sharepoint dan DNN dapat mengkonsumsi informasi yang ada di dalam Sharepoint. Ini dapat diterapkan di lingkungan peserta sendiri.

Berikut ini adalah Sharepoint yang dibangun oleh rekan-rekan MIC UI kita. :) Saya ingin menampilkan Events dan Tasks yang ada di dalam List Sharepoint tersebut.

01

Dan berikut ini adalah bagaimana DNN dapat dengan mudah mengkonsumsi Events dan Tasks dari Sharepoint :

03

Dengan teknik ini, maka arsitektur Anda dapat menjadi sebagai berikut :

  • INTRANET, gunakan WSS 3.0 (free), kecuali jika menghendaki penggunaan MOSS 2007 dengan fungsionalitas yang lebih kaya dengan lisensi sesuai kebutuhan (tidak perlu internet connector).
  • INTERNET, gunakan DotNetNuke (free) untuk mengkonsumsi informasi dari Sharepoint. Dalam hal ini Anda tidak perlu mengeluarkan cost yang lebih besar dikarenakan DNN sudah mampu mengkonsumsi informasi object-object dari Sharepoint. Seandainya pun memerlukan dukungan third party module DNN, tentunya angkanya masih reasonable. Database yang digunakan bisa SQL Server 2005 Express Edition (free), kecuali jika ada pertimbangan kebutuhan data lebih besar maka disarankan menggunakan versi yang lebih tinggi.

Yang lebih menarik adalah menyaksikan wajah-wajah yang tidak berdosa ketika melihat ini dan berguman "waaaaahhhh.....! ternyata bisa ya !". Yup, memang bisa :)

Welcome to the DotNetNuke world my government's friends !

:)

Share this post: | | | |
Published Thursday, June 26, 2008 1:06 PM by agung

Comments

# re: GCoE - DotNetNuke dan Windows Live Platform

LUARRRR BIASA !!!!

Thursday, June 26, 2008 1:55 PM by Risman Adnan Mattotorang

# re: GCoE - DotNetNuke dan Windows Live Platform

Sebelum temen temen government's saya dulu deh

"waaaaahhhh.....! ternyata bisa ya !" he..he..

Friday, June 27, 2008 8:38 AM by Rudianto

# re: GCoE - DotNetNuke dan Windows Live Platform

Kemaren ngebahas Windows Live-nya ttg apa Gung?

Gw mau ngebahas Windows Live susah, harus ada internet.

Terus, apa yang ngehubungin website kependudukan dengan layanan2 di Windows Live? :)

Sunday, June 29, 2008 1:39 AM by andriyadi

# re: GCoE - DotNetNuke dan Windows Live Platform

@andriyadi

Kebetulan di UI internetnya lumayan kenceng. :) Jadi bisa demo pake Windows Live semua peserta. DNN saya posisikan sebagai portal kolaborasi. Disana saya demokan bagaimana cara membuat DNN cocok dengan solusi multi portal secara terpusat. Website-website mereka yang lebih dari satu sekarang bisa secara sentral di manage oleh satu account. Hal ini sangat sesuai dengan prinsip hierarki dalam organization chart dimana kantor pusat pasti membawahi kantor cabang. Dan setiap kantor cabang tidak ada yang bisa melebihi wewenang kantor pusat. Selama ini, website-website yang mereka bikin selalu setara dalam arti, meski secara teoritis organisatoris berada di bawah pusat, tetapi secara implementasi tidak demikian. Masing-masing website memiliki user account dan password yang setara antara pusat dan daerah. Dengan DNN, hal itu bisa dihilangkan. Jadi, kantor cabang memang masih memiliki user account tersendiri, tetapi tingkatannya dibawah kantor pusat. Dan implementasi ini tampaknya sangat menarik untuk mereka karena mereka baru melihat ada CMS yang secara core system memiliki fungsi ini.

Saya tidak membahas cara membuat website kependudukan sebab saya percaya mereka lebih ahli daripada saya. :) Tapi yang saya tunjukkan adalah bagaimana aplikasi existing mereka saya convert menjadi DNN module dan kemudian ditambahkan fitur-fitur pada DNN sehingga menjadi lebih modular dan lebih terintegrasi.

Windows Live saya posisikan sebagai tambahan field pada database profile mereka agar bisa dipakai dengan bijak sesuai dengan keadaan. Menggunakan Windows LiveID berarti kita mempercayakan profile kita kepada pihak ketiga, yakni Microsoft. Dan mereka pasti tidak akan mau. :) Tetapi jika itu hanyalah dijadikan sebagai fitur tambahan agar mereka dapat memanfaatkan Windows Live platform untuk mendapatkan beragam fasilitas yang sebelumnya harus dibuat sendiri, maka Windows Live bisa menjadi alternatif lain yang menarik.

Meski demikian, Windows Live Platform memerlukan infrastruktur yang terhubung terus ke internet. Maka dari itu saya bilang gunakan dengan bijak apakah benar-benar perlu atau tidak. Seandainya perlu, maka tambahkan saja sebagai fitur lanjutan yang tidak merusak profile aslinya. Jadi sifatnya lebih ke asosiasi profile saja. Dan konsep inilah yang diterapkan oleh DNN. Jadi mereka bisa login either secara local menggunakan credential local mereka ataupun asosiasi profile berbasis Windows Live untuk validasi via Microsoft. Itu diserahkan ke mereka.

:)

Monday, June 30, 2008 11:02 AM by agung