Sam Walton, Membagi Resep Sukses Untuk Kita
Menilik buku Sam Walton berjudul "The Wall-Mart Story", ia membuka rahasia
kesuksesannya yakni:
- Rule 1: Berkomitmenlah pada bisnis Anda. Pegang prinsip ini
melebihi orang lain. Jika kita mencintai apa yang kita kerjakan maka dengan
sendirinya kita akan berbuat yang terbaik untuk mengerjakannya. Hal ini akan
menular dengan cepat pada orang-orang sekitar kita.
- Rule 2: Bagilah keuntungan kepada semua staf serta perlakukan mereka
sebagai partner. Jika Anda mampu melakukan hal ini, maka bersama Anda,
mereka akan menunjukan performa yang jauh melebihi harapan Anda. Tawarkan saham
perusahaan pada mereka, jika perlu dengan harga diskon, dan hadiahi mereka
dengan saham sebagai bekal pensiun. “Hal ini adalah hal terbaik yang pernah kami
lakukan,” ujar Sam Walton suatu ketika.
- Rule 3: Motivasi partner usaha Anda. Selalu buat cara yang
baru dan lebih menarik untuk memotivasi para staf maupun rekanan. Tentukan
target yang lebih tinggi, tumbuhkan kompetisi yang sehat, rotasikan staf secara
berkala agar mereka tetap merasa tertantang, dan buat skor untuk penilaian
prestasi. Agar semakin menarik, Anda harus lebih kreatif saat membuat langkah
baru untuk memotivasi sehingga mereka sukar memprediksi apa yang akan Anda
lakukan selanjutnya.
- Rule 4: Komunikasikan apa saja yang bisa Anda lakukan pada para
rekan bisnis. Semakin mereka tahu apa yang bisa Anda lakukan maka
mereka makin paham. Makin mereka paham maka meraka akan lebih peduli. Dan jika
rasa peduli itu sudah ada maka tidak ada satu hal pun yang bisa menghentikan
mereka. Jika Anda diliputi rasa tidak percaya, maka mereka akan tahu bahwa Anda
menganggap mereka sebagai partner dan bisa saja malah lari ke kompetitor
Anda.
- Rule 5: Hargailah apa yang telah dilakukan oleh staf Anda.
Loyalitas mungkin bisa didapat dari gaji tinggi atau tawaran saham. Tapi sebagai
manusia, kita akan gembira bila ada yang secara tulus mengatakan bahwa apa yang
telah kita lakukan adalah sesuatu yang benar-benar berharga. Intinya adalah
penghargaan atas apa yang telah kita lakukan, apalagi jika hal itu adalah
sesuatu yang patut dibanggakan. Apresiasi positif ini sama sekali tidak makan
biaya tapi tak ternilai harganya.
- Rule 6: Rayakan kesuksesan. Jika terjadi kesalahan atau
kegagalan, jangan lekas terpuruk. Cari unsur humor dari kegagalan itu dan
tertawalah bersama. Bergembiralah dan selalu tunjukan antusiasme dalam bekerja.
Dan jika sukses jangan lupa pula untuk merayakannya, jika perlu dengan cara yang
konyol.
- Rule 7: Selalu dengarkan apa yang dikatakan orang-orang di dalam
perusahaan dan cari cara agar mereka mau bicara. Mereka yang ada di
garis depan -dan selalu berbicara dengan pelanggan- adalah yang paling tahu apa
yang diinginkan pelanggan. Dengarkan mereka dan selalu cari jalan agar ide
mereka bisa keluar dan bila memungkinkan wujudkan ide mereka yang berkualitas.
Dengan sendirinya mereka akan lebih bertanggungjawab dan akan memajukan
organisasi.
- Rule 8: Buat parameter yang lebih tinggi untuk kepuasan
konsumen. Jika hal ini bisa Anda lakukan, maka pelanggan akan terus
kembali. Beri mereka lebih dari yang mereka inginkan sehingga pelanggan tahu
bahwa Anda sangat menghargai mereka. Jika Anda membuat kesalahan, janganlah cari
alasan pembenar tapi mintalah maaf.
- Rule 9: Kontrol pengeluaran Anda. Berikan konsentrasi lebih pada hal
itu dibandingkankan hal lain seperti berkompetisi. Dengan kiat ini maka
Anda akan menemukan keunggulan kompetitif. Kunci di sini adalah efisiensi.
Rangkaian kesalahan bisa saja terjadi, tapi kita tetap bisa pulih jika bisa
efisien dalam kegiatan operasional. Atau, Anda boleh saja brilian dalam konsep
bisnis tapi tetap saja akan tersingkir dari persaingan akibat tidak
efisien.
- Rule 10: Berenanglah ke hulu. Jangan mau terjebak dengan
mengikuti apa yang dilakukan oleh orang lain. Buat cara dan jalan bisnis sendiri
dan jangan takut bila bertentangan dengan keyakinan banyak pebisnis lainnya. Sam
Walton terbukti sukses mendirikan tokonya di kota yang populasinya hanya 50 ribu
orang. Padahal sebelumnya banyak pebisnis meyakini bahwa sebuah toko diskon
tidak dapat bertahan lama di kota yang populasinya terbatas.