Waktu long weekend kemarin bisa dibilang waktu keluarga untuk berkumpul dan itu juga terjadi pada diriku. Disela-sela waktu tersebut saya gunakan untuk mencari rumah, maklumlah sekarang masih kontrak. Mau tidak mau juga mesti nyari. Pencariannya sendiri sudah pasti yaitu Depok dan Bogor. Untuk bekasi ataupun tangerang sudah gak revelan untuk tempat tinggal (subject) karena memang kedua kota tersebut kota industri..hhmm tahu lah.
Akhirnya proses pencarianpun berjalan, long weekend kemarin sih jalan ke bogor. Salah bidikannya adalah Vila Bogor Indah..hmm, untuk depok sendiri sudah ada bidikan cuman lagi mencari alternatif. Dalam proses pencarian ini adalah sesuatu yang menarik yaitu kebanyakan vendor property menawarkan paket rumah minimalis, dari segi nama istilah ini bukan menunjukkan ukuran kecil ataupun rumah sederhana bahkan rumah besarpun ada juga yang minimalis. Kembali ke istilah minimalis, dalam konsep perumahan model minimalis dapa didefiniskan sebagai memperdayakan fungsi tanah dan bangunan secara optimal sehingga cost untuk membangunnya jauh lebih kecil.
Hmm, My mind..bagaimana kalau ini diterapkan dalam software development yang mana dengan framework, architecture dan tool yang kita miliki dapat jauh lebih optimal tanpa mengurangi fungsi dan requirement. Akibat dari ini maka architecture dari suatu software mestinya akan menjadi light walaupun light tetapi tidak berarti benar-benar light yang ada isinya. In my opinion Minimalis Architecture akan mengacu banyak faktor. Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan adalah:
- Apakah Framework yang dipakai sudah pas artinya tidak berlebih ataupun berkurang?
- Apakah Architecture bisa fleksibel artinya bisa plug-and-play modulenya ?
- Apakah Library yang digunakan tidak redundant alias ada class yang rule dan job hampir-hampir sama ?
dan banyak lagi mungkin dipertimbangan. Berbicara mengenai Plug-and-Play Architecture,saya akan coba menulis dalam blog ini. Tentang Minimalis Architecture, bagaimana komentar anda ?