Discussion :: Warning Alert System for Earthquake and Tsunami (Case Study for Indonesia)

Bulan ini bisa dibilang bulan prihatin buat indonesia karena adanya peristiwa gempa bumi yang disusul dengan tsunami. Belum hapus penderitan gempa bumi di yogyakarta, sekarang disusul dengan gempa bumi yang diiringi oleh gelombang tsunami. Disisi lain, dibeberapa berita banyak membicarakan bagaimana cara mengurangi korban bencana ini, salah satu wacana yang muncul adalah adanya sistem alerting yang mana dapat memberikan informasi lebih dini mengenai bencana ini.

Dari informasi BMG dan para ahli geologi dapat diketahui bahwa Tsunami itu terjadi kurang lebih 20 menit sejak gempa bumi. Sedang stasium pemantau gempa bumi dapat memberikan informasi mengenai posisi pusat gempa sekitar 5 menit. Ini artinya kita hanya mempunyai waktu 15 menit untuk memberikan informasi ini ke seluruh nusantara. Untuk masalah ini, saya mencoba memberikan alternatif solusi dalam bidang teknologi informasi. Teknik ini saya namakan Messaging Spider. Ide dasarnya adalah bagaimana melakukan distribusi message yang cepat dengan cara  pembagian beban tugas pengiriman message.

Arsitektur Umum pada Messaging Spider
Secara umum, design dari Messaging Spider dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Secara umum, sistem alerting terdiri dari beberapa item antara lain:
1. Alert Agent, ini dipasang pada BMG yang memantau gempa bumi
2. Messaging Alert System Server yang berfungsi untuk distribusi message
3. Subscriber, ini legacy system atau person yang ingin mendapat informasi gempa bumi dan tsunami


Alert Agent
Alert agent sebenarnya adalah small application yang hanya sending ke Messaging Alert System Server melalui satelite/GPRS. Sistem kerja seperti yang tergambar dibawah ini


Dari gambar diatas mula-mula ketika terjadi gempa maka stasiun pemantau gempa menganalisa posisi pusat gempa dan selanjutnya akan mengirim pesan ke Messaging Alert System Server melalui agent application. Bersamaan dengan itu akan mengirim warning kedaerah sekitar pada radius tertentu. Selain melalui agent via satelit/GPRS, petugas bisa mengirim pesan melalui SMS.

Messaging Alert System Server
Ini adalah aplikasi server yang mengurusi masalah distribusi data dan subscriber dari channell user. Berikut diagram model module pada Messaging Alert System Server

Aplikasi server didesign untuk memudahkan channel subscriber dapat ditambah secara plug-n-play.

Channel Subcribers
Ini adalah bisa dikatakan consume dari alert message seperti pemerintah pusat dan daerah. Pihak wireless provider juga bisa berpartisipasi untuk melakukand distribusi ke pelanggan yang subscriber ke alert melalui SMS. Bentuk model seperti dibawah ini

Challenge!!Bagaimana Tuning supaya message terkirim kurang dari 15 menit
Seperti uraian diawal dikatakan kita punya waktu 15 menit, kalau message sampai pada menit ke-14, artinya gak make sense! masa kita pada lari 1 menit? Hal yang potensial untuk dituning adalah transfer bandwith dari agent ke server dan channel subcriber ke pelanggan yang terdaftar dalam alert system user.
Semoga uraian saya ini bisa berguna atau sebagai wacana untuk alert system yang mungkin tidak hanya untuk gempa bumi maupun tsunami tapi bisa digunakan untuk bidang yang lain. Untuk gempa bumi dan tsunami, disini saya berusaha dan semua memang dikembalikan ke takdir yang punya jagad raya ini.
Silakan berdisiku..thanks!

Share this post: | | | |
Published Wednesday, July 26, 2006 9:56 PM by Agus Kurniawan

Comments

# re: Discussion :: Warning Alert System for Earthquake and Tsunami (Case Study for Indonesia)

Thursday, July 27, 2006 7:26 AM by Agus Kurniawan
Seperti biasa Bos...

Ide mu (selalu) menarik.
Good idea.

Leave a Comment

(required) 
(required) 
(optional)
(required) 

Enter the numbers above:
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems