Sebelum masuk company yang sekarang (Plasmedia) saya bekerja juga sebagai freelancer untuk merombak aplikasi PMS yang lama yang juga dulu saya kerjakan dengan company saya yang lama yaitu Inaweb (dengan sub division Sirius Teknologi).
Aplikasi ini tujuannya adalah mencatat semua track project ada ada versioning di setiap step penginputan yang ada. Aplikasi itu dulu di buat dengan menggunkan ASP Classic 3.0, dan business logic nya kami menggunkan VB component, karena itu standar di company kami.
Kini aplikasi tersebut sudah mengalamai banyak yang harus di ubah sehingga mereka memanggil saya untuk membantu mereka merombak aplikasi ini, dan akhirnya saya menggunakan ASP .Net dan telah di gunakan oleh mereka.
Tanggal 15 Februari 2007 ini user yang menggunakan aplikasi PMS ini mempresentasikan aplikasi ini ke Sekjen ASEAN kita yaitu Ong Keng Yong, dan mereka mengirimkan email kepada saya bahwa presentasi mereka sukses dan bulan juni nanti akan dipersentasikan ke member country.
Saya sebagai programmer di PMS ini merasa bangga sekali aplikasi saya bisa di presentasikan ke Sekjen ASEAN.
NB:
Terima kasih untuk:
Cena Maxfield and Shinta Manurung from Nathanic USA (http://www.nathaninc.com) mempercayai kami untuk sebagai pendana
Bagus Rafiki, Agus Nugroho, Nalindra, Rini dari ASEAN
Irwan Julis, Patner saya dapat menyelesaikan aplikasi PMS ini
Teknologi:
ASP Net 2.0 C# language, Anthem 1.3.2, SQL Server 2000
Hari ini saya mencoba lewat jalur Dan mogot, sebab jumat kemarin saya coba di saya motor saya masih bisa melewati banjir yang ada di karenakan jalan di daerah kosambi yang biasa saya lewati status nya tergenang air cukup dalam.
Setelah melewati halangan pertama banjir di daerah pesing dengan banjir yang lumayan dalam tetapi masih bisa di lewati oleh motor saya sebab lumayan untuk busi pada motor tiger cukup tinggi dan knalpotnya pun masih tinggi untuk tidak kemasukan air.
Tetapi setelah melewati halangan pertama ternyata masih ada lagi halangan yang ke-2 setelah dari pesing tersebut dan status genangan air di sana cukup dalam, sekitar paha orang dewasa dan jarak genangan air itu pun sangat panjang jadi walaupun motor yang besar pun pasti tidak akan dapat melewati genangan air itu dengan aman, akhirnya saya mengalah dan mengikuti orang-orang lain menggunakan getek dengan biaya Rp. 20.000,-, saya dan motor saya di angkut ke getek tersebut di seberangkan ke tempat yang aman.
Setelah saya sampai di depan Tol Tangerang saya tanya kepada Polisi di sana, apakah motor bisa masuk tol, dan polisi tersebut bilang bahwa sampai pagi ini motor bisa masih bisa keluar masuk tol tangerang tetapi bila sore nanti banjir sudah surut, motor akan di larang kembali untuk masuk tol.
Jadi untuk pengendara motor yang menuju tangerang lewat dan mogot, good luck brother, semoga banjir ini cepat surut yach.