Andri Yadi

A geeky technopreneur, trying to do something big with his startup

Enabling Apache and PHP on Leopard

Gak seperti biasanya, kali ini gw akan bahas sesuatu yang tidak "berbau" Windows, .NET, and other Microsoft products. Bukan berarti gw Microsoft MVP "murtad" :) Gw tetap cinta .NET, and still write .NET code for living. Kebetulan aja gw lagi explore suatu teknologi di atas platform yang lain. Lagian, sayang banget nih MacBook Pro kalo gak dipakai buat coding on Mac :)

Sebenarnya ini berawal dari kebutuhan training untuk implementasi produk Microsoft juga, yaitu Windows Live Services. Bos Naren ngajak gw sama-sama ngisi HOL dan training implementasi Windows Live Service on top of PHP. Karena saat menulis posting ini, gw sedang "berada" di Mac OS 10.5.6 (Leopard) dan sedang ingin meng-enable Apache dan PHP, jadilah gw bahas bagaimana meng-enable Apache dan PHP di Leopard.

Di dalam Leopard, khususnya Leopard 10.5.6, sebenarnya sudah terinstall Apache 2.2.9 dan PHP 5.2.5. Hanya by default, keduanya tidak di-enabled.

Berikut langkah-langkah untuk meng-enable keduanya:
  1. Buka aplikasi TextWrangler. Jika belum terinstal, download gratis dari http://www.barebones.com/products/textwrangler. Gw pakai TextWrangler 2.3. Dari menu File --> Open, dan navigate ke  Macintosh HD:private:etc:apache2:httpd.conf. Open file tersebut.
  2. Lalu editor akan menampilkan isi file httpd.conf. Jika diperhatikan, icon pencil pada toolbar masih tersilang yang berarti bahwa file tersebut sedang di-lock. Click icon tersebut, lalu ada pertanyaan apakah akan di-unlock. Click Unlock dan file siap di-edit. Ada baiknya Anda membuat backup just in case mau back to factory setting :)
  3. Scroll down ke baris 115, sampai Anda menemukan tampilan seperti ini.
  4. Uncomment baris 115 tersebut dengan cara membuat tanda pagar (#) untuk meng-enable PHP 5.
  5. Save file tersebut. Karena file ini di-own oleh "root", ketika mencoba menyimpan file akan muncul dialog untuk memasukkan password.
  6. Nah, sekarang saatnya men-start Apache Web Server. Buka System Preferences --> Sharing. Lalu centang checkbox Web Sharing (jika belum).

  7. Untuk memastikan PHP benar-benar sudah aktif, buatlah code simple yang basi' kayak gini:
    <?php phpinfo(); ?>

    Simpan code tersebut pada file dengan nama, misalnya: phpinfo.php. Simpan file tersebut di folder Macintosh HD:Library:WebServer:Documents. Lalu buka browser dan ketikkan alamat: http://localhost/phpinfo.php. Alhasil:
Dengan langkah-langkah di atas sebenarnya kita pakai konfigurasi PHP yang default. Kalau mau enable PHP extensions, dll, perlu utak-atik php.ini. Untuk itu, perlu extra steps berikut.
  1. Buka Terminal (dari Application:Utilities), change directory (cd) ke etc, dengan mengetik: cd /etc
  2. Buat salinan file php.ini.default menjadi php.ini, dengan cara mengetik: sudo cp php.ini.default php.ini. Masukkan password root Anda
  3. Ya sudah...utak-atiklah file php.ini tersebut.
Udah, gitu aja. Selamat coding PHP di Leopard :)

Share this post: | | | |

Comments

 

reyza said:

wah pakai cara repot ya bos?

kalau di windows ada WAMP or XAMP, kalau di Leopard gw cukup pakai MAMP (mac apache mysql php) :P

March 6, 2009 11:17 PM
 

Sagi Arsyad said:

gak apa-apa,

sudah saatnya kita migrasi kembali ke Open Source.....(lho ?)

March 7, 2009 1:38 PM
 

dondy said:

beneran murtad ...

March 7, 2009 8:55 PM
 

adrian said:

kan ada tuh XAMPP di mac :) sy juga pakek

May 21, 2009 5:09 PM