Aku berpikir bahwa gap antara coding skill /keahlian memprogram dan professional programmer ini cukup jauh. Kebanyakan programmer lebih focus ke coding skill terlebih dahulu dan baru kemudian mempelajari ke-professional-an untuk berusaha menjadi professional programmer. Kalau dia sempat, tetapi kalau tidak?
Karena kecenderungannya adalah teknologi pemrograman tidak akan berhenti berkembang dan programmer dituntut belajar terus, dan terus, dan terus hanya menjadi programmer biasa.
Apa itu professional programmer?
The term of professionalism, secara umum lebih sering dikaitkan dengan bagaimana orang dapat menghasilkan uang dengan keahliannya. Menurutku tidak hanya sampai di situ.
Seorang mahasiswa TI, mencoba membuat program karena pesanan dari ayah temannya, dan dia mendapatkan imbalan. Even an employee of a software house, apakah dia sudah termasuk professional programmer?
Beberapa hal yang harus mulai dipikirkan untuk menjadikan programmer berkualitas professional adalah:
- Trustworthiness. Bagaimana kita bisa dipercaya untuk menyelesaikan task tanpa perlu dicek lagi oleh atasan atau tanpa supervisi. Apakah kita bisa dipercaya untuk mau meminta tolong jika menghadapi kesulitan?
- Teamwork, sudah jelas.
- Leadership, sudah jelas.
- Communication. Bagaimana menjaga komunikasi yang baik antara client, team, dan stake holders. Tanpa komunikasi tidak akan ada teamwork. Tanpa komunikasi, juga software requirements and specs tidak menjadi jelas,
- Updating Skill. Untuk bisa tetap mengikuti perkembangan teknologi pemrograman dan IT, kita seharusnya tetap up-date skill kita, at least about it’s concept. Programmer yang terbaguspun masih tetap akan belajar.
- Minimizing Risks. Perencanaan yang jelas akan software process, planning, design, tracking, dokumentasi, dan matrix akan sangat membantu untuk meminimalisasi risk yang kemungkinan akan terjadi.
- Accountability. Adalah tanggung jawab yang besar terhadap pembangunan sebuah system software. Bagaimana membuat semuanya dapat bekerja reliable, sesuai dengan apa yang diinginkan client. Bahkan memuaskan.
Menurutku seharusnya hal-hal di atas mulai dipikirkan. Agar programmer menjadi benar-benar professional. Bukan sekedar kuli keyboard dan buku bermodal otak dan logika canggih. Targetnya bukan hanya di sana sebenarnya. Karena professionalism is general, bukan hanya milik dunia IT dan software saja.
Manakala otak kita sudah mulai tak layak pakai? Logika canggihpun sudah lupa? Bagaimana bisa menyelesaikan software problem dengan cepat? Apa yg bisa kita harapkan lagi?