March 2006 - Posts
Huhhh, sore ini browsing semua website-website universitas terkemuka di jakarta tidak membuahkan hasil. Browsing sana sini, klik klak sana sini, hasilnya nihil....
Sulit sekali mencari universitas yang bermutu yang membuka kelas ekstensi dr d3 ke S1 dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Biaya kuliah perbulannya hampir-hampir menyamai gaji bulananku, Lantas mau makan apa nanti?
Mau cari kampus yang murah, yang penting lulus, susah juga soalnya belum apa-apa instansi bonafide udah pasang proxy “Lulusan dari Universitas terkemuka“. Belum lagi klo mau ambil S2 harus melewati “proxy” yang sama. Jarang ada instasi/universitas yang passing “proxy” tersebut, dengan lebih mengutamakan pengetahuan dan skill, kayaknya aku harus menggunakan “webservice” nih.....
Cari pekerjaan baru? kayaknya belum ada rencana nih tapi klo terus stack di DIII karirku akan mandek alias jalan ditempat......Soalnya biar bagaimanapun skill dan experiencenya, jarang-jarang lulusan DIII yang melewati level managerial....Dalam istilah ketentaraan dia akan terus menjadi "pembantu letnan...". Paling paling ada embel-embel “senior” didepannya.
Ini sungguh pranata sosial yang tidak menguntungkan bagiku. Solusi terakhir harus nabung sampai tahun depan nih... Oh So long......
Setelah membaca buku Design Patternnya GoF dan mencoba penerapannya di C#, ada hal baru yang kudapatkan. Ternyata Design Pattern tidak seseram yang selama ini aku bayangkan, seperti materi konseptual lainnya seperti OOAD, Extreme Programming (yang biasanya membuat aku mengantuk membacanya :P). Malahan ada beberapa pattern yang selama ini tidak asing bagiku seperti factory, prototype, singleton, proxy, adapter, template, observer dan state. Pattern-pattern ini sering aku pakai dan temui diberbagai open-source project. Malahan API/languange di .NET sudah terconstruct menggunakan design Pattern seperti iterator.
Beberapa pattern termasuk baru bagiku. beberapa diantaranya cukup sulit dimengerti. Apa lagi pattern-pattern yang memiliki fungsi yang cukup mirip seperti decorator, adapter dan factory.
Pattern-pattern ini mengubah interface sebuah atau beberapa class agar lebih cocok/tepat digunakan pada program tertentu. The big challange bagiku adalah bagaimana dan kapan sebuah pattern digunakan? jangan sangking tergila-gila dengan "design pattern" semua implemantasi "dipaksakan" menerapkan design pattern. Kemampuan analisa sangat dibutuhkan disini. Aku sendiri masih belum mature dalam "design pattern". Cukup sulit menentukan pattern yang tepat untuk study case tertentu. Dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan OOP yang cukup advance untuk mature dalam design pattern.
Namun dalam mencari resource yang berhubungan dengan "design pattern", aku menemukan sebuah artikel yang menarik untuk newbie. Artikel ini berjudul "Non-Software Examples of Software Design Patterns" karangan Michael Duell. Sangat menarik, artikel ini sangat membantu aku dalam memahami "design pattern" dengan perumpamaan kehidupan kita sehari-hari.
Sebagai contoh untuk proxy pattern, Michael Duell mencontohkannya sebagai sebuah cek. Cek seperti halnya proxy merupakan "surrogate" yang mewakili object target. Cek mewakili object uang dengan jumlah tertentu. Jika seorang mencairkan cek tersebut dia akan akan mendapatkan uang yang menjadi object sesungguhnya, sama halnya dengan proxy, jika si user mengaksesnya, proxy akan menghubungkannya dengaan object sebenarnya.
Contoh lainnya adalah Observer yang diumpamakan sebagai sebuah pelelangan, Setiap bid dari seorang peserta selalu dipublish/diberitahukan kesemua peserta lelang, Peserta lelang dapat mengetahi posisi bid tanpa harus tahu siapa melakukan bid tersebut. Demikianpula observer pattern, yang biasa juga disebut publish-subscribe. Ketika sebuah object mengubah statenya (publishser), maka object dependent lainnya (subscriber) akan diberitahu, dan subscriber akan terupdate secara otomatis.
http://www2.ing.puc.cl/~jnavon/IIC2142/patexamples.htm
Setiap pattern diumpamakan dalam kehidupan sehari-hari dengan baik. Jadi betul juga kata om Norman bahwa design pattern itu bukanlah sebuah penciptaan, namun tak lebih dari sebuah penemuan. Karena jauh sebelum kita mengenal dunia programming, kita sudah menggunakan dengan baik. It's amazing...
Tapi anehnya kok belum ada artikel atau buku yang membahas design pattern secara lengkap dalam bahasa Indonesia. Mungkin materi ini bisa menjadi salah proyek dalam project otak.
Sebelum aku menuliskan blog ini, aku baru saja bercerita banyak dengan om MCA. Sangat menyenangkan para seniorku di Netway, ternyata tidak mempunyai latar belakang computer science. Tapi anehnya mereka bisa sangat expert di dunia programming. Kuncinya cuma satu, autodidak!
Hemmm, gimana kami yang punya latar belakang betul2 di computer science? Aku harus bisa 5 tahun kedepan seperti mereka... Oh iya, perusahaan baru biasanya ilmu baru, soalnya lain perusahaan lain pula framework yang dipergunakan. Kalau dulu di Astra masih pakai enterprise library, disini kami udah pakai nHibernate. Aku sich nggak terkejut, soalnya, om Agus udah kasih warning untuk migrate daru EntLib ke nHibernate. Makanya jauh hari aku udah belajah nHibernate.
Yang menarik, pada saat yang bersamaan aku masuk, omwok juga memperkenalkan framework baru. Dan aku harus bisa menguasai teknologi yang mendukung framework tersebut sebelum terjun ke proyek. Amazing dan sangat menarik soalnya ini sangat baru bagiku. Entah mungkin di Indonesia ini sudah lama. Saat ini yang lain mungkin sibuk mengoprek WinFX and the gank...
Ada beberapa teknologi baru bagiku, yang sangat menarik bagi seperti
- db4o (Object Oriented Database)
- CAB (Composite UI Application Block) smart client
- WSRF (statefull webservice)
- WSE 3.0 (implementasinya WS * specifications di .NET)
- WWF, ini bukannya World westlering Federation tapi Windows Workflow Fondation yang umumnya digunakan untuk automation change management.
Hupff...... Setelah 3 minggu mengoprek kelima teknologi ini, akhirnya hari ini aku menyelesaikan hands on lab terakhir untuk WWF. Sangking semangatnya pengen sih ngelanjutin ke “Presenting Windows Workflow Foundation” biar lebih sreg. Tapi begitu melihat example codenya pakai VB.NET, nanti aja deh......Bukannya aku anti dengan bahasa yang satu itu, tapi aku udah banyak lupa sintaxnya, bukannya aku makin ngerti yang ada malah jadi makin puyeng. Lain kali aja deh, but I'm really interest from that all technology.
Kesemua teknologi diatas nantinya akan mendukung framework baru yang berorientasi SOA (Service Oriented Architecture). Hem, tunggu apa tanggapanku setelah mengoprek teknologi diatas....
Padahal masih ada PR lama yang harus aku selesaikan dan tertunda seperti belajar Design Patternnya GoF, serta teknologi seperti Biztalk Server dan Sharepoint. Hari gini masih belajar Design Pattern? Iya donk aku belum punya pondasi yang kuat, untuk apa punya knowledge high, tapi pondasi masih rapuh
Oh ya mengenai WinFX, menarik juga ini! Aku udah download Windows SDKnya, yang terbaru lagi, Windows SDK February 2006 CTP. Sepertinya versinya sudah lumayan stabil. Aku udah coba WWF, lumayan, sampai saat ini belum ada bug. Rencananya kedepan aku mungkin akan terlebih dahulu belajar WCF (codename Indigo). Seperti menarik juga mainan ini, apalagi interoperatebility dan loose couple yang ditawarkan boleh juga tuh. Meskipun kata omwok masih kalah bagus dengan WSRF+WSE 3.0
WSRF+WSE 3.0 vs Indigo? menarik juga nih, itu semua akan aku buktikan setelah aku mengoprek yang namanya Indigo. WPF alias Avalon gimana?
Hemm nanti dulu deh, soalnya masih belum stabil, kulihat waktu Presentasi Om Dondy di dIM february kemarin, masih banyak bugnya, lagipula avalon membutuhkan spec yang lumayan tinggi. VGA Card 64 MB, meskipun dikosan ku udah ada yang 128 MB, tapi tunggu yang lainnya dululah.
Hueamhemuam.....
Tadi malam aku tidur nyenyak sekali, dan malamnya aku mimpi indah bgt, tapi aku nggak tahu lagi mimpiin apa? :)
Setelah hari-hari berat yang aku lalui selama dua minggu ini. Aku baru bisa nikmati tidur yang nyenyak. Soalnya adik-adiku dikampus, sudah mengerti bahwa yang terjadi selama ini adalah miss-understanding. Thanks buat adikku Inox, Kristina dan Gloria serta itoku Yose, atas dukungannya selama ini.
Tolong ambil segi postifnya dari blog saya tersebut. Agar kalian nantinya lebih matang dan siap terjun kedunia kerja. Agar kritik pedas tersebut tidak pernah terucap lagi, berangkat dari pengalaman yang kami dapat selama ini.
Segi negatifnya muncul karena Mis-understanding diantara kita dan murni kecerobohan aku sendiri. Biarlah itu menjadi palajaran yang sangat berharga bagi aku. Tapi meskipun begitu aku nggak akan pernah bosan ngeblog, yang terpenting adalah lebih-lebih hati dalam menempatkan konteks.
Seorang anak kecil tidak akan bisa berdiri dan berjalan dengan benar, sebelum merasakan yang namanya terjatuh. Yang terpenting bukan mengapa kita sampai jatuh, namun bagaimana kita dapat berdiri dengan segera.....
Oh ya
====>tomorrow will be better
Itu adalah judul dukungan yang Ibu Inge berikan terhadapku. Terima kasih Ibu, selama ini aku pikir kalau ingin berkomunikasi dengan Ibu harus dengan cara yang kaku dan resmi. Tapi aku sekarang mengerti Ibu tidak “segalak” yang aku pikirkan.
“Sebetulnya saat menerima forward-an email tsb. sebagai salah satu "ibu"nya sekolah Pidel: reaksi saya yang pertama melakukan intropeksi.Tujuan yg melakukan forward email tsb di kalangan dosen adalah untuk perbaikan sistem pendidikan. Menurut saya, akan sangat baik kalau lulusan memberikan masukan ttg apa yang kurang dan kesulitan yg dihadapinya saat baru bekerja. Tentu saja berniat baik untuk membantu jika ada yg bisa diperbaiki dan bisa membantu alumni yg masih "fresh" tsb. Jadi, kamu boleh bilang ke rekan semua angkatanmu, bu Inge secara remote masih mau membantu lulusan ya?“
Terima kasih atas pengertian dan dukungannya. Absolutely of course, tomorrow will be better. I believe it, and it's boon from this story.