December 2007 - Posts
Milis Dotnet Indonesia
Dec 12, 2007 7:33 PM
mohon bantuan rekan-rekan expert C#.
saya memiliki 2 textbox, saya ingin dengan menekan enter di
textbox1 maka secara langsung berpindah ke textbox2, di C# kira-kira
codingnya seperti apa ????. atas bantuannya terima kasih
Jawaban saya ::
private void textBox1_KeyPress(object sender, KeyPressEventArgs e)
{
if (e.KeyChar == Convert.ToChar(Keys.Enter)) // biar system yg convert ke ASCII
{
textBox2.Focus(); // di sini kita pindahin ke textbox2
textBox2.Text
= "berhasil pindah!"; // di sini iseng2 aja, hehe
}
}
pake intellisense setelah tekan Keys.-nya, supaya mudah.
Semoga bermanfaat,
Iseng-iseng ah mengarsip jawaban-jawaban saya di milis dotnet. Siapa tahu kepake, misal ada yang nyari pake search engine. Atau juga kalau saya sendiri lupa
---
Dec 16, 2007 8:45 PM
Tanya :
Rekan Expert C#,
mohon bantuan coding C# untuk memvalidasi textbox agar hanya nilai
interger saja yg bisa di inputkan, jika user menginputkan string makan
akan di tolak atau ada message. terima kasih atas bantuannya
Saya menjawab ::
private void textBox1_KeyPress(object sender, KeyPressEventArgs e)
{
if (e.KeyChar < '0' | e.KeyChar > '9')
{
e.KeyChar = Convert.ToChar(Keys.None);
}
}
* tanda titik (.) gk boleh masuk jg, karena integer
- - - - -
semoga bermanfaat,
good news, from
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/
tahun/2007/bulan/12/tgl/10/time/152329/idnews/864834/idkanal/319
---
Senin, 10/12/2007 15:23 WIB
Software Lokal Tumbuhkan Harapan Masa Depan
Tim - detikinet
-->

Nusantara Online dari Sangkuriang Studio (wsh/inet)
Jakarta
- Mungkin masih belum sempurna, tapi geliat pengembang piranti lunak
lokal semakin lama kian menggembirakan. Sudah saatnya kita mulai bangga
pada software buatan indonesia.
Risman Adnan, ISV Lead, Platform
and Developer Evangelism Group Microsoft Indonesia, memperkirakan ada
sekitar 500-an Independent Software Vendor (ISV) lokal di Indonesia.
Data yang dimiliki Microsoft menyebutkan, sebanyak 251 ISV bercokol di
Jakarta.
Dari 500-an ISV yang ada di Indonesia, kebanyakan di
antaranya diperkirakan masih berbisnis bak tukang jahit. Artinya,
mereka hanya mengerjakan piranti lunak berdasarkan pesanan perusahaan
lain.
Mengikuti analogi tukang jahit itu, ada beberapa ISV yang
boleh dibilang sudah 'naik kelas' menjadi perancang busana. Ini adalah
ISV yang berani menggodok produk mereka dan kemudian menawarkannya ke
pihak lain.
Microsoft Indonesia memiliki sebuah program yang
bernama Bina ISV. Program ini merupakan upaya Microsoft untuk
menjembatani ISV dengan industri. Program Bina ISV berfungsi sebagai
katalisator untuk membentuk sebuah ekosistem yang terdiri dari
pengembang piranti lunak lokal, pihak korporasi, pemerintah, komunitas
pengembang dan lembaga pendidikan tinggi.
Dalam perjalanan ke
Yogyakarta dan Bandung, 3-5 Desember 2007, Microsoft memperkenalkan
beberapa ISV dari program Bina ISV. Mereka adalah perusahaan piranti
lunak lokal yang mulai menunjukkan geliat yang menggembirakan.
Rent@softRen-at-soft
atau Rent@soft merupakan sebuah ISV yang bermarkas di Semarang, Jawa
Tengah. Perusahaan yang fokus di pengembangan piranti lunak untuk Rumah
Sakit dan Bank ini sudah mulai beroperasi sejak 2005.
Tonny
Loekito, Direktur Rent@soft mengatakan pihaknya mengikuti program Bina
ISV sejak 2006. "Sebelum itu, kami tidak tahu standar internasional dan
best practises dalam pengembangan piranti lunak. Setelah
mengikuti Bina ISV kami dibantu mempelajarinya, sehingga mampu
menghasilkan piranti lunak dengan standar internasional," ujarnya.
Zeddy
Iskandar, Academic Evangelist, Platform and Developer Evangelism Group
Microsoft Indonesia, mengatakan banyak ISV yang mengalami hal serupa
dengan Rent@soft melalui program Bina ISV.
"Biasanya pengembang itu
kan hajar bleh. Susahnya, ketika ada perubahan pada
business foundation process, harus rombak lagi, harus
hajar bleh lagi. Padahal dengan menerapkan standar pengembangan, mereka tak perlu repot-repot begitu lagi," ujar Zeddy.
Rent@soft saat ini memiliki produk unggulan Rhinotones, yaitu sebuah
web based hospital system.
Piranti lunak itu saat ini digunakan oleh jaringan Aibee Hospital dan
Rumah Sakit Hosana. Prestasi yang cukup menjanjikan mengingat
perusahaan itu hanya memiliki lima karyawan.
DyCodeISV
lain dari program Bina ISV adalah DyCode Cominfotech Development
(DyCode). Perusahaan yang berbasis di Bandung ini telah mengembangkan
beberapa produk piranti lunak, salah satunya adalah PortMan: Port
Management System yang digunakan oleh pelabuhan swasta terbesar di
Indonesia.
PortMan memungkinkan pengelolaan pelabuhan dilakukan secara
online,
baik untuk pemesanan tempat berlabuh yang dilakukan oleh pelanggan
maupun untuk manajemen pelabuhan dan perencanaan waktu/tempat sandar
yang dilakukan oleh pengelola pelabuhan.
Uniknya lagi, PortMan
memiliki modul yang memungkinkan manajemen pelabuhan dilakukan melalui
Microsoft Excel. Menurut Andri Yadi, Pendiri dan Presiden Direktur
DyCode, modul Excel itu dipilih agar pengguna bisa menjalankan aplikasi
dalam lingkungan piranti lunak yang sudah akrab.
Selain PortMan,
DyCode saat ini juga telah mengembangkan produk pemantau pengeboran
secara real-time. Produk bernama Dreal: Drilling Real Time Logging
System ini digunakan oleh perusahaan pertambangan untuk memantau
pengeboran yang sedang berlangsung.
Sangkuriang StudioSalah
satu anggota termuda dalam Bina ISV adalah Sangkuriang Studio.
Pengembang game online ini terdiri atas mahasiswa dan lulusan Insitut
Teknologi Bandung (ITB) yang rata-rata masih berusia 22-23 tahun.
Meski
tergolong muda, pengembang di balik Sangkuriang Studio boleh dibilang
sudah tidak 'hijau' lagi. Oka Suganda, Ketua Sangkuriang Studio,
termasuk dalam tim yang mewakili Indonesia dalam ajang lomba software
sedunia Imagine Cup 2006. Demikian pula beberapa anggota Sangkuriang
Studio yang lainnya yang mengikuti ajang serupa di 2005.
Produk
yang sedang dikembangkan Sangkuriang Studio adalah Nusantara Online,
sebuah Massive Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG)
berlatarbelakang sejarah Indonesia pada Abad 14.
Dalam ajang
Indonesia ICT Awards 2007, Nusantara Online mendapatkan juara kedua.
Sedangkan dalam ajang Kontes Game Edukasi Indonesia, game yang masih
dalam tahap pengembangan ini meraih juara umum.
Nusantara Online merupakan game tiga dimensi yang menggunakan
engine
Angel yang juga dikembangkan oleh Sangkuriang Studio. Angel, singkatan
dari Another Game Engine Library, menurut Oka bisa digunakan sebagai
platform pengembangan game lainnya.
Saat
ini Sangkuriang Studio, yang baru bergabung dengan Bina ISV selepas
ajang Inaicta, sedang mencari investor untuk bisa mengembangkan
Nusantara Online. Oka mengatakan dibutuhkan kurang lebih satu tahun
untuk bisa menuntaskan game tersebut sebagai produk komersial.
Risman
Adnan mengatakan program Bina ISV berencana untuk mempertemukan
Sangkuriang Studio dengan investor. Hal itu, ujarnya, mungkin akan
dilakukan pada 2008.
"Saya harap mereka bisa mendapatkan
investor sehingga bisa fokus mengembangkan game ini. Sebab kalau tidak,
bisa bubar. Sebab dalam tahap ini ISV itu masih labil dan bisa-bisa
pecah. Apalagi kalau anggotanya sudah mulai ditarik menjadi pengembang
di perusahaan-perusahaan besar," ujar Risman.
Risman mengatakan,
rahasia sukses untuk sebuah ISV adalah berani untuk fokus pada satu
produk atau bidang tertentu. "Jika sebuah produk mampu bertahan minimal
tiga tahun saja, itu sudah ada lifecycle-nya, sudah bisa hidup," ujar
Risman.
Semoga saja apa yang dilakukan Rent@soft, DyCode,
Sangkuriang Studio, dan juga ISV lainnya di Indonesia tidak berhenti di
sini saja. Keberhasilan para ISV pada akhirnya akan berdampak pada
pertumbuhan
local software economy yang kemudian ikut
menumbuhkan industri teknologi informasi di Indonesia secara
keseluruhan. Masa depan, agaknya, ada di pundak para
developer.
( wsh / wsh )
Whua, my friend next door (aka Sandy) suddenly appeared in front of me
(as my door is unlocked). And the next second he said that, "hey, there
is Bill Gates appearing on Metro TV!".
Whoa, Mr Bill? My big big
big boss? Well, okay, I have no time to lose. Then I visited
binus-access website immediately [as I watch TV on binus website
streaming =) ]
I thought the show is about Mr Bill &
Microsoft business or something like that, but apparently I'm wrong. In
the TV, I saw a kid, talking with Mr Bill. Talking about how to be like
Bill, and then Mr Bill replied "love your hobby, and make it a
business" (or something like that). Some little words, short but it
reall have a deep meaning. He did what he said, and he succeded with
Microsoft.
But, soon after that, about 1 or 2 minutes, the show
stopped. Well, I watched the show late, near the end of the show
though.... =(
Hmm.. ok, no prob lah. Don't be too attached to
something, or someone. Why don't do something really big, something
useful, and be interviewed? =D
Ok, maybe next time i'll make myself one, then =)
Finally I advance to the 2nd round of project hoshimi 
* for you who don't know, hoshimi is a competition under the flag of imagine cup *
Oya, I join the competition under the HaPotech name -- a one man team

.
Why HaPoTech? Well, HaPotech is simply a concatenated version of two words, HaPo & Tech. Tech is abbrv of technology, as HaPo is my own nick name used since hogh school. Moreover, HaPoTech sounds like "apotek" anyway. I think it "somewhat" fit to current imagine cup's theme "sustainable environment"... in which way is it connected? Dunno.
Wel, actually the problem for the 1st round is not so hard that it worth to celebrate (maybe). But this is just a self compliment to myself, to make me cheer myself & do better in the future. It is okay, right? Okay, enough with the chit chat. Let's learn something else. Be better at the next round, and advance to the world final.
Datang. Berkompetisi. Dan jadilah yang terbaik. Go Get Gold !
Click on the image to see the full size :)
MIC ITB & UGM diliput, Pak Risman, Pak Ridi, Pak Cik Zeddy, Pak (?) Ronald diwawancarai.
Kapan di BiNus ada MICnya ya... ??
* * *
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/07/time/142943/idnews/863749/idkanal/319
Jakarta - Inovasi lahir bukan dari fasilitas tapi dari
manusia yang berpikir. Itu mengapa perusahaan seperti Microsoft tidak
lahir dari sebuah gedung berfasilitas lengkap tetapi dari dua manusia
yang memiliki visi.
Prinsip yang sama berlaku pada Microsoft
Innovation Center (MIC) yang didirikan Microsoft Indonesia di empat
kampus. "Yang menggerakkan adalah orang-orang di MIC tersebut, bukan
perangkatnya. Tanpa orang-orang itu, MIC itu hanya ruangan, seperti
laboratorium biasa," papar Risman Adnan, ISV Lead, Developer and
Platform Evangelism Group, Microsoft Indonesia.
MIC Microsoft
saat ini telah didirikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada
(UGM) Yogyakarta, dan Universitas Indonesia (UI) Depok. Masing-masing
MIC, tutur Risman, tumbuh secara organik dengan keunggulan
masing-masing.
Zeddy Iskandar, Academic Developer Evangelist,
Developer and Platform Evangelism Group, Microsoft Indonesia,
mengatakan ke depannya MIC juga akan didirikan di Universitas Udayana,
Bali, serta di sebuah universitas di Sumatera.
Produk di Jogja, Pondasi di ITB
Setiap
MIC memiliki sosok pemimpin yang dikenal dengan istilah MIC Lead.
Bersama anggotanya, para MIC Lead inilah yang kemudian akan menentukan
fokus MIC di setiap kampus.
Namun secara umum, semua MIC
memiliki kegiatan rutin berupa pelatihan teknologi pengembangan piranti
lunak terkini dari Microsoft. Selain itu juga kursus manajemen bisnis
dan marketing.
"Jadi yang kami lakukan di MIC itu ada tiga hal.
Istilahnya Si Sapi, singkatan dari Self Improvement, Skill Accelerator
dan Product Innovation," ujar Ridi Ferdiana, MIC Lead di UGM.
UGM,
papar Ridi, memiliki fokus lebih besar pada Product Innovation. Menurut
Ridi ini dimulai dengan melakukan eksplorasi teknologi terbaru yang
dilanjutkan dengan mencoba melihat kemampuan teknologi itu dalam
memecahkan suatu masalah bisnis. Kemudian, ujar Ridi, tim MIC UGM akan
mengembangkan prototipe atau quick mocks aplikasi yang memanfaatkan
teknologi tersebut.
Risman mengatakan, selain pengembangan
aplikasi, MIC UGM saat ini juga memberikan online support bagi konsumen
Microsoft. MIC UGM juga disebutnya kerap mengerjakan proyek
penerjemahan dokumentasi teknis.
Lain di Yogyakarta, lain lagi
di Bandung. MIC di ITB, ujar Risman, lebih fokus pada pengembangan
pondasi teknologi. Risman mencontohkan hal-hal seperti pengembangan
algoritma untuk mesin cari sebagai fokus yang kerap digarap MIC ITB.
Pengembangan
dari sisi teknis fundamental ini dirasa lebih cocok dengan
karakteristik mahasiswa ITB. Selain itu, MIC ITB secara tidak resmi
menjadi pusat untuk pengembangan calon peserta kompetisi piranti lunak
internasional Imagine Cup di Indonesia. "Tahun 2008 kami usahakan
software Imagine Cup dari ITB lahir di MIC," tutur Ronald, MIC Lead di
ITB.
Mak Comblang
Kegiatan lain
dari MIC adalah menghubungkan para anggotanya dengan industri piranti
lunak di Indonesia. Salah satunya dilakukan dengan membuat semacam
forum antara akademisi dengan industriawan sehingga pihak industri bisa
memberikan masukan mengenai kurikulum seperti apa yang cocok agar
menghasilkan calon tenaga kerja yang siap menghadapi lingkungan bisnis.
Bentuk lain dari kerjasama dengan bisnis adalah program Student to Business (S2B). Program ini merupakan rekrutmen langsung dari Independent Software Vendor (ISV) lokal ke MIC. "Kami ibaratnya mak comblang antara mahasiswa di MIC dengan ISV yang membutuhkan tenaga kerja," ujar Zeddy.
Zeddy mengungkapkan, program S2B
pertama kali dilakukan di MIC UI pada Juli 2007. Ketika itu, ujar
Zeddy, PT Kontinum Era Artha melakukan rekrutmen langsung melalui MIC
UI dan hasilnya, tujuh mahasiswa direkrut sebagai pekerja full time di
Kontinum.
Kegiatan itu, lanjut Zeddy, telah diulangi di UGM
dengan peserta PT Infoflow Solutions, PT Qpro Sukses Mandiri, dan
Kontinum. Hasilnya sebanyak 11 mahasiswa lolos rekrutmen. Sedangkan di
ITB, program S2B dengan peserta Concept.net dan Kontinum juga telah
dilakukan. Hasilnya, ujar Zeddy, ada sekitar tiga mahasiswa yang
direkrut.
Meski setiap MIC bertempat di kampus tertentu, anggota
MIC tersebut menurut Zeddy bisa berasal dari kampus-kampus lain di
sekitarnya. Di masa depan, Zeddy mengatakan, MIC diharapkan akan
berkembang menjadi pusat-pusat pengembangan teknologi piranti lunak di
Indonesia.
"Kami berharap, suatu saat MIC bisa self sustaining.
Sehingga setiap MIC ke depannya bisa memiliki tiga bagian, satu untuk
komersial/bisnis, satu untuk pelatihan, dan satu lagi untuk research and development," paparnya.
Dengan
adanya fokus yang berbeda-beda di tiap MIC, namun diiringi semangat
pengembangan yang serupa, tak sulit untuk membayangkan bahwa suatu saat
seluruh MIC bisa memadukan kekuatan untuk menghasilkan produk inovasi
piranti lunak yang istimewa.
Namun, satu-satunya yang bisa
mewujudkan hal itu hanyalah orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Merekalah yang bisa menggerakan MIC itu sehingga menjadi melting pot
dalam mewujudkan knowledge based society dan juga embrio untuk mengembangkan local software economy.
( wsh / wsh )
Duh, tugas kuliah + oracle + msp (microsoft sales person, hehe),
lama-lama bisa membunuhku....
Hari ini, is a really-really tiring day....
Keluar kost jam 07 pagi,
kembali kost jam 21 malam,
14 jam di luar, kamar kost jadi hotel mini aja rasanya....
selesai kuliah jam 11 langsung pergi ke BEJ,
naik taksi karena ngejar waktu + takut laptop hilang (jakarta mengerikan),
bayar 25 ribu, patungan....
di sana langsung dijejali ilmu2 baru,
mengerikan & membuat penuh otak...
untungnya i have some fun lah,
seperti biasa kalau ke sana makan2 enak + dapat goodies,
this time dapat kaos baru... yippe =D
alhamdulillah lumayan nih, total dapat banyak goodies keren,
mulai dari 4 kaos bertuliskan M$, botol minum, kartu nama,
windows vista gratis, visual studio, expression, dll....
ingin nulis acaranya apa yg diikutin tadi,
tapi berhubung males (nulis ini jam 23 WIB, lelah & ngantuk),
jadi silakan lihat aja acaranya di sini (click here!)
Maybe next time saya tulis reviewnya,
but maybe yes, maybe no =)
* is this a junk post ???
dear teman2 mahasiswa, terutama anak binus, ini ada info penting.
ayo dateng semua. maaf kalau saya ngasih tahunya agak telat
----
Salam
Mahasiswa,
Saat saya masih jadi
mahasiswa, saya terkadang ingin sekali mempelajari teknologi terbaru yang ada
saat ini. Namun, limitasi resources, akses internet yang kurang sigap, dan
berbagai alasan lain terkadang membuyarkan impian saya untuk menjadi yang
terdepan dalam teknologi. Jika rekan-rekan saat ini sedang merasakan kegundahan
yang sama seperti yang saya pernah rasakan, maka mungkin TechNet Academic Day bisa menjadi obatnya.
Tempat: Auditorium, Microsoft Indonesia
Jakarta Stock Exchange Building ( Gedung Bursa Efek Jakarta)
18th Floor, Tower 2,
Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-53 Jakarta 12190
Waktu : Thursday, December 6, 2007
Biaya : GRATIS
Siapa
yang harus datang?
Semua
mahasiswa yang ingin tahu tentang teknologi yang akan muncul di 2008.
Agenda
10.00 – 10.30 Registration
10.30 – 11.30 Jazz Up Your Web
App with Silverlight, Fuady Hidayat, Microsoft Innovation Center Lead,
Universitas Indonesia.
11.30 – 12.30
Visual Studio
Team System and Team Foundation Server 2008, Narenda
Wicaksono, IT Pro, Microsoft Indonesia.
12.30 –
13.30 LUNCH
13.30 – 14.30 LINQ with SQL Server 2008, Ronald
Penalosa,
Microsoft Innovation Center Lead, Insititut Teknologi Bandung.
14.30 – 15.30 Speed Up your Web App with ASP.NET 3.5, Zeddy Iskandar, Academic
Developer, Microsoft Indonesia.
15.30 – 16.30 Windows Server 2008 Overview, Fajar Fathurrahman, Windows
Server 2008 Book Author.
If you are
interested in attending, please register soon. ONLY 100 seats will be available.
For
registration: please kindly send your request to i-umarah [at] microsoft.com. Please be sure to register early.
See you soon,
Regards,
DPE
Team,
Microsoft
Indonesia
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
namespace ConsoleApplication2
{
class Program
{
static void Main(string[] args)
{
//this space is reserved for an article about
//visual studio 2008's new features.
//I've wrote a long (enough) article about this stuff,
//about 8 pages (1800+ words) long.
//well, even there are already a lot of
//(likely) same articles about that
//I think it won't hurt to write a new one
//but (there is a but, folks), since i wrote
//that article for Microsoft's Writing Competition
//held in partner with PC-Media magazine,
//thus make the article is the competition's
//property, I can't publish it yet,
//at least until the outcome is published
//so dear, please wait for a few days/weeks before
//the time is come. Meanwhile, you can pray for me,
//hope that Allah give me a win
//and I get a new laptop (which is the grand prize!)
//stay tune,

//* ps : the article is in Bahasa (Indonesia).
}
}
}