T-SQL still alive
Ada kejadian yang membuat heboh hari ini. Saldo-saldo laporan keuangan mendadak menjadi 2 kali lipat. Kalau betul profit naik 2 kali lipat, boss pasti senang. Tapi kalau penyebabnya “bug” di database server, bisa kehilangan pekerjaan besok pagi.
Usut punya usut, ternyata ada sedikit bug di interface point and click DTS nya SQL Server. Ketika saya melakukan import/export data antar server, ternyata data tersebut dilipatgandakan menjadi 2 x di server tujuan. Aneh? Yup. Saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Yang jelas di server tujuan tabel tersebut tidak ada, jadi kemungkinan data bertumpuk karena server tujuan belum didrop isi tabelnya bisa dieliminasi. Data yang seharusnya hanya 15 ribu baris, menjadi 30 ribu baris di destination tabelnya.
Untung ada manual T-SQL via Query Analyser. Dalam 5 menit, problem saya berlalu sudah... Tinggal setup link server dari Enterprise Manager, lalu lakukan insert data ke link server tersebut dengan 2 baris perintah sederhana:
INSERT INTO namaLinkServer.namaDB.namaTable
SELECT * FROM namaTableAsal
Sangat simple dan powerfull, daripada mengklik beberapa menu wizard dan hasilnya transaksi dobel 2 kali lipat :). Sampai saat ini saya masih mencari penyebab bug ini. Mungkin ada hubungannya dengan apply service pack di SQL Server.