diditho

anything dot net , sql and spatial from diditho
See also: Other Geeks@INDC

Rekayasa Terbalik pada Database

http://www.visual-paradigm.com

Suatu hari , anda diharuskan untuk membuat analisa yang mengacu pada kumpulan data tabular, tersimpan dalam sebuah sistem database yang tidak anda kenal sebelumnya. Sistem tersebut sudah berjalan, jauh sebelum anda lahir.

Anda tidak terlibat dalam pembuatan sistem tesebut apalagi menggunakannya dalam operasional sehari hari. Terdapat ratusan tabel dan mungkin ribuan field (kolom) .
What should u do..?

Orang yang panik pastinya langsung mempelajari tabel, kolom dan relasinya satu persatu. Dengan cara ini, saya jamin kesempatan anda untuk masuk rumah sakit karena penyakit kuning akan semakin besar :-p .

Orang yang malas, pastinya akan meminta penjelasan dari sang arsitek sistem tersebut. Dapat dipastikan anda akan membuat sang arsitek menjadi naik darah dan kemungkinan dilempar asbak rokok bisa saja terjadi.

Termasuk kategori yang manakah anda?

Don’t panic and became lazy….

Kurva belajar yang baik bisa didapatkan bila menggunakan konsep “rekayasa terbalik”. Boso jowone Reverse Engineering (RE). RE adalah suatu proses untuk mengetahui teknologi pada suatu aplikasi/program. Caranya dengan mempelajari struktur, fungsi dan cara kerja aplikasi tersebut.

RE pada database, apapun database yang digunakan (Oracle, MySql, SqlServer dll), dapat dilakukan dengan mudah. Salah satu aplikasi RE untuk database adalah Microsoft Visio (coba tanya paman google untuk cari yang free).

http://www.visual-paradigm.com

Jalankan aplikas Microsoft Visio, klik item “Reverse Engineering” pada menu “Database”, login ke database yang dimaksud, klik next..next..next… Wala….anda akan mendapatkan ERD (Entity Relationship Diagram) nya. Satu hal penting tentang RE, proses tersebut akan berjalan dengan sempurna bila database memiliki definisi Primaru key, Indexes dan Foreign key yang konsisten dan benar.

 

br,

didit

www.diditho.net

Share this post: | | | |
Posted: Mar 11 2008, 10:07 AM by diditho | with 4 comment(s)
Filed under:

Comments

Kasim Wirama said:

saya setuju ERD merupakan bentuk dokumentasi database dan juga mempelajari alur proses di dalam database lewat ERD. Kalau databasenya terdisain dengan baik tentu mudah mempelajari prosesnya lewat ERD. Tapi bagaimana kalau semua tabel tidak punya primary key dan foreign key ?

# March 11, 2008 1:24 PM

diditho said:

tidak ada primary dan foreign key? IMO... itu baru masalah....

developer aplikasi sering kali "lupa" untuk hal yang satu ini, mungkin karena "rule" tersebut bisa di handle di level aplikasi.

beberapa kali harus membuat CUBE - OnLineAnalyticalProcess (OLAP) dari existing database yang tidak memiliki primary key dan foreign key... sengsara banget... :-)

atau ada solusi lain? don't know.  

# March 11, 2008 1:39 PM

Kasim Wirama said:

justru itu yang pernah aku temui di project dan sampai sekarang aku belum tahu gimana solusinya selain harus lihat code program/dokumentasi bisnis prosesnya. Betul, sengasara sekali, ketidakakuratan hasilnya menjadi never ending problem.

Thanks atas artikelnya.

# March 13, 2008 4:41 AM

layonglim said:

situasi yang sama pernah aku alami juga. sampai-sampai aku ajukan pembuatan system yang baru.:)

tapi, ternyata uda buat program baru, user sulit berubah, karena takut akan teknologi yang baru.

untung proyek ini tidak berakhir seperti kalimat "never ending problem".:)

hehehe. salam kenal semuanya. aku baru gabung di geeks neh.. :)

# March 13, 2008 4:01 PM
Leave a Comment

(required) 

(required) 

(optional)

(required) 
Are you human?:  


Enter the numbers above: