Strategy backup pada Microsoft SQL Server
Untuk seorang database administrator tentunya pekerjaan mengenai backup
database adalah sudah merupakan perkerjaan yang "wajib" dilakukan.
Mengapa demikian? Karena kegiatan backup ini adalah sebenarnya kegiatan
yang intangible (tidak dapat diukur dengan besarnya uang), tetapi bisa
menimbulkan "bencana" yang sangat besar apabila kurang diperhatikan
dengan baik. Akan tetapi setelah pekerjaan backup itu dilakukan
pertanyaan selanjutnya adalah, apakah metode/strategi untuk backup ini
sudah dilakukan dengan benar?
Seperti kita ketahui bahwa Microsoft SQL Server menyediakan beberapa tipe/metode untuk melakukan database backup ini, yaitu :
1. Full Backup
2. Differential Backup
3. Transaction Log Backup
4. Filegroup Backup
Apakah perbedaan dari masing-masing metode backup tersebut?
Full Backup
Metode backup ini akan membuat backup seluruh database
Differential Backup
Metode backup ini akan membuat backup perbedaan database dari terakhir kali dilakukan full backup
Transaction Log Backup
Motode backup ini akan membuat backup perbedaan database dari terakhir kali dilakukan transactional backup atau full backup
Filegroup Backup
Metode backup ini akan membuat backup filegroups dari database
Bagaimanakah
menerapkan strategy backup dengan menggunakan metode-metode tersebut
diatas? Berikut beberapa tip supaya data yang kita simpan aman dan
resiko kehilangan data juga menjadi kecil, serta tentunya pemakaian
media backup yang tidak terlalu berlebihan.
1. Gunakan full backup berdasarkan durasi waktu yang paling lama
2. Gunakan differential backup diantara full backup dan transactional backup
3. Gunakan transactional backup sesering mungkin
Dari uraian diatas berikut contoh penerapan yang bisa dilakukan :
1. Lakukan full backup tiap minggu
2. Lakukan differential backup tiap hari
3. Lakukan transactional backup tiap jam (lebih sering lebih bagus)
Dengan metode tersebut kita akan mudah melakukan proses restore apabila terjadi sesuatu dengan database kita.