OOT... How Company Growed
How Company Growed.. Bukannya g ada kaitannya sama judul cuman pembahasan di sini seputar kehidupan para programmer :)
Soo... lewati aja kalo g tertarik... hihihi
Cerita ini bermula ketika aku berkenalan dengan seorang rekan seprofesi yang menawarkan sebuah project untuk aku kerjakan, Setelah cukup lama kenal dan karena seringnya berkomunikasi, kita akhirnya sudah seperti sahabat karib, biarpun belum pernah bertatap muka secara langsung :)
Pada suatu kesempatan, ketika tidak ada yang pekerjaan, dan sedang masa libur, aku bertanya padanya... bagaimana caranya agar bisa jadi seseoarang yang sukses seperti dirimu? aku ingin banget punya perusahaan sendiri, kataku.
Ia pun mau menceritakan sedikit tentang awal mula kehidupannya. Ia pada awalnya pun sama seperti diriku, seorang pekerja keras yang handal, bilang saja ia adalah seorang programmer handal. Sudah lama ia berkecimpung dalam programming, lebih dari 20 tahun hidupnya dihabiskan dalam sebuah perusahaan tempat ia bekerja. Sampai pada suatu waktu ia sudah jenuh dengan pekerjaannya, dan sudah ingin mencoba membuat perusahaan sendiri, mengingat usianya yang sudah cukup tua.
Dengan bermodal uang yang sekiranya sudah cukup untuk membuat perusahaan sendiri, akhirnya ia membuat perusahaan sendiri. Singkat kata berdirilah perusahaannya, dengan 5 karyawan yang semuanya adalah programmer.
Berdasarkan pengalamannya selama lebih 20 tahun itu, Ia berpikir untuk membuat sebuah applikasi yang benar-benar kompleks yang kemudian akan di jual ke perusahaan-perusahaan besar.
Akhirnya di mulailah pembuatan aplikasi selama beberapa bulan. Tanpa terasa modal yang ia punya menipis untuk membayar karyawan dan operasional perusahaan.
Ia mulai panik dan menyuruh karyawan-karyawannya untuk menyelesaikannya bulan ini.
Ia sama sekali tidak berpikir bagaimana dan hendak di jual kemana aplikasinya tersebut, karena terlalu focus dalam pembuatan aplikasi tsb.
Setelah modalnya hampir benar2 habis, tanpa berpikir panjang dan tanpa aplikasi yang benar2 sudah perfect, mulailah ia menjual ke beberapa perusahaan.
Singkat kata, ada perusahaan temannya yang mau menerima aplikasinya...
Karena tidak ada kesiapan dan aplikasi yang memang belum benar2 jadi... banyak di temukan error dan kesalahan didalamnya.
Karyawannya di minta untuk membetulkannya.. Tidak seperti sebelumnya, kali ini dibawah tekanan dari client.
Client menekan dirinya, untuk segera membenahinya, ia pun mulai menekan karyawannya...
Sang karyawan pun mulai jenuh dan mulai enggan mengerjakannya... Beberapa mulai keluar..
Ia pun mulai mencari karyawan baru... karena tidak cocok.. keluar lagi...
Hal ini terjadi berulang-ulang, sampai pernah tersisa hanya 1 orang karyawan.
Ia pun mulai panik dan putus asa...
Sampai ada seorang temannya yang menyuruhnya untuk mencoba menyewa karyawan lepas lewat internet.
Ia pun mencobanya.. dan mendapat beberapa orang dengan harga yang cukup murah dan handal. Singkat kata, aplikasinya pun selesai.
Ia pun kini enggan membuat aplikasi dan lebih condong untuk mencoba mencari-cari perusahaan yang membutuhkan jasanya.
Ia kini menjadi seorang programmer dan marketing yang handal... dan hanya memiliki seorang karyawan tetap.
Tiap kali ada project yang harus dikerjakan, ia mencari lagi karyawan lepas melalui internet.
Ternyata dengan bayaran kecil, banyak pula orang yang mau bekerja dan menyelesaikannya.
Hal ini terus berlangsung selama kurang lebih satu tahun, dan ia sudah mempunyai karyawan yang lumayan banyak.
Karyawannya lebih banyak mengurusi marketing, dan sedikit sekali programmernya, Itu pun hanya membuat dokumentasi dan menyiapkan presentasi.
Ia pun sudah mempunyai cukup banyak client tetap, dan beberapa tenaga lepas yang handal diluar sana. Ia sekarang jadi orang yang cukup sukses.
Setelah bercerita panjang lebar, ia pun berkata padaku..
"If you want to have your own company... Treat me like your client and not your boss"
"A company will not colapsed without technical but without markets"
regards
--
Erwin