Fajar Fathurrahman

Let's go IPv6 Indonesia !!!
See also: Other Geeks@INDC
Pengenalan Windows Server 2008

Microsoft Windows Server 2008

Windows Server 2008 adalah sekuel dari Windows Server series yang akan diluncurkan pada tahun 2008 nanti berbarengan dengan peluncuran Microsoft SQL server 2008 dan Microsoft Visual Studio 2008. Buku ini akan bercerita tentang seluk beluk di Windows Server 2008 dan teknologi apa yang nantinya include di Windows Server 2008, misal seperti Windows Server Core, Windows Server Virtualization, System Center Virtual Machine Manager 2007 dan masih banyak lagi. Apakah anda tertarik ??

More... Jika anda tertarik, anda dapat mendownload-nya di site berikut (gratis !!) :

Semoga Bermanfaat !! :)

Fajar Fathurrahman, IT Pro Microsoft Student Partners 

Share this post: | | | |
Office Communications Server 2007 Ignite Tour

Pada tanggal 15-16 Agustus yang lalu saya diberi kesempatan oleh ADE (Academic Developer Evangelist) Microsoft Indonesia untuk melakukan training mengenai Office Communications Server 2007 (OCS 2007) di Iverson. Iverson sendiri merupakan Microsoft partner di Indonesia, bertempat di Chase Plaza 4th floor jl Jendral Sudirman kav 21 Jakarta. Tema yang diusung pada training kali ini adalah Office Communications Server 2007 Ignite tour.

Kali ini saya melakukan training bersama Alexbudiyanto, Naren, dan Zeddy. Pada saat training kami menggunakan VPC sebagai medianya, ada 4 image VPC disini, masing2 fungsi dari keempat vpc tersebut adalah :

  • SMBEX01 : berfungsi untuk Domain Controller, DNS dan sebagai Exchanger Server 2007
  • B3OCS01 : berfungsi sebagai main OCS server, Microsoft Office Communications Server 2007
  • B3MS01 : berfungsi mediation server, terhubung ke VoIP Gateway
  • B3ARC01 : berfungsi sebagai Archiving service

Dengan menggunakan Office Communication server ini kita dapat terkoneksi ke beberapa fitur penting untuk sebuah Enterprise, misal Email, Calendar, Chat Yahoo atau MSN, VoiceMail, VideoConference dengan sebuah account yang terintegrasi. Kita pun dapat mengakses fitur yang terdapat di OCS melalui PDA ActiveSync jika anda terkoneksi internet. Dengan Offive Live Meeting kita dapat melakukan chatting dengan sesama pengguna account, bila anda mempunyai account Yahoo atau MSN, OCS dapat mengkoneksikan anda sekaligus ke internal dan ke Network Yahoo atau MSN dengan hanya sebuah account. Dengan menggunakan Office Communicator kita dapat melakukan Video Conferencing call , ditambah dengan adanya Microsoft Round Table. OCS pun juga support untuk melakukan VoIP ke jaringan PSTN di rumah, jadi anda dapat menelpon keluarga and dirumah hanya dengan menggunakan Office Communicator 2007, asal anda mempunyai sebuah VoIP Gateway dan IP-PBX. Dengan Unified Messaging kita dapat mengetahui isi email kita dengan menggunakan suara, karena Speech server akan memandu kita untuk menelusuri account email anda dan membacakan email yang anda punya.

Untuk membuat sistem OCS yang full featured, dibutuhkan banyak sekali dependencies yang harus dibangun, seperti OCS 2007 itu sendiri, kemudian Exchange Server 2007 (agar support Unified messaging), Active Directory, VoIP Gateway, IP-PBX, OCS Mediation Server dll. Berikut saya lampirkan schema dari OCS 2007 Unified messaging.

ocs-topology

Share this post: | | | |
Posted: Aug 29 2007, 06:12 PM by fajar | with no comments
Filed under: ,
detik.com bisa IPv6 !!

wah akhirnya detik.com bisa pake IPv6, udah dari 3 bulan yang lalu saya udah liat alokasi ipv6 dari detik.com, namun baru sekarang2 aja service web ipv6 di jalanin, untuk mengaksesnya tentu saja anda harus punya alokasi ipv6 di network anda. alamat web ipv6 dari detik.com adalah http://www6.detik.com, ini nih skrinsutnya biar gak basbang

detik6 

kalo ke detik.com naik IPv4 dari Net ITB :

fajar@soi>traceroute www.detik.com
traceroute: Warning: www.detik.com has multiple addresses; using 202.158.66.86
traceroute to detik.com (202.158.66.86), 64 hops max, 40 byte packets
1 router-server (167.205.108.129) 0.369 ms 0.258 ms 0.277 ms
2 LabtekVIII-Cat6-GEC-4.ITB.ac.id (167.205.62.21) 1.254 ms 0.855 ms 0.578 ms
3 PAU-Cat6-GEC-1.ITB.ac.id (167.205.62.1) 0.722 ms 0.563 ms 0.580 ms
4 PAU-Cat6-FE4-1.ITB.ac.id (167.205.23.2) 1.018 ms 0.702 ms 0.870 ms
5 ip-232-40.jalawave.net.id (202.51.232.40) 1.892 ms 1.726 ms 1.747 ms
6 DS3-217.jalawave.net.id (202.51.232.217) 2.331 ms 2.313 ms 2.045 ms
7 MT-NOC-81.jalawave.net.id (202.51.232.81) 2.034 ms 2.169 ms 2.918 ms
8 BBU-IDC.jalawave.net.id (60.253.112.2) 3.648 ms 25.567 ms 3.064 ms
9 OpenIXP-BBU.jalawave.net.id (202.51.224.6) 23.683 ms 15.184 ms 10.375 ms
10 gw-OpenIXP.jalawave.net.id (202.51.228.33) 17.833 ms 13.563 ms 10.230 ms
11 cbn.openixp.net (218.100.27.165) 14.907 ms 11.950 ms 13.153 ms
12 cyber-7200-colo.cbn.net.id (202.158.127.164) 20.171 ms * 21.166 ms
13 * * *
14 * * *
15 * * *
16 * * *
17 * * *

langsung mabok

ke detik.com naik IPv6 dari Net ITB :

fajar@soi>traceroute6 www6.detik.com
traceroute6 to www6.detik.com (2404:170:eeaf:4000::41) from 2001:d30:3:508:218:71ff:fe77:8309, 64 hops max, 12 byte packets
1 itb5-v6-router-vlan36 0.568 ms 0.399 ms 0.567 ms
2 itb2-v6-router-vlan6 0.573 ms 0.705 ms 0.431 ms
3 AI3-NOC.PAU-Cat6.Vlan.itb.ac.id 1.454 ms 0.998 ms 0.723 ms
4 itb1-v6-router 1.161 ms 1.437 ms 1.163 ms
5 sfc-gate.ai3.net 113.186 ms 114.411 ms 114.063 ms
6 2001:200:901:126d::2 115.813 ms 114.643 ms 117.030 ms
7 2001:200:133::8e 116.828 ms 119.170 ms 115.387 ms
8 ge-8-2.a15.tokyjp01.jp.ra.gin.ntt.net 114.785 ms 115.212 ms 114.209 ms
9 xe-4-1-0.r20.tokyjp01.jp.bb.gin.ntt.net 113.768 ms 115.069 ms 115.452 ms
10 ae-3.r20.osakjp01.jp.bb.gin.ntt.net 124.005 ms 121.796 ms 121.961 ms
11 p64-2-3-0.r21.mlpsca01.us.bb.gin.ntt.net 232.957 ms 231.189 ms 231.721 ms
12 xe-1-1.r02.mlpsca01.us.bb.gin.ntt.net 230.326 ms 230.008 ms 231.349 ms
13 fa-0-0-0.r00.mlpsca01.us.b6.gin.ntt.net 231.437 ms 234.404 ms 233.992 ms
14 tu-0.occaid.org.mlpsca01.us.b6.gin.ntt.net 237.920 ms 236.448 ms 235.678 ms
15 dcr01-g3-0.snjs02.occaid.net 243.780 ms 248.591 ms 244.219 ms
16 bbr01-p1-2.irvn01.occaid.net 257.171 ms 258.973 ms 255.918 ms
17 dcr01-g1-2.psdn01.occaid.net 261.620 ms 260.667 ms 258.104 ms
18 indosat-ic-1a25-lax.customer.occaid.net 652.831 ms 651.436 ms 652.823 ms
19 2404:170:251::41 653.770 ms 651.112 ms 653.801 ms
20 2404:170:251::a:a:12 655.885 ms 656.560 ms 651.903 ms
21 2404:170:eeaf:4000::41 656.210 ms 648.209 ms 651.068 ms

cepet cuma 21 hop, kerennn !!

 

 

Share this post: | | | |
Posted: Aug 17 2007, 07:55 PM by fajar | with 2 comment(s)
Filed under: ,
Windows Server Virtualization Hardware spec
Windows Server Virtualization hanya mendukung  x64 Edition technology dan tidak bisa diinstall di Windows Server 2008 x86 arsitektur. Kemudian, membutuhkan hardware processor dengan hardware-assisted virtualization support, dimana hanya processor AMD-V dan Intel VT yang memilikinya. Extension tersebut memang dibutuhkan karena hypervisor berjalan di luar context ( efektif di ring 1), yang artinya data dan code untuk hypervisor tidak di mapped ke dalam address space guest. Hasilnya, hypervisor direly di processor untuk mendukung berbagai intercepts, dimana sudah disediakan oleh extension tersebut. Dan akhirnya untuk alasan keamanan, teknologi ini membutuhkan processor yang support hardware enabled Data Execution Preventation (DEP), dimana Intel mejelaskan seperti XD (eXecute Disable) dan AMD menjelaskan seperti NX (No eXecute). Jadi jika anda mempunya hardware yang sesuai dan memori yang banyak, maka anda seharusnya dapat menjalankan Windows server virtualization yang akan segera hadir di prerelease untuk Windows Server 2008.
Share this post: | | | |
Windows Vista and DHCPv4

Sebenarnya masalah ini sudah ada lama semenjak windows Vista di release, saya akhirnya mendapat bukti ketika ada teman yang menggunakan windows vista dan komputernya tidak dapat IP dari dhcp server yang ada di network bersangkutan. yang bermasalah adalah di DHCPv4 nya, untuk DHCPv6 tidak ada masalah untuk si Windows Vista ini. secara difault windows vista telah berjalan secara dual-stack service, IPv4 dan IPv6. waktu itu saya juga pernah mencoba Vista di laptop saya yang lama ( bukan si kuro !) di network nya ARC, aneh si vista ini dapat advertise IPv6 dari gtw.arc ( prefix 2001:d30:3:160::/64 ) namun tidak mendapat IPv4. pihak microsoft pun mengakui bahwa windows vista tidak bisa mendapat ip dari beberapa model router atau dari beberapa non-Microsoft DHCP server. pernyataan ini sangat medukung sekali bahwa memang router - router di itb kebanyakan berplatform BSD or UNIX, termasuk di network yang saya coba.

pihak microsoft mengklaim bahwa hal ini disebabkan karena perbedaan design windows vista dengan windows XP SP2, khususnya pada windows xp sp2 Broadcast flag pada dhcp dicovery packet diset ke 0 (disable), namun pada windows vista broadcast flag pada dhcp discovery package diset tidak disable. sementara itu berberapa model router dan non-Microsoft dhcp server tidak bisa memproses dhcp discovery packets

Kemudian sebagai MSA hati saya tergerak untuk mereview sedikit solusi untuk masalah ini ( tentunya yang sudah dibuat oleh microsoft ) :mrgreen: , sekarang sudah jamannya windows vista memang.

oke kita mulai tutorial solusinya... ( warning : Saya dan Pihak Microsoft tentunya tidak menjamin kerusakan akibat perubahan registri yang ditimbulkan oleh solution ini. Modify the registry at own your risk !!! ), ada baiknya sebelum mengubah ubah registri anda buat dulu system restore point sebelum registri diubah, sehingga bila nanti anda salah mengganti registri maka sistem dapat dikembalikan ke awal sebelum perubahan.

  1. click start strat , kemudian ketik regedit di Run Program, secure jika diminta password administrator maka ketikan lalu klik continue.
  2. kemudian temukan registry subkey, HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters\Interfaces\{GUID} lalu ini adalah registri yang berhubungan denga network adapeter yang terhubung ke network.
  3. di bagian Edit menu > New , lalu klik DWORD (32-bit) Value
  4. di New Value #1 , ketikan DhcpConnDisableBcastFlagToggle , lalu enter
  5. klik kanan DhcpConnDisableBcastFlagToggle lalu klik modify
  6. di bagian value data box ketik angka 1 lalu klik OK
  7. tutup registri editor

Silahkan dicoba semoga berhasil !!

referensi : http://support.microsoft.com/kb/928233

Share this post: | | | |
Posted: Jul 03 2007, 09:31 AM by fajar | with 4 comment(s) |
Filed under: , ,
Multicast IPv6 on TEIN2 backbone

As you know, TEIN2 NOC has activated IPv4/IPv6 multicast over TEIN2 backbone.

So far, there are six TEIN2 NREN/partners who have brought up multicast peering(PIM, MSDP and MBGP etc.) with TEIN2 backbone, including Australia(AARNet), Philippines(ASTI), China(CERNET), Korea(KOREN), Thailand(ThaiREN) and Europe(GEANT2). At present, more and more TEIN2 customers are using TEIN2 backbone to carry out research and collaboration on multicast application, and they are eager to extend the reachability of multicast application over TEIN2 networks.

Therefore, on behalf of TEIN2 customers, TEIN2 NOC would like to know if ITB has any plan to activate multicast peering with TEIN2 backbone in the near future, and we will be always ready to cooperate with ITB on that. Thanks for support!

Best Regards,

Share this post: | | | |
Posted: Jun 27 2007, 11:00 AM by fajar | with no comments
Filed under: , ,
Microsoft Robotics Studio workshop @ ITB

Halo all, 12 Mei yang lalu kami mengadakan acara training mengenai dunia robotica, acara kali ini di sponsori penuh oleh Microsoft. Berhubung gw MSA yah gw terpaksa jadinya yang nge handle ni acara ama si Ronald . Acara ini diisi oleh 2 orang trainer, yaitu Mas Zeddy Iskandar academic developer evangelist Microsoft indonesia ,dan juga Naren yang baru diangkat jadi MVP mobile device april lalu (selamat om, saya menyusul ;) , masih lama tapi :( ). Acara dimulai jam 9 pagi dan selesai kira jam 5an (beuh cape bo !), pagi nya kami persiapan dahulu dengan mengecek perlengkapan peserta seperti penginstalan microsoft visual studio dan roboticsnya. setelah itu training pun dimulai dengan penjelasan terlebih dahulu dari mas Zeddy tentang pemrograman robotics menggunakan bahasa C#. Setelah penjelasan dari mas Zeddy peserta dipersilahkan untuk membuat sendiri program untuk robotnya, program dasar tentunya sudah dibuat terlebih dulu sama si Naren, untuk robotnya sendiri kami menggunakan robot Mindstorm NXT dari Lego yang programable. oiya malemsebelumnya gw ama Naren dan adeknya Naren ngerakit di robot ampe jam 11 malem (ngantuk pek). Paginya gw juga ngerakit lagi ama si Dani. Berikut gambar dari robotnya

robots 

Program workshop tidak berjalan seperti yang dibayangkan, pada waktu yang ditentukan para peserta tidak dapat menyelesai kan program untuk robot yang menggunakan sensor cahaya dsb. Akhirnya kami menggunakan bluetooth sebagai pengontrol dari robotnya sendiri.

 

thanks to ronald bwat fotonya 

Share this post: | | | |
ConferenceXP(2)

wah akhirnya selesai juga acara TEIN2 meeting di Holiday inn
acaranya berlangsung dari tanggal 15-16 may

petinggi2 tein2 dateng semua dari belahan penjuru dunia
ada David West, George McLaughlin, Bruce Morgan..
weuh, lumayan lah bisa ngobrol dan sharing dengan mereka....
malah , trobelshut conferencexp bareng gw wakakaka, sama bingungnya

ternyata terjadi misunderstanding di acara ini, pihak itb mengira kita akan menggunkan sitem unicast two-way atau multicast..., padahal dari site itb sudah ready bila akan menggunakan mcastv6, lha wong ngetes saban hari mcastv6 terus ko, sampe bolak balik ngehang komputer gw
ternyata si george menggunakan reflector, malah si george menggunakan vista sebagai os-nya wahwah, bingung bukan kepalang gw, biar pun saya ini seorang msa, tetep aja bingung :D

untuk video saya hanya menggunakan webcam logitech quick cam pro 5000
sedangkan untuk sound saya hanya mengandalkan sound system setempat

settingan reflector yang saya gunakan

venue

untuk reflector-nya saya disarankan oleh george menggunakan cxp2

reflector

di site lawan Andrew Howard sudah menunggu untuk testing
yah karena 1 dan beberapa hal pihak itb bisa melihat Andrew tetapi disana tidak bisa melihat site itb padahal pada saat testing beberapa jam sebelumnya kami berconference dengan lancar..
yah namanya project research
ada ga yang mvp conferencexp ??
kekekekeke.....

tein2 

Share this post: | | | |
Posted: May 19 2007, 04:27 PM by fajar | with 6 comment(s)
Filed under:
ConferenceXP

minggu depan akan ada acara TEIN2 meeting di bandung didalam acara tersebut akan ada teleconference antara indonesia dengan australia
pihak tein2 akan menggunakan ConferenceXP sebagai softwarenya

conferenceXP merupakan sebuah project research dari microsft

http://research.microsoft.com/conferencexp/

keunggulan dari conferenceXP ini adalah dukungan terhadap IPv6 dan juga multicast ini merupakan suatu kemajuan bila dibandingkan pendahulunya Netmeeting yang hanya support ipv4 unicast.
di conferencexp ini juga ada beberapa tambahan fitur seperti adanya tampilan screen local dan juga tampilan menampilkan slide presentation

saya bertugas untuk mempelajari software tersebut dan bagaimana kinerjanya.
baik dari segi network dan juga dari segi audio video

semalam saya melakukan beberapa ujicoba dengan bantuan mas affan
kami menggunakan windowsXP sebagai OSnya
dan kami hanya baru mencoba ipv4 dan ipv6 unicastnya saja
berikut skrinsutnya

conferenceXP-ipv4 

diatas adalah ketika saya melakukan tes conference menggunakan unicast ipv4, terlihat mas affan sedang mengetik di laptopnya :), mas affan menggunakan webcam logitech ( kalo gak salah ). untuk audio saya belum bisa mendapatkan caranya agak bisa melakukan conversation.

 cxp-v6

sedangkan yang diatas ini adalah gambar sewaktu saya menggunakan ipv6 unicast connection, saya hanya menggunakan stream local screen untuk mengetesnya

saya meliahat bahwa koneksi untuk ipv6 nya sudah bagus dan lebih cepat dibandingkan menggunakan ipv4, pada saat konek menggunakan ipv6 kita akan konek dengan sangat cepat, bila menggunakan ipv4 saya menunggu sekitar 5 detikan untuk konek.

kalau dilihat sepintas tampaknya untuk bisa join dengan multicast kita harus konek sebuah server yang dinamakan server reflector, ada beberapa reflector yang disediakan secara default diantaranya internet2, CITRIS, MIT icampus, dan MSR redmond.
 

Share this post: | | | |
Posted: May 05 2007, 04:47 PM by fajar | with no comments
Filed under: ,
Fundamental IPv6 : Comparison of IPv4 and IPv6

Beberapa perbandingan utama IPv4 dan IPv6

IPv4

IPv6

Panjang
alamat 32 bit (4 bytes)

Panjang
alamat 128 bit (16 bytes)

Dikonfigurasi
secara manual atau DHCP IPv4

Tidak
harus dikonfigurasi secara manual, bisa menggunakan address autoconfiguration.

Dukungan
terhadap IPSec opsional

Dukungan
terhadap IPSec dibutuhkan

Fragmentasi
dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.

Fragmentasi
dilakukan hanya oleh pengirim.

Tidak
mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali
paket berukuran 576 byte.

Paket
link-layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun
kembali paket berukuran 1500 byte

Checksum
termasuk pada header.

Cheksum
tidak masuk dalam header.

Header
mengandung option.

Data
opsional dimasukkan seluruhnya ke dalam extensions
header
.

Menggunakan
ARP Request secara broadcast untuk menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat
link-layer.

ARP
Request telah digantikan oleh Neighbor Solitcitation secara multicast.

Untuk
mengelola keanggotaan grup pada subnet lokal digunakan Internet Group
Management Protocol (IGMP).

IGMP
telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD).

visit : belajaripv6.wordpress.com

Share this post: | | | |
Posted: Apr 28 2007, 12:19 AM by fajar | with 3 comment(s)
Filed under: ,
SourceForge mirror at ITB

Hi all

hari ini ITB lagi ada proyek nge-mirror file2nya SourceForge
wew.... sugoii

Fungsinya sih agar univ-univ lain di indonesia yang bandwith-nya masih terbatas dapat menikmati kedahsyatan dari SourceForge ini melaui jaringan Inherent. Saat ini jaringan Inherent ini sudah terkoneksi dengan STM-1 fiber optic sebesar 155Mbps (walaupun belum semua). sehingga univ-univ lain tersebut dapat mengambil source langsung dari ITB, tidak perlu mencari ke mirror luar.

total dari SourceForge kurang lebih adalah 3 TBytes.
masih dalam proses mirroring, dan tinggal 48 Gbytes lagi........ Big Smile

silahkan kunjungi ftp://ftp.itb.ac.id/pub

Share this post: | | | |
ICS Ad-hoc Wireless Networks

Mungkin sudah ada yang tau tentang ini

But saya ingin berbagi turorial bagi yang belum tahu...

Misal kita punya laptop ber-wifi, di suatu tempat yang hanya punya 1 koneksi internet dan hanya ada 1 kabel UTP , sementara teman kita juga yang punya laptop ber-wifi ingin berinternet juga. So kita bisa gunakan yang namanya ICS Adhoc wireless network (make istilah yang keren ^^) yang berjalan pada Windows XP SP 2 ( penulis mencoba di xp sp2 ).

Sebagai langkah pertama kita, pastikan laptop kita terkoneksi ke internet melalui kabel utp, dengan parameter IP address, netmask, gateway, dan dns server. Misal IP 167.205.3.6 netmask 255.255.255.224 gateway 167.205.3.1 dan dns server 167.205.23.1 (sorry nih kalo bawa2 network nya ARC), tetapi kalau network anda sudah dhcp enable anda gak perlu pusing ngeset parameter ini, semua akan terset secara otomatis ^^.

Langkah kedua kita aktifkan ICS pada laptop kita.

  • Masuk ke Start → control panel → network connection, lalu klik kanan pada interface Ethernet kita yang tekonek internet dan pilih properties.
  • Masuk ke advance tab dan pilih allow other network users to connect through this computer's internet connection., Check list pada boxnya . Unchecklist pada box allow other network users to control or disable this sharred network connection.
  • Klik OK

Langkah ketiga, membuat koneksi adhoc wireless network.

  • Masuk ke Start → control panel → network connection
  • Klik kanan di bagian interface wireless yang akan menjadi down link, lalu pilih properties
  • Masuk ke tab wireless networks, lalu pada dialog box preferred networks klik add
  • Masuk ke association tab lalu ketik nama SSID dari wireless anda, misal NGISING-NET
  • Bagian yang penting, pastikan anda check list box pada bagian this is computer-to-computer (ad hoc) network dan uncheck list box this key provided for me automatically
  • Pada bagian Network Authentication pilih Open, dan pada bagian Data encryption pilih mode WEP, namun bila anda merasa tidak perlu tinggal pilih disabled
  • Jika anda menggunakan encryption WEP, maka anda harus mengisi box network key (5/13 karakter), lalu ketik ulang key anda pada box confirm network key
  • Klik OK

Selesailah langkah mengeset ICS adhoc wireless network, di laptop teman kita tinggal hidupkan wifinya kemudian cari wifi dengan nama NGISING-NET (tergantung mengesetnya di awal). Tinggal konek ke wifi tersebut dan masukan WEP key yang sudah anda set (jika diset di awal).

Thanks to Hendra rakhmawan yang sudah menuliskan secara atraktif di bulletin Comlabs, dan sudah membuat saya tertantang untuk mencoba

Selamat mencoba 

Share this post: | | | |
Posted: Apr 27 2007, 01:43 AM by fajar | with 4 comment(s)
Filed under:
IPv6 on My Campus

Saya beruntung berada di itb, dimana itb sebagai perintis internet di Indonesia juga sebagai perintis ipv6 di Indonesia, buktinya kita merupakan universitas pertama di Indonesia yang terkoneksi dengan ipv6. Sebenarnya ipv6 itu apa sih ?, trus kalo ipv4 itu apa ?

IP merupakan kepanjangan dari Internet Protocol, yaitu protokol komputer berorientasi data yang digunakan untuk mengkomunikasikan data sepanjang packet-switched internetwork. IP adalah protokol lapisan jaringan dalam TCP/IP dan dienkapsulasi (menyertakan data dari protokol lapisan atas ke protokol lapisan bawah) dalam protokol lapisan pautan data (misalnya ethernet). IP dapat digolongkan menjadi 2 yaitu ipv4 dan ipv6, protocol ini terdapat di layer 3.

Beberapa kelemahan dari ipv4 :

  • Jumlah alamat yang semakin sedikit, hanya 32 bit
  • Routing table explosion
  • Poliferation of NAT

Beberapa keuntungan ipv6 :  

  • Metode pengalamatan yang lebih besar ( 128 bit )
  • Format header yang baru
  • Built-in security
  • Best support untuk QoS (quality of service)
  • Extensibility
  • Efficient dan hierarkis dalam pengalamtan dan routing infrastructure

 

Karena metode pengalamatan yang lebih besar inilah ipv6 dikatakan sebagai next generation networking, yaitu teknologi yang akan digunakan di masa depan. Ipv4 dengan metode pengalamatan 32 bit hanya bisa menampung 232 = 4.3 milyar host, ini tidak cukup untuk memberikan 1 ip untuk 1 manusia apalagi untuk telepon genggam ataupun pda, sedangkan untuk ipv6 yang mempunyai 128 bit dapat menampung 2128 = 3,4x1038 host. Alamat ipv6 ini dapat memenuhi 6,7x1017 alamat / mm2 di permukaan bumi.

Saat ini ITB mempunyai alamat ipv4 167.205.0.0/16 dan alamat ipv6 2001:d30:3::/48. Kedua duanya merupakan pemberian dari ai3 japan untuk keperluan riset dan distance learning. Namun sekarang ITB telah mempunyai alamat ipv6 yang baru dibeli dari APNIC, alamat ipv6 kita yang baru yaitu 2403:8000::/32. Untuk kedepannya diharapkan jaringan ITB ini akan berjalan native ipv6.

Share this post: | | | |
Posted: Apr 26 2007, 10:36 AM by fajar | with 1 comment(s)
Filed under: ,
Introduction

Assalamualaikum wr wb

Perkenalkan nama saya Fajar Fathurrahman, Mahasiswa Teknik Elektro ITB angkatan 2004.
Saya sangat tertarik dengan hal yang berbau IT dan Networking. Kesehariannya, saya adalah admin utama ITB yang mengelola beberapa server workstation dan memegang beberapa service yang berjalan penting di ITB. Saya ditunjuk sebagai MSA oleh Naren dan Adrian yang sekarang sudah menjadi MVP, untuk melanjutkan tugas dari seorang MSA itu sendiri.

Dalam hal keorganisasian, saya tergabung dalam SOI (school on internet). Di soi kami menghandle berbagai macam event yang berhubungan dengan distance learning di ITB baik itu program SOI Asia maupun program dari INHERENT. Saya juga tergabung dalam team pengembang jaringan IPv6 di ITB, tugas kami adalah bagaiman meng-enablekan IPv6 di seluruh ITB dan diharapkan nantinya network ITB akan berjalan native IPv6.

Sekian perkanalan dari saya, sekiranya dapat berkenan bagi semua yang membaca

Wassalamualaikum wr wb

Share this post: | | | |
Posted: Apr 26 2007, 07:28 AM by fajar | with 3 comment(s)
Filed under: