April 2007 - Posts
Beberapa perbandingan utama IPv4 dan
IPv6
|
IPv4
|
IPv6
|
|
Panjang
alamat 32 bit (4 bytes)
|
Panjang
alamat 128 bit (16 bytes)
|
|
Dikonfigurasi
secara manual atau DHCP IPv4
|
Tidak
harus dikonfigurasi secara manual, bisa menggunakan address
autoconfiguration.
|
|
Dukungan
terhadap IPSec opsional
|
Dukungan
terhadap IPSec dibutuhkan
|
|
Fragmentasi
dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
|
Fragmentasi
dilakukan hanya oleh pengirim.
|
|
Tidak
mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali
paket berukuran 576 byte.
|
Paket
link-layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun
kembali paket berukuran 1500 byte
|
|
Checksum
termasuk pada header.
|
Cheksum
tidak masuk dalam header.
|
|
Header
mengandung option.
|
Data
opsional dimasukkan seluruhnya ke dalam extensions
header.
|
|
Menggunakan
ARP Request secara broadcast untuk menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat
link-layer.
|
ARP
Request telah digantikan oleh Neighbor Solitcitation secara multicast.
|
|
Untuk
mengelola keanggotaan grup pada subnet lokal digunakan Internet Group
Management Protocol (IGMP).
|
IGMP
telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD).
|
visit : belajaripv6.wordpress.com
Hi all
hari ini ITB lagi ada proyek nge-mirror file2nya SourceForge
wew.... sugoii
Fungsinya sih agar univ-univ lain di indonesia yang bandwith-nya masih terbatas dapat menikmati kedahsyatan dari SourceForge ini melaui jaringan Inherent.
Saat ini jaringan Inherent ini sudah terkoneksi dengan STM-1 fiber optic sebesar 155Mbps (walaupun belum semua). sehingga univ-univ lain tersebut
dapat mengambil source langsung dari ITB, tidak perlu mencari ke mirror luar.
total dari SourceForge kurang lebih adalah 3 TBytes.
masih dalam proses mirroring, dan tinggal 48 Gbytes lagi........
silahkan kunjungi ftp://ftp.itb.ac.id/pub
Mungkin sudah ada yang tau tentang ini
But saya ingin berbagi turorial bagi yang belum
tahu...
Misal kita punya laptop ber-wifi, di suatu tempat
yang hanya punya 1 koneksi internet dan hanya ada 1 kabel UTP , sementara teman
kita juga yang punya laptop ber-wifi ingin berinternet juga. So kita bisa
gunakan yang namanya ICS Adhoc wireless network (make istilah yang keren ^^)
yang berjalan pada Windows XP SP 2 ( penulis mencoba di xp sp2 ).
Sebagai langkah pertama kita, pastikan laptop kita
terkoneksi ke internet melalui kabel utp, dengan parameter IP address, netmask,
gateway, dan dns server. Misal IP 167.205.3.6 netmask 255.255.255.224 gateway
167.205.3.1 dan dns server 167.205.23.1 (sorry nih kalo bawa2 network nya ARC),
tetapi kalau network anda sudah dhcp enable anda gak perlu pusing ngeset
parameter ini, semua akan terset secara otomatis ^^.
Langkah kedua kita aktifkan ICS pada laptop kita.
-
Masuk ke
Start → control panel → network connection, lalu klik kanan pada
interface Ethernet kita yang tekonek internet dan pilih properties.
-
Masuk ke advance tab dan pilih allow other network users to connect through
this computer's internet connection., Check list pada boxnya . Unchecklist
pada box allow other network users to
control or disable this sharred network connection.
-
Klik OK
Langkah ketiga, membuat koneksi adhoc wireless
network.
-
Masuk ke Start → control panel → network
connection
-
Klik kanan di bagian interface wireless
yang akan menjadi down link, lalu pilih properties
-
Masuk ke tab wireless networks, lalu
pada dialog box preferred networks klik
add
-
Masuk ke association tab lalu ketik nama
SSID dari wireless anda, misal NGISING-NET
-
Bagian yang penting, pastikan anda check
list box pada bagian this is computer-to-computer (ad hoc) network dan uncheck list box this key provided for me automatically
-
Pada bagian Network Authentication pilih
Open, dan pada bagian Data encryption
pilih mode WEP, namun bila anda merasa tidak perlu tinggal pilih disabled
-
Jika anda menggunakan encryption WEP,
maka anda harus mengisi box network key (5/13 karakter), lalu ketik ulang key
anda pada box confirm network key
-
Klik OK
Selesailah langkah mengeset ICS adhoc wireless
network, di laptop teman kita tinggal hidupkan wifinya kemudian cari wifi
dengan nama NGISING-NET (tergantung mengesetnya di awal). Tinggal konek ke wifi
tersebut dan masukan WEP key yang sudah anda set (jika diset di awal).
Thanks to Hendra rakhmawan yang sudah menuliskan
secara atraktif di bulletin Comlabs, dan sudah membuat saya tertantang untuk
mencoba
Selamat mencoba
Saya
beruntung berada di itb, dimana itb sebagai perintis internet di Indonesia juga
sebagai perintis ipv6 di Indonesia, buktinya kita merupakan universitas pertama
di Indonesia yang terkoneksi dengan ipv6. Sebenarnya ipv6 itu apa sih ?, trus
kalo ipv4 itu apa ?
IP
merupakan kepanjangan dari Internet Protocol, yaitu protokol komputer
berorientasi data yang digunakan untuk mengkomunikasikan data sepanjang packet-switched
internetwork. IP
adalah protokol lapisan jaringan
dalam TCP/IP dan dienkapsulasi (menyertakan data dari protokol lapisan atas
ke protokol lapisan bawah)
dalam protokol lapisan pautan data
(misalnya ethernet). IP dapat digolongkan menjadi 2 yaitu
ipv4 dan ipv6, protocol ini terdapat di layer 3.
Beberapa
kelemahan dari ipv4 :
- Jumlah alamat yang semakin sedikit,
hanya 32 bit
- Routing table explosion
- Poliferation of NAT
Beberapa
keuntungan ipv6 :
- Metode pengalamatan yang lebih besar ( 128 bit )
- Format header yang baru
- Built-in security
- Best support untuk QoS (quality of service)
- Extensibility
- Efficient dan hierarkis dalam pengalamtan dan routing
infrastructure
Karena metode pengalamatan yang
lebih besar inilah ipv6 dikatakan sebagai next generation networking, yaitu
teknologi yang akan digunakan di masa depan. Ipv4 dengan metode pengalamatan 32
bit hanya bisa menampung 232 = 4.3 milyar host, ini tidak cukup
untuk memberikan 1 ip untuk 1 manusia apalagi untuk telepon genggam ataupun
pda, sedangkan untuk ipv6 yang mempunyai 128 bit dapat menampung 2128
= 3,4x1038 host. Alamat ipv6 ini dapat memenuhi 6,7x1017
alamat / mm2 di permukaan bumi.
Saat ini ITB mempunyai alamat ipv4
167.205.0.0/16 dan alamat ipv6 2001:d30:3::/48. Kedua duanya merupakan
pemberian dari ai3 japan untuk keperluan riset dan distance learning. Namun
sekarang ITB telah mempunyai alamat ipv6 yang baru dibeli dari APNIC, alamat
ipv6 kita yang baru yaitu 2403:8000::/32. Untuk kedepannya diharapkan jaringan
ITB ini akan berjalan native ipv6.
Assalamualaikum wr wb
Perkenalkan nama saya Fajar Fathurrahman, Mahasiswa Teknik Elektro ITB angkatan 2004.
Saya sangat tertarik dengan hal yang berbau IT dan Networking. Kesehariannya, saya adalah admin utama ITB yang mengelola beberapa server workstation dan memegang beberapa service yang berjalan penting di ITB. Saya ditunjuk sebagai MSA oleh Naren dan Adrian yang sekarang sudah menjadi MVP, untuk melanjutkan tugas dari seorang MSA itu sendiri.
Dalam hal keorganisasian, saya tergabung dalam SOI (school on internet). Di soi kami menghandle berbagai macam event yang berhubungan dengan distance learning di ITB baik itu program SOI Asia maupun program dari INHERENT. Saya juga tergabung dalam team pengembang jaringan IPv6 di ITB, tugas kami adalah bagaiman meng-enablekan IPv6 di seluruh ITB dan diharapkan nantinya network ITB akan berjalan native IPv6.
Sekian perkanalan dari saya, sekiranya dapat berkenan bagi semua yang membaca
Wassalamualaikum wr wb