IPv6 on My Campus
Saya
beruntung berada di itb, dimana itb sebagai perintis internet di Indonesia juga
sebagai perintis ipv6 di Indonesia, buktinya kita merupakan universitas pertama
di Indonesia yang terkoneksi dengan ipv6. Sebenarnya ipv6 itu apa sih ?, trus
kalo ipv4 itu apa ?
IP
merupakan kepanjangan dari Internet Protocol, yaitu protokol komputer
berorientasi data yang digunakan untuk mengkomunikasikan data sepanjang packet-switched
internetwork. IP
adalah protokol lapisan jaringan
dalam TCP/IP dan dienkapsulasi (menyertakan data dari protokol lapisan atas
ke protokol lapisan bawah)
dalam protokol lapisan pautan data
(misalnya ethernet). IP dapat digolongkan menjadi 2 yaitu
ipv4 dan ipv6, protocol ini terdapat di layer 3.
Beberapa
kelemahan dari ipv4 :
- Jumlah alamat yang semakin sedikit,
hanya 32 bit
- Routing table explosion
- Poliferation of NAT
Beberapa
keuntungan ipv6 :
- Metode pengalamatan yang lebih besar ( 128 bit )
- Format header yang baru
- Built-in security
- Best support untuk QoS (quality of service)
- Extensibility
- Efficient dan hierarkis dalam pengalamtan dan routing
infrastructure
Karena metode pengalamatan yang
lebih besar inilah ipv6 dikatakan sebagai next generation networking, yaitu
teknologi yang akan digunakan di masa depan. Ipv4 dengan metode pengalamatan 32
bit hanya bisa menampung 232 = 4.3 milyar host, ini tidak cukup
untuk memberikan 1 ip untuk 1 manusia apalagi untuk telepon genggam ataupun
pda, sedangkan untuk ipv6 yang mempunyai 128 bit dapat menampung 2128
= 3,4x1038 host. Alamat ipv6 ini dapat memenuhi 6,7x1017
alamat / mm2 di permukaan bumi.
Saat ini ITB mempunyai alamat ipv4
167.205.0.0/16 dan alamat ipv6 2001:d30:3::/48. Kedua duanya merupakan
pemberian dari ai3 japan untuk keperluan riset dan distance learning. Namun
sekarang ITB telah mempunyai alamat ipv6 yang baru dibeli dari APNIC, alamat
ipv6 kita yang baru yaitu 2403:8000::/32. Untuk kedepannya diharapkan jaringan
ITB ini akan berjalan native ipv6.