ANFIS, EWS dan Trauma Pribadi
Beberapa hari ini, saya merasakan jakarta memiliki suhu yang sudah sangat familiar sekali dengan tubuh saya. Yep, beberapa hari ini saya merasakan suhu di jakarta seperti suhu di bandung, sejuk. Mungkin karena seringnya suasana berawan yang diikuti angin kencang dan bahkan diselingi dengan hujan pada siang harinya. Sambil "nyengir" keheranan saya mengatakan pada diri saya sendiri, koq jakarta jadi dingin gini ya, jadi pengen beli "surabi imut" di gerlong, hehehe.
Namun tidak lama setelah itu, sensor trauma dalam diri saya menyala. Saya tiba-tiba teringat pengalaman seru yang cenderung menyebalkan yang pernah saya alami. Beberapa bulan setelah saya menginjakan kaki dijakarta, i've got my first banjir. Hehehe yep, saat itu adalah suatu pagi ketika saya berangkat dari kostan menuju lokasi projek pertama saya di Astra Internasional didaerah sunter jakarta utara. Sepanjang jalan Yos Sudarso saya mendorong motor berplat D kesayangan saya. Si sayang cuman keliatan Stang nya doang, sedangkan dari jok sampai kebawah bener2 nggak keliatan ditelen air banjir, buset!!!. Dengan fikiran yang butek sebutek air banjir, saya mendorong motor saya dari carefour cempaka mas sampai AI sunter. Gila.. saya dorong motor dari jam 7 pagi dan sampai ke AI sekitar jam 11, saya ingat hari itu adalah hari jum'at.
Selepas menikmati sensor traumatic, kemudian insting Geo Science saya bangkit mirip sebuah Event yang pasrah di perdaya oleh sang Handler perkasa. Sang Handler cuman berisi statement Response.Redirect yang mengalihkan perhatian saya pada Prof. The Houw Liong dan metode ANFIS nya. Pak The (dibaca te bukan deu), begitu biasa kami memanggilnya, adalah salah seorang Professor nyentrik kebanggaan orang fisika. Sedangkan ANFIS adalah kependekan dari "Adaptive Neuro-Fuzzy Inference Systems" yang merupakan sebuah metode yang mengkombinasikan artificial neural network dan Fuzzy. Metode ini dikembangkan oleh J.S Roger Jang yang digunakan untuk mengolah informasi "rancu". Saya nggak ada masalah dengan hal2 yang "rancu" yang nggak "precise" ini, karena setahun bermain dengan teori fractal dan non-euclidean geometry menjadikan saya sadar bahwa alam ini "tidak teratur secara teratur". I think its enough with SoftComputing thing and kembali ke laptop, hehehe.
Pak The menggunakan ANFIS untuk memprediksi periode banjir besar dengan menggunakan deret waktu bilangan bintik matahari. Oke, penjelasan ilmiah cukup bisa menenangkan lahir batin plus informasi tambahan tentang tahun-tahun berapa saja yang termasuk periode banjir, namun... hehehe this is where the fun begin, untuk kasus banjir di wilayah indonesia, hujan is not the defining factor, dan saya yakin temen2 dari teknik sipil dan temen2 dari planologi memiliki argumen yang lebih cantik mengenai hal ini. Jangankan diguyur oleh hujan akibat aktifitas matahari maksimum, diguyur oleh hujan normal saja sudah cukup banyak menimbulkan genangan di mana-mana. Saya sempat "nyengir" ketika berjalan di sekitar Sudirman akibat pengamatan sotoy saya tentang sistem drainage disekitar jalan dan berakhir pada bayangan sekelompok kura-kura ninja yang sedang asik berlatih sambil makan pizza di sebuah kota di luar sana. that's just my imagination.
Pengembaraan berakhir ketika ada MSN dari belanda, "Hi Ismail" hehehehe begitulah message yang muncul and i'm going back to work. silent voice in my heart: "Indonesia is a great and a cool country, letak geografis Indonesia mengharuskan Indonesia memiliki sistem tata kota yang super canggih dan sistem Early Warning Systems (EWS) yang outstanding, what can you do for that ismail huh, what can you do ismail" :-)
selamat datang 2008
selamat tinggal 2007
life is cool huh :-)