Bukan rahasia lagi jika file database Access mudah menjadi rusak atau corrupted.
Tetapi ini sebenarnya hal biasa dan bukan hanya dialami oleh file database Access.
Penyebabnya antara lain karena disaat penulisan ke media penyimpanan terjadi kesalahan, dan kesalahan ini berkaitan juga dengan sistem operasi atau lingkungan dimana penyimpanan tersebut dilakukan.
Di sisi Access sendiri, penyebab file menjadi corrupt antara lain ketika pemakai mengupdate data tipe Memo, dan ketika terjadi penulisan ulang code VBA.
Cara mudah untuk mengatasi dan mengantisipasi file database yang corrupt adalah:
-
Lakukan compact and repair sehingga kandungan file database menjadi rapi lagi. Kalau perlu, aktifkan opsi untuk selalu melakukan compact and repair setiap file database ditutup.
-
Split file database menjadi file data dan file aplikasi.
-
Lakukan backup file database!
Tetapi kemana larinya utilitas Compact and Repair Database pada Access 2007 (seseorang bertanya kepada saya).
Pantas saja, karena fasilitas tersebut tidak berada pada tab Database Tools.
Anda bisa menemukannya pada menu Office (klik tombol Office di pojok kiri atas) > Manage.
Opsi untuk selalu melakukan compact database ketika database ditutup berada pada Access Options > page Current Database.
Nah, semoga file database anda sehat selalu :)
Sebenarnya hanya soal sepele, yaitu menampilkan Help.
Tetapi ternyata, banyak juga yang bingung bagaimana menggunakan fasilitas Help pada Access 2007.
Singkat kata, Help bisa ditampilkan dengan menekan F1 atau klik ikon tanda tanya yang berada di ujung kanan baris menu / ribbon tab.
Secara default, Help akan menggunakan versi Online jika komputer anda terkoneksi ke Internet, dan ini cukup terasa lebih lambat ketimbang jika Help menggunakan versi Offline yang sudah terpasang di komputer.
Jika anda ingin mengubah versi yang diakses oleh Help (Online atau Offline), klik pada tanda panah di sebelah field Search.


Hal sepele lain adalah menampilkan daftar isi, yaitu hanya sekadar mengklik ikon buku pada toolbar.




Nah, semoga tidak bingung lagi.
Cukup repot juga ketika hendak mengsintal database contoh yang digunakan dalam banyak dokumentasi MS SQL Server 2008.
Database tersebut bisa didownload dari www.codeplex.com (search saja dengan nama database di atas).
Tetapi ketika diinstal, bisa bolak-balik gagal karena syaratnya tidak terpenuhi.
Untuk bisa menginstall database AdventureWorks2008, anda hendaknya sudah menginstall Full-text Search ketika melakukan setup SQL Server 2008. Walaupun ada cara untuk mengakalinya (agar bisa menginstal database AdventureWorks2008 tanpa Full-text Search tersedia), namun sebaiknya fitur tersebut ada.
Syarat kedua yang tidak boleh tidak, anda harus mengaktifkan FILESTREAM. Caranya, klik-kanan pada instance server yang ingin digunakan, pilih "Properties". Klik pada page "Advanced". Nah di situ ada properti Filestream Access Level. Ubah nilainya menjadi "Full access enabled". Klik "OK" lalu restart instance server tersebut.
Dari pengalaman melakukan pencarian tentang problem ketika menginstal database AdventureWorks2008, saya mendapatkan alamat berikut ini (biar saya juga tidak lupa :))
http://www.ssas-info.com/analysis-services-faq/29-mgmt/242-how-install-adventure-works-dw-database-analysis-services-2005-sample-database
http://www.eggheadcafe.com/conversation.aspx?messageid=33514089&threadid=33514089
http://techpunch.wordpress.com/2008/08/29/sql-server-2008-installing-the-adventureworks-sample-databases/
http://social.msdn.microsoft.com/Forums/en-US/sqlserversamples/thread/c0cbd494-a864-485c-9cc2-ff88426520da
Suatu kali dulu saya pernah ingin menunjukkan blognya mas Naren pada teman di kantor... eh nyari sana-sini gak ketemu..
kebetulan mas Naren nulis tentang MVP baru dan dikirim via email, jadilah saya dapatin alamat blognya... ternyata, pakainya "narn" bukan "naren", pantas aja gak ketemu waktu saya cari... :)
Oya, agar gak lupa lagi, ini alamatnya: http://geeks.netindonesia.net/blogs/narn/default.aspx
Tulisannya yg tentang MVP di sini.
Saya ingin melanjutkan sedikit tentang fenomena Access, namun lebih pada kehadiran MyStore.
Program aplikasi MyStore dibuat dengan Microsoft Access 2007. Selain hal kecantikannya (atau ketampanannya) berkat Access 2007, juga ada hal sangat menarik lain, yaitu GRATIS nya Access 2007 Runtime. Dengan runtime ini, pemakai program tidak harus memiliki Microsoft Office 2007 pada komputernya, sehingga pemakaian software pun semua LEGAL.
Di sisi MyStore sendiri, ada banyak keunikan yang tersedia, antara lain:
- MyStore bisa dijalankan secara langsung dari media portable, misalnya Flash Disk (saat ini siapa yang tidak membawa-bawa Flas Disk atau USB memory stick?). MyStore secara smart akan langsung membaca database yang satu folder dengannya. (Mungkin ada yang akan bilang, kalau databasenya satu file dengan program, ya apa susahnya. Kenyataannya, file database nya terpisah dari file program, sehingga file program bisa selalu diupdate / diganti dengan versi baru jika ada pengembangan).
- Walaupun dibuat dengan Access 2007 yang sudah tidak lagi menggunakan ULS (User-Level Security) khas Access, namun lapisan keamanan aplikasi dan database masih cukup mumpuni.
- MyStore "mewakili" Access, yaitu mudah digunakan, user-friendly karena selalu mengikuti "Microsoft Way".
(Oya, ketimbang membaca uraian saya, mungkin ada baiknya anda mendownload programnya saja dan mencoba menjalankannya sebagai pemakai. File dokumentasi program ini cukup lengkap, termasuk file Help yang bisa diakses dengan F1).
Mungkin sudah biasa terdengar, terutama di antara rekan developer, bahwa Microsoft Access bukanlah tool untuk pembuatan program, apalagi untuk membuat "software". Pandangan ragu terhadap Access mungkin didasari banyak alasan. Bagi sebagian mereka, tool untuk pembuatan program itu adalah Visual Basic, Delphi, C++, dan yang semacam itu. Tool itu "haruslah angker" dan membuat sebagian orang, walaupun yang terlibat cukup akrab dengan dunia teknologi informasi, cukup memandang kagum tanpa mampu memahami mengapa perlu kagum :)
Microsoft Access sendiri, yang semula memiliki sejarah atau cikal bakal dari kalangan dBase (yang harus diakui dulu sempat meraja), akhirnya masuk dalam paket Microsoft Office, bersama dengan Word dan Excel. Access merupakan tool untuk database, tetap, namun mengedepankan ke-instan-an. Karena itu, salah satunya, Access dianggap "mudah", atau"gampang". "Semua orang juga bisa pakai, seperti halnya Word dan Excel", begitu kira-kira pendapatnya. Jadi, karena "mudah" atau "gampang", tidak perlu dipandang "serius".
Kenyataannya mungkin memang benar bahwa Access sangat mudah digunakan, dan penggunanya menggunakan Access untuk keperluan yang mudah dan kecil-kecil saja. Untuk database yang besar, tentu pakai database server, dan aplikasinya, tentulah pakai (beli) yang dijual vendor kelas dunia.
Tetapi, tidak ada salahnya lah dengan kenyataan itu. Kalau bisa mudah, mengapa harus sulit? Kalau ada urusan-urusan database kecil yang bisa ditangani sendiri, mengapa harus menunggunya menjadi besar supaya bisa di-vendor-in?
Saat ini, Access juga ber-revolusi sejalan dengan "revolusi" pada aplikasi Microsoft Office yang lain. Kalau mau bangga-bangga-an, Access sekarang bisa menyimpan multiple-value, bisa menyimpan attachment, dan juga bisa menyimpan XML. Tampilan Visualnya luar biasa keren dan trendy, kaya feature. Urusan sort dan filter langsung di kolom, sekarang Access bisa menyamai Excel. Alhasil, pakai Access sekarang rasanya kayak naik cruise (hehehe... sumprit, saya belum pernah naik begituan :).
Tentang pemakaian Access sebagai tool pemrograman, lagi-lagi Access membuktikan bahwa bukan hanya BISA, tetapi luar biasa. Salah satu contoh hasilnya adalah MyStore, sebuah program aplikasi POS (atau biasa disebut Program Kasir) yang lengkap dengan inventory control. Program MyStore didistribusikan secara luas dalam konsep shareware, dan dipakai di banyak toko di seluruh Indonesia. Keunggulannya, lagi-lagi karena Access, adalah kemudahan dan kekayaan feature, familiaritas dengan pemakai Microsoft Office, dan kecantikan (atau ketampanan?) penampilan visualnya. Kira-kira, program aplikasi serupa yang dibuat dengan tool lain mana ya yang bisa diperbandingkan? hehehe... tentu tidak seperti MyStore :)
==> MyStore <==
Lagi-lagi, setelah sekian lama absen dari Geeks Indonesia, saya harus cari-cari cara untuk melihat forum Access yang saya buat di sini dan blog saya sendiri :)
Saya sih tidak ingin menyalahkan layout atau disain situs ini, tapi terus terang, saya *pun* harus kesana-kemari dulu baru bisa menemukan yang dicari. Gimana mereka yang baru ke sini atau yang kurang familiar dengan portal seperti ini ya? Ujung-ujungnya akan klik sesuatu yang mudah diklik, menjanjikan -terutama utk download- atau berkomentar... dasar situs geeks!
Sudahlah. Saya kebetulan mampir dan teringat janji saya untuk eksplorasi Access 2007 dengan cara membuat sebuah aplikasi "jadi" dengan si "mpok" yang denok itu (Access 2007). (weh.. mpok kok denok ya... betawi jawa mode nih :).
Setelah sekian lama (lagi2 sekian lama), saya memang *hampir* berhasil membuat sebuah aplikasi utuh dengan Access 2007. Aplikasi tersebut belum seluruhnya selesai, masih ada beberapa trivia yang perlu dibuat, dipermak lagi, atau bahkan dieliminir? Tadi malam saya selesai membuat manual atau petunjuk pemakaiannya, eh belum selesai semua sih, masih perlu nambah sana-sini agar komplit, lalu dibuat PDF dan CHM-nya. Ternyata butuh waktu yang sangat lama karena saya hanya bisa mengerjakannya (sebagian besar) pada weekend, padahal hari libur itu dipakai juga untuk keluarga dan sosial. Begitulah.
Tapi saya cukup puas juga dan berkesimpulan, Access 2007 OK juga untuk membuat aplikasi. Saya sih tetap menggunakan Access 2003 untuk develop aplikasi di kantor, karena sebagian besar user masih pakai Office 2003 (meskipun kantor menggunakan software assurance (?) sehingga punya lisensi juga untuk 2007). Namun 2007 lebih cantik, walau masih ada beberapa hal aneh dan tidak se-stabil 2003.
Aplikasi yang saya buat adalah POS (Point of Sale) alias program kasir / penjualan untuk toko eceran... nah ini targetnya toko pribadi yang hanya (cukup) menggunakan sebuah komputer untuk memasukkan data penjualan, membuat laporan, sampai mengurusi stock. Toko2 seperti itu banyak di mall dan plaza, pakai komputer desktop atau laptop.Program dan database bisa dibawa pulang, bahkan cukup ditaruh di flash disk, colok di toko colok di rumah, bahkan bisa colok dimana-mana :)
Untuk kali ini saya kasih dulu beberapa screen capture yg saya buat untuk bikin manual/help nya.
Softwarenya sendiri nanti bersifat shareware, gratis untuk sekian record master barang, lalu registrasi dengan biaya progresif sesuai jumlah record barang yang diinginkan. Software bisa didownload di www.rumahaccess.com.





Sudah lama saya gak mampir ke sini.Mau nulis lagi bahkan harus cari-cari dulu cara masuknya :)
Saya mau share sedikit tentang program training Microsoft Access yang diselenggarakan oleh RumahAccess Indonesia (www.rumahaccess.com) yang dibantu oleh PT Mitra Integrasi Informatika (MII).
Program training tersebut merupakan cita-cita komunitas Access yang tergabung dalam milis/group terutama belajar-access@yahoogroups.com (milis tentang Access yang paling aktif, karena anggota dari milis yang lain juga tergabung di situ). Beberapa kali kopdar dibicarakan tentang pengadaan training tersebut, bahkan sempat mencuat (dan dilakukan) pendirian RumahAccess Training Center (RATC) yang dikomandani oleh mas Lusky Kurniawan. Namun RATC ini belum berhasil diwujudkan karena (terutama) kendala tempat. Namun dengung mau melakukan training sudah terlanjur keluar, dan agar tidak malu, maka training KUDU dilaksanakan, sesuai rencana, yaitu mulai Januari 2009.
Jika RATC 'masih' dikomandani oleh mas Lusky, dan kenyataannya doi lagi sibuk dengan project2nya, maka pelaksanaan training saya handle. Saya hubungi PT MII untuk sebuah kerjasama, dan setelah meeting dan email2an, maka di awal ini PT MII hanya menyediakan tempat saja, dengan sifat room rental (dengan potongan setelah saya 'tawar' :)
Program training pertama yang bisa saya suguhkan adalah tentang Access Project. Kebetulan saya pernah menulis buku tentang hal ini, dan menggunakannya dalam pekerjaan sehari-hari, plus termasuk topik yang diminati banyak rekan. Saya pun lalu meramu materi agar training bisa dilakukan hanya 2 hari. Jadilah 100 halaman slide PowerPoint.
Saat pendaftaran berakhir, ternyata hanya 4 orang yang melakukan pendaftaran. Dapat dimengerti karena ada biaya yang harus dibayar, dimana biaya ini untuk membayar biaya ruangan, fasilitas, serta makan-minum. Selain itu, waktu training adalah setiap hari Sabtu (karena saya bekerja pada hari Senin-Kamis), serta skill level yang disyaratkan adalah Intermediate.
Alhamdulillah training dapat berjalan dengan baik, dengan segala keterbatasan dan kekurangannya. Peserta yang hadir pun ternyata developer yang memang sudah matang, jadi materi yang saya siapkan untuk 2 hari, bisa dikebut hanya 1,25 hari. Selanjutnya hanya berisi diskusi dan 'bedah program' (kebetulan saya bawa beberapa program saya).
Untuk program training selanjutnya saya memilih topik "Access Security", karena dalam hal ini pun saya pernah menulis bukunya, dan tentang security di Access ini sering menjadi topik bahasan di milis. Mudah2an peserta bisa lebih banyak, soalnya hanya perlu waktu 1 hari, dan biaya tentu lebih murah. Kembali, biaya dari peserta ini dibutuhkan untuk membayar biaya2 yang diperlukan untuk melaksanakan training, jadi kalau tidak mencukupi, ya terpaksa trainingnya juga tidak bisa dilaksanakan. RumahAccess masih belum punya dana sendiri, termasuk saya (masa saya yang ongkosin? hehehe).
Well, mungkin ada rekan2 yang bisa memberikan ide dan masukan?
Thanks.
Security pada Access 2007 lebih kepada mengamankan komputer pemakai ketimbang melindungi program dan data.
Semua prosedur security yang disediakan, sepengetahuan saya hingga kini, hanya menyangkut bagaimana user men-trust program/database, sehingga program tersebut bisa berjalan (tidak dipasung), sementara statement ini selalu menjadi gong penutup: "Finally, remember that all users can see all database objects when you open databases that were created in Office Access 2007." Statement tersebut terdapat pada Help (di bawah judul "Secure an Access 2007 database") dan pada artikel bertajuk "Get started with Access 2007 security" di situs Microsoft Office Online.
Tentang User-Level Security (ULS) yang menjadi andalan developer selama ini, kita langsung dihadapkan pada pernyataan berikut:
"Access 2007 does not provide user-level security for databases that are created in the new file format (.accdb and .accde files). However, if you open a database from an earlier version of Access in Access 2007 and that database has user-level security applied, those settings will still function.
If you convert a database that has user-level security from an earlier version of Access to the new file format, Access strips out all security settings automatically, and the rules for securing an .accdb or .accde file apply."
Benteng proteksi program yang masih bisa diharapkan adalah: membuat file accde, dimana source design dihilangkan sehingga "orang lain" tidak bisa "mengambil" design program (termasuk codeVBA).
NOTE: "Although the ACCDE format can help protect your intellectual property (forms, reports, modules), it does not provide good security for your tables or queries. For that, you must invest much more time into other solutions, such as Microsoft SQL Server."
Untunglah (masih untung juga
) hingga saat ini (sepengetahuan saya) software untuk mengembalikan source design dari MDE/ADE ke MDB/ADP masih belum berhasil 100% (khususnya code VBA) sehingga developer masih bisa bernapas. Tetapi, "jerohan" program (berupa object-object) yang bisa dilihat oleh user (dan orang lain) sungguh-sungguh tidak lucu. Dengan mengamati daftar object yang ada, walaupun hanya melihat namanya, orang sudah bisa "mengukur" tingkat sang developer (ini bagus juga sih, shg developer gak bisa seenake wae bikin program). Pengamat yang smart bahkan bisa melihat "pola" sehingga bisa menebak hal-hal yang disembunyikan oleh pemrogram, misalnya kunci proteksi shareware, dlsb.
Adakah di antara anda (pembacaku sayang
) yang masih berpikiran jernih menemukan cara bagaimana melindungi program seperti pada Access 2003, sehingga kita bisa menikmati kekayaan dan kecantikan Access 2007 tanpa kehilangan rasa aman?...
(Eh, mungkin sudah gak jaman lagi kali ya memproteksi program kaya dulu... Jadi, Access ya Access yg instant utk akses data saja... Hmmmm... Jadi, Access benar-benar bisa jadi piaraannya SharePoint.... entahlah
)
Security pada Access 2003 dan versi-versi sebelumnya sangat mengandalkan User-Level Security (ULS). Fitur security ini memang yang paling mumpuni (powerful) untuk memproteksi data (table) dan object-object database yang lain.
Dengan ULS, hanya user yang diberi permission yang bisa mengakses atau memodifikasi object sesuai dengan permissionnya.
Kita bisa membatasi hak user misalnya hanya bisa membaca data, sehingga user tsb tdk bisa melakukan modifikasi/edit/update.
Kita juga bisa mengatur permission seorang user hanya bisa membuka object tertentu, misalnya hanya bisa membuka/menjalankan form A dan B, dan seterusnya.
Kita bahkan bisa membatasi user mana yang boleh membuka database / menjalankan program.
(Kita?... hehehe...)
Persoalannya, ada software untuk mencari password setiap user, sehingga kalau ketemu passwordnya, misalnya password admin atau orang yang paling tinggi permissionnya, maka file database tersebut bisa diatur ulang permissionnya.
Menghadapi 'kelemahan' ULS di atas, saya meramu resep untuk mengatasinya, yang saya tuangkan dalam buku "Kupas Tuntas Access Security" (KTAS). Saya katakan hanya "meramu" resep, bukan membuat, karena ide dan gagasan saya peroleh dari banyak pihak, terutama dari MVP Office Access dari Australia, Garry Robinson (doi baik sekali shg saya dikasih ijin juga untuk mengutip program2nya). Pada buku KTAS, saya tidak hanya membahas ULS, tetapi justru tidak menggunakan ULS itu utk mengatur user permission (di tingkat pemakai), tetapi menggantinya dengan pengaturan hak user berdasarkan modul program (jadi tidak menggunakan Workgroup Information File/WIF lagi yang rentan dihack dengan password recovery tools).
Sejak buku KTAS keluar, pertanyaan2 seputar Access Security di milis tampak berkurang. Kalau ada yang bertanya, teman2 di milis lalu menunjuk buku KTAS sebagai jawabannya.
Nah, pada Access 2003, kita (?) sebagai developer rasanya sudah cukup 'aman' dalam melindungi program dan data (untuk perlindungan data masih berlanjut juga sih wacananya). Lalu bagaimana dengan Security pada Access 2007?
Terus terang saya masih belum menggunakan Access 2007 untuk mendevelop aplikasi. Alasannya al:
- Kantor masih belum mau mendeploy Office 2007, jadi semua user masih pakai Office 2003. Dengan demikian, aplikasi harus dibuat under 2003. Saya juga tidak mau repot sendiri mendeploy Access 2007 runtime, apalagi di sisi user, mereka tidak diberi permission sbg administrator, jadi mesti minta Helpdesk utk instalasi.
- Saya masih tidak mau repot membuat ribbon sebagai pengganti menu dan toolbar. Hmm.. skr belajar yang baru mesti butuh waktu yang agak lama, jadi tdk banyak kesempatan.. (maklum udh mulai TW :).
- Saya tidak suka menampilkan database objects di aplikasi, padahal Help nya Access 2007 menyebutkan: "Finally, remember that all users can see all database objects at all times when
you open databases that were created in Office Access 2007"
- Kebutuhan untuk memanfaatkan multiple value dan attachment masih belum terasa. Semua masih nyaman menggunakan old fashion way...
Posting ini sengaja saya tulis di sini n saat ini agar (1) mulai mengisi blog ini :), (2) berharap ada rekan2 yang mau sharing atau memberikan alasan bagi saya untuk migrasi ke Access 2007 (atau memberi bantahan terhadap alasan saya tidak melakukan migrasi), dan (3) sebagai riwayat supaya saya bisa melihat kembali 'masa lalu' (pendapat saya) jika nanti saya justru menjadi getol menyarankan rekan2 utk migrasi ke Access 2007.
Hari ini aku sempatkan lihat2 blog di indc setelah baca tulisan di blognya andri yadi (MVP VSTO). Nah, setelah lihat2, ya nyoba nulis2. biasa. Mudah2an aku sempat nulis2 di sini lagi...