Oleh: HAER TALIB,
Access MVP
Mengenal Obyek-Obyek Database Access
Untuk melengkapi pengenalan Anda terhadap Access, berikut
ini akan dikemukakan daftar obyek database Access yang perlu dilindungi.
Meminjam istilah pada SQL Server, daftar obyek ini saya sebut securables.
Obyek-obyek database yang dapat kita lindungi (securables)
adalah:
- Table
- Query
- Form
- Report
- Macro
- Module
TABLE
Table adalah obyek yang menyimpan data. Table terdiri
dari baris (row atau record) dan kolom (column atau
field).
Contoh disain table
QUERY
Query adalah sebuah perintah SQL yang disimpan (saved
SQL command) sehingga bisa dijalankan kembali.
Contoh Query dalam Design View
Contoh Query dalam SQL View
FORM
Form adalah sebuah bentuk antarmuka visual (interface)
yang digunakan untuk menampilkan data/atau menerima masukan dari pemakai. Form
pada Access bisa ditampilkan berupa single form, continuous form,
datasheet, maupun PivotTable atau PivotChart. Form bisa
memiliki sebuah class module yang diasosiasikan kepadanya.
Contoh Form dalam Design View
REPORT
Report adalah bentuk tampilan (tata letak atau
template) laporan atau printout. Report juga bisa memiliki sebuah
class module yang diasosiasikan kepadanya.
Contoh Report dalam Design View
MACRO
Macro adalah sebuah bentuk susunan perintah yang umumnya
digunakan untuk mengotomatiskan pekerjaan-pekerjaan tertentu tetapi tidak
dituliskan dalam bahasa pemrograman.
Contoh Macro
MODULE
Module adalah serangkaian deklarasi dan perintah yang
ditulis dalam bahasa pemrograman, dalam hal ini menggunakan bahasa Visual
Basic for Application (VBA). Sebuah module bisa berisi beberapa function
dan/atau procedure.
Contoh Module
(Bersambung)
Oleh: HAER TALIB, Access MVP
ACCESS SECURITY adalah penerapan segi keamanan pada Microsoft Access. Di sini kita akan membahas bagaimana mengamankan program aplikasi yang dibuat dengan Microsoft Access, serta bagaimana mengamankan data dalam databasenya.
Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa ada dua unsur pokok dalam hal pengamanan ini, yaitu unsur program aplikasi, dan unsur database. Perlu diketahui atau diingat bahwa Microsoft Access memang menyediakan kedua unsur itu sekaligus. Kita bisa membuat program aplikasi dengan Microsoft Access, dan kita juga bisa mengelola atau menyimpan data dalam databasenya (Microsoft Access mempunyai engine database sendiri yang disebut Microsoft Jet Database Engine).
Penerapan segi keamanan pada Microsoft Access sangat penting sebagai upaya untuk melindungi program aplikasi yang merupakan hasil karya intelektual serta data dalam database. Penerapan segi keamanan ini menjadi lebih penting lagi karena sifat database Access yang "terbuka" dan dikenal sangat "instan". Tanpa menerapkan langkah-langkah pengamanan, baik program aplikasi maupun data menjadi sangat mudah dibuka dan dilihat oleh orang lain, dimodifikasi, atau bahkan "diambil".
Mengenal Microsoft Access
Tentu Anda telah mengenal Microsoft Access, yaitu sebuah software aplikasi pengelolaan database yang termasuk atau tersedia dalam suite Microsoft Office (selanjutnya kita sebut Access saja).
Pengenalan Access di sini dimaksudkan untuk menunjukkan kembali kepada Anda bagaimana sifat dan kondisi Access dalam kaitannya dengan keamanan.
Seperti Anda ketahui, Access adalah software "instan" yang tersedia dalam Microsoft Office. Dikatakan "instan" karena umumnya aplikasi-aplikasi dalam keluarga Microsoft Office mudah digunakan, mudah dipahami, lalu menjadi "enteng". Jika Anda ingin mengetik atau membuat dokumen, Anda tinggal menggunakan Word. Jika Anda ingin membuat perhitungan-perhitungan (kalkulasi), Anda tinggal menggunakan Excel. Nah, jika Anda ingin mengelola database "sederhana", maka Anda bisa menggunakan Access.
Access memang tergolong dalam software database kelas desktop, yang artinya file databasenya cukup ringan sehingga bisa dipasang pada desktop PC biasa, tidak membutuhkan komputer khusus seperti database server. Namun demikian, tidak sedikit aplikasi database yang merekam data transaksi yang cukup banyak menggunakan Access, dan file-file databasenya disimpan dalam komputer tersendiri yang berfungsi sebagai server. Ukuran database Access bisa mencapai hingga 2 GB per file database.
Dalam hal database, Access menyimpan table-table data dalam file database berekstensi .MDB atau .ACCDB (selanjutnya akan disebut MDB saja). Table data ini bisa diakses dari dalam file database itu sendiri maupun dari luar (dari file database/MDB lain atau oleh aplikasi lain). Database Access juga mendukung pemakaian secara multiuser.
Selain menyimpan table data, file database Access juga bisa menyimpan obyek-obyek database yang lain, yaitu: query, form, report, macro, module, dan relationship. Obyek-obyek database ini berfungsi membentuk program aplikasi. Dalam hal ini, sebuah file database Access bisa mengandung seluruh obyek (table data dan obyek-obyek aplikasi) secara sekaligus, namun bisa juga dipisahkan antara file database yang hanya mengandung table data dan file database yang mengandung obyek-obyek aplikasi. File database yang hanya mengandung table data sering disebut dengan Back End (BE), sedangkan file database yang hanya mengandung obyek-obyek aplikasi sering disebut Front End (FE). Antara BE dan FE dihubungkan dengan linked table (umumnya, namun bisa juga dihubungkan dengan tipe koneksi yang lain seperti ODBC).
Jika diperbandingkan dengan software pengembangan aplikasi database yang lain, FE Access bisa disamakan dengan, misalnya, VB, Delphi, atau PowerBuilder. FE Access yang juga berupa sebuah program aplikasi juga bisa di-compile menjadi "executable" dan bisa dijalankan secara "stand-alone". Tentu saja pengertian executable di sini tidak berarti harus menjadi/membentuk file .EXE yang bisa langsung berjalan tanpa perlu file-file yang lain, namun bisa dijalankan tanpa harus menginstal software Microsoft Access.
Di samping itu semua, tersedia juga cara menggunakan Access hanya sebagai FE saja, sementara BE atau databasenya menggunakan Microsoft SQL Server yang merupakan database server. Cara ini sangat spesial karena hubungan antara Access dengan SQL Server begitu dekat (tight-coupled), dan koneksi databasenya menggunakan native OLE DB. "Cara" ini disebut Access Project.
Mengapa Access Project disebut sangat spesial? Karena di sinilah terjadi "perkawinan" antara Microsoft Access yang sangat mudah dalam pembuatan program aplikasi dan kehandalan SQL Server sebagai database server kelas enterprise!
Sekarang, setelah Anda mengenal Microsoft Access dan sedikit perbandingan dengan software pemrograman aplikasi database yang lain, apakah Anda sudah melihat aspek-aspek yang memerlukan langkah-langkah pengamanan?
Secara sepintas, Anda mungkin akan merasa bahwa semua unsur-unsur yang dijelaskan di atas "biasa" saja dan tidak berbeda jauh dari software pemrograman aplikasi lainnya. Tetapi di sinilah letak perbedaan itu. Pada Access, Anda masih tetap perlu melindungi obyek-obyek database Anda, baik obyek table data maupun obyek-obyek program aplikasi. Pada Access, semuanya "terbuka" kecuali Anda "menutupnya".
(bersambung)
Oleh: Haer Talib, Access MVP

“Access Go Online” adalah tema yang diangkat ketika
komunitas pemakai MS Access di Indonesia mengadakan kumpul-kumpul (Community
Gathering), April 2012, di Auditorium PT Microsoft Indonesia, Jakarta.
Tema ini dilatarbelakangi oleh keinginan pemrogram Access
untuk bisa mengakses database secara online. Tentu yang dimaksud di sini
berkaitan dengan pemakaian Internet yang sudah memasyarakat, sehingga apa saja
bisa dihubungkan dengan Internet, termasuk mengakses database. Di samping itu,
muncul teknologi pembuatan aplikasi web dengan Microsoft Access, yaitu dengan
meng-host database dan aplikasinya pada SharePoint Server.
Online Database

Sebenarnya, kalau
ngomongin online database, sudah
sejak lama database Access bisa diakses secara online, yaitu melalui jaringan
komputer. Pengertian ‘online’ ini diperoleh dari Wikipedia, yang mengartikan
“online” = “dalam jaringan” atau disingkat “daring”.
Prakteknya, pada perusahaan-perusahaan yang sudah
menggunakan jaringan komputer, database umumnya disimpan pada komputer ‘server’,
dan client mengaksesnya melalui program aplikasi yang disimpan pada komputer
lokal (komputer client).
Microsoft Access juga bisa digunakan untuk mengakses dan
mengelola database yang disimpan pada Database Server, seperti Microsoft SQL
Server, Oracle, dan MySQL. Di kantor saya, kami menggunakan database MS SQL
Server (salah satu database) yang servernya berada pada salah satu gedung di
Jakarta (data center). Kami mengakses data antara lain menggunakan Microsoft
Access, dan program aplikasi yang dijalankan users dibuat dengan Microsoft
Access. Users tersebar di kota-kota besar di Indonesia, menggunakan program
aplikasi yang sama. Jika users terkoneksi dengan jaringan kantor, maka dia akan
bisa mengakses database (menggunakan program aplikasi, sesuai dengan
permissionnya).
Macam-Macam Konsep Database Online
Konsep database online dengan Microsoft Access bisa kita
bedakan ke dalam 6 macam:
- FE-BE (Front-End – Back End, disebut juga
Client-Server)

Konsep ini menggunakan program
aplikasi yang dibuat dengan Microsoft Access di sisi client (FE) dan database MS
Access di sisi ‘server’ (BE).
File database di sini diakses
secara file-sharing. Bisa digunakan secara multiuser, namun semakin banyak user
yang mengakses database pada waktu yang sama akan semakin menurunkan kinerja
database.
- Access Project (ADP)

Konsep ini menggunakan program
aplikasi yang dibuat dengan Microsoft Access di sisi client dan database MS SQL
Server di sisi server.
Oleh karena menggunakan database
server, kinerja database untuk melayani multiuser sangat baik serta keamanan
database lebih terjamin.
- Access via ODBC

Konsep ini menggunakan ODBC
untuk konek ke database. Program aplikasi client dibuat dengan Microsoft Access,
sedangkan database bisa menggunakan database apa saja, termasuk database server
seperti Oracle dan MySQL.
- Remote Access
Konsep ini menggunakan teknologi
remote desktop atau remote server, dimana program dan database yang dibuat
dengan Microsoft Access dijalankan secara remote dari komputer client.
Databasenya bisa saja database Access, bisa juga menggunakan database server.

- Web Application
Pada konsep ini, aplikasi web
dibuat dengan Microsoft Access, lalu di-hosting pada server SharePoint
menggunakan Access Services. Front-End dibuka dengan browser web, sedangkan
database menggunakan SharePoint List.
“Kesulitan” menggunakan konsep
ini adalah karena database harus hosting pada server SharePoint (tidak semua
server hosting bisa), dan di sisi pembuatan aplikasi kita tidak bisa menggunakan
VBA.
- Access Application Within Browser
Konsep ini memanfaatkan layanan
di Internet (
eqldata.com)
yang dapat menjalankan aplikasi Microsoft Access melalui web browser. Aplikasi
dan database yang kita buat di-upload terlebih dahulu ke server yang disediakan
oleh penyedia layanan.
Nah, silahkan memilih cara yang mana yang paling sesuai
dengan kebutuhan (dan kemampuan) Anda.
Ketika kita menjalankan sebuah program yang dibuat dengan Microsoft Access,
kemungkinan akan muncul pesan keamanan (security warning atau security notice).
Pesan keamanan ini bahkan muncul juga ketika kita membuka file database yang
baru kita buat sendiri dan belum ada code program di dalamnya.
Pesan keamanan muncul untuk memastikan bahwa kita menjalankan program atau
membuka file database yang dipercayai saja.
Pada pesan keamanan tersebut, umumnya tersedia tombol “Open” dimana kita bisa
langsung membuka atau menjalankan program, namun bisa jadi tidak tersedia tombol
yang dimaksud.
Pesan keamanan yang menyediakan tombol “Open”
Pesan keamanan yang tidak menyediakan tombol “Open”
Pesan keamanan sendiri muncul dalam berbagai macam variasi, tergantung pada
Windows dan Microsoft Access yang dipakai.
Pesan keamanan pada Microsoft Access 2003
Pesan keamanan pada Microsoft Access 2007
Pesan keamanan pada Microsoft Access 2010
Menghilangkan Pesan Keamanan
Kita bisa menghilangkan pesan keamanan (tidak muncul lagi ketika kita membuka file database atau menjalankan program). Caranya berbeda-beda, tergantung pada versi Windows dan versi Access yang digunakan.
- Jika kita menggunakan Microsoft Access 2003, dan program atau file database sudah dipasangi Digital Signature (oleh pembuatnya), Kita bisa menginstal Digital Certificate (yang di-attach pada file database) lalu men-trust file database tersebut.
Jika file database/program tidak dipasangi Digital Signature, kita tidak bisa mengilangkan pesan keamanan.
- Jika kita menggunakan Microsoft Access 2007 atau yang lebih baru, kita bisa memasukkan lokasi/folder penyimpanan file database tersebut ke dalam Trusted Locations.
- Pada Windows Vista atau Windows 7:
- Jika kita menggunakan Microsoft Access 2003, kita tidak bisa menghilangkan pesan keamanan (walaupun file database/program telah dipasangi Digital Signature).
- Jika kita menggunakan Microsoft Access 2007 atau yang lebih baru, kita bisa menambahkan lokasi/folder penyimpanan file database tersebut ke dalam Trusted Locations.
Menginstal Digital Certificate
Ketika muncul pesan keamanan sebagai berikut:
Klik “Details”.
Atau seperti ini:
Klik “Show Signature Details”.
Akan Muncul:
Klik “View Certificate”. Akan muncul:
Contoh Certificate yang dibuat sendiri. Klik “Instal Certificate”, akan
muncul wizard.
Klik “Next”, dan lanjutkan langkah-langkah yang dipandu wizard, Sampai
muncul:
Klik “OK” dan tutup semua jendela. Pada jendela pesan keamanan, sekarang klik
“Cancel”.
Jalankan program atau buka file database kembali, akan muncul pesan keamanan.
Namun sekarang, check box untuk men-trust sudah enable.
Beri tkita centang pada opsi “Always trust...” lalu klik “Open”.
Ketika kita menjalankan program atau membuka file database (yang berasal dari
pembuat yang sama), niscaya pesan keamanan ini tidak akan muncul lagi.
Menambahkan Trusted Location
Pada Microsoft Access 2007 atau yang lebih baru, sebuah file database/program
yang disimpan pada folder/lokasi yang sudah di-trust akan selalu dianggap aman,
sehingga pesan keamanan tidak muncul ketika kita membukanya.
Untuk menandai sebuah folder/lokasi sebagai lokasi yang aman, tambahkan folder/
lokasi tersebut ke Trusted Locations. Caranya sebagai berikut:
(1) Jalankan Microsoft Access.
(2) Pada Microsoft Access 2007, klik tombol bundar (Office button) lalu klik
“Access Options”.
Pada Microsoft Access 2010, klik menu File, lalu klik “Opstions”.
Muncul jendela Access Options:
(3) Klik “Trust Center”, lalu klik “Ttrust Center Settings”.
(4) Klik “Trusted Locations”.
(5) Pada bidang sebelah kanan, klik “Add new locations” lalu “Browse” untuk
menentukan lokasi penyimpanan file program/file database, misalnya C:\Program
Files\MyStore atau lokasi lainnya.
(6) Klik “OK” dan tutup semua jendela, termasuk jendela Microsoft Access.
Mulai sekarang, setiap kali kita membuka file program atau database yang
disimpan dalam lokasi tersebut tidak akan memunculkan pesan keamanan lagi.
Ragam Pesan Keamanan Yang Lain
Di samping pesan keamanan seperti tersebut di atas, ada beberapa pesan
keamanan lain yang mungkin kita temui.
Pesan keamanan jika kita membuka file database dari lokasi
dalam jaringan.
Jika menemukan yang seperti ini, klik “Yes”. Anda harus
mem-block ‘unsave expressions”.
Klik “Open” untuk membuka file database / menjalankan
program.
Semoga bermanfaat.
HAER TALIB
haer@RumahAccess.com
http://haer.RumahAccess.com
0838-8000-394 / 287EFC5F
Oleh:
Haer Talib
Seperti diuraikan pada
bagian 1 tulisan ini, Access Project terdiri dari perpaduan Microsoft Access (sebagai tool/Front End atau FE) dan Microsoft SQL Server (sebagai database/Back End atau BE). Koneksi dari Microsoft Access (FE) ke SQL Server (BE) "harus" menggunakan OLE DB. Jika anda menggunakan cara koneksi yang lain, misalnya ODBC, maka tidak disebut sebagai Access Project.
Dengan Access Project, object database yang disimpan di SQL Server akan tampak seperti object database yang terdapat pada Access sendiri. Anda bisa membuat object database dan memodifikasinya. Anda bisa memasukkan data dan mengeditnya secara langsung, sama seperti ketika Anda bekerja dengan database Access sendiri.
Semua object database yang terdiri dari table, query (yang terdiri dari view, stored procedure, user defined function), dan database diagram (relationship) akan tampak pada Jendela Database (pada Access 2003) atau Navigation Pane (pada Access 2007 dan 2010).
Berbeda dengan koneksi yang dilakukan melalui ODBC, misalnya. Anda hanya melihat object yang anda link saja, serta tidak bisa membuat atau memodifikasi object database tersebut secara langsung pada Access.
Kelebihan atau Keuntungan Access Project
Kelebihan atau keuntungan menggunakan Access Project dibandingkan menggunakan database Access (yang di-link secara file sharing) adalah:
- Kecepatan akses data dan pemrosesan (pengolahan) data lebih tinggi.
- Keamanan data karena sudah diproteksi oleh sistem keamanan SQL Server.
- Keselamatan data karena data disimpan pada server sehingga ketika terjadi permasalahan pada komputer klien, data tidak menjadi rusak.
- True-multiuser, data bisa diakses secara bersama-sama.
- Pengelolaan object database lebih mudah (pembuatan dan modifikasi object database menggunakan Access lebih mudah ketimbang menggunakan tool lain seperti Management Studio yang disediakan SQL Server).
Persyaratan Membuat Access Project
Untuk membuat Access Project, anda haruslah mempunyai instalasi SQL Server terlebih dahulu.
Instalasi SQL Server harus dilakukan pada komputer server, yaitu komputer yang menggunakan operating system untuk server, seperti Windows Server 2003 atau Windows Server 2008.
Namun jika Anda tidak mempunyai komputer server, Anda bisa memasang SQL Server versi desktop atau versi Express pada komputer lokal. SQL Server versi desktop atau Express disediakan untuk "mencoba" SQL Server atau untuk development secara lokal. SQL Server versi desktop terdapat pada SQL Server 2000, sedangkan SQL Server Express terdapat pada SQL Server 2005, 2008, dan 2012. Anda bisa mendownload SQL Server Express dari situs Microsoft.com secara gratis.
SQL Server versi desktop maupun versi Express mempunyai kemampuan database engine yang sama dengan SQL Server versi lainnya (Standard atau Enterprise), namun terbatas hanya untuk lima concurrent users (pemakai yang mengakses bersamaan).
Memilih SQL Server
Dalam pembuatan Access Project, Anda harus memperhatikan versi SQL Server yang ingin dipakai serta versi Access yang dimiliki. Agar bisa membuat dan memodifikasi object database SQL Server menggunakan Access, versi Access harus lebih baru dari versi SQL Server. Misalnya Anda menggunakan Access 2003, maka Anda hanya bisa membuat dan memodifikasi object database pada SQL Server 2000. Anda bisa melakukan koneksi ke SQL Server versi 2005 atau yang lebih baru, namun tidak bisa membuat atau memodifikasi object database.
Berdasarkan "aturan" di atas, maka pasangan untuk membuat Access Project adalah:
- Access 2003 - SQL Server 2000
- Access 2007 - SQL Server 2000 dan 2005
- Access 2010 - SQL Server 2000, 2005, dan 2008
Login dan Permission
Setelah Anda mempunyai instalasi SQL Server, pastikan Anda bisa melakukan login ke SQL Server tersebut. Login bisa dilakukan menggunakan user account Windows atau menggunakan Login yang dibuat pada SQL Server.
Jika Anda ingin membuat database baru pada SQL Server, Login yang Anda gunakan haruslah mempunyai hak (permission) untuk membuat database. Demikian juga jika Anda ingin menggunakan database yang sudah ada pada SQL Server, Anda haruslah diberi hak untuk menggunakan database tersebut. Jika Anda ingin membuat object database (seperti table dan view), maka Anda harus mendapat permission untuk melakukannya. Dalam hal ini, Login dan permission diatur oleh DBA (Database Administrator) yang mengelola SQL Server. Jika SQL Server yang Anda gunakan merupakan versi desktop atau Express yang terdapat pada komputer Anda sendiri, maka Anda tentu tidak repot meminta Login dengan permission yang dibutuhkan.
Tata Cara Membuat Access Project
(Bersambung ke Bagian 3)
Manfaatkan belajar/kursus GRATIS di
Microsoft Virtual Academy (MVA) ?
Klik di sini untuk mendaftar gratis.
Kirimkan ke teman / saudara agar memanfaatkan kesempatan ini.
Spreadout via Twitter / Facebook / Blog / dll.
Mumpung gratis. Tersedia banyak pilihan course langsung dari Microsoft.
Semoga bermanfaat.
RumahAccess Indonesia (
www.rumahaccess.com) mengadakan training Microsoft Access:
1. MENGUASAI MICROSOFT ACCESS 2010 DALAM SEHARI
2. MAHIR MEMBUAT PROGRAM DENGAN MICROSOFT ACCESS 2010
Bagi rekan-rekan yang ingin segera menguasai Microsoft Access, dan/atau ingin mengetahui tata cara pembuatan program aplikasi menggunakan Microsoft Access, silahkan manfaatkan kesempatan ini.
Informasi lebih lengkap lihat di
www.rumahaccess.com
Artikel terjemahan saya dalam proyek lokalisasi,
Link ke artikel terjemahan:
http://support.microsoft.com/kb/945402/id-id
Hal paling menarik dari munculnya Access 2010 adalah kemungkinan kita membuat web database langsung dari Access. Aplikasi yang dibuat bisa langsung dijalankan/diakses oleh pemakai melalui web browser, tanpa perlu Access lagi!
Wow! Para pecinta Access sungguh antusias mendengar ini.
Tetapi, ternyata tidak segampang itu.
Aplikasi database yang sudah dibuat menggunakan Access versi terdahulu tidak lantas bisa di-online-kan melalui Access 2010, walaupun bisa diimport atau diconvert.
Web database yang disebut-sebut pada Access 2010 mempunyai keterkaitan yang sangat erat (atau ketergantungan) pada sebuah komponen baru pada Sharepoint Server, yaitu Access Services.
Jadi, jika anda ingin membuat sebuah aplikasi web database dengan Access 2010, anda harus mempunyai SharePoint Server terlebih dahulu dimana anda akan mem-publish web database anda. Anda juga harus mempunyai hak Full Control pada SharePoint Server tersebut. Web database anda bisa diakses oleh pemakai dalam jaringan Intranet, atau bisa juga melalui Internet (perlu metode/prosedur lagi dalam hal 'membuka' SharePoint anda ke jaringan publik Internet).
Bagaimana Cara Kerjanya
Sebenarnya, ketika anda mem-publish web database ke SharePoint Server, komponen Access Services akan 'mengimpor' obyek database anda menjadi komponen dalam SharePoint Server. Table akan menjadi SharePoint list, dan record data akan menjadi SharePoint list item. Form dan report tetap bisa bekerja (dalam web browser), namun ada juga batasan-batasannya. Sebagian besar macro bisa berjalan, demikian juga dengan query, langsung berjalan pada sisi server.
Untuk pengaturan keamanan, anda harus mengatur hak pemakai dengan alat pengaturan pada SharePoint, yaitu:
Full Control: artinya pemakai bisa mengubah data maupun disain.
Contribute: artinya pemakai bisa mengubah data.
Read: artinya pemakai hanya bisa menampilkan data.
Untuk pemrograman, kita tidak bisa lagi menggunakan VBA, tetapi menggantinya dengan Macro dan data macro.
Berikut ini adalah beberapa hal yang hanya bisa dilakukan/ dijalankan pada versi desktop (tidak tersedia counterpart-nya pada versi web):
• Union query
• Crosstab query
• Control pada form yang overlap
• Table Relationships
• Conditional formatting
• Beberapa macro dan ekspresi.
Dalam hal relasi antar table, kita bisa menggunakan lookup pada field untuk merujuk ke table yang berkaitan.
Nah, mudah-mudahan memberi inspirasi...
Bukan rahasia lagi jika file database Access mudah menjadi rusak atau corrupted.
Tetapi ini sebenarnya hal biasa dan bukan hanya dialami oleh file database Access.
Penyebabnya antara lain karena disaat penulisan ke media penyimpanan terjadi kesalahan, dan kesalahan ini berkaitan juga dengan sistem operasi atau lingkungan dimana penyimpanan tersebut dilakukan.
Di sisi Access sendiri, penyebab file menjadi corrupt antara lain ketika pemakai mengupdate data tipe Memo, dan ketika terjadi penulisan ulang code VBA.
Cara mudah untuk mengatasi dan mengantisipasi file database yang corrupt adalah:
-
Lakukan compact and repair sehingga kandungan file database menjadi rapi lagi. Kalau perlu, aktifkan opsi untuk selalu melakukan compact and repair setiap file database ditutup.
-
Split file database menjadi file data dan file aplikasi.
-
Lakukan backup file database!
Tetapi kemana larinya utilitas Compact and Repair Database pada Access 2007 (seseorang bertanya kepada saya).
Pantas saja, karena fasilitas tersebut tidak berada pada tab Database Tools.
Anda bisa menemukannya pada menu Office (klik tombol Office di pojok kiri atas) > Manage.
Opsi untuk selalu melakukan compact database ketika database ditutup berada pada Access Options > page Current Database.
Nah, semoga file database anda sehat selalu :)
Sebenarnya hanya soal sepele, yaitu menampilkan Help.
Tetapi ternyata, banyak juga yang bingung bagaimana menggunakan fasilitas Help pada Access 2007.
Singkat kata, Help bisa ditampilkan dengan menekan F1 atau klik ikon tanda tanya yang berada di ujung kanan baris menu / ribbon tab.
Secara default, Help akan menggunakan versi Online jika komputer anda terkoneksi ke Internet, dan ini cukup terasa lebih lambat ketimbang jika Help menggunakan versi Offline yang sudah terpasang di komputer.
Jika anda ingin mengubah versi yang diakses oleh Help (Online atau Offline), klik pada tanda panah di sebelah field Search.


Hal sepele lain adalah menampilkan daftar isi, yaitu hanya sekadar mengklik ikon buku pada toolbar.




Nah, semoga tidak bingung lagi.
Cukup repot juga ketika hendak mengsintal database contoh yang digunakan dalam banyak dokumentasi MS SQL Server 2008.
Database tersebut bisa didownload dari www.codeplex.com (search saja dengan nama database di atas).
Tetapi ketika diinstal, bisa bolak-balik gagal karena syaratnya tidak terpenuhi.
Untuk bisa menginstall database AdventureWorks2008, anda hendaknya sudah menginstall Full-text Search ketika melakukan setup SQL Server 2008. Walaupun ada cara untuk mengakalinya (agar bisa menginstal database AdventureWorks2008 tanpa Full-text Search tersedia), namun sebaiknya fitur tersebut ada.
Syarat kedua yang tidak boleh tidak, anda harus mengaktifkan FILESTREAM. Caranya, klik-kanan pada instance server yang ingin digunakan, pilih "Properties". Klik pada page "Advanced". Nah di situ ada properti Filestream Access Level. Ubah nilainya menjadi "Full access enabled". Klik "OK" lalu restart instance server tersebut.
Dari pengalaman melakukan pencarian tentang problem ketika menginstal database AdventureWorks2008, saya mendapatkan alamat berikut ini (biar saya juga tidak lupa :))
http://www.ssas-info.com/analysis-services-faq/29-mgmt/242-how-install-adventure-works-dw-database-analysis-services-2005-sample-database
http://www.eggheadcafe.com/conversation.aspx?messageid=33514089&threadid=33514089
http://techpunch.wordpress.com/2008/08/29/sql-server-2008-installing-the-adventureworks-sample-databases/
http://social.msdn.microsoft.com/Forums/en-US/sqlserversamples/thread/c0cbd494-a864-485c-9cc2-ff88426520da
Suatu kali dulu saya pernah ingin menunjukkan blognya mas Naren pada teman di kantor... eh nyari sana-sini gak ketemu..
kebetulan mas Naren nulis tentang MVP baru dan dikirim via email, jadilah saya dapatin alamat blognya... ternyata, pakainya "narn" bukan "naren", pantas aja gak ketemu waktu saya cari... :)
Oya, agar gak lupa lagi, ini alamatnya: http://geeks.netindonesia.net/blogs/narn/default.aspx
Tulisannya yg tentang MVP di sini.
Saya ingin melanjutkan sedikit tentang fenomena Access, namun lebih pada kehadiran MyStore.
Program aplikasi MyStore dibuat dengan Microsoft Access 2007. Selain hal kecantikannya (atau ketampanannya) berkat Access 2007, juga ada hal sangat menarik lain, yaitu GRATIS nya Access 2007 Runtime. Dengan runtime ini, pemakai program tidak harus memiliki Microsoft Office 2007 pada komputernya, sehingga pemakaian software pun semua LEGAL.
Di sisi MyStore sendiri, ada banyak keunikan yang tersedia, antara lain:
- MyStore bisa dijalankan secara langsung dari media portable, misalnya Flash Disk (saat ini siapa yang tidak membawa-bawa Flas Disk atau USB memory stick?). MyStore secara smart akan langsung membaca database yang satu folder dengannya. (Mungkin ada yang akan bilang, kalau databasenya satu file dengan program, ya apa susahnya. Kenyataannya, file database nya terpisah dari file program, sehingga file program bisa selalu diupdate / diganti dengan versi baru jika ada pengembangan).
- Walaupun dibuat dengan Access 2007 yang sudah tidak lagi menggunakan ULS (User-Level Security) khas Access, namun lapisan keamanan aplikasi dan database masih cukup mumpuni.
- MyStore "mewakili" Access, yaitu mudah digunakan, user-friendly karena selalu mengikuti "Microsoft Way".
(Oya, ketimbang membaca uraian saya, mungkin ada baiknya anda mendownload programnya saja dan mencoba menjalankannya sebagai pemakai. File dokumentasi program ini cukup lengkap, termasuk file Help yang bisa diakses dengan F1).
Mungkin sudah biasa terdengar, terutama di antara rekan developer, bahwa Microsoft Access bukanlah tool untuk pembuatan program, apalagi untuk membuat "software". Pandangan ragu terhadap Access mungkin didasari banyak alasan. Bagi sebagian mereka, tool untuk pembuatan program itu adalah Visual Basic, Delphi, C++, dan yang semacam itu. Tool itu "haruslah angker" dan membuat sebagian orang, walaupun yang terlibat cukup akrab dengan dunia teknologi informasi, cukup memandang kagum tanpa mampu memahami mengapa perlu kagum :)
Microsoft Access sendiri, yang semula memiliki sejarah atau cikal bakal dari kalangan dBase (yang harus diakui dulu sempat meraja), akhirnya masuk dalam paket Microsoft Office, bersama dengan Word dan Excel. Access merupakan tool untuk database, tetap, namun mengedepankan ke-instan-an. Karena itu, salah satunya, Access dianggap "mudah", atau"gampang". "Semua orang juga bisa pakai, seperti halnya Word dan Excel", begitu kira-kira pendapatnya. Jadi, karena "mudah" atau "gampang", tidak perlu dipandang "serius".
Kenyataannya mungkin memang benar bahwa Access sangat mudah digunakan, dan penggunanya menggunakan Access untuk keperluan yang mudah dan kecil-kecil saja. Untuk database yang besar, tentu pakai database server, dan aplikasinya, tentulah pakai (beli) yang dijual vendor kelas dunia.
Tetapi, tidak ada salahnya lah dengan kenyataan itu. Kalau bisa mudah, mengapa harus sulit? Kalau ada urusan-urusan database kecil yang bisa ditangani sendiri, mengapa harus menunggunya menjadi besar supaya bisa di-vendor-in?
Saat ini, Access juga ber-revolusi sejalan dengan "revolusi" pada aplikasi Microsoft Office yang lain. Kalau mau bangga-bangga-an, Access sekarang bisa menyimpan multiple-value, bisa menyimpan attachment, dan juga bisa menyimpan XML. Tampilan Visualnya luar biasa keren dan trendy, kaya feature. Urusan sort dan filter langsung di kolom, sekarang Access bisa menyamai Excel. Alhasil, pakai Access sekarang rasanya kayak naik cruise (hehehe... sumprit, saya belum pernah naik begituan :).
Tentang pemakaian Access sebagai tool pemrograman, lagi-lagi Access membuktikan bahwa bukan hanya BISA, tetapi luar biasa. Salah satu contoh hasilnya adalah MyStore, sebuah program aplikasi POS (atau biasa disebut Program Kasir) yang lengkap dengan inventory control. Program MyStore didistribusikan secara luas dalam konsep shareware, dan dipakai di banyak toko di seluruh Indonesia. Keunggulannya, lagi-lagi karena Access, adalah kemudahan dan kekayaan feature, familiaritas dengan pemakai Microsoft Office, dan kecantikan (atau ketampanan?) penampilan visualnya. Kira-kira, program aplikasi serupa yang dibuat dengan tool lain mana ya yang bisa diperbandingkan? hehehe... tentu tidak seperti MyStore :)
==> MyStore <==
More Posts
Next page »