Under Engineering siapa takut.........ndak tuuuu....
Pada blog
Hans-Eric Grönlund menulis mengenai
Di-dalamnya dia menjelaskan 2 tipe developer:
- Developer yang selalu mencari dan menyempurnakan sebuah
solusi menjadi solusi yang lebih simpel (Simplicity Developer)
- Developer yang selalu menginginkan kesempurnaan
sebuah solusi (Struktur code & code effisiensi). (Perfectionist Developer)
Menurut Hans
Simplicity Developer menghasilkan code yang tidak terstruktur, bagi developer
tipe ini deliveri dari sebuah solusi lebih baik diukur dari kecepatan untuk
pembuatan sebuah solusi. Developer tipe ini sering meng-alter code orang lain.
"Duplicate is not hell enough" buat mereka "But too much
detail will kill you quickly". Developer tipe kedua Perfectionist
developer, developer tipe ini jarang sekali menyelesaikan sebuah solusion, atau
dengan kata lain (menurut gw) developer tipe ini tipe HRD Developer, maksudnya
mereka menginginkan kesempurnaan dengan selalu mencari dan mencari dan mencari.
Under Engineering sendiri dapat kita artikan jika developer
mendeliver sesuatu dengan serampangan atau asalkan cepat selesai, lebih cepat
lebih baik, sehingga menghasilkan rancangan yang kurang baik.
Biasanya under-engineering
terjadi jika:
1. Kita tidak mempunyai waktu untuk
menyelesaikan sebuah pekerjaan
2. Kita mempunyai waktu untuk melakukan refactor
3. Kita tidak mempuyai atau kurang pengetahuan
mengenai bagaimana membuat software dengan baik
4. Jika bos atau client kita dengan
cepat meminta feature yang baru dari solusi yang kita buat.
5. Terlalu banyak project yang
dikerjakan
6.
Biasanya
terjadi untuk project dengan budget yang kurang atau dikurang-kurangi (:D)
Untuk situasi di indo terutama bagi mereka yg sering mro-yek
ini sudah menjadi habit apalagi jika sudah kepepet.
Bagi yang
masih sering mengalami situasi tempat bekerja atau project yang Under Engineering
ada beberapa tip untuk menjadi Jamu walau semua itu tergantung diri sendiri
sama yang Di Atas:
- Buatlah Sketsa global dari code |
aplikasi | cerita yang anda buat. Sebagai tools bisa pake mind map atau notepad.
Seperti pada pelajaran mengarang waktu SMP atau SD kita sering mendengar guru
kita berkata "Ayo anak2x kita belajar membuat karangan cerita,....pertama-tama
kalian harus menetukan Tema cerita lalu
kalian membuat kerangka ceritanya.......".
nah itu bisa menjadi acuan kita dalam membuat cerita mengenai applikasi kita.
- Setelah sketsa selesai ...coba anda
bertanya kepada diri sendiri sebelum bertanya kepada "Good Software Engineering".
Sudah benarkan cerita saya ini, nyambung nggak dengan tema yang sedang dibuat,
bagaimana struktur kerangka dari ceritanya, adakah sesuatu yang dianggap "ganjil".
Catat semua penelitian yg kamu buat.
- Catatan Kecil yang kita buat pada
langkah kedua dapat kita jadikan bahan untuk masuk kedunia Refactoring. Yang memungkinkan kita untuk lebih focus apa dan
bagaimana seharusnya kita menyelesaikan sebuah masalah, serta problematika. Ingat
pesan dari Mbah OO "Secara teori tidak ada satupun didunia ini yang bisa
menyatakan bahwa coding anda salah apabila coding anda menghasilkan output yang
tepat, mereka hanya akan menyatakan kurang effisien, berbelit belit, tidak
mudah dibaca, membingungkan, loh kok bisa sama dengan yang itu, nyontek dimana
nih, dsb". " Jadi jangan takut semua pasti bermula dari ketidak bagusan,
ketidak aturan, ketidak tauan, ketidak cantikan, dan ketidak biasaan".
- Sering sering minum jamu "Design
Pattern", dengan :
- Membaca katalognya setiap 1x sehari
- Membaca implementasinya 1x seminggu
- Mencoba implementasinya nx sehari
- Banyak berdoa semoga di lancarkan
rejekinya ini yang terpenting (hihihihihihihihi)