Kok bisa begini?
Kenapa kemampuan teknikal di Indonesia masih dipandang rendah dibandingkan orang-orang sales? Kenyataan yang menurut saya berbeda dengan keadaan di negara-negara lainnya.
Kalau begini, pastinya yang berkembang di Indonesia adalah keahlian menjual bukan keahlian teknis. Lalu bagaimana kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa banyak developer berkeahlian tinggi di sini, bila kemampuan teknis dipandang sebelah mata?