The Pragmatic Programmer

Tulisan iseng kalo ada waktu.
See also: Other Geeks@INDC

Kok bisa begini?

Kenapa kemampuan teknikal di Indonesia masih dipandang rendah dibandingkan orang-orang sales? Kenyataan yang menurut saya berbeda dengan keadaan di negara-negara lainnya.

Kalau begini, pastinya yang berkembang di Indonesia adalah keahlian menjual bukan keahlian teknis. Lalu bagaimana kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa banyak developer berkeahlian tinggi di sini, bila kemampuan teknis dipandang sebelah mata?

Share this post: | | | |

Comments

Maesa said:

Selama pemerintahan terus berjalan seperti ini, kita tidak akan mampu merubah paradigma ini

# April 16, 2009 8:29 PM

narue said:

Hmm memang benar yang kamu bilang. Tapi apa gunanya menjual kalo ga ada yang bisa dijual. Jadi tetap kemampuan teknis yang paling penting. Jadi programmer itu kan intinya dedikasi diri untuk membuat software, kalau bisa sih spesialisasi.

Ga usa malu lah sama orang-orang sales, programming itu termasuk dalam katogory intellectual capital, dan itu jauh lebih kuat daripada sales. Karena software programming itu ga bisa diukur pake $$ atau intangibles, tapi orang-orang sales hanya bisa diukur dengan keberhasilan mereka dalam menjual.

# April 17, 2009 6:12 AM

Irman said:

Saya punya teman dengan latar belakang pendidikan sastra dia sangat fasih sekali menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin dan teman saya ini sifatnya periang dan sangat supel. Setelah resign dari pekerjaannya sebagai staf administrasi di salah satu perusahaan di jakarta dia lebih sering jadi pekerja paruh waktu sebagai event organizer sehingga jaringan bisnis dan pertemanannya menjadi sangat luas yang akhirnya mempertemukan dia dengan bidang IT.

Jelas dia sangat tidak mungkin untuk tahu detail tentang teknis karena latar belakang dan kemampuan alamiahnya hanya sebatas pengetahuan tentang bahasa, jadi yang dia lakukan adalah berkenalan dengan kulit luarnya bidang IT dan menjualnya dengan menggunakan kata-kata indah yang didapatnya ketika belajar sastra ditambah dengan daya tarik kepribadian dan sifat supelnya.dan sekarang dia jauh lebih sukses daripada saya seorang spesialis.

Intinya ternyata jangan cuma jadi orang pintar tapi jadilah orang cerdas juga.

Ayo teman-teman sesama developer mulailah sesekali bangun berdiri dari tempat duduk kita, bergaulah dan mulai mempromosikan kemampuan kita, potensi kita jauh lebih besar daripada mereka.

# April 17, 2009 9:43 AM