The Pragmatic Programmer

Tulisan iseng kalo ada waktu.
See also: Other Geeks@INDC

Imej Saya Terhadap Silverlight, IE dan piranti lunak M$ lainnya

Web site geeks ini (http://geeks.netindonesia.net/blogs) menggunakan Silverlight untuk efek-efek kecil seperti gerakan awan dan kerlipan di banner. Selain itu juga ada efek cermin di foto pemilik blog. Namun, dikarenakan adanya Silverlight ini membuat web site menjadi tidak nyaman digunakan karena setiap kali diakses browser FF saya selalu hang selama beberapa menit. Sungguh menyebalkan dan mengganggu sekali. Itulah alasan utama saya tidak mau memasang kembali Silverlight di komputer saya. Toh, tanpa adanya Silverlight saya masih bisa mengakses web site ini dengan baik. Pengalaman buruk ini membuat imej saya terhadap Silverlight terbentuk menjadi: "Plugin nyusahin yang tidak ada gunanya". 

Ada yang menyarankan saya untuk menggunakan Internet Explorer. Waktu pertama kali Internet Explore 8 keluar. Saya langsung mencoba dan hasilnya mengecewakan karena setiap baru pertama kali membuka aplikasinya, saya diharuskan menunggu selama beberapa menit (seolah-olah hang) karena Internet Explorer secara otomatis langsung berusaha mengakses ke web site vendor dari leptop saya (www.hp.com) sejak saat itu, imej saya terhadap IE adalah: lambat dan tidak layak digunakan ditambah lagi imej lamanya masih terpatri kuat di ingatan saya, yaitu: tidak aman.

Dikarenakan kedua piranti lunak tersebut (Silverlight dan IE) saya menjadi bertanya-tanya, "Kenapa barang masih bermasalah kok gw udah disuruh pake? Enak aja gw dijadiin kelinci percobaan, barang belom layak udah dirilis dan nyuruh orang make."

Saya juga jadi ingat dengan telpon pintar berbasis Windows Mobile saya yang terasa sangat lambat pula padahal telpon pintar itu termasuk kelas mumpuni. Sungguh mengecewakan, "Gw kan belinya kagak murah." Kemudian lagi dengan leptop bermerk HP yang saya beli yang sudah dibundel dengan sistem operasi Windows Vista, kenapa kok lambat juga dan banyak diisikan dengan piranti lunak yang harus dibeli setelah masa percobaannya habis. Kedua hal tersebutlah yang membuat atasan saya di kantor selalu memaki-maki Windows dan akhirnya beralih ke Mac.

Dalam bidang pemrograman juga sama. Dahulu, saya adalah penggemar berat Visual Studio. Bagi saya, Visual Studio adalah pengolah kode sumber terbaik di seluruh dunia. Namun, dikarenakan di kantor saya harus menggunakan Eclipse, terpaksalah saya beralih ke Eclipse dan tidak pernah menyentuh Visual Studio lagi. Awalnya sih ada penolakan secara psikologis namun ternyata Eclipse jauh lebih ringan dan jauh lebih nyaman digunakan daripada Visual Studio. Dan imej saya terhadap Visual Studio pun menjadi sama seperti piranti lunak M$ lainnya, LAMBAT dan setiap ingat Visual Studio saya kehilangan gairah untuk menggunakannya.

Dalam dunia ceting menceting pun sama. Yahoo Messenger dan GMail Chat jauh lebih nyaman digunakan daripada Windows Live Messenger. Begitu juga dalam bidang imel-imelan dan piranti lunak untuk mengatur daftar tugas. GMail jauh lebih nyaman digunakan dibandingkan Outlook.

Microsoft Word dan Excel pun sudah tidak pernah saya sentuh lagi. Google Docs telah menggantikan keduanya dikarenakan sudah terintegrasi langsung dengan GMail, praktis, dan nyaman digunakan.

Dalam dunia pemasaran, imej atau citra merupakan hal yang sangat penting dan harus dipertahankan mati-matian. Namun, kesan yang saya lihat. M$ sekarang sangat kedodoran dan sepertinya sudah tidak perduli lagi dengan pencitraan ini. Di saat vendor-vendor lain, seperti Google dan Apple, berusaha membuat nyaman dan senang penggunanya, namun kenapa M$ kok malah 'bikin kesel' terus ya??

Sempat saya ingin beralih ke Mac namun harganya yang selangit membuat saya mengurungkan niat dan akhirnya terpaksa memilih Ubuntu (yang kemudian dipermak seperti Mac) namun dikarenakan di Ubuntu tidak ada Skype terpaksa saya beralih kembali ke Windows Vista. Jelas sekali, Windows dengan segala kekurangannya masih sangat kuat di banyaknya aplikasi yang khusus dibuat untuknya. Ini pula yang menjadi alasan saya masih menggunakan Windows.

Bila nanti sudah banyak piranti lunak tersedia untuk Android dan Android sudah bermain di pasar leptop, saya yakin Windows akan secara perlahan ditinggalkan. Imej saya terhadap Android memang belum 'seindah' imej saya terhadap Mac namun yang pasti jauh 'lebih indah' dibandingkan imej saya terhadap Windows. Ditambah Android pun open source, bisa dicompile ulang, diutak-atik, dan didominasi oleh kode sumber dalam bahasa Java. Kontras sekali dengan Linux yang didominasi kode sumber dalam bahasa C. Ditambah lagi Android muncul dengan konsep dimana aplikasi bisa berbagi layanan dengan mudah (contohnya Android datang dengan aplikasi Text-to-speech dan aplikasi ini membagi layanan TTS-nya sehingga bisa digunakan aplikasi lain dengan mudah).  Tentunya, ngoprek-ngoprek Android akan jauh lebih menyenangkan dibandingkan ngoprek-ngoprek Windows. Terlebih Android adalah barang baru dan 'masih muda'. Dimana-mana, 'istri muda' jauh lebih menarik daripada 'istri tua'.

Dahulu, ketika saya masih kuliah, imej saya terhadap M$ adalah perusahaan yang menghasilkan piranti lunak yang mudah digunakan. Bahkan ada yang bilang nenek-nenek pun dengan mudah menggunakan piranti lunaknya. Namun sekarang imej saya terhadap M$ adalah perusahaan yang selalu mengeluarkan piranti lunak yang 'ngeselin', rugi kalau beli piranti lunak asli dari M$. Adakah inisiatif dari M$ untuk merubah memperbaiki diri? Sebagai penggemar setia, aku akan terus berharap, berdoa, dan menunggu. Namun, sebagai pengguna yang merupakan manusia biasa, aku masih akan terus melirik-lirik ke Mac dan juga menunggu Android sampai cukup umur untuk 'dipinang'.

Share this post: | | | |

Comments

kresna said:

Wah,, kok postingan ini bertentangan dengan postingan mas yang ini ya? "suka-tantangan-belajarlah-seluncur-es"

Kalau saya sih lebih suka berfikir seperti ini, "apa yang bisa dibuat dengan sebuah teknologi yang terbaru?", "Bagaimana cara orang yang sudah membuat aplikasi dengan teknolgi tersebut?" dan kemudian mencoba membuat sebuah aplikasi yang menggunakan teknologi terbaru tersebut.. Bukan hanya menggunakan teknologi baru tersebut kemudian mencelanya. =)

Bukan berarti dengan omongan saya di atas, saya pencinta mati teknologi MS. =p

laptop saya mac,(karena bisa jalanin leopard, windows, sekalipun ubuntu) tinggal pilih sesuai kebutuhan. Mac mahal? justru Mac adalah laptop yang paling murah jika dibandingkan dengan merek yang lain dengan spec yang sama (itulah alasan saya waktu itu membeli mac).

Handphone saya win mobile,, tapi bukan berarti hanya ngutak ngatik win mobile. saya dan teman saya sudah berhasil membuat sebuah aplikasi dengan menggunakan android (sekalipun hanya menggunakan emulator, karena ga punya devicenya.. T_T).

"Dimana-mana, 'istri muda' jauh lebih menarik daripada 'istri tua'." -> kesian banget istri mas. =(

dan lagi, masa handphone disamain kayak istri? bisa rusak dan ganti2 dong? =(

# July 5, 2009 4:55 AM

irwansyah said:

@Kresna: Menurut saya ini bukan celaan namun kritik, harap dibedakan.

Bagi situ Mac murah, bagi saya Mac mahal. Ini masalah preferensi. Saya pun tidak ingin memaksakan pendapat saya ke anda agar mau menerima pendapat Mac mahal.

Setiap orang yang mau belajar atau bisa Java bisa membuat aplikasi di Android karena emulatornya sudah sangat bagus dan sudah menyediakan semua fitur yang terdapat di perangkat keras. Jadi saya tidak heran kalau situ mengklaim bisa membuat aplikasi walaupun hanya menggunakan emulator. Terlepas kompleksitas dari apalikasi yang anda buat. Toh, sebuah Activity dengan string "Hello World" pun bisa dianggap aplikasi.

Istri muda dan istri tua itu adalah ungkapan. Pernah belajar Bahasa Indonesia kan?

Duh, ini orang, semuanya kok diartikan secara harfiah?

Lagi pula, Android itu piranti lunak, bukan piranti keras seperti telpon genggam. Harap bedakan!

# July 5, 2009 5:56 AM

kresna said:

hmm.. kayaknya perlu dibaca baik2 de.. yg saya tonjolkan adalah bukan saya bangga bisa membuat aplikasi di atas android.

yang saya bilang adalah saya punya win mobile, tapi saya tetep ngoprek2 android. bukan kayak alasan mas, android "lebih muda", kemudian jadi lebih asik ngopreknya.. Kalo win mobile 6.5 keluar, juga pasti asik ngopreknya.. Semua teknologi baru yang keluar pasti asik ngopreknya. itu yang saya maksd.. bukan hanya mencoba sebagai end user kemudian meng kritik sana sini. baca baik2 mas, pernah belajar bahasa indonesia kan?

"Istri muda dan istri tua itu adalah ungkapan" -> pernah bercanda kan? yaa kalau tersinggung, berarti mas ngerasa dong seperti itu?

# July 5, 2009 3:01 PM

irwansyah said:

Setiap orang punya preferensi pribadi masing-masing. Saya sudah menuturkan opini saya kenapa bagi saya Android lebih menarik dan kalau anda membaca, sekali lagi kalau anda membaca, anda pasti ngeh alasan-alasannya apa. Sayangnya, fokus anda hanya ke 'istri muda' dan 'istri tua', entah kenapa? Mungkin anda punya trauma pribadi dengan istri muda dan istri tua? Ya, kalau punya trauma pribadi sebaiknya direm atuh emosinya dan lihat lagi apa maksud dari perkataan saya. Jangan-jangan nti kalau ada orang yang bilang makan e'ek, eh anda malah beneran makan e'ek karena mengartikan segala sesuatu secara harfiah. Begitju!!!

# July 5, 2009 11:59 PM