mithocondrian

See also: Other Geeks@INDC

Biaya Project IT koq mahal?

Mendukung isi blog Z tentang nilai proyek ICT. Saya coba memberi komentar personal saya sendiri. Edukasi masyarakat tentang biaya2 project ICT sepertinya harus terus digaung-gaungkan. Ini juga demi terangkatnya kesejahteraan para IT worker, terutama di indonesia. Perlu dibedakan bahwa harga "project IT custom" dengan "produk IT jadi" adalah sangat berbeda. Hal itu yang selalu dianggap calon customer project IT berkata: segitu mah kemahalan, saya kasih ke mahasiswa aja bikinnya bisa seperduapuluh harga. Saran saya buat calon pembeli software untuk perusahaan/toko mereka adalah:

  • Tentukan kebutuhan sistem yang diinginkan.
  • Tentukan budget yang dimiliki

Jika toko anda hanya butuh pencatatan inventory dan transaksi penjualan untuk satu toko, anda bisa membeli produk accounting/inventory software jadi yg jauh lebih murah ketimbang membangun sistem tsb sendiri. Atau.. membayar seorang freelancer developer atau seorang mahasiswa.
Namun jika toko anda memiliki 3 cabang yang dapat tersebar di 2 kota, dengan gudang barang yang terpisah, karyawan hingga 30 orang, ada sistem pembelian order dan penjualan barang, dll. Dan anda butuh semuanya terkoneksi & terkomputerisasi, maka sekali lagi, anda bisa saja membeli software jadi untuk keperluan tersebut. Namun anda juga harus menyesuaikan proses bisnis anda seperti software yang dijual tersebut. Di sini customization/developer jadi diperlukan.
Jika perusahaan yg menjual software tadi memiliki support untuk mengadaptasi proses bisnis anda maka anda bisa menggunakannya. Tentu saja, bayar lagi. Range harga? bermacam2 dari freelancer yang dapat anda bayar hingga konsultan2 SAP/Oracle atau perushahaan2 ISV lokal.

Secara singkat 5 hal ini mungkin alternatif yang mungkin anda pilih

  1. Beli produk jadi, dan proses bisnisnya pas dengan company anda
  2. Beli produk jadi, dan anda menyesuaikan proses bisnis anda dengan produk itu
  3. Beli produk jadi, custom / sesuaikan dengan proses bisnis anda dengan IT Company skala besar
  4. Beli produk jadi, custom / sesuaikan dengan proses bisnis anda dengan ISV / IT house lokal
  5. Beli produk jadi, custom / sesuaikan dengan proses bisnis anda dengan developer freelancer

Tentu saja pada tiap-tiap pilihan tersebut ada tingkat resiko dari sisi support, maintenance, warranty setelah produk di deliver, implementation, dan tingkat kepercayaan terhadap pembuat produk. (Gak mau dong, sistemnya timbul major bug, trus developernya udah entah dimana)
Untuk ilustrasi proyek ICT bisa dilihat di blog Z. Jadi, biaya proyek IT mahal adalah relatif, tergantung pilihan dan kebutuhan anda. Jika memang diperlukan untuk tingkat transparansi, efisiensi, keamanan yang anda inginkan maka sebuah sistem IT bisa menjadi salah satu solusi. Semoga bermanfaat. Smile

Share this post: | | | |

Comments

hendrah said:

Beralih ke project management nih kang? Boleh jg tuh artikelnya buat menggugah kesadaran awam mengenai biaya pembuatan software. Membangun software bagaikan membangun pabrik. Lawong membangun pabrik butuh dana ratusan jt sampai milyaran. Lalu kenapa orang enggan mengeluarkan uang untuk software yg nantinya dipake terus dalam proses bisnisnya yg bs cut time, resource (employee) dan capital???? Sptnya artikel ini menggugah akan perlunya kesadaran tersebut....

# January 6, 2009 2:32 PM

izzat said:

ukuran mahal untuk sebuah project itu relatif tergantung dari kebutuhan dan sudut pandang owner kalau bisa merasa kan manfaatnya dari software dibaut  dibanding dg pengeluaran nya gak ada apa2 tapi jangan salah mencari referensi Developer yg dapat dipercaya dan handal biar tidak jatuh bangun dg hasil yag tidak memuaskan dan tak kunjung selesai software nya

# January 6, 2009 4:46 PM

mithocondrian said:

yep. betul mas izzat. salah satu momok developer freelance adalah kredibilitas. Alangkah baiknya jika developer2 freelance tetap konsisten dalam pekerjaannya. Salah satu yang memungkinkan adalah developer2 independen berkumpul dalam wadah perusahaan. (sesuatu yang jelas ikatan hukumnya, walaupun secara salary bisa saja independen di dalam perusahaan). Namun kembali ke komitmen bagaimana kontrak project IT yang disetujui antara owner dan developer/perusahaan.

Proyek IT bukanlah sekedar tentang memiliki skillset di bidang C#/Java, tetapi ada suatu aturan standar yang memberikan guideline, sama halnya seperti industri resmi. Salah satu referensi mengenai standar tsb bisa dilihat di pedoman SWEBOK

# January 6, 2009 6:06 PM