Disini saya akan memberikan ilustrasi untuk datawarehouse.
Datawarehouse
itu dimiliki oleh perusahaan yang sudah besar, yang memiliki banyak
cabang, data yang banyak dan tentunya struktur organisasi yang kompleks.
Mari bayangkan sebuah perusahaan yang memiliki banyak transaksi, yang memiliki banyak cabang.
Tentu
data-data tersebut tersebar dilokasi yang berbeda, sistem operasi yang
berbeda, bahkan di basisdata (database) yang berbeda.
Nah, Lalu bagaimana seorang pimpinan/ manager mengambil sebuah keputusan?
Tentu
bagi sang pembuat keputusan hanya membutuhkan akses ke semua sumber
data tersebut. Kalau melakukan query di setiap masing-masing cabang
tentu tidak efisien dan tidak praktis. Atau bahkan data yang dimiliki
oleh perusahaan adalah data-data terbaru, bukan data-data terdahulu
dari perusahaan tersebut. Dari permasalahan ini, Datawarehouse hadir sebagai solusinya.
Jika
mengandalkan database OLTP untuk dilakukan query terlalu besar.
Datawarehouse dibuat agar prosesnya lebih efisien. Dan selalu
berkompetitif, maksudnya di zaman saat ini perusahaan sudah
mengandalkan teknologi datawarehouse untuk pengambilan keputusan di
perusahaan.
Tujuan Akhir menggunakan Datawarehouse
• Menyediakan data organisasi yang mudah diakses oleh manager.
• Data yang berada di datawarehouse bersifat konsisten, dan merupakan kebenaran.
• Datawarehouse merupakan tempat, dimana data yang telah digunakan di publikasikan.
• Kualitas data di datawarehouse dapat diandalkan.