menggunakan business intelligence untuk mengcapture nilai bisnis

nilai bisnis (business value) investasi yang memiliki nilai saat ini, setelah tax cash flow yang berhubungan langsung dengan investasi. 'tidak ada nilai bisnis yang terkait dengan investasi kecuali mencapainya dengan menghubungkan dengan tujuan strategi (strategic goal)'. umumnya untuk para vendor bi value proporsition untuk menekan kan kepada keuntungan bisnis seperti kecepatan/lincah, tanggap, keakraban dengan pelanggan, berbagi informasi, fleksibelitas, dan kolaborasi. tetapi menginvestasikan bisnis intelligence untuk mencapai keuntungan bisnis mungkin sebenarnya menghancurkan nilai bisnis kecuali jika atribut tersebut terdefinisikan in operational term dan  direalisasikan melalui proses bisnis yang mempengaruhi pendapatan (revenue) and cost.


banyak perusahaan menggunakan bi untuk meningkatkan segmentasi pelanggan, akuisisi, and customer retention. peningkatan ini tentunya mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan baru, meningkatkan pendapatan dan customer lifetime value. bi pun di investasikan untuk meningkatkan forecasting permintaan ke depannya dan tidak akan memberikan nilai bisnis kecuali  the forecast are actually incorporate untuk operasional proses bisnisnya dan kemuadian akan memberikan pengurangan pada inventory, mengurangi biaya ekspedisi pemesanan.

intinya bi di gunakan untuk :

meningkatkan proses manajemen (planning, controlling, measuring, monitoring and changing)

meningkatkan proses operasional, mendeteksi kecurangan, promosi penjualan, proses pemesanan oleh pelanggan, pembelian, serta proses hutang menghutang.

di perbankan ritel, a customer with loans, larger saving accounts, a checking account with large balances, and credit card balance who use  online banking is much more valuable than a customer with a low - mengecek  balance account who comes inti a branch frequently.

yang jelas perbankan tidak menginginkan kehilangan para pelanggannya, bi application bagi bank yang pertama adalah bank dapat mengetahui pelanggan yang memiliki nilai tinggi. tetapi suatu pengetahuan/knowledge tidak cukup untuk memastikan valuable customer saja, tetapi juga harus memiliki proses manajemen dan proses operasional.

contohnya, beberapa bank mengesampingkan telatnya pembayaran pinjaman yang dilakukan oleh pelanggan yang bernilai(valuable) tetapi hal tersebut tidak cocok bagi pelanggan yang tidak memiliki nilai/ not valuable karena akan merugikan bank tersebut.

strategi untuk memperlakukan para pelanggan tergantung dari nilai pelanggan yang juga di gunakan di scm (supply chain management). ide central ini muncul untuk merancang dan optimalkan  suppy chain proses bisnis untuk menyediakan superior service untuk memilih pelanggan dan mengarahkan kepada suatu keuntungan/profit.

deploy bi to improve business

Strategy dalam memperlakukan pelanggan itu berbeda-beda  tergantung dari nilai pelanggannya. Ide utama muncul untuk merancang dan mengoptimalisasi rantai suplier proses bisnisnya itu menyediakan pelayanan ekstra kepada para pelanggan yang mereka itu adalah objek yang selalu memberikan profit (keuntungan). kebanyakan perusahaan menggunakan business intelligence untuk memanfaatkan informasi atas sangan menguntungkannya pelanggan saat ini,

menangkap nilai bisnis dari business intelligence tergantung kemampuan dalam menggunakan bi yang dampaknya untuk proses bisnis operasional, perusahaan harus belihat keluar mengenai awal dari hadirnya BI Application. mengcapture nilai bisnis yang di butuhkan oleh bi diperusahaan seperti gambar diatas implementasi teknis dilingkungan bisnis intelligence. seharusnya organisasi harus terlibat pada proses teknik yang efektif dan perubahan manajemen agar proses mengcapture berjalan dengan lancar.

BI Asset Creation Phase, tahapan ini meliputi semua strategic alignment, perancangan, teknik pengembangan dan manajemen proyek untuk aktifitas yang di butuhkan untuk membangun/membentuk BI Application. Fokus terhadap datawarehouse dan data 10 tahun yang lalu.


BI Value Capture Phase, fase ini meliputi proses enginering dan perubahan aktifitas manajemen yang mengintegrasikan bi applicationmeningkatkan keuntungan dengan mengarahkan proses operational yang lebih baik, serta mengurangi biaya perusahaan. Fase dan aktifitas ini dianggap sebagai subjek bisnis dari persoalan bisnis yang rumit

Share this post: | | | |
Published Monday, August 02, 2010 11:10 PM by muhammadsubhan

Comments

No Comments
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems