Windows Mobile 2003 Architecture and Efficient Development Strategic

Oleh Narenda Wicaksono

Arsitektur sistem operasi Windows Mobile 2003 terdiri dari empat layer (lapisan). Pemisahan layer ini bertujuan untuk memudahkan pengembangan aplikasi smartphone. Empat layer tersebut adalah: aplikasi/UI (User Interface), logic, core API (Application Programming Interface), dan Radio Stack. Gambar arsitektur Windows Mobile 2003 dapat dilihat pada Gambar berikut.

 Arsitektur Windows Mobile 2003

Arsitektur Sistem Operasi Windows Mobile

Layer aplikasi/UI terdiri dari komponen yang mendukung aplikasi yang berinteraksi langsung dengan pengguna smartphone. Komponen tersebut antara lain adalah: Dialer, Control Panel, Toolkit UI, dan Inbox. Aplikasi yang berinteraksi langsung dengan pengguna yang memanfaatkan komponen dari layer aplikasi/UI misalnya: Phone Dialer, SMS Manager, dan Pocket Internet Explorer. Layer logic terdiri dari sistem logic aplikasi yang digunakan oleh layer aplikasi/UI. Komponen dari layer ini adalah: Synchronize Engine, Connection Manager, dan Toolkit. Contoh fungsinya adalah untuk kontrol dari koneksi jaringan dan sinkronisasi.

Layer core APIs memberikan interface antara komponen tingkat rendah dalam arsitektur ini (radio stack) dan layer logic. Layer ini terdiri dari empat komponen, yaitu: Telephone Application Programming Interface (TAPI), Wireless Application Protocol (WAP), SIM, dan Short Message Service (SMS). Khusus untuk SIM dan SMS, hak akses dari kedua komponen tersebut sangat tergantung kepada kebijakan pembuat piranti smartphone. Layer radio stack  bertanggungjawab terhadap kontrol untuk transmisi data dan suara yang melalui jaringan radio (GSM/CDMA).

Sistem operasi menyediakan lingkungan yang memungkinkan aplikasi untuk berjalan diatasnya. Sistem operasi smartphone menyediakan stack yang besarnya maksimal 58 Kilobytes untuk pemrosesan bagi setiap aplikasi yang berjalan. Stack memori yang digunakan oleh sebuah aplikasi dapat bertambah seiring dengan bertambahnya penggunaan thread baru. Mengingat smartphone adalah sebuah piranti yang memiliki sumber daya yang terbatas, maka setiap proses yang berjalan harus menggunakan sumber daya seminimal mungkin. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalisasi penggunaan stack. Strategi yang digunakan ada dua, yaitu:

1.       Meminimalisasi penggunaan kode.Penggunaan kode yang minim akan menekan ukuran executable file. Jika ukuran executable file kurang dari 58     Kilobytes, maka aplikasi hanya akan menempati sebuah stack yang disediakan oleh memori.

2.       Tidak menggunakan thread. Hal ini dilakukan agar aplikasi tidak menghabiskan sumber daya terlalu banyak karena hanya menempati sebuah stack saja.

 

Share this post: | | | |
Published Tuesday, February 06, 2007 8:16 AM by Narenda Wicaksono
Filed under:

Comments

No Comments
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems