SENANG, tapi dilubuk hati yang lain, juga ada rasa SEDIH. Agak bingung mendeskripsikan perasaan yang berkecamuk di hati ketika hari wisuda tiba. Senang, karena akhirnya kerja keras selama kuliah di ITB terbayar sudah.
Namun dilain pihak, ada rasa sedih yang cukup mendalam karena harus meninggalkan almamater yang sangat saya cintai. Harus meninggalkan teman-teman di himpunan yang telah memberikan pengalaman berorganisasi yang luar biasa. Harus meninggalkan dosen-dosen yang memiliki dedikasi yang cukup luar biasa tanpa pamrih. Dan yang paling gawat adalah harus meninggalkan akses internet gratis yang luar biasa cepat dan manstap, halah.

Namun inilah perjalanan hidup yang harus dihadapi oleh setiap insan akademis. Setelah lulus standarnya kemudian kerja. Ada terbesit sebuah keinginan untuk mengabdikan diri pada almamater, menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Namun sekarang pilihan yang ada adalah kerja atau kuliah?
Sebelum hari wisuda tiba, saya telah bertekad ingin kerja. Namun Dekan Fakultas STEI dan Ketua Prodi Informatika secara personal menyarankan (baca:mempengaruhi) saya untuk langsung melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka bahkan bersedia untuk memberikan saya surat rekomendasi jika diperlukan. Beberapa dosen dan professor di Fakultas pun menyarankan hal yang serupa. Akhirnya saat ini saya menjadi bingung dan bingung. Sampai detik ini saya masih belum tahu kemana arah yang tepat yang harus saya ambil. Semoga Allah dapat membukakan jalan kepada saya mengenai yang terbaik bagi saya saat ini.
Read more..