Sedang coba-coba bermain dengan PHP di Windows Azure. Menarik melihat bahasa pihak ketiga pun kini didukung oleh IIS. Setelah mendowload tools yang diperlukan, hotfix dan set-up IIS untuk mendukung PHP maka segeralah membuka tutorial dari Pak Risman disini .
Tujuannya simpel, ingin coba bikin satu halaman PHP yang bertuliskan “Hello World” tapi di Azure. Setelah mengikuti dengan seksama tutorialnya namun aplikasi hello world nya tidak berhasil berjalan. Ada pesan error bahwa setiap path FastCGI harus didahului %RoleRoot%\approot.
Ternyata disini ada perbedaan antara Azure Tools yang digunakan pada tutorial (versi Maret) dengan yang saya gunakan (versi November). Berikut perbandingan setting file web.roleConfig kedua versi tersebut :
Versi Maret 2009
<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>
<configuration>
<system.webServer>
<fastCgi>
<application fullPath="%RoleRoot%\php\php-cgi.exe"/>
</fastCgi>
</system.webServer>
</configuration
Versi November 2009
<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?> <configuration> <system.webServer> <fastCgi> <application fullPath="%RoleRoot%\approot\php\php-cgi.exe"/> </fastCgi> </system.webServer> </configuration
Dan satu hal lagi, untuk menjalankan aplikasi, ternyata VS nya harus pada mode Administrator. Semoga ada gunanya.
Sejak kemunculan friendster, lalu facebook dan sekarang yang lagi booming yaitu twitter dan plurk, maka makin banyak orang yang ingin mengembangkan aplikasi yang memanfaatkan layanan jejaring sosial tersebut. Bisa sebuah aplikasi client, aplikasi mobile, integrasi dengan web dan skenario lainnya.
Bagi saya eksplorasi dan main-main dengan aplikasi situs jejaring sosial jauh lebih menyenangkan dibandingkan oprek aplikasi untuk bisnis, sistem informasi dan lain-lain . Berikut link-link yang berguna bagi para developer yang ingin memanfaatkan API situs jejaring sosial tersebut :
Dengan adanya API ini , kita dapat memrogram dengan konsistensi yang sudah biasa kita lakukan. Semangat coding4fun :D.
Beberapa waktu yang lalu , saya mengambil kuliah Interpretasi dan Pengolahan Citra. Kuliahnya cukup seru dan menarik. Setidaknya sekarang saya mengerti prinsip kerja aplikasi pengolah gambar seperti Photoshop dan teman-temannya. Ditambah sedikit pengetahuan untuk melakukan rekognisi objek.
Sebagai tugas akhir, kami diminta membuat satu aplikasi yang mengimplementasikan konsep-konsep yang sudah dipelajari selama satu semester, mulai dari histogram citra, image enhancement, edge detection, konvolusi, character recognition dan operasi morfologi. Memang tidak semuanya sempat saya dan teman saya,Wulandari, (yep, tugasnya berkelompok 2 orang) implementasikan. Tapi setidaknya sudah 80 % memenuhi spesifikasi.
Aplikasi ini kami beri nama RadLand Image Editor. Dibangun menggunakan C# 3.0 (jelas) ,menggunakan UI Ribbon yang dapat diperoleh disini . Untuk representasi citra berwarna dalam operasinya kami mengadaptasi konsep yang dapat dibaca disini . Barangkali ada gunanya, jadi source code nya saya unggah disini.

Layaknya kemunculan teknologi baru, atau apapun itu sesuatu yang baru biasanya kita terjebak dengan pertanyaan “Mengapa harus …. “ (… diganti sesuai dengan kebutuhan). Misalnya dulu ketika Iphone muncul maka terngiang2 di telinga kita, “Mengapa kita harus pindah ke Iphone ?”, atau ketika Microsoft merilis Bing sebagai mesin pencarinya maka kita mulai bertanya2 “mengapa Bing, tidak yang lain ?”.
Wajar saja jika muncul pertanyaan demikian. Memang sudah lumrah jika kita manusia harus memiliki alasan yang jelas untuk melakukan sesuatu. Jauh sebelum Microsoft merilis Multipoint SDK v 1.5, beberapa teman saya sempat bertanya kepada saya , ada apa gerangan kok mau-maunya belajar atau mencoba-coba teknologi tersebut. “Why Multipoint ?”. Daripada susah-susah berpikir untuk mencari jawaban yang sangat logis waktu itu saya menjawab “Why NOT ? It’s fun at all”.
Yah, memang itu kan alasan yang paling simpel. Belajar dan bikin aplikasi Multipoint yang terlitas di benak saya pertama kali adalah : IT’S FUN. Menyenangkan bukan melihat di monitor ramai sekali kursor2 menari-nari .Hehe …
Sebenarnya tentu saja ada keuntungan eksplisit yang dapat kita raih jika mengimplementasi solusi berbasis Multipoint. Melalui web resminya, terdapat state of benefits jika kita mengembangkan aplikasi dengan teknologi Multipoint. Tulisan ini saya rangkum dari web site resmi tersebut.
Bagi developer atau ISV yang cukup sering bergerak di area edukasi, maka dengan adanya Multipoint kita dapat men-deliver konten2 pendidikan dengan cara yang baru dan lebih interaktif sesuai dengan kebutuhan sekolah. Selain itu area ini tergolong pangsa pasar yang baru dan segmented karena menawarkan sekolah atau pemerintah nilai lebih terhadap teknologi atau infrastruktur yang telah diinvestasikan. Dan yang utama adalah inovasi dengan Multipoint dapat dilakukan dengan teknologi yang familiar lebih dulu yaitu WPF dan Microsoft .NET.
Bagi sekolah tentu saja solusi Multipoint dapat menawarkan sesuatu yang memenuhi budget rendah yang biasanya dimiliki sekolah (terutama pada negara berkembang) namun tetap dapat menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas, dalam rangka memperkecil rasio gap teknologi dan informasi. Dengan adanya solusi ini, sekolah dapat meningkatkan jumlah siswa yang dapat mengakses teknologi komputer dengan hanya menambakan peralatan yang relatif murah : mouse untuk tiap siswa. Dan, tentu saja, sekolah dapat menggunakan komputer yang sudah ada karena dapat berjalan di setidaknya 3 OS terakhir keluaran Microsoft asalkan terinstall .NET runtime.
Bagi guru dan siswa sendiri, maka solusi Multipoint dapat menyediakan tools untuk menyampaikan konten dengan lebih menarik, penilaian secara real-time, lebih banyak siswa yang dapat turut serta dan mendukung kolaboratif antar siswa sehingga menghasilkan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan.
Sejauh ini game berbasis multipoint keluarannya anak2 Indo adalah, VEDA karya tim CAHAYA ITB (kebetulan saya termasuk anggota tim tersebut) dan MultipointCardGuess (kalau boleh itu dibilang aplikasi) hasil coba-coba saya untuk melengkapi ebook yang pernah saya buat (sudah dijelaskan pada blogpost sebelum ini ).
Sudah lama tidak terdengar gaungnya, hari ini saya cukup kaget ketika melakukan blogwalking dan tersangkut di website MultiPoint Blog. Ternyata Multipoint masih mendapat perhatian yang cukup oleh Microsoft. Tanggal 13 January lalu pengembang Multipoint mengumumukan bahwa Windows MultiPoint Mouse SDK v1.5 sudah rilis dan dapat di download .
Saya cukup bahagia, karena sejak kemunculannya saya senang bermain-main dengan aplikasi berbasis MultiPoint. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempat membuat ebook kecil yang memanfaatkan Multipoint SDK (waktu itu masih rilis v 1.1) dan beberapa blogpost mengenai cara mengubah icon cursor dan mencari mouse mana yang membangkitkan event.

Beberapa improvement yang terdapat pada rilis 1.5 adalah :
-
Support Windows 7 dan WinServer 2008
-
Support 32 bit dan 64 bit application dan OS
-
Tambahan terhadap kemampuan cursor ( warna, image , dll)
-
Template project pada Visual Studio 2008
-
Perubahan namespace dari Microsoft.MultiPoint menjadi Microsoft.Multipoint (disesuaikan dengan coding standard Microsoft)
-
Jumlah DLL dikurangi dari 5 menjadi 2 saja
-
Simplifikasi model, misalnya pengurangan kelas yang dapat diakses, method dan properties
-
Contoh kode yang disimplifikasi
-
Contoh kode untuk alokasi mouse dan jumlah serta kualitas icon cursor
Pada rilis ini SDK masih belum mendukung extended Desktop, aplikasi multi-windows, aplikasi multipoint yang dikendalikan remote desktop, dan hanya mendukung USB mouse. Dan, Multipoint sampai saat ini hanya dapat digunakan pada aplikasi WPF, belum mendukung Silverlight.
Sebagai tambahan, bagi teman2 yang bekerja menggunakan Visual Studio 2010, maka perlu menambahkan referensi System.Xaml ke dalam project.
Selalu ada yang pertama untuk segalanya, dan Sabtu, 9 Jan 2010 lalu menjadi pengalaman pertama saya untuk berbicara di depan banyak orang dan menyampaikan materi tentang teknologi WPF. Agak berbeda rasanya ketika menjadi trainer SSDK pada saat PMB ITB dua tahun lalu, atau ketika jadi trainer di beberapa training yang diadakan MIC ITB, kali ini meski hanya berbicara tidak lebih dari 10 menit, di menit2 awal saya sempat grogi juga.
Jadi ceritanya, Ronald Rajagukguk, selaku mantan bos di MIC mengajak saya untuk berduet dengan beliau membawakan presentasi tentang WPF pada event Weekend with MUGI di Politeknik Pos Indonesia. Point penting yang ingin disampaikan disini adalah bersama dengan WPF, MS juga mengeluarkan produk Microsoft Expression Blend dan Visual Studio yang memungkinkan desainer dan developer bekerja bersama untuk menghasilkan aplikasi yang robust dan ber-UX menarik. Nah, jadi saya berkesempatan untuk menyampaikan sedikit mengenai Expression Blend,serta melakukan live demo kolaborasi developer-desainer bersama bos Ronald.
Menarik ternyata. Untungnya demo berlangsung cukup baik. Kita mendemokan bagaimana membangun sebuah login form memanfaatkan teknologi WPF, kemudahan membuat animasi menggunakan Blend dan pengkodeannya dengan Visual Studio.
Nah, kebetulan setelah sesi tersebut, Ronald diminta kembali untuk mengisi materi sambil menunggu pembicara selanjutnya hadir. Maka VSTO pun menjadi menu berikutnya dan saya diajak kembali untuk mendemokan sebuah aplikasi VSTO yang baru2 ini coba saya buat, yaitu WordTwitt . Kebetulan saat demo sempat ada masalah dengan koneksi internet (saya menggunakan telkomesel flash pada saat itu) sehingga percobaan pertamanya gagal. Sambil menunggu koneksi stabil , saya akhirnya mendemokan saja aplikasi Add-In lain yang pernah dibuat untuk memenuhi tugas Kripto , MusicianAddIn, add-in Word untuk melakukan enkripsi terhadap isi dari dokumen Word. Untungnya pada percobaan kedua, tweet yang saya input dari add-in di word berhasil masuk ke twitter sehingga applause meriah pun hadir dari para hadirin.
Pengelaman yang menarik mejadi speaker dalam suatu event :p . Mari bos, kapan2 duet lagi , jadi nagih :D
Tahun ini sudah masuk masa akhir studi saya dan bersama teman-teman sejawat seringkali merasa jenuh ketika sedang mengerjakan dokumen tugas akhir tersebut. Maka twitter menjadi pengobat rindu agar pikiran jadi refresh.
Tanpa pikir panjang, buka vistud, dan kepikiran, kira-kira bikin apa ya yang tidak terlalu ribet dan tidak terlalu makan waktu. Maka jadilah ini WordTwit.
Sebelumnya memang tidak sempat lihat-lihat di internet apakah solusi serupa sudah ada. Yang jelas versi sederhana ini dibangun untuk kepentingan hiburan semata menggunakan VSTO dengan target Word 2007 dan twitter API . Cukup simpel dan mudah. Sekarang kita bisa mengerjakan dokumen sambil meng-update status di twitter.
SIlahkan yang ingin mencoba .
On December, 5th 2009, Microsoft Innovation Center ITB held Imagine Cup 2010 Campaign to socialize this viral student technology competition. We also invited campus nearby such as IT Telkom and UNIKOM. This event sponsored by Microsoft Indonesia.
There were 3 sessions that delivered by special speaker. Julius Fenata (ADE MS Indonesia) opened this session by explain briefly about the competition and pointed some clue “how to” find an idea that can win Imagine Cup 2010. He commented some interesting idea that came up in the last competition and encouraged the audience to try harder for this time. “It’s not only about the technology, but also the idea,how you delivered and present to the judge “, he said.
Ronald Rajagukguk ( Dev Advisor MS Indo) pointed the audience about the latest Microsoft technology that can be used in order to wrap the solution. He listed such newest stuff e.g WPF 4, Multi-touch, Silverlight 4 and Azure Service . He also did cool demo about Microsoft Silverlight 4. In this session, Narenda Wicaksono (Technology Advisor MS Indo) added motivational talk to the audience. “It’s passion that drive us”, he said. He also shared his experience when entered this competition in 2006.

The campaign completed by Big Bang Team, the winner of local software design 2009 and mobile award winner in the worldwide final. They shared their idea, their '”war” including how they have to sacrifice time to reach the final , and what they had now after winning the competition. “Last month, we sent to India sponsored by ITB and next week, this project will participate in APICTA, Melbourne”, David one of the member told us about the current status about the project.
I heard also about the APICTA result, and their project win the Merit Award, behind Singapore student project that came up with augmented reality work.
Ketika mendapat kabar bahwa Agate Studio (founded by Arief , pentolan jawara Imagine Cup 2008, MSP ) merilis game silverlight di facebook , tangan ini pun segera gatal untuk mencoba. Apalagi, game ini merupakan game pertama yang dibangun menggunakan silverlight di facebook dan karya asli anak bangsa pula. Lalu dimulailah petualangan ini dengan bergerak ke url : http://apps.facebook.com/agatestudio/ .
Begitu sampai, ternyata agate menawarkan tidak hanya satu atau dua , akan tetapi 5 game yang dapat kita mainkan. Game2 tersebut adalah Kiri-Kiri, Gado-gado Sibuk, Defend the Monas, Art of Pencak Silat dan Climb the Pinang. Sebagai informasi anda memerlukan run-time Silverlight 3 untuk dapat memainkan game ini dan tentu saja akun facebook (sapa coba dijaman ini yang tidak punya :p).
Saya pertama kali memainkan game Kiri-kiri. Pada game ini kita berperan sebagai supir angkot yang memiliki target setoran yg harus dicapai selama bensin angkot masih tersisa. Permainannya cukup seru. Terdapat halang2an berupa mobil-mobil lain dan orang-orang sombong yang pura-pura ingin naik angkot (jadi ingat pengalaman pribadi). Untuk menghindari mobil kita dapat melompat , dan untuk mengambil penumpang cukup dengan berhenti di depan penumpang tersebut. Kita harus cekatan melihat balon bertuliskan "Kiri" yang menandakan kita harus berhenti untuk menurunkan penumpang. Game ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari saya sebagai mahasiswa sehingga sangat menyenangkan untuk dimainkan :p
Game kedua saya memainkan Gado-gado Sibuk. Bagi yang familiar dengan game serupa Diner Dash mungkin segera mengerti maksud dari permainan ini. Objektifnya adalah kita harus melayani pembeli gado-gado, sambil menjaga dagangan kita bersih dari lalat dan supply bahan tidak habis. Saya tidak terlalu lama memainkan game ini karena segera saja game over akibat susah sekali mengingat pesanan-pesanan pembeli cerewet itu :p. Tapi sekarang saya jadi mengerti susahnya menjadi pedagang gado-gado, pembeli maunya macam-macam tapi apa daya tangan ini cuma dua.
Selanjutnya saya menjajal Climb the Pinang. Pada permainan ini kita seperti mengikuti lomba yg amat mashyur di 17-an, yaitu panjat pinang. Game yang cukup seru karena selain memanjat kita dapat menghalau lawan2 disekitar kita dengan menendangnya :p. Hati-hati dengan orang yang tiba2 jatuh dari atas karena kalau kita terkena maka akan segera pula kita ikut terjatuh. Game yang menarik namun membuat jari saya cukup pegal untuk selalu menekan panah atas :D.
Kemudian, saya mencoba memainkan game Defend the Monas. Ini merupakan game yang bertipe point-click based, dimana kita berperan sebagai penjaga monas dan harus menyelamatkan monas dari serbuan makhluk2 hitam, yang kadang memiliki senapan dan peluru kendali. Game ini sangat menarik dan menyenangkan. Makin lama serbuan makin dahsyat sehingga saya tidak kuasa lagi menahan serangan dan monas pun hancur. Maafkan saya warga jakarta :p
Terakhir, saya mencicipi Art of the Pencak Silat. Dalam game ini kita berperan sebagai seorang pesilat yang harus menghalau penjahat yang berupaya menembus perguruan. Diantara game2 sebelumnya, game ini sangat kental unsur kekerasannya :p . Lawan akan muncul dan kita harus menghalaunya dengan menendang atau memukul atau mengeluarkan jurus spesial jika kondisinya memungkinkan. Jangan lupa wanita-wanita cantik harus dibiarkan lewat karena sudah sewajarnya sebagai manusia kita menyayangi wanita :D.
Game-game yang ditawarkan agate studio seluruhnya memiliki unsur Indonesia yang sangat kental. Sangat kreatif. Membuat ide game dari keadaan disekitar kita. Desain dan animasinya pun sangat menawan. Tampaknya game ini digarap dengan sangat serius sehingga membawa efek "ingin bermain kembali" yang sangat kuat. Kelima game ini sangat fully integrated dengan facebook (tidak hanya sekedar tempel dan tembak ke domain sendiri) karena memanfaatkan pula update score ke wall di profile facebook dan semacamnya. Sedikit komentar saya adalah waktu loading game yang cukup lama (atau memang koneksi inet saya yang batuk-batuk :p) ketika awal permulaan game, terutama pada game pencak silat. Meski begitu, waktu loading yg lama diganjar dengan gameplay yang menarik. No problemo then. Perlu dicatat, saya bukan lah seorang gamer (bermain doTa atau CS pun tidak bisa) namun melihat sebuah game dengan unsur kedekatan yang sangat kuat justru mampu menarik saya untuk menghabiskan waktu bermain game. Berbeda ketika saya melihat game2 facebook seperti geochallenge,music challenge dan lain-lain yang kurang memiliki "rasa" Indonesia.
Salut, buat Agate Studio , sebagai pioneer dalam penghasil game-game Indonesia yang sangat berkelas (dan tentu saja microsoft-based). Sejauh ini agate menunjukkan tajinya dengan menghasilkan game untuk Xbox dan Silverlight. Glad to know and waiting for the next big bang :D .
Maju terus developer Indonesia.
Beberapa hari yang lalu beberapa rekan saya mempertanyakan mengenai kasus pembajakan (kabarnya sampe ke level kode) yang terdapat pada layanan MSN China Juku. Beberapa rekan mengkritik cukup pedas. Bagi saya yang selama ini dinilai cukup aktif bersentuhan dengan teknologi Microsoft, mereka mempertanyakan atau malah sedikit menyindir kejadian pembajakan ini. Ada yang bilang "Kalau produknya yang dibajak marah, eh taunya malah ngebajak punya orang juga ....". Memang di dunia perangkat lunak, pembajakan menjadi permasalahan tersendiri. Terlalu banyak terjadi kasus pembajakan software dan memang yang paling dirugikan adalah si penghasil software itu.
Melalui press releasenya, pihak Microsoft sendiri sudah menjelaskan duduk perkara mengenai kasus ini. Setelah dilakukan investigasi ditemukan bahwa memang telah terjadi pembajakan terhadap layanan microblogging plurk. Dijelaskan pula bahwa layanan Juku ini sebenarnya dikembangkan oleh pihak ketiga (vendor dari China) bekerja sama dengan MSN China.Telah terjadi pelanggaran terhadap kontrak dimana seharusnya pihak ketiga tadi mendelivered produk dengan memperhatikan aspek2 intellectual property. Sekarang layanan yang masih bersifat beta itu sementara dinon-aktifkan hingga kasus ini selesai tuntas. Dalam press relasenya juga pihak microsoft sudah menyatakan permintaan maaf terhadap microblogging site, Plurk.com .
Barangkali hal yang bisa diambil pelajaran dari kasus ini adalah bagaimana sebaiknya suatu kerjasama dengan pihak ketiga dikenakan proses kontrol yang baik. Karena jika sudah terlanjur terjadi, efeknya justru melemahkan citra perusahaan, misalnya dalam hal ini Microsoft. Cukup disayangkan bukan jika kampanye legalitas yang selama ini dibawa microsoft agak ternoda dengan terjadinya insiden ini. Dan ini tidak hanya bagi microsoft, tapi bagi seluruh pihak, entah itu vendor atau klien sebaiknya lebih meningkatkan kesadaran dan semangat untuk menjunjung intellectual property. Karena terkadang end-user, atau orang kebanyakan melihat sesuatu itu tidak sepotong-potong, tapi secara keseluruhan. Karena walau yang berbuat adalah pihak ketiga, tapi toh kerja sama itu dilakukan bersama sehingga ada tanggung jawab yang harusnya dilakukan. Kasus ini pula yang mencuat misalnya di century dan sebagainya (waduh, udah masuk ranah politik).
Beberapa link berita terkait kasus ini :
http://www.microsoft.com/presspass/press/2009/dec09/12-15statement.mspx
http://www.microsoft.com/presspass/press/2009/dec09/12-14statement.mspx
In order to develop our new crew hardskill, MIC ITB arranged some fundamental training covered latest MS technology. This is one of advantages if the student join MIC-ITB. We'd like to prepare them if any project come to us or whether they wanna participate in Imagine Cup 2010. By this month, we'd two sessions, 1st session is all about windows mobile development and the 2nd is WPF session. Like to share the images :
Ferry M, our Mobile Tech Specialist

@ coding session
@wpf session

Ronny T (MIC Desktop Tech Specialist) delivered the presentation
For the 2nd time, Microsoft Innovation Center ITB organized Microsoft Technology Update on November, 26 , 2009 . This session was all about working with SQL Server 2005/2008 that covered :
- CRUD operation
- Accessing data by code
- Using Dataset
- Linq Overview
Unfortunately, there were only 11 attendants. We thought that was because the event was held just before Idul Adha when people came back to their town. But, the session was fun and we think that participants has gain their knowledge about SQL Server from now, and not only thinking about free or open source dbms without took experience with other technology, including MS SQL Server.


Sharing informasi, bahwa kampus ITB sekarang memroduksi sebuah majalah keprofesian yang berisikan kreativitas dan kegiatan berbasis keprofesian yang mahasiswa lakukan dikampus.Bagi yang berminat ingin membaca dapat melihatnya disini
Nah, setelah saya amati website nya juga menyediakan versi unduhan berupa versi stand-alone application yang ternyata dibangun menggunakan teknologi WPF. Tampaknya mereka menggunakan library WPFBookControl buatan mr.mitsu.
Sayang untuk versi web tampaknya masih belum menggunakan silverlight :p
Last Tuesday, 10 Nov 2009, Microsoft Innovation Center ITB held an event, titled "Microsoft Technology Update : C# 3.0 Fundamental" on MIC Labs for ITB informatics students. For this year, we'd like to be focused on skill accelerator and fasilitator program via community sharing and development. When we heard, that one of the lecturer give an assignment on Algorithm Strategy course that reinforce them to use C# as programming language, we provided basic training for them, C# Express Edition IDE and .NET Framework.The training covered basic stuff about C#. There were about 30 attendants and the fact is, most of the participants never had experience on C# for once. We'd explain about :
- .NET Framework (CLR and Class Library)
- C# 3.0 Features (auto-implemented properties,object initializer, collection initializer, local-type inference and anonymus type) and also I/O operation with filestream
- Basic Animation and Visualization (rendering concept, using timer, Graphics class, etc)
We did some demo and code-in-the-fly to ensured that the concept met the practical term. They're so enthusiastic and we did get many questions about best practice using C# as their programming language. Here is some photos about the event :

I delivered C# features

The attendant seriously enjoy the show

Jansen - MIC-ITB Server Technology Specialist show how to did animation in C# and winform

Setelah cukup bersabar dan bersikeras tidak mau migrasi ke 7 sebelum rilis versi RTM, akhirnya saya sekarang melakukan migrasi juga. Tidak seperti biasanya, dimana OS selalu menjadi bawaan ketika orang tua saya membelikan komputer (winXp) atau notebook (winVista), kali ini 7 saya dapatkan dengan usaha yang lumayan menarik dan tetap secara Legal. Hidup software legal. Hohoho ....
Saya memilih metode upgrade karena di laptop ini telah banyak terinstall program-program yang saya butuhkan dan agak malas juga jika melakukan installasi ulang jika memilih clean installation. Saya ingin share pengalaman ketika melakukan upgrading ini karena ketika ingin menginstall ini saya tiga kali mengalami kegagalan :
- Vista SP 1 atau 2. Ya, ternyata Vista saya bukan versi SP apa pun sedangkan untuk upgrading butuh terinstall SP 1 atau SP2. Hal ini menunda migrasi saya 1 hari lebih lama karena butuh mendownload service pack dari micrsoft download center yang ukurannya 400 MB lebih. Sayang nya peringatan ini muncul di awal sekali pada pengecekan kompatibilitas sehingga saya berpikir ketika Vista SP 1 sudah terinstall maka urusan saya sudah beres, ternyata :
- Butuh Harddisk space minimal 16 GB. Mungkin ini untuk keperluan temporary file ketika instalasi. Saya terpaksa menguras program-program yang mengisi banyak sekali ruang di harddisk . Corel Draw, PostgreeSQL, Macromedia Flash, StarUML dan Java Development Kit yang rata2 berukuran 700 MB resmi saya uninstall. Saya sampai menghapus beberapa restore point di System Recovery dan menon-aktifkan mode hibernation yang dapat menghemat hingga 2 GB, ternyata belum selesai :
- 7 Cukup resek juga ternyata, beliau meminta HDD Protection bawaan Toshiba diuninstall terlebih dahulu. Dengan keyakinan bahwa hal ini tinggal dilakukan dari Control Panel ->Program and Features saya mencoba meng-unistall si HDD ini. Hasilnya, komputer langsung BlueScreen. BlueScreen yang pertama dalam 1 tahun terakhir. Saya restart dan cek pada task manager ternyata service HDD ini jalan di background. Pergi ke Administrative Tools -> Service dan matikan terlebih dahulu service HDD Protection. Ketika saya stop servicenya, BlueScreen kedua muncul. Saya restart dan masuk ke safe mode, ternyata di safe mode HDD tidak aktif tapi tidak dapat diuninstall. Sial. Pindah ke mode biasa, saya set start nya service HDD itu menjadi manual sehingga tidak dipanggil ketika start-up. Blue Screen. Ketika saya restart lagi, service tidak berjalan otomatis. Pergi ke Program and Features dan uninstall dapat dilakukan tanpa melihat BlueScreen yang keempat.Akhirnya,,,instalasi dapat berjalan namun sebelum itu terdapat peringatan :
- Setelah 3 contraint diatas, ketika instalasi juga ada peringatan bahwa bluetooth stack toshiba dan daemoon tools akan diuninstall secara otomatis dan ternyata memang benar ketika instalasi selesai dua barang berguna ini sudah lenyap dari notebook ini.
- Selesai instalasi, audio tidak dapat berjalan dengan baik. Ternyata dapat diatasi dengan merefresh atau reinstall driver dari Device Manager.
Perjuangan selesai, 7 sekarang sudah tertanam di dalam notebook tercinta. Tinggal mengeksplor fitur baru dan pengembangan yang dapat dilakukan dengan 7. Akhirnya ... windows 7 juga
More Posts
Next page »