Puja Pramudya

pengelana di dunia maya
See also: Other Geeks@INDC

[Unsaid Story ‘bout IC2009] Vena, a Vaccine Support System

ImagineCup Final 2009 di Cairo sudah hampir berakhir. Dan, kabarnya tim dari Indonesia (4 tim), walaupun sudah berjuang sangat maksimal namun tidak cukup beruntung untuk dapat lolos ke babak selanjutnya.

IC2009 ini sebenarnya cukup membawa romantisme sendiri bagi saya dan anggota tim yang lain, andru, tito dan ernest, sebagai salah satu peserta kompetisi lokal. Berbeda dari setahun sebelumnya partisipasi saya hanya sampai pada tingkat pendukung tim dari institut tempat saya menimba ilmu, tahun ini saya dan temen2 setim bertekad untuk ikut serta meski dengan rasa pesimis yang tinggi. Dan akhirnya, walau gagal lolos ke babak 3 besar, keikutsertaan saya membuahkan pengalaman berharga plus tekad untuk tidak berhenti sampai disini saja.

Karena itu, saya ingin menggali hal-hal yang tersisa dari IC2009 dari point of view saya, untuk dishare, entah itu konsep, code, atau hanya cerita heroik koding semalam suntuk demi mengejar impian di Imagine Cup 2009.

Vena. Itu nama project kami. Sebuah konsep yang lahir dari diskusi panjang mengenai tema dan solusi apa yang ingin dibawa. Vena versi proposal adalah : a system that connects parents, medical staff and the government in order to save children’s lives.

Vena lahir karena dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kematian anak , terutama balita akibat penyakit-penyakit mematikan yang sebenarnya dapat dihindari dengan vaksinasi yang baik dan teratur. Meski program vaksinasi sudah sering dilakukan, kesadaran orang tua untuk memberikan vaksinasi kepada anaknya dirasa masih kurang. Belum lagi pengetahuan orang tua tentang jenis vaksin apa yang harus,cocok dan sesuai dengan anaknya cukup minim. Bagi penyelenggara program vaksinasi sendiri, ada beberapa masalah penting semisal data akurat jumlah anak yang tidak tersedia, kesulitan melacak historical data tentang anak-anak yang divaksinasi,serta pendukung keputusan bagi eksekutif untuk menentukan daerah mana yang perlu mendapat prioritas dan semacamnya.

Permasalahan ini yang coba diselesaikan dengan Vena, a vaccine support system yang dibangun dengan menitik beratkan pada penyampaian informasi dan sistem pendukung keputusan dalam pelaksanaan program vaksinasi. Jika orang tua enggan mencari informasi itu dengan seksama,maka cukup dengan berlangganan melalui via handphone atau akun di website maka informasi itu yang akan mendatangi orang tua secara langsung.

Ketika mempresentasikan proyek Vena ini dihadapan juri babak semifinal, kita cukup mendapat banyak masukan berharga.Tidak jarang kalimat yang disampaikan cukup “keras” dalam arti kata menemukan hal-hal yang tidak diperkirakan sebelumnya, atau hal-hal yang kita anggap sudah baik namun ternyata dari point of view yang lebih expert masih jauh amat kurang. Tapi ya sudah ,saya dan temen2 ambil yang positifnya saja. Toh sudah begitu banyak pengalaman yang didapat (khususnya terkait project development dan hal2 terkait di dalamnya) oleh tim.

Begitu menonton babak final di Shangrilla, dan melihat video proyek2 lain yang jadi masing-masing wakil negaranya di imaginecup.com, sekarang saya justru lega. Karena memang dilihat dari segi apa pun , usaha kami masih jauh dari cukup untuk itu.

Masih ada tahun depan ... J

Share this post: | | | |
Posted: Jul 10 2009, 12:58 PM by poedja_p | with 2 comment(s)
Filed under:

Comments

si_hendrik said:

Tetep semangat dong bos!

# July 10, 2009 5:33 PM

Ferry Meidianto said:

Semangat! ^^

# July 10, 2009 7:38 PM