Puja Pramudya

pengelana di dunia maya
See also: Other Geeks@INDC

January 2010 - Posts

Image Editor rasa Office

Beberapa waktu yang lalu , saya mengambil kuliah Interpretasi dan Pengolahan Citra. Kuliahnya cukup seru dan menarik. Setidaknya sekarang saya mengerti prinsip kerja aplikasi pengolah gambar seperti Photoshop dan teman-temannya. Ditambah sedikit pengetahuan untuk melakukan rekognisi objek.

Sebagai tugas akhir, kami diminta membuat satu aplikasi yang mengimplementasikan konsep-konsep yang sudah dipelajari selama satu semester, mulai dari histogram citra, image enhancement, edge detection, konvolusi, character recognition dan operasi morfologi. Memang tidak semuanya sempat saya dan teman saya,Wulandari, (yep, tugasnya berkelompok 2 orang) implementasikan. Tapi setidaknya sudah 80 % memenuhi spesifikasi.

Aplikasi ini kami beri nama RadLand Image Editor. Dibangun menggunakan C# 3.0 (jelas) ,menggunakan UI Ribbon yang dapat diperoleh disini . Untuk representasi citra berwarna dalam operasinya kami mengadaptasi konsep yang dapat dibaca disini . Barangkali ada gunanya, jadi source code nya saya unggah disini.

radland

Share this post: | | | |
Posted: Jan 25 2010, 09:13 PM by poedja_p | with 4 comment(s)
Filed under: ,
Why Multipoint ?

Layaknya kemunculan teknologi baru, atau apapun itu sesuatu yang baru biasanya kita terjebak dengan pertanyaan “Mengapa harus …. “ (… diganti sesuai dengan kebutuhan). Misalnya dulu ketika Iphone muncul maka terngiang2 di telinga kita, “Mengapa kita harus pindah ke Iphone ?”, atau ketika Microsoft merilis Bing sebagai mesin pencarinya maka kita mulai bertanya2 “mengapa Bing, tidak yang lain ?”.

Wajar saja jika muncul pertanyaan demikian. Memang sudah lumrah jika kita manusia harus memiliki alasan yang jelas untuk melakukan sesuatu. Jauh sebelum Microsoft merilis Multipoint SDK v 1.5, beberapa teman saya sempat bertanya kepada saya , ada apa gerangan kok mau-maunya belajar atau mencoba-coba teknologi tersebut. “Why Multipoint ?”. Daripada susah-susah berpikir untuk mencari jawaban yang sangat logis waktu itu saya menjawab “Why NOT ? It’s fun at all”.

Yah, memang itu kan alasan yang paling simpel. Belajar dan bikin aplikasi Multipoint yang terlitas di benak saya pertama kali adalah : IT’S FUN. Menyenangkan bukan melihat di monitor ramai sekali kursor2 menari-nari .Hehe …

Sebenarnya tentu saja ada keuntungan eksplisit yang dapat kita raih jika mengimplementasi solusi berbasis Multipoint. Melalui web resminya, terdapat state of benefits jika kita mengembangkan aplikasi dengan teknologi Multipoint. Tulisan ini saya rangkum dari web site resmi tersebut.

Bagi developer atau ISV yang cukup sering bergerak di area edukasi, maka dengan adanya Multipoint kita dapat men-deliver konten2 pendidikan dengan cara yang baru dan lebih interaktif sesuai dengan kebutuhan sekolah. Selain itu area ini tergolong pangsa pasar yang baru dan segmented karena menawarkan sekolah atau pemerintah nilai lebih terhadap teknologi atau infrastruktur yang telah diinvestasikan. Dan yang utama adalah inovasi dengan Multipoint dapat dilakukan dengan teknologi yang familiar lebih dulu yaitu WPF dan Microsoft .NET.

Bagi sekolah tentu saja solusi Multipoint dapat menawarkan sesuatu yang memenuhi budget rendah yang biasanya dimiliki sekolah (terutama pada negara berkembang) namun tetap dapat menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas, dalam rangka memperkecil rasio gap teknologi dan informasi. Dengan adanya solusi ini, sekolah dapat meningkatkan jumlah siswa yang dapat mengakses teknologi  komputer dengan hanya menambakan peralatan yang relatif murah : mouse untuk tiap siswa. Dan, tentu saja, sekolah dapat menggunakan komputer yang sudah ada karena dapat berjalan di setidaknya 3 OS terakhir keluaran Microsoft asalkan terinstall .NET runtime.

Bagi guru dan siswa sendiri, maka solusi Multipoint dapat menyediakan tools untuk menyampaikan konten dengan lebih menarik, penilaian secara real-time, lebih banyak siswa yang dapat turut serta dan mendukung kolaboratif antar siswa sehingga menghasilkan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan.

Sejauh ini game berbasis multipoint keluarannya anak2 Indo adalah, VEDA karya tim CAHAYA ITB (kebetulan saya termasuk anggota tim tersebut) dan MultipointCardGuess (kalau boleh itu dibilang aplikasi) hasil coba-coba saya untuk melengkapi ebook yang pernah saya buat (sudah dijelaskan pada blogpost sebelum ini ).

Share this post: | | | |
Rilis Multipoint SDK 1.5

Sudah lama tidak terdengar gaungnya, hari ini saya cukup kaget ketika melakukan blogwalking dan tersangkut di website MultiPoint Blog.  Ternyata Multipoint masih mendapat perhatian yang cukup oleh Microsoft. Tanggal 13 January lalu pengembang Multipoint mengumumukan bahwa Windows MultiPoint Mouse SDK v1.5 sudah rilis dan dapat di download .

Saya cukup bahagia, karena sejak kemunculannya saya senang bermain-main dengan aplikasi berbasis MultiPoint. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempat membuat ebook kecil yang memanfaatkan Multipoint SDK (waktu itu masih rilis v 1.1) dan beberapa blogpost mengenai cara mengubah icon cursor dan mencari mouse mana yang membangkitkan event.

image

Beberapa improvement yang terdapat pada rilis 1.5 adalah :

  • Support Windows 7 dan WinServer 2008
  • Support 32 bit dan 64 bit application dan OS
  • Tambahan terhadap kemampuan cursor ( warna, image , dll)
  • Template project pada Visual Studio 2008
  • Perubahan namespace dari Microsoft.MultiPoint menjadi Microsoft.Multipoint (disesuaikan dengan coding standard Microsoft)
  • Jumlah DLL dikurangi dari 5 menjadi 2 saja
  • Simplifikasi model, misalnya pengurangan kelas yang dapat diakses, method dan properties
  • Contoh kode yang disimplifikasi
  • Contoh kode untuk alokasi mouse dan jumlah serta kualitas icon cursor

Pada rilis ini SDK masih belum mendukung extended Desktop, aplikasi multi-windows, aplikasi multipoint yang dikendalikan remote desktop, dan hanya mendukung USB mouse. Dan, Multipoint sampai saat ini hanya dapat digunakan pada aplikasi WPF, belum mendukung Silverlight.

Sebagai tambahan, bagi teman2 yang bekerja menggunakan Visual Studio 2010, maka perlu menambahkan referensi System.Xaml ke dalam project.

Share this post: | | | |
Talk a little about Microsoft Expression Blend

Selalu ada yang pertama untuk segalanya, dan Sabtu, 9 Jan 2010 lalu menjadi pengalaman pertama saya untuk berbicara di depan banyak orang dan menyampaikan materi tentang teknologi WPF. Agak berbeda rasanya ketika menjadi trainer SSDK pada saat PMB ITB dua tahun lalu, atau ketika jadi trainer di beberapa training yang diadakan MIC ITB, kali ini meski hanya berbicara tidak lebih dari 10 menit, di menit2 awal saya sempat grogi juga.

Jadi ceritanya, Ronald Rajagukguk, selaku mantan bos di MIC mengajak saya untuk berduet dengan beliau membawakan presentasi tentang WPF pada event Weekend with MUGI di Politeknik Pos Indonesia. Point penting yang ingin disampaikan disini adalah bersama dengan WPF, MS juga mengeluarkan produk Microsoft Expression Blend dan Visual Studio yang memungkinkan desainer dan developer bekerja bersama untuk menghasilkan aplikasi yang robust dan ber-UX menarik. Nah, jadi saya berkesempatan untuk menyampaikan sedikit mengenai Expression Blend,serta melakukan live demo kolaborasi developer-desainer bersama bos Ronald.

DSC01819

Menarik ternyata. Untungnya demo berlangsung cukup baik. Kita mendemokan bagaimana membangun sebuah login form memanfaatkan teknologi WPF, kemudahan membuat animasi menggunakan Blend dan pengkodeannya dengan Visual Studio.

Nah, kebetulan setelah sesi tersebut, Ronald diminta kembali untuk mengisi materi sambil menunggu pembicara selanjutnya hadir. Maka VSTO pun menjadi menu berikutnya dan saya diajak kembali untuk mendemokan sebuah aplikasi VSTO yang baru2 ini coba saya buat, yaitu WordTwitt . Kebetulan saat demo sempat ada masalah dengan koneksi internet (saya menggunakan telkomesel flash pada saat itu) sehingga percobaan pertamanya gagal. Sambil menunggu koneksi stabil , saya akhirnya mendemokan saja aplikasi Add-In lain yang pernah dibuat untuk memenuhi tugas Kripto , MusicianAddIn, add-in Word untuk melakukan enkripsi terhadap isi dari dokumen Word. Untungnya pada percobaan kedua, tweet yang saya input dari add-in di word berhasil masuk ke twitter sehingga applause meriah pun hadir dari para hadirin.

DSC01815

Pengelaman yang menarik mejadi speaker dalam suatu event :p . Mari bos, kapan2 duet lagi , jadi nagih :D

Share this post: | | | |