Ragil Turyanto @ INDC Blog

Writing,reading and understanding about things
See also: Other Geeks@INDC

September 2006 - Posts

Penggunaan Store Procedure dalam SQL

Dalam tulisan ini akan membahas tentang penggunaaan store procedure dalam Microsoft SQL Server. Untuk tulisan berikutnya akan di lanjutkan dengan penggunaan store procedure secara lebih mendalam.

Apakah Store Procedure itu?

Store Procedure adalah kumpulan Pre-defined Transact-SQL yang digunakan untuk melakukan tugas/task khusus. Dalam Store Procedure dapat berisi beberapa statement dan setiap statement di kelompokan untuk satu object database.

 

Bagaimana cara membuat store procedure? 

Untuk membuat store procedure, kita hanya menjalankan perintah “create procedure” diikuti dengan SQL script. Kita bisa meembuat store procedure melalui Query Analyzer pada MS SQL Server, atau dengan menggunakan menu New Procedure pada Enterprise Manager. 

Kerangka sederhana Store Procedure

CREATE PROC procedure_name
    [ { @parameter data_type }

    ]
AS sql_statement  

Store Procedure terdiri dari:

1.      Statemen CREATE PROC {PROCEDURE}

2.      Nama Procedure;

3.      Parameter list

4.      SQL statement.

 

Banyak option lainnya dalam mendefinisikan store procedure, dalam tulisan ini hanya beberapa saja yang disebutkan, hanya sebagai gambaran awal dalam membuat store procedure.

Keuntungan menggunakan Store Procedure! 

Penggunaan store procedure dalam sebuah pemrograman database memiliki beberapa keuntungan atau kelebihan sebagai berikut:

1. Performance 

Semua perintah SQL, yang kita kirimkan ke database server melalui kumpulan action yang disebut dengan execution. Hal ini menjadikan perintah SQL yang kita kirimkan melalui beberapa proses sebelum data dikembalikan ke client.

User mengirimkan request untuk mengeksekusi store procedure.SQL  Server kemudian mengecek apakah ada syntax error. Mengidentifikasi dan melakukan pengecekan alias pada FROM clausa.Membuat query plan. Meng-compile dan kemudian mengeksekusi query plan untuk kemudian mengembalikan data yang diminta.

Ada banyak proses yang tidak kita ketahui yang dijalankan, kemudian apakah dengan menggunakan store procedure kita akan mem bypass hal tersebut ?

Di satu sisi, ya. Versi terdahulu pada SQL Server menyimpan execution plan yang telah dieksekusi dalam system tables, membuat sebagian pre-compiled. Hal ini meningkatkan performance, karena server tidak melakukan kompilasi store procedure setiap kali ia dipanggil.

Pada versi terbaru SQL server, ada banyak perubahan pemrosesan statement. Store Procedure disimpan dalam procedure cache ketika di panggil, membuat subsequent lebih cepat dipanggil.

2. Security 

Store Procedure memberikan keuntungan yang baik dalam hal security. Dengan menggunakan store procedure, kita bisa memberikan permission untuk user yang ditunjuk untuk dapat mengakses data, menekan immense coding yang perlu kita lakukan pada Application Client. Ini adalah cara terbaik untuk mengontrol akses ke data.

3. Modifications/Maintenance 

Jika kita menggunakan store procedure untuk mengakses database, setiap perubahan pada database dapat dipantau berdasarkan client application. Hal ini dimungkinkan karena kita dapat tahu persis dimana data diakses, dan kita juga tahu dimana kita harus melakukan perubahan. Hal ini berarti kita tidak perlu pusing kepala dengan ribuan baris source code pada client application untuk menemukan baris mana yang perlu dirubah.

4. Minimal processing at the client. 

Ketika membuat aplikasi client/server, normalnya adalah client yang bertanggung jawab mengenai integritas data yang masuk ke dalam database. Mengelola Primary Key,Foreign Key, semuanya dilakukan oleh client, dan database server hanya bertugas menyimpan data yang di berikan client.

Dengan menggunakan store proocedure membantu kita untuk membuat batch perintah SQL, yang bisa digunakan untuk memanage transaction,constraints dll. Hanya sedikit daya yang ditulis pada client apllication, menjadikan aplikasi client menjadi lebih ringan. Aplikasi ini akan lebih terfokus pada menampilkan data untuk keperluan user dan aplikasi client tidak tau banyak mengenai database.

Sebagai contoh. Jika kita memiliki database yang berisi ribuan rows dan ratusan table. Kita memerlukan beberapa perhitungan sebelum melakukan update pada setiap record. Jika kita mengambil data secara lengkap ke client, dan meminta client computer untuk memproses data secara lengkap, bisa dibayangkan apa yang ditimbulkan. Tetapi jika client bisa mengeksekusi store procedure, ketika kita telah selesai melakukan calculasi untuk melakukan update pada record.Client tidak perlu melakukan proses calculasi. Hal ini juga menekan proses yang terjadi di client, dan server yang menjalankan kalkulasinya.

5. Network traffic 

Aplikasi pada client selalu me request/ mengirimkan data ke database server. Data ini dikirimkan sebagai packet dan dikirimkan ke jaringan(Network) ke server.

penggunaan store procedure. Untuk penjelasan syntax pada penggunaan store procedure akan di bahas pada tulisan berikutnya.

Share this post: | | | |