
Sample Browser App adalah app windows store yang mempermudah para developer untuk mendapatkan “semua” contoh-contoh kode pemrograman yang diinginkan, sesuai dengan “keahlian” developer tersebut.

Kode apa saja yang tersedia?
Lebih dari 4500 contoh kode MSDN dapat developer gunakan, begitu juga contoh kode untuk VS 2012 dan kode-kode dari All-In-One Code Framework.

Contoh kode untuk pemrograman dekstop Windows, seperti Windows Store App, WPF, Windows Driver dan lain-lain.

Contoh kode untuk pemrograman web, seperti ASP.NET, HTML5, WCF, Silverlight dan Sharepoint.

Dan tidak ketinggalan contoh-contoh kode untuk Cloud dan Phone.

Fasilitas utama dari app ini adalah :
- search, pencarian yang sudah terintegrasi dengan charms bar.
- favorite, fitur untuk “menandai” contoh kode favorit.
- download, fitur untuk menyimpan data contoh kode yang telah didownload.
- request sample, fitur apa ini? untuk lebih jelasnya bisa melihat posting blog ini : http://blogs.msdn.com/b/codefx/archive/2013/02/14/request-free-code-samples-from-microsoft-and-the-community.aspx
Bagi pengguna Windows 8 dan bagi developer, app ini cukup sangat membantu untuk mengelola contoh kode yang sesuai dengan teknologi yang sedang digeluti.
Selamat mengunduh, semoga informasi ini berguna
Kamis, 15 Maret 2013, bertempat di Universitas Maranatha diadakan Seminar Web Programming dengan dua topik yaitu :
1. PHP – Zend Framework oleh Manfred Ekblad.
2. ASP.NET oleh M Reza Faisal.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 75 peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Maranatha.
Topik yang saya bawakan sekitar ASP.NET 4.5 dan Visual Studio 2012.


Dan berikut sedikit laporan pandangan mata dari tempat seminar.


Slide dari presentasi yang saya bawakan dapat di unduh di sini.
Sudah lama tidak mengutak-utik ASP.NET karena “ramai”-nya “permintaan” untuk client app development seperti Windows Phone dan Windows Store. Beberapa minggu ke belakang akhirnya diberi “kesempatan” untuk bisa bekerja dengan ASP.NET kembali.
Membership, Profile dan teman-temannya adalah fitur yang telah diberikan ASP.NET sejak jaman ASP.NET 2.0. Dan Web Site Administration Tool adalah salah satu yang bisa digunakan untuk membuat role dan user untuk testing sistem otentifikasi dan otorisasi di aplikasi ASP.NET yang dibuat.
Berikut adalah antarmuka Web Site Administration Tool.


Pada Visual Studio sebelum versi 2012, untuk memanggil fitur tersebut dengan menekan tombol dengan icon seperti di bawah ini. Biasanya tombol itu terdapat di atas Solution Explorer.

Tetapi sekarang tombol itu “hilang”!!!

Hilangkah? Dihilangkankah? Disembunyikan?
Ah ternyata tombol itu sudah berpindah ke menu PROJECT > ASP.NET Configuration.


Bukan!!! Itu Universal Soldier. Tentu tidak ada hubungannya dengan Universal Providers yang akan bahas pada posting ini.
Sebelum kita bicara tentang Universal Providers, kita mengingat dulu yang namanya SqlMembershipProvider atau SqlRoleProvider dan teman-teman-nya. Kedua hal tersebut sangat membantu sekali untuk mengelola role dan user, tanpa susah dan keringat. Tetapi tentu saja keduanya hanya “berlaku” jika kita menggunakan SQL Server atau SQL Server Express sebagai database-nya. Jika menggunakan database lain seperit MySQL atau Oracle, kita harus “mengubah” provider tersebut agar juga “berlaku” dengan database yang digunakan.
Kemudian datanglah Universal Providers (sttt … jangan langsung mikir bisa digunakan untuk MySQL dan Oracle ya), yang support untuk digunakan pada Microsoft SQL Azure dan Microsoft SQL Server Compact.
Berikut adalah perbandingan antara Sql Providers dan Universal Providers :

Dengan berbekal perbandingan kedua hal di atas kita dapat mengetahui apakah suatu aplikasi web telah menggunakan Universal Providers atau belum.
Berikut ini akan dibuat masing-masing sebuah aplikasi web dengan menggunakan template Web Application dan Web Site pada Visual Studio 2012 yang telah diupdate dengan ASP.NET dan Web Tool 2012.2.
{Web Application}

Berikut telah dibuat sebuah project dengan menggunakan template ASP.NET Web Forms Application, dengan nama UniversalWebApplication.

Mari kita liat-liat isi Web.config untuk mengetahui apakah Universal Providers telah langsung digunakan atau belum.
1: <connectionStrings>
2: <add name="DefaultConnection"
3: providerName="System.Data.SqlClient"
4: connectionString="Data Source=(LocalDb)\v11.0;Initial Catalog=aspnet-UniversalWebApplication-20130305214720;Integrated Security=SSPI;AttachDBFilename=|DataDirectory|\aspnet-UniversalWebApplication-20130305214720.mdf" />
5: </connectionStrings>
Pada baris ke-4 dapat kita lihat database yang digunakan adalah menggunakan “engine” SQL Express.
1: <profile defaultProvider="DefaultProfileProvider">
2: <providers>
3: <add name="DefaultProfileProvider" type="System.Web.Providers.DefaultProfileProvider, System.Web.Providers, Version=1.0.0.0, Culture=neutral, PublicKeyToken=31bf3856ad364e35" connectionStringName="DefaultConnection" applicationName="/" />
4: </providers>
5: </profile>
6: <membership defaultProvider="DefaultMembershipProvider">
7: <providers>
8: <add name="DefaultMembershipProvider" type="System.Web.Providers.DefaultMembershipProvider, System.Web.Providers, Version=1.0.0.0, Culture=neutral, PublicKeyToken=31bf3856ad364e35" connectionStringName="DefaultConnection" enablePasswordRetrieval="false" enablePasswordReset="true" requiresQuestionAndAnswer="false" requiresUniqueEmail="false" maxInvalidPasswordAttempts="5" minRequiredPasswordLength="6" minRequiredNonalphanumericCharacters="0" passwordAttemptWindow="10" applicationName="/" />
9: </providers>
10: </membership>
11: <roleManager defaultProvider="DefaultRoleProvider">
12: <providers>
13: <add name="DefaultRoleProvider" type="System.Web.Providers.DefaultRoleProvider, System.Web.Providers, Version=1.0.0.0, Culture=neutral, PublicKeyToken=31bf3856ad364e35" connectionStringName="DefaultConnection" applicationName="/" />
14: </providers>
15: </roleManager>
Pada baris ke-3, ke-8 dan ke-13 dapat dilihat digunakan namespace System.Web.Providers, hal ini sangat cocok namespace-namespace Universal Providers yang telah disebutkan di atas. Untuk sementara kita bisa simpulkan project yang kita buat telah menggunakan Universal Providers.
Tetapi untuk lebih memastikan hal tersebut, kita bisa coba dengan menggunakan MS SQL Server Compact yang cirinya adalah file database yang digunakan ber-extension SDF. Maka kita cukup mengubah connection string menjadi berikut ini :
1: <connectionStrings>
2: <add name="DefaultConnection"
3: providerName="System.Data.SqlServerCe.4.0"
4: connectionString="Data Source=|DataDirectory|\MyUniversalDB.sdf;" />
5: </connectionStrings>
Dan setelah aplikasi dijalankan dan aksi untuk register user, maka dapat kita lihat file MyUniversalDB.sdf pada Solution Explorer.

{Web Site}
Selanjutnya kita coba untuk membuat aplikasi web dengan template ASP.NET Web Forms Site (web site).

Dari penglihatan yang ada pada Web.config, pada web site pun memiliki isi yang sama dalam hal penggunaan konfigurasi membership, role dan profile seperti halnya yang terlihat pada Web.config aplikasi sebelumnya yang dibuat dengan template Web Application.
Setelah aplikasi web ini dijalankan dengan configurasi connectionString yang menggunakan database MS SQL Server Compact juga menghasilkan penampakan file SDF pada folder App_Data, persis seperti yang kita liat pada aplikasi sebelumnya.

{Kesimpulan}
Dengan Visual Studio 2012 dan Update ASP.NET and Web Tool 2012.2 maka kita telah dapat menikmati Universal Providers :)
Selamat menikmati.
Mirror : http://www.rezafaisal.net/?p=603
Pagi pengguna JSON.NET atau para consumer JSON, bisanya melakukan pembuatan class yg sesuai dengan output JSON yang didapat untuk kemudahan dalam “mengolah” saat melakukan pengembangan aplikasi. Sebelum ada update ASP.NET and Web Tool 2012.2, biasanya saya menggunakan bantuan tool online json2charp ini untuk mengenerate class dari output JSON yang saya punyai.

Kita cukup masukkan output JSON ke textarea yang tersedia, klik Generate dan kemudian dapat dilihat hasilnya di halaman tersebut. Hasilnya tinggal di-copy ke file class yang telah kita sediakan.
Gampang bukan? :)
Eh….tapi ya, ternyata ada cara yang lebih gampang lagi. Tidak perlu pakai online dan koneksi internet untuk akses tool online seperti di atas, tidak perlu copy paste berkali-kali, cukup sekali saja. Tentunya untuk mendapatkan fasilitas ini kita harus melakukan update Visual Studio 2012 dengan update ASP.NET dan Web Tools 2012.2 ini.
Setelah itu tinggal ikutan cari berikut :
Pertama, copy ouput JSON yang ingin dijadikan class.
Kedua, tinggal “paste spesial” dengan cara memilih menu EDIT > Paste Special > Paste JSON as Classes.

Dan hasilnya bisa dilihat seperti berikut :

Seperti dilihat pada gambar di atas, selain “mengubah” output JSON menjadi class, juga tersedia fitur untuk “mengubah” output XML menjadi class.
Mudah bukan?
Selamat Menikmati :)
Setelah melakukan update ASP.NET dan Web Tool 2012.2, maka kita dapat menikmati kemudahan untuk mendapatkan “pembuatan” halaman help dari “fungsi-fungsi” dari Web API yang kita buat. Langsung tanpa susah! :)
Bagi yang ingin tahu apa itu Web API dan bagaimana membuatnya, mungkin bisa berkunjung terlebih dahulu ke posting berikut ini : Creating Simple ASP.NET MVC Web API to be accessed by Windows Store App. Setelah kita sebuah Web API project dibuat dan “dijalankan” (F5 atau klik kanan pada project kemudian pilih Debug > Start new instance), maka kita akan dapat melihat halaman berikut.

Terdapat menu pada header di sebelah kanan. Pada link API, kita akan diantarkan ke halaman [domain]/Help.

Halaman tersebut dapat kita lihat daftar “fungsi” yang telah kita buat, dapat kita lihat nama “fungsi” dan deskripsinya.
Untuk melihat detail dari setiap “fungsi”, cukup klik salah satu nama “fungsi” tersebut, maka akan dapat kita lihat informasi seperti berikut ini.

Kita dapat melihat response dari dua format yang disediakan, yaitu XML dan JSON.
Setelah melakukan update ASP.NET dan Web Tool 2012.2, maka terdapat hal baru yang menarik sebagai tambahan pada bagian ASP.NET MVC yaitu terdapat template project Facebook Application.

Hasil dari aplikasi ini dalam dilihat pada halaman facebook berupa iframe seperti gambar berikut :

Pada posting akan dijelaskan bagaimana memanfaatkan project ini dari akan pembuatan sampai dapat dilihat seperti pada gambar di atas.
{Membuat Project}
Langkah pertama adalah membuat project Faceebook Application, dimulai dengan membuat project baru, kemudian pada window Add New Project pilih Installed > Visual C# > Web pada bagian kolom sebelah kiri, kemudian pilih ASP.NET MVC 4 Web Application, berikan nama project kemudian klik tombol OK.

Setelah itu akan ditampilkan window New ASP.NET MVC 4 Project, dan pilih Facebook Application, dan klik tombol OK.

Dan pada Solution Explorer dapat dilihat isi dari project yang baru saja dibuat seperti berikut ini.

Untuk saat ini kita tidak perlu fungsi dari folder yang terlihat dan file-file di dalamnya. Saat ini kita hanya akan melakukan sedikit setting pada file Web.config.
{Setting Web.config}
Mari kita intip sedikit isi file Web.config ini dan kira-kira apa saya yang perlu kita isi.

Jika diperhatikan ada 3 key yang perlu kita isi, yaitu :
- Facebook:AppId
- Facebook:AppSecret
- Facebook:AppNamespace
Bagaimana cara mendapatkan nilai untuk ketiga key tersebut? Jawabnya tentu saja kita harus mendaftarkan sebuah “aplikasi” pada facebook. Untuk mendaftarkan “aplikasi” di facebook bisa mengunjungi alaman berikut : https://developers.facebook.com/apps.
Jika sudah dimiliki “aplikasi” yang terdaftar pada facebook, maka dapat kita lihat ketiga nilai tersebut seperti berikut :

Selanjutnya tinggal salin ketiga nilai tersebut sebagai value dari masing-masing key yang ada pada file Web.config.
{Setting Canvas URL}
Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa aplikasi yang dibuat merupakan content dari iframe di halaman facebook. Artinya kita harus mendefinisikan alamat dari content iframe tersebut pada “aplikasi” yang telah di daftarkan di facebook tersebut. Untuk mendefisikan alamat tersebut dapat dilakukan dengan cara mengedit “aplikasi” yang telah didaftarkan tersebut.

Karena content yang kita buat masih berada di lokal (karena masih dikerjakan sebagai project pada VS 2012) seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Dimana kita mendapatkan alamat http://localhost:3550 itu? Caranya cukup dengan klik kanan pada project yang sedang kita kerjakan sekarang, pada Solution Explorer, kemudian pilih Properties. Kemudian pilih tab Web dan cari nilai pada Project Url seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

{Menjalankan Web}
Setelah proses di atas dilakukan, saatnya kita “menjalankan” project ini dan melihat hasilnya. Paling gampang tinggal tekan tombol F5 atau klik kanan pada project tersebut kemudian pilih Debug > Start new instance. Maka secara otomatis akan dijalankan web browser default, dan kita akan melihat halaman dengan tampilan seperti berikut.
Karena content yang kita miliki berapa pada protokol HTTP (seharusnya menggunakan HTTPS) maka content yang kita buat tidak langsung ditampilkan. Kita akan melihat tampilan seperti berikut.

Untuk menampilkan content yang telah kita buat, cukup klik tombol Show all content dan hasilnya akan seperti berikut ini.

Selamat mencoba :)
Minggu ini (minggu ke-3 February 2013), telah tersedia update untuk ASP.NET dan Web Tool 2012.2. Ada beberapa hal yang bisa kita nikmati dengan adanya update ini, dan diyakini tidak akan berpengaruh ke runtime ASP.NET yang telah ada.
Untuk mendapatkan update ini bisa segera mengunjungi link berikut : http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=282650 atau jika ingin mendapatkan file-nya secara langsung bisa dengan mengunjungi link berikut :
- Web Tool Update.
- ASP.NET Update.
Berikut adalah fitur-fitur yang didapat/diupdate oleh kedua file tersebut :
Visual Studio Web Tooling Enhancements, terdapat update versi dari jQuery, jQuery UI, jQuery Validation, Modernizr, Knockout dan beberapa paket NuGet. Selain itu terdapat perbaikan pada Visual Studio 2012 Page Inspector termasuk selection mapping pada Javascript dan CSS. Kemudian pada VS 2012 editor telah support highlight sintaks untuk CoffeeScript , Mustache, Handlebars , JsRender. Dan masih ada perbaikan beberapa hal lainnya.
ASP.NET Web API Enhancements, penambahan yang penting pada Web API adalah telah menyediakan dukungan untuk endpoint OData yang mendukung baik ATOM atau JSON-light format. Selain itu terdapat bantuan yang memungkinkan kita mendapatkan halaman help dari web API yang telah kita buat secara otomatis.
ASP.NET SignalR, sekarang dapat dinikmati template untuk membuat class-class yang berkaitan dengan SignalR pada VS 2012.

ASP.NET Web Forms Enhancements, penambahan yang memungkinkan kita untuk menghilangkan extension .aspx saat menggunakan ASP.NET Friendly URL. ASP.NET Friend URL juga memberikan support untuk memudahkan dalam mengakses halaman berdasarkan device yang mengaksesnya.
ASP.NET MVC Enhancements, pada penambahan bagian ini terdapat template yang memudahkan kita untuk membuat aplikasi Facebook Canvas dengan menggunakan ASP.NET MVC dengan mudah. Dan juga terdapat template Single Page Application, dengan template ini developer dapat dengan mudah membuat aplikasi interaktif dengan menggunakan HTML 5, CSS 3 dan library Knockout and jQuery. Dan masih ada beberapa penambahan lainnya.

Windows Azure Authentication Enhancements, penambahan pre-release authentifikasi Windows Azure untuk MVC, Web Pages dan Web Form.
Sengaja membuat judul posting yang “vulgar” seperti itu agar menarik perhatian untuk dibaca. Mungkin sudah banyak yang tahu, sekarang Microsoft mempunyai Windows Store sebagai pasar untuk aplikasi berbasis Metro Style … ups, maksudnya aplikasi Windows Store atau Windows 8 Style UI (Microsoft harus mengganti nama Metro Style setelah terbentur trademark dari pihak lain). Dan Windows Store juga dapat digunakan untuk menjual atau mepromosikan aplikasi dekstop pada Windows.

Seperti yang dapat dilihat pada gambar selain aplikasi Windows 8 Style UI juga terdapat Desktop App pada Windows Store ini.
{Statistik}
Sebelum berbicara tentang peluang, mari kita lihat dulu statistik penggunaan sistem operasi di dunia.
Menurut http://en.wikipedia.org/wiki/Usage_share_of_operating_systems, terhitung September 2012 maka berikut adalah perolehan data pengguna sistem operasi saat ini.

Terhitung masih “cukup” banyak pengguna sistem operasi dari Microsoft dari pengguna Windows 7, Windows Vista dan Windows XP (Whaaat!!!!???) dan pengguna Windows lainnya … hmm…curiga masih ada pengguna Windows 3.11.
Kemudian berikut adalah data statistik lain untuk melihat naik turunnya penggunaan OS.

Pengguna Windows 7 makin menaik, dan pengguna Vista dan XP makin menurun. Jangan pikirkan pengguna Vista dan XP akan beralih ke OSX atau Linux, terlalu kecil prosentasi mereka ke sistem operasi itu
(siram minyak agar pengguna OS lain panas hihihi). Pengguna Vista dan XP tentu upgrade ke Windows 7 pastinya.
Statistik yang lain bisa dilihat di bawah ini.

Dan setelah Windows 8 tayang dipasaran tertanggal 26 Oktober 2012 kemaren, maka diharapkan ada berpegesen statistik lagi menuju Windows 8. Bayangkan jika nanti prosentasi Windows 7 tergantikan menjadi Windows 8. Hmm….artinya ada ada ratusan juta pengguna Windows 8 yang akan mempunyai akses ke Windows Store (#harapan).
{Windows Store}
Apa sih Windows Store? Mungkin masih belum banyak yang mengetahui apa itu Windows Store (karena belum banyak yang upgrade menjadi pengguna Windows 8). Windows Store adalah pasar digital untuk mendistribusikan aplikasi berbasis Windows 8 Style UI (bisik bisik : Metro Style App) dan Desktop app. Dengan Windows Store, pengguna dapat melihat daftar aplikasi baik yang gratis dan berbayar dan juga dapat langsung mendownload atau membelinya. Jadi pengguna dapat dengan mudah mencari aplikasi yang diinginkan dengan fasilitas search yang telah disediakan. Atau pengguna dapat windows shopping (cuci mata di mall-nya Windows Store) melihat aplikasi-aplikasi apa yang baru, aplikasi-aplikasi yang lagi top/hit atau aplikasi-aplikasi apa yang sedang sale (diskon) 


Selain itu jika kita sudah mempunyai aplikasi yang didownload dari Windows Store, maka kita akan sangat mudah mendapatkan informasi jika ada update. Pengguna akan mendapatkan notifikasi, dan kemudian langsung melakukan update. Gampang!!
Jadi tidak perlu lagi nyari taxi untuk ke Mangga Dua, Jakarta atau angkot ke Jl Ganesha dekat ITB untuk beli DVD aplikasi 
{Software Developer}
Dari statistik dan penjelasan dengan Windows Store di atas, maka ada 1 pertanyaan bagi Software Developer. Apa untungnya? Iya apa untungnya semua paparan tersebut untuk para Software Developer? Apa? Apa?
Untungnya cuma 1 yaitu Software Developer dapat membuat aplikasi kemudian mempublishnya ke Windows Store. Hanya itu. Jika aplikasinya gratis maka dan banyak yang download maka anda akan dapat nama tenar (sebut nama tenar biar postingnya rada dramatis). Tapi jika aplikasinya berbayar dan banyak yang download selain nama tenar juga dapat tambahan rejeki buat uang saku 
Sebut saja 1 aplikasi itu adalah Drug Guide Pro hasil dari salah satu developer hebat Adib Toriq (yang tentu saja dari Indonesia), aplikasi database obat-obatan ini sudah ada di Windows Store sejak tanggal 22 Oktober 2012, sebelum Windows 8 hadir untuk public di tanggal 26 Oktober 2012. Dari statistik yang didapat di Dashboard Windows Store maka di dapat data kurang lebih 100 download, masih belum banyak memang.

Aplikasi Drug Guide Pro adalah aplikasi yang berbayar seharga $4,99. Sengaja memberikan harga seperti itu, untuk melihat reaksi pasar. Dan berikut adalah pendapatan dari aplikasi ini selama 2 minggu.

Angka yang lumayan untuk rejeki tambahan yang bisa di dapat dalam waktu 2 minggu.
Mari bermain angka lagi, jika saat ini :
- 4 juta, user upgrade ke Windows 8 (dan semoga akan terus bertambah).
- 127 pengguna yang mendownload Drug Guide Pro.
- 23 pengguna yang membeli Drug Guide Pro.
Harapannya jika pengguna Windows 8 makin bertambah maka semakin banyak juga yang akan mendownload aplikasi ini.
Harapannya, dalam 1 bulan, aplikasi ini dapat mencapai angka pendapatan 2jt (agar bisa dicairkan…hehehe).
Bagi software yang tidak cukup dengan angka 2 juta dalam 1 bulan, maka angka tersebut dapat ditambah dengan cara menambah aplikasi di Windows Store. Misalkan seorang software developer mempunyai 5-10 aplikasi di Windows Store, maka secara optimis akan dimiliki pendapatan tambahan sekitar 10-20juta sebulan.
Belum puas dengan cara jualan aplikasi, Windows Store juga mendukung untuk In App Purchase, artinya dapat dilakukan transaksi penjualan item-item di dalam aplikasi. Contohnya, jika kita membuat game RPG maka di dalam game tersebut dapat dijual item-item seperti pedang, baju, dan barang-barang lain yang berhubungan dengan game tersebut. Hmm…cara lain untuk menambah penghasilan dari aplikasi yang dibuat bukan? 
So, jika anda optimis dengan aplikasi yang ada buat, lebih baik jual dan jangan berharap terlalu banyak dari iklan. Jual dan pikirkan cara untuk membuat traksaksi In App Purchase. 
{Penutup}
Di atas hanya gambaran optimis dari Windows Store. Karena jumlah download dan jumlah pembelian selain tergantung dari jumlah orang yang lalu-lalang di Windows Store, juga sangat dipengaruhi oleh kebutuhan orang tersebut. Mereka tentu saja akan mendownload aplikasi yang menarik dan yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, mumpung Windows Store masih baru maka ini jadi kesempatan untuk membuat aplikasi bagus agar dilirik, didownload dan dibeli oleh pengguna.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mempublish aplikasi ke store (store mana pun) :
- fungsi, biasanya pengguna akan mencari aplikasi yang fungsinya sesuai kebutuhan.
- UI dan UX, aplikasi yang menarik tentu saja yang User Interface dan User eXperience yang menawan.
- nama, sebaiknya gunakan nama aplikasi yang sesuai dengan keyword yang sering digunakan dalam pencarian. Memang kita bisa menambahkan keyword yang digunakan pada aplikasi saat aplikasi dipublish.
- try & buy, jika aplikasi anda adalah aplikasi yang berbayar maka usahakan ada fasilias try. Sehingga pengguna dapat mencoba aplikasi anda terlebih dahulu sebelum membeli.
- harga, memang harga jadi pertimbangan pengguna untuk membeli. tapi jangan takut dg harga yang ditawarkan, kalau memang bagus pasti ada saja pengguna yang membeli.
Selamat mencoba! Dan jangan lupa untuk mencoba Drug Guid Pro. 
Bagi pengguna Visual Studio 2012, maka akan menemukan ASP.NET MVC 4 pada template project web. Dan yang menarik adalah terdapat Web API sebagai salah satu fitur baru.
ASP.NET Web API adalah framework yang memudahkan membuat HTTP Service agar dapat dikonsumsi oleh aplikasi web pada web browser, aplikasi desktop ataupun aplikasi mobile. Sehingga Web API sangat berguna sebagai sumber data pada native app seperti Windows Phone atau Windows Store app. Format output dari Web API dapat berupa XML, JSON ataupun yang lainnya.
Pada artikel ini akan dijelaskan cara membuat HTTP Service yang sederhana untuk dikonsumsi oleh Windows Store App.
{Create Web API Project}
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat Web API Project.
Pada Visual Studio 2012 pilih New Project, untuk membuat New Project dapat dilakukan dengan cara memilih File > New > Project. Kemudian pada pane Template pilih Installed Templates > Visual C# > Web > ASP.NET MVC 4 Web Application kemudian klik OK.

Selanjutnya pilih Web API pada pane New ASP.NET MVC 4 Project template, kemudian klik tombol OK.

Selanjutnya akan dibuat Controller sederhana sebut saja HelloWorldContoller. Untuk membuat Controller ini maka klik kanan pada folder Controllers yang terdapat pada Solution Explorer, kemudian pilih Add > Controller.

Pada pane Add Controller, berikan nama HelloWorldController pada input Controller name. kemudian pilih Empty API Controller pada Scaffolding options > Template, kemudian klik tombol Add.

Selanjutnya tambahkan beberapa baris kode sehingga dapat dilihat isi file HelloWorldController.cs seperti berikut.
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Net;
using System.Net.Http;
using System.Web.Http;
namespace MvcApplication2.Controllers
{
public class HelloWorldController : ApiController
{
// GET api/values
public string Get()
{
return "Hello World";
}
// GET api/values/5
public string Get(string id)
{
return "Hello "+ id;
}
}
}
{Calling the Web API from the Browser}
Untuk memanggil Web API yang telah dibuat maka pada menu di Visual Studio pilih Debug > Start Debugging atau akan lebih cepat dengan cara menekan tombol F5. Maka secara otomatis akan dilakukan proses build dan bila sukses maka web browser default akan dijalankan. Hasilnya dapat dilihat seperti gambar berikut ini.

Pada gambar di atas dapat dilihat alamat yang diakses adalah http://localhost:33011. Untuk web API yang telah dibuat maka dapat dilakukan dengan cara mengakses alamat berikut dari web browser http://localhost:33011/api/HelloWorld/.

Respon dari request diatas berupa file HelloWorld.json dengan isi sebagai berikut :
Respon dari request tersebut akan berbeda jika menggunakan web browser Firefox. Pada Firefox akan didapati hasil seperti berikut.

Selanjutnya akan dicoba request dengan alamat berikut http://localhost:33011/api/HelloWorld/M Reza Faisal maka akan didapat hasil seperti berikut :

{Calling the Web API from Windows Store App}
Pada contoh di atas sudah diperlihatkan bagaimana cara memanggil Web API dari web browser dan sudah dilihat juga output dari Web API tersebut. Sekarang akan ditunjukkan bagaimana mengakses Web API dari Windows Store App.
Terlebih dahulu tambahkan project pada solution. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah klik kanan pada Solution kemudian pilih Add > New Project.

Pada pane Add New Project pilih Installed > Visual C# > Windows Store > Blank App (XAML).

Pada input Name, berikan nama aplikasi yang diinginkan, misalnya HelloWorldApp. Kemudian klik tombol OK.
Sekarang dapat dilihat terdapat project dengan nama HelloWorldApp pada Solution Explorer. Selanjutnya kita akan bekerja pada MainPage.xaml.

Pada MainPage.xaml akan ditambahkan sebuah TextBlock dan Button, sehingga dapat dilihat antarmuka seperti berikut.

Berikut adalah kode pada file MainPage.xaml.
<Page
x:Class="HelloWorldApp.MainPage"
xmlns="http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml/presentation"
xmlns:x="http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml"
xmlns:local="using:HelloWorldApp"
xmlns:d="http://schemas.microsoft.com/expression/blend/2008"
xmlns:mc="http://schemas.openxmlformats.org/markup-compatibility/2006"
mc:Ignorable="d">
<Grid Background="{StaticResource ApplicationPageBackgroundThemeBrush}">
<TextBlock x:Name="TextBlock_Result" HorizontalAlignment="Left" Margin="23,70,0,0" FontSize="23" TextWrapping="Wrap" Text="TextBlock" VerticalAlignment="Top" Height="282" Width="612"/>
<Button x:Name="Button_AccessWebAPI" Content="Access Web API" HorizontalAlignment="Left" FontSize="17" Margin="23,10,0,0" VerticalAlignment="Top" Click="Button_AccessWebAPI_Click" />
</Grid>
</Page>
Pada Button diberikan aksi Click yang akan memanggil method Button_AccessWebAPI_Click yang berisi kode untuk mengakses Web API dan hasilnya akan ditampilkan pada TextBlock.
Dan berikut adalah kode dari file MainPage.xaml.cs.
1: using System;
2: using System.Collections.Generic;
3: using System.IO;
4: using System.Linq;
5: using System.Net.Http;
6: using System.Net.Http.Headers;
7: using Windows.Foundation;
8: using Windows.Foundation.Collections;
9: using Windows.UI.Xaml;
10: using Windows.UI.Xaml.Controls;
11: using Windows.UI.Xaml.Controls.Primitives;
12: using Windows.UI.Xaml.Data;
13: using Windows.UI.Xaml.Input;
14: using Windows.UI.Xaml.Media;
15: using Windows.UI.Xaml.Navigation;
16:
17: // The Blank Page item template is documented at http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=234238
18:
19: namespace HelloWorldApp
20: {
21: /// <summary>
22: /// An empty page that can be used on its own or navigated to within a Frame.
23: /// </summary>
24: public sealed partial class MainPage : Page
25: {
26: private HttpClient hc;
27:
28: public MainPage()
29: {
30: this.InitializeComponent();
31:
32: hc = new HttpClient();
33: hc.BaseAddress = new Uri("http://localhost:33011/");
34: hc.DefaultRequestHeaders.Accept.Add(new MediaTypeWithQualityHeaderValue("application/xml"));
35:
36: }
37:
38: /// <summary>
39: /// Invoked when this page is about to be displayed in a Frame.
40: /// </summary>
41: /// <param name="e">Event data that describes how this page was reached. The Parameter
42: /// property is typically used to configure the page.</param>
43: protected override void OnNavigatedTo(NavigationEventArgs e)
44: {
45: }
46:
47: private async void Button_AccessWebAPI_Click(object sender, RoutedEventArgs e)
48: {
49: var response = await hc.GetAsync("api/HelloWorld/");
50: response.EnsureSuccessStatusCode(); // Throw on error code.
51:
52: var result = await response.Content.ReadAsStringAsync();
53:
54: TextBlock_Result.Text = result;
55: }
56: }
57: }
Untuk mengunakan class HttpClient pada baris ke-26 maka perlu ditambahkan namespace System.Net.Http seperti yang dilihat pada baris ke-5. Sedangkan baris ke-34 membutuhkan namespace System.Net.Http.Headers seperti pada baris ke-6.
{Setup Web API Output Format}
Kita dapat menentukan ingin mendapatkan format output XML atau JSON. Jika ingin mendapatkan output XML maka cukup gunakan kode seperti pada baris ke-34. Jika ingin mendapatkan output dengan format JSON maka baris ke-34 tersebut dapat kita ganti seperti berikut :
hc.DefaultRequestHeaders.Accept.Add(new MediaTypeWithQualityHeaderValue("application/json"));
Berikut adalah hasil jika format output yang digunakan adalah JSON :

Dan berikut adalah jika format output yang digunakan adalah XML :

Gampang bukan? Selamat mencoba :)
Bukan berita baru lagi kalau Windows Store sudah tersedia untuk Indonesia. Jadi developer Indonesia dapat mempublish Windows Store App agar bisa diunduh oleh pengguna sistem operasi Windows 8. Tetapi memang tidak semua developer Indonesia bisa mendaftarkan dirinya karena suatu kendala, yaitu karena tidak memiliki kartu kredit. Tapi tentu saja hal itu jangan menjadi halangan untuk berkarya dan membangun Windows Store App. Seperti sebuah kalimat bijak : “Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan” :) Caranya bisa dengan meminjam kartu kredit, atau numpang ke teman yang sudah terdaftar di Windows Store.
Hal itu juga yang dilakukan oleh teman saya Adib Toriq , kebetulan sudah memiliki app Drug Guide untuk Windows Phone 7, sebuah aplikasi data obat-obatan yang berbayar dan mendapat tanggapan yang bagus di store. Walau aplikasi tersebut dipublish via Yalla. Dan saat ini aplikasi tersebut sudah dihapus dari store, karena pertimbangan untuk berhenti menggunakan Yalla sebagai perantara. Karena tanggapan positif itulah maka dibuat aplikasi serupa untuk Windows Store.

Setelah seminggu melakukan proses convert dari aplikasi Windows Phone 7 ke Windos Store App, akhirnya Senin tanggal 8 Oktober 2012 akhirnya aplikasi dipublish dengan saya sebagai perantara :) Berbekal account yang sudah terdaftar (acccount gratis karena berlangganan MSDN, langganan MSDN pun gratis karena anugerah sebagai MVP … hihihi) maka dicobalah untuk membantu untuk mempublishkan aplikasi Drug Guide Pro ini, nama Drug Guide sudah ada yang menggunakan, jadi kita gunakan nama yang lebih mentereng yaitu dengan embel-embel Pro. Tidak salah memang penggunaan nama tersebut karena aplikasi ini merupakan aplikasi yang berbayar.
Ok….di atas hanya cerita pengantar saja. Kita akan mulai masuk inti dari blog ini, yaitu berbagi cerita menit-menit saat aplikasi Drug Guide Pro dipublish ke store.
Setelah aplikasi selesan dikembangkan, ditesting dan yakin siap untuk dipublish maka langkah pertama yang dilakukan adalah membuat App Packages dengan cara klik kanan pada project, kemudian pilih Store > Create App Packages.

Selanjutnya akan ditampilkan jendela seperti berikut ini :

Pilih Yes pada checkbox kemudian klik tombol Sign In, maka akan ditampilkan form sign in seperti berikut ini :

Masukkan live ID yang digunakan sebagai akun pada Windows Store. Setelah proses sign in berhasil maka daftar nama aplikasi yang telah kita daftarkan pada Windows Store. Hmm.. sekarang baru mengerti kenapa ada fasilitas “daftarin nama aplikasi” terlebih dahulu, ternyata ini toh fungsinya :)

Pilih nama aplikasi yang sesuai, kemudian pilih Next. Jika checkbox pada Automatically increment dicentang maka saat setiap kali melakukan pembuatan package maka secara otomatis nilainya akan dinaikkan. Jadi jika pertama kali gagal melakukan proses pembuatan package maka sudah dianggap versi 1.0.0.1, kemudian ketika proses pembuatan package diulang maka versi package akan menjadi 1.0.0.2.

Untuk checkbox Architecture sebenarnya cukup pilih Neutral saja bila memang aplikasi yang dibangun tidak menggunakan hal-hal gaib :) Karena saat nanti upload package ke store cukup upload hasil package untuk Any CPU saja (karena memang tidak ada hal-hal gaib). Selanjutnya klik tombol Create. Secara otomatis maka akan dilakukan proses pengecekan file-file yang akan dijadikan package. Salah satunya pemeriksaan ukuran file gambar-gambar. Jika ditemui ada yang tidak sesuai maka secara otomatis akan ditampilkan pesan error seperti berikut.

Lumayan kan, pemeriksaan seperti ini sudah terintegrasi pada VS 2012 tanpa perlu instal-instal lagi :) Jika semua requirement telah dipenuhi maka akan dapat dilihat pesan seperti berikut ini.

Selanjutnya klik tombol Launch Windows App Certification Kit untuk proses pemeriksaan dan validasi lebih lanjut. Dan berikut pesan yang akan dapat kita lihat jika semua berjalan lancar.

Selanjutnya proses publish akan dilanjutkan di web Store Portal, yaitu mengisi form berikut ini.

Setelah sampai pada bagian Packages, maka kita upload file .appxupload hasil dari proses create package yang telah dilakukan di atas.

Setelah proses upload berhasil maka akan ditampilkan pesan berikut ini, kemudian klik tombol Save.

Setelah semua form diisi maka tinggal kita akan dapati status seperti berikut ini :

Adapun proses-proses yang harus dilewati adalah sebagai berikut :

Sekian kira-kira cerita singkat dari proses publish kemaren, semoga bermanfaat bagi developer Windows Store App.
Setelah mengunduh ISO Windows 8 Consumer Preview di http://windows.microsoft.com/en-US/windows-8/iso maka langkah berikutnya tentu saja menginstalnya. Dan kebetulan hanya punya keberanian install ini di VirtualBox, kebetulan di VirtualBox sudah ada pilihan untuk Windows 8.

Perlu 20GB ruang HD untuk jaga-jaga, karena akan digunakan untuk install VS 2011 Beta, masih belum yakin untuk install VS 2011 Beta di Windows 7, selain karena ada kabar tidak bisa ngoding Metro App Style bila itu dipaksakan :)
Hasilnya …


Antarmuka yang mungkin sudah pernah dilihat pada Windows 8 sebelumnya, untuk melihat antarmuka “klasik” dari Windows maka bisa mengaktifkan Desktop.
Dan …

Uups…tidak ada lagi tombol seperti ini
pada area kiri bawah dari Windows 8, kemana? kemana? apakah salah alamat? Kemanakah tombol START sekarang dan bagaimana bentuknya?
Tombol START masih ada, caranya tinggal mengarahkan pointer mouse pada ujung kanan atas atau bawah, dan akan terlihat tombol-tombol seperti berikut ini.

Dapat dilihat tombol START yang telah berubah bentuk, seperti yang dipaparkan di http://windowsteamblog.com/windows/b/bloggingwindows/archive/2012/02/17/redesigning-the-windows-logo.aspx … “It’s a window… not a flag” :)

Tombol-tombol yang terdapat pada sisi kanan layar tersebut diantaranya adalah :
{Search}
Berikut adalah antarmuka yang akan ditampilkan ketika tombol Search dipilih.

Fasilitas ini memungkinkan kita mencari : App, Setting atau Files seperti yg terlihat di gambar di bawah ini.

Eh ternyata bukan itu saja…

Ketika yang dipilih adalah Internet Explorer, maka secara otomatis IE akan ditayangkan, dan ketika pada input dituliskan keyword yg diinginkan, maka secara otomatis akan dilakukan proses pencarian oleh BING dan hasilnya, dapat dilihat pada gambar di atas. Contoh lain ketika yang dipilih adalah Music.

Ketikan keyword dan… U2 dan masih banyak lagi hal baru di bagian Search ini :)
{Setting}
Sering kita melihat icon-icon kecil pada bagian kanan bawah, seperti icon status speaker, jaringan, batere dll. Sekarang hal-hal tersebut akan terlihat ketika Setting dipilih, dan akan dilihat seperti pada gambar berikut ini.

Di bagian ini juga terlihat tombol untuk Power, untuk Shutdown atau Restart.
Apalagi yang baru? … selebihnya hampir mirip dengan yang telah dinikmati pada Windows 8 sebelumnya, kecuali ada penambahan beberapa aplikasi baru dan ada aplikasi yang menghilang. Bila ada temuan baru, akan segera dilaporkan via blog ini.
Selanjutnya adalah cerita tentang hal-hal baru pada VS2011 Beta …

Selamat menikmati akhir pekan :)
Hari ini ada tiga ini….silakan :)


Akhirnya ada sedikit penampakan lagi implementasi Metro UI di Visual Studio 2011. Berdasarkan posting di http://blogs.msdn.com/b/visualstudio/archive/2012/02/23/introducing-the-new-developer-experience.aspx dapat dilihat beberapa penampakan antarmuka dengan style Metro UI.
Berikut adalah beberapa contoh style Metro UI di Visual Studio :)

Icon bergaya Metro dapat dilihat, dan icon icon tool juga terlihat lebih minimalis dibanding versi Visual Studio versi sebelumnya.


Selain itu terdapat pilihan theme pada Visual Studio, The light dan The dark :)



Perubahan lain adalah pada penggunaan bevel, gradient dan shadow pada control-control yang terdapat pada form di antarmuka. Pada tampilan versi sebelumnya dapat dilihat seperti berikut :

maka pada Visual Studio 2011 akan dapat dilihat perubahan seperti berikut ini :


Menurut kabar Visual Studio 2011 versi Beta akan diumumkan hari ini , 29 Februari 2012 … Semoga segera bisa diunduh di tanggal yang hanya dapat ditemui sekali dalam 4 tahun :)
Sesuai dengan title-nya maka post ini akan membahas hal sederhana dan ‘mungkin’ menyenangkan. Yaitu aplikasi kecil yang bermanfaat untuk mengganti skin pada emulator Windows Phone 7. Ada berbagai pilihan skin yang tersedia sesuai dengan merk ponsel pengguna OS Windows Phone 7 yang telah tersedia dipasaran, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.



Untuk mendapatkan aplikasi ini dapat segera mengunduhnya di http://wp7emuskinswitcher.codeplex.com/
Selamat mencoba.
More Posts
Next page »