Para developer atau IT architect secara umum pasti suka dengan hadirnya SDA. ya satu-satunya majalah yang talking about Software Engineering, Programming, dan berbagai macam yang IT related.
Biarpun di daerah Yogya tempat Ridi tinggal agak sulit juga nyarinya..tapi ada juga agen koran yang jual :)
suatu hari via mail ada enews tentang SDA, yang menariknya adalah ukurannya besar (90Kb) tetapi isinya kosong nah lho..lucunya Ridi sendiri tak pernah subscribe enews ke SDA.;),bukan masalah enews yang hadir tanpa ridi yakini telah subcribe tetapi..yang aneh kenapa enewsnya kosong sudah lebih dari tiga kali lho..kenapa ya..ada yang bisa bantu
Level 100
Developing Rich UI Client With Windows Froms Technology
with J#
http://blogs.netindonesia.net/ridi/articles/2577.aspx
If You have time please read Bro ;b
PCku emang lagi parah, bukan saja motherboardnya yang berprilaku aneh, tetapi banyak wasted space yang entah hilang kemana. kucek dengan diskeeper ternyata fragmentasinya pun cukup parah.
Banyak sekali berkas-berkas yang makan space besar dan parahnya banyak berkas dengan nama sama.
Sekedar searching and analyze ternyata huge content banyak terletak di Borland...oh noooo..!!
terhitung Ridi punya 5 product Borland dan tiap product punya JRE masing-masing jadi kalo masing-masing JRE 60 mb berarti ada 300mb terbuang, bahkan ada yang bawa JDK masing-masing seperti Together dan JBuilder (90-100mb).padahal terdapat pula JDK dan JRE yang diinstal oleh Ridi sendiri. Untung saja untuk Together dan JBuilder terdapat berkas *.config yang bisa mengoverride JDK/JRE ;)
Tapi Kenapa Borland melakukan ini? padahal asumsi Ridi seandainya Borland lebih PD dengan platform javanya seharusnya dia bisa memberi pilihan apakah product yang diinstal oleh klien itu dibundel dengan JDK/JRE atau tidak.
Parahnya konsep ini juga diterapkan oleh produsen besar seperti SDK-SDK milik Nokia, ZeroG. dsb. Lucunya lagi kalau di sistem windows mereka saling tumpuk-menumpuk nilai current version JDK/JRE di HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\JavaSoft\Java Development Kit atau Java Runtime Environment. Akhirnya jangan harap kalau kita pasang JRE 1.5 terus menginstal program yang dikembangkan dengan membawa bundel JRE 1.4. Alhasil nilai currentversionnya akan dioverride menjadi 1.4 dan aplikasi java anda yang menggunakan JRE 1.5 akan berkoar seperti ini "cannot find java.dll..bla..bla..bla" ya solusinya sih gampang tinggal balikin nilai yang dioverride ke 1.5, tetapi bukankah mengubahnya nambah kerjaan anda untuk membuka regedit dan mencarinya dengan Ctrl+F dan F3 fuih..
Padahal kalau kita lihat ada pula perusahaan Java lain yang memberi pilihan tersebut, sebut saja EJ-Technologies, walau produk yang mereka lempar kepasar adalah produk development product (tepatnya for deployment), mereka berani memberi pilihan tanpa bundeling JDK atau JRE.
Anyway kalau dipikir-pikir kembali kesafety rasanya masuk akal dan sah-sah saja, mungkin ada kekhawatiran Borland dan vendor yang lain kalau-kalau klien mereka menggunakan JDK dengan versi yang berbeda dan ternyata tidak kompatibel. Pernah dengar kasus JBuilderX yang tiba-tiba intelisense dan compilernya ngaco pada saat J2SDK 1.5 rilis (yang bikin Borland mempercepat rilis JBuilder 2005)...hemm mirip waktu Visnet 2002 yang ndak support SDK.NET 1.1. ya
Tetapi kembali kenasib saya dan mungkin nasib student developer yang pas-pasan seperti saya, bayangkan saudara-saudara berapa ratus mega yang terbuang demi menginstal JRE untuk tiap produk berbasis JDK/JRE Bundled..
Untungnya .NET agak jauh dari masalah ini, walaupun perusahaan deployment kayak Ghost, Wise, atau InstallShield memungkinkan kita mengbundelkan dotnetfx.exe (dalam bentuk *.msm module merge gitu lho..)..tapi tanpa membundelpun kita bisa bernyanyi seperti group musik Ratu (Aku Baik-Baik Saja..eh Programku baik-baik saja)..thanks to GAC and shared assembly maybe
Kesimpulannya mengapa banya vendor Java melakukan ini, apakah ini demi dukungan multiOS milik Java, atau banyak vendor yang khawatir program not run well ketika pakai JDK shared, atau apakah ini akal-akalan pihak Maxtor ama Seagate supaya hd penuh dan saya beli hardisk baru..jadi kembali ke sebuah kata ulang
nasib-nasib....;b
Jadi mohon maaf juga untuk Mas Agus, mas Norman ama Mas Dondy yang sering diganggu oleh Ridi untuk tanya-tanya tentang .NET, no space for MSDN BOS..(is eaten by JRE and JDK hua hua hua just kidding..sorry)
Peace all
Hanya karena klien yang tidak ingin menginstal macem-macem diPCnya (termasuk .NET Runtime) jadi kembali deh ke era MFC. Aplikasi yang dikembangkan MFC memang terkesan seamless integration dengan windows, ya bagaimana lagi untuk mendeploy MFC application rasanya ndak perlu macem-macem cukup menyertakan MFCXX.dll beserta package bahasanya ke dalam package deploymentnya.
Banyak pertimbangan mengapa memilih MFC terutama kalau klien kta memintanya :D, tetapi terlepas itu tampaknya trend programming masih disisi Win32 dan MFC. KIta lihat saja aplikasi komersial yang hadir sekarang masih jarang menggunakan Swing atau WinForm kan? Lalu kapan masanya..
Penulis sendiri berasumsi teknologi .NET akan segera in bila secara resmi .NET dishipping pada Windows, sayang sekali ya Windows XP belum menshipping .NET secara full integrate (masih berupa komponen tambahan), rasanya bila versi windows yang digunakan user (bukan server seperti 2003) sudah integrate seperti windows 2003 baru .NET bisa mambumi..
jadi kita lihat saja