WPF antara Cinta dan Realita | Episode 2
Better User Experience adalah salah satu "nilai kunci" bagaimana teknologi WPF ini dirancang. Salah satu elemen WPF yang "memungkinkan" dia memiliki tingkat UX yang memadai adalah dengan memisahkan pengkodean antarmuka dan bisnis proses suatu aplikasi. Bagi sekumpulan tim pengembang, hal ini tentu bukan sesuatu rahasia lagi , lihatlah bagaimana kita mengkomposisi banyak project untuk sebuah solusi.
Tentang XAML
XAML adalah salah satu kunci, bagaimana suatu aplikasi berbasis WPF dapat memisahkan desain aplikasi dan juga pengkodean proses bisnis dengan "sebuah batasan yang sangat jelas". XAML didefinisikan sebagai bahasa markup yang bersifat deklaratif serta menggunakan pengkodean XML untuk mendesain pengembangan antarmuka. Hal yang menarik XAML dirancang dari .NET Serializations object, artinya semua objek .NET yang bersifat serializable dapat dideklarasikan atau bahkan diinstance-kan pada tingkat pengkodean XAML.
Seperti halnya model pengembangan aplikasi .NET semenjak zaman 1.0 , XAML juga mendukung pengkodean Code Behind Model, jadi mekanisme integrasi antara XAML dan juga kode pemograman seperti C# dapat dengan mudah dilakukan. Sebagai contoh deklarasi OnClick dan semua control yang dideklarasikan pada XAML akan dikenal dan saling berkomunikasi dengan code behind-nya yang notabene adalah C#/VB.
Investasi XAML
XAML kini digunakan hampir oleh semua teknologi Microsoft terkni, mulai dari WPF, XBAP (WPF on Web), SilverLight, atau bahkan hingga perancangan Workflow pada WF. Sebuah investasi yang menarik tampaknya belajar XAML.
Pakem ber-XAML
Pertama yang harus dilakukan dalam membuat XAML secara "manual" adalah mengetahui komposisi XAML. XAML secara umum terbagi menjadi dua bagian yakni
-
Root Elements , yang berisi deklarasi informasi mengenai berbakgai skema control yang dapat ditaruh di dalam element child. Root elements mendeklarasikan pula istilah namespaces untuk mengkaitkan antara bahasa deklarasi XAML dengan berbagai class yang dimiliki oleh .NET.
xmlns="http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml/presentation"
//deklarasi berikutnya pada umumnya ditandai dengan sebuah prefix x: untuk penambahan namespaces selanjutnya selanjutnya prefixs apapun yang dapat didefinisikan terserah Anda misal ridi:, tetapi harap diingat pada saat pemanggilan control digunakan prefixs yang telah anda definisikan sebagai contoh ridi:namacontrol
xmlns:x="http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml"
-
Content Elements, ini berisi semua control yang dapat diakses dan yang telah dideklarasikan pada bagian root elements , sebagai contoh
<Border>
<ScrollViewer>
<TextBlock FontSize="20" TextWrapping="Wrap" FontFamily="Global User Interface">
Walau Habis Terang… kucoba melangkah
</TextBlock>
</ScrollViewer>
</Border>
Contoh Kode XAML
Baik berikut ini adalah contoh struktur XAML yang digunakan untuk sebuah aplikasi WPF 3.5. Pada kesempatan ini penulis mencoba membuat kode contoh untuk mendeteksi prosessor melalui teknologi WMI dan WPF enjoy
