WPF antara Cinta dan Realita | Episode 1
Baik apa yang dapat penulis katakan tentang teknologi .NET 3.5 SP1, sebuah teknologi yang ‘hendak’ diberi nama .NET 3.6 ini selayaknya sudah terpasang sevbagai hotfix yang kurang lebih memakan ukuran 1 GB. Hal ini mengingatkan penulis dengan kondisi pada saat .NET 3.0 pertamakali diirilis. Pada saat itu teknologi yang menarik yang kami rasakan cukup krusial ada kehadiran document technology (XPS) yang menelurkan aplikasi yang penulis sebut dengan KompasReader, tetapi apakah platform komputasi kita siap? Yak lebih dari siap… teknologi perangkat keras sudah cukup ‘gila’ , kecepatan gigahertz yang kini bisa diperoleh dengan kurang dari $300 sebuah angka yang cukup fantastis bila dibanding dengan satu tahun silam.
Bicara komposisi WPF 3.5 masih sama , dan masih seperti versi 3.0 fokusnya terletak pada empat bagian yakni.
· Managed Code (C#, VB)
· Markup language (XAML)
· Codebase (Media Integration Layer (MiL)) -> ini pembungkus dan lapisan mediasi yang memungkinkan komunikasi antara teknologi natif dengan wpf (misal DirectX dengan WPF)
· Dukungan platform (XP, Vista, atau yang lebih baru) -> rumornya vista punya driver khusus (atau hanya bersifat preinstalled?)
Buzzword tentang WPF 3.5 masih sama seperti WPF 3.0 yaitu “user experience”. Sebuah istilah yang merepresentasikan semua proses interaksi antara pengguna dengan perangkat lunak yang digunakannya. Proses interaksi yang dimaksud dapat berupa produktifitas pengguna, sebuah ‘brand’ aplikasi yang berbeda dari sisi “look and feel”, hingga “perasaan cinta” terhadap aplikasi yang anda gunakan.
Fitur WPF secara umum dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian , yakni.
· Powerful Layout and Control Features
o Layout: stackpanel, grid, dockpanel, wrappanel, stackpanel, dsb
o ContentModel : membuat kontrol baru dengan melakukan komposisi kontrol, sebagai contoh sederhana sebuah combobox yang di dalamnya image
o Lookless Control dan Style : uh oh sekarang kontrol dapat memiliki style dan template seperti halnya CSS , tanpa harus kita membuat custom control
o Data Binding, ingat dengan Simple Binding atau Complex Binding pada .NET 2.0, nah Data Binding pada WPF diperkaya lagi dengan dukungan Data Templates.
o Trigger : ini konsep Simplifikasi dari Event, yang setidaknya akan membantu pengembang untuk membuat Event ditingkat antarmuka , sebagai contoh kalau kita hendak membuat animasi di tingkat UI.
· Advanced Graphics : ini keywordnya Vektor, Multimedia, dan Animasi.
· Document Features : fokus fitur ini menyediakan dukungan menampilkan teks secara lebih “visual independence”, terdapat dua bagian inti yakni Fixed Document dan FlowDocument
o DocumentViewer : fixed document , read only
o FlowDocumentReader : dukungan tampilan antarmuka pembaca dengan halaman tunggal atau ganda dan control yang kaya untuk manipulasi dokumen
o FlowDocumentPageViewer : menampilkan satu halaman dalam satu tampilan antarmuka
o FlowDocumentScrollViewer : menampilkan teks secara kontinyu dengan dukungan dukungan scroll
o TextBlock : mirip dengan label dengan dukungan pemformatan yang kaya.
o Label controls : ada yang belum kenal control ini?
Hal yang paling menarik dengan hadirnya WPF adalah kemampuannya untuk melakukan mekanisme interop , antara teknologi sebelumnya dengan teknologi WPF. Sebagai contoh integrasi Windows Forms dan WPF. Untuk lebih jelasnya penulis sediakan sebuah contoh sederhana integrasi antara Microsoft Word (melalui tools VSTO) dengan WPF
Silahkan di unduh sini