RonaldWidha

percaya sama occam razor
See also: Other Geeks@INDC

Berspekulasi tentang Google Wave: akankah Google mengincar Http?

Saya akui, saya lagi demam Google Wave. Cukup jarang kita melihat protocol baru yang disambut semeriah ini. Mungkin ada hubunganya dengan marketing dari Google. Tapi bila produknya bisa menambah kaya interaksi kita di web, kenapa tidak ikut membantu untuk mengakselerasi kemajuannya bukan?

Apa sih Google Wave ini?

Ada yang bilang Google Wave ini mau ngeslap microsoft dan bertarung dengan Sharepoint. Google sedangkan beranggapan Google Wave ini adalah pengganti email.

Perlu diingat bahwa google wave bukan sekedar aplikasi saja tapi ada 3 komponen yang sangat berbeda:

  • The Google Wave client application : ini interface yang kita lihat di htp://wave.google.com. Kebanyakan orang akan menganggap Google Wave yah cuma ini.
  • The Google Wave APIs, dan
  • The Google Wave Federation Protocol. Ini protocol yang dipakai. Lihat gambar di bawah, kita harus menyadari wave protocol ini spesifikasinya open source, jadi rupanya siapa saja bisa membangun infrastruktur di atasnya, dan bisa bicara satu sama lain. seperti email servers


diambil dari http://waveprotocol.org

What’s the fuss is all about?

Banyak orang mandek melihat Google Wave di bagian clietnya saja sehingga menganggap Wave sebagai sekedar web aplikasi yang ngegabungin instant messaging dan email.

Beberapa dari kita sudah berpikir lebih jauh untuk melihat cara bagaimana kita bisa mengubah cara kita berkomunikasi dengan orang lain dengan meng-extend dan augment  datga yang dengan data dari source lain menggunakan robot dan extension (Wave API).

Membaca Google Groups yang berdedikasi untuk Google Wave, rupanya ada sebagian orang yang melihat Wave sebagai spesifikasi protokol. Ya, mereka pengen bikin client dan API sendiri bukan seperti google. Beberapa orang ini rupanya melihat Wave sebagai protokol komunikasi yang sudah nge-support interaksi real time dengan sebagian besar masalah yang dibawanya sudah terpecahkan (conflict resolution, etc).

Begitu kita menyadari bahwa Wave adalah protokol yang duduk di atas federated server (rupanya extension dari Jabber protokol yang dipakai di banyak Instant Messenger), kita benar-benar belum melihat kemampuan Wave yang sebenarnya.

Seperti Netscape mengubah cara kita merambah dunia jejaring dari command lines di terminal window dengan teks, gambar dan hyperlinking, Wave mungkin saja bisa mengubah interaksi kita yang cenderung statis ini ke sesuatu yang lebih immersive.

Will Wave protocol be the new Http?

Entah, sayangnya otak aku ga cukup kuat untuk baca spesifikasinya. Saya menantang para pembaca post ini untuk membaca spesifikasi tersebut dan memberi tahu saya apa yang kita bisa bangun di atasnya (imel saya ronaldwidha at gmail dot com atau wave di ronaldwidha at googlewave dot com ).

Kalo benar ini memungkinkan, mungkin kita sebagai developer harus mulai melihat untuk membuat web browser baru yang menawarkan pengalaman kolaboratif kepada penggunanya. Belanja online bersama, membaca, menulis wiki bersama dan semuanya bisa dilakukan real time.

Share this post: | | | |

Comments

No Comments