Saya Nggak Suka Coding !

Saya baca blog Wely soal C# for Sharp Kids trus coba cari tahu apa isinya. Setelah download gratisan yang makan waktu nggak terlalu lama, saya dapat e-book yang terdiri dari lima file Word untuk masing-masing babnya. Untuk mempelajari materi tsb kita musti punya Visual C# 2005 Express Edition. Buku c#for sharp kids ini disusun oleh Martin Dreyer, mantan guru SMU yang sekarang jadi head of software developers di Afrika Selatan.

.

   

   

Oyah, frankly to say, saya gak suka sih yang namanya pemrograman macem gini.

Lhaa … kok bikin blog di netindonesia ??

Ya kalau saya salah bikin blog di sini , terserah deh mau diapain.Karena di netindonesia ada blog gratisan boleh dongg numpang-numpang ngerasain nge-blog di Community Server seharga 15.000 us$.

Jadi saya terusin aja ya materi ini.

   

Dengan sistem cepat saya baca bab 1, sedangkan bab-bab selanjutnya saya baca secara loncat-loncat di kalimat-kalimat yang menarik aja. Intinya saya baca buku ini sebenarnya bukan karena saya tertarik mempelajari secara serius Visual C#. Saya cuman mau tau aja, bukan buat jadi expert seperti rekan-rekan di netindonesia ini. Kalaupun mau pelajari C#, atau mempelajari software, hardware biasanya saya tidak mulai dari Guide Booknya. Biasanya saya run software atau turn on equipment, lalu …. bengong sesaat, sudah itu sok tau klik sana klik sini, setelah cape tersesat baru deh saya baca User Guidenya.

   

Tapi emang sih, kalau kita mau belajar sesuatu, kalau kita mulai baca User Guide atau buku-buku teori dengan harapan kita bisa punya background pengetahuan tentang software atau hardware yang sedang kita hadapi, ada yang bilang kelamaan, bo ! Saya pikir-pikir bener juga. Tapi juga, nggak ada salahnya kita baca User Guide atau buku teori sembari secara beriringan kita jalankan software atau hardware yang mau kita pelajari. Baca satu atau dua bab terus praktek .

Dulu waktu kuliah, dosennya terlalu banyak teori, nggak ngerti kita. Si dosen ngajarin algoritma ini itu, tapi saya mikirnya ini kode kode aneh mau ditulis di bagian apa ya di komputernya ? Ah itu mungkin model pengajaran jaman dulu yaaa …. Jaman Google belum ada, jaman satu komputer dikerubutin 3 orang. Mungkin itu yang bikin saya jadi males sama apa yang berhubungan dengan pemrograman … alasan banget … bisa jadi juga karena pikiran saya yang tidak terstruktur :).

   

Apa yang saya dapat setelah membaca ebook ini ternyata menarik.

   

Semua yang kita pelajari dan akan kita pelajari, intinya adalah KONSEP. Kalau konsepnya sudah jelas, jalannya akan lebih lancar dibanding kalau kita hanya punya konsep yang menggantung atau malah tidak berkonsep. Seperti anak SD, bisa aja dia disuruh ngapalin tambah-tambahan satu sampai seratus, atau perkalian satu sampai sepuluh. Bisa aja dia hapal. Tapi kalau dia tidak dikasih tau satu itu seperti apa dan apa artinya pertambahan atau pengurangan , maka itu semua akan jadi sekedar hapalan saja. Jadi berterimakasihlah anda-anda sama ibu dan bapak guru kelas 1 yang memungkinkan anda bisa seperti sekarang. Sebagai guru, Dreyer menjelaskan konsep C# dengan sangat menarik apalagi ditambah ilustrasi-ilustrasi yang lucu.

   

Satu hal penting lagi. Apapun, bukan cuma pemrograman, orang akan mendapatkan apa yang diinginkan bila dia menyukai apa yang dia kerjakan. Jadi, jika anda suka programing maka anda akan mempunyai kesulitan menghentikan kebiasaan mencari tahu hal-hal baru tentang hal yang anda sukai itu. Maka, nikmati saja dan anda mudah-mudahan akan menjadi ahli di bidang yang anda sukai. Jadi tinggal enjoy yourself lah gitu. Dan ini adalah bagian terpenting yang ditekankan oleh Dreyer supaya kita bisa berhasil.

   

   

 

   

Pada bab 1 Dreyer memulai bukunya dengan memberikan beberapa persyaratan untuk mendevelop C#. Lalu dia memberikan contoh sederhana untuk segera dicoba oleh pemula. Nah, ini bedanya sama dosen saya dulu. Kita dikasih buku setebal 5 cm, disuruh pelajari hal di awang-awang dan dipraktekin di akhir smester. Mudah-mudahan udah gak ada lagi model dosen kayak gini.

   

Dengan mencoba hal baru, kita akan tertarik. Lalu semuanya akan berjalan dengan sendirinya, kadang-kadang kotak-katik software, kadang-kadang balik-balik buku.

   

Bab 2 jadi favorit saya. Soalnya banyak lucu-lucuannya :). Dreyer menjelaskan konsep dengan analogi yang nyampe di akal saya. Pada awal tulisan dia menjelaskan bagaimana manusia bisa berinteraksi dengan komputer meskipun tidak dilahirkan dari ibu yang sama. Karena adanya perbedaan cara berkomunikasi maka kita perlu membuat jembatan agar gap antara manusia dan komputer dapat dieliminasi.

   

Computers have no way of knowing what is in our heads, what we want them to do or how to do it. We may dream of a day when we'll glance in their direction, raise an eyebrow, and they'll understand, but back here in the real world we still have to spell out very clearly what we mean and even how the computer should go about helping us. In short, there is a major communication gap between humans and machines. If we want them to help us, we need to bridge this gap.

   

Lalu Dreyer menganalogikan hal ini dengan cerita tentang alien, gajah dan pohon kelapa. Ini cerita tentang anda yang terdampar di suatu pulau hanya bersama 'seseorang' dari luar angkasa. Bagaimana cara anda bisa berkomunikasi dengan si alien sehingga si alien bisa menjalankan perintah anda agar dapat memancing gajah (biasanya sih memancing ikan, kan ?) agar bisa menjatuhkan buah-buah kelapa yang masih bergelantungan di pohonnya sehingga anda dan si alien bisa menghilangkan dahaga dengan minum air kelapa.

   

Analogi ini menggiring kita untuk mengenal apa yang namanya :

Classes, Object, Properties, Events, Action, Method

   

Dreyer menerangkan bahwa komputer nggak jauh beda sama si alien. Selanjutnya Sang Guru mulai masuk ke materi sesungguhnya dengan tetap menggunakan tokoh si alien dan teman-temannya. Dengan terlebih dahulu membukakan mata kita mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dengan object oriented approach, lalu kita dibimbing untuk bekerja di wilayah privat, protected atau public.

   

   

   

 

Kemudian, isi bukunya bergerak ke arah yang lebih serius.

   

Udah deh.Buat adik-adik yang mau mulai memprogram, silakan aja dimulai. Diusahakan agar code dibuat sesingkat mungkin,biar dibilang smart programer :-)

   

Buat saya, maaf aja kalau saya ternyata tetap nggak suka coding beginian karna memang saya nggak cinta nge-program. Saya jadi bosnya programer aja deh … hehehe ….

   

   

 

   

   

Share this post: | | | |

Comments

# Ahmad Masykur said:

Saya jadi juragan boss-nya programmer juga mau :P

Tuesday, October 30, 2007 9:48 AM
# Wely said:

*** nya kamu bisa berarti banyak, saya bacanya kurang bisa tebak.

Haha... Betul saya juga rasanya itu cukup intersting, but gak sampe semua saya bacain tuh sampe habis.

Cuman merasa itu cukup intersting aja. Ada C# for Sharp Kids dan VB for Very Bright Kid.

Cheers !!!

Tuesday, October 30, 2007 11:49 AM
# F.M. Lehmann said:

Wah jangan salah bos, dosen kaya begono jaman sekarang TETEP ada. Bang**t2 itu memang tidak akan pernah mundur dari jabatan pendidik, karena sangkin ndak kompetennya mereka didunia kerja malah diterimanya di dunia kampus dimana dia melihat ladang uang serta "pemberi uang/sapi perah" yang bisa dibodohi dengan cara "buku 5 senti dan penjelasan awang2" seperti yg elu bilang itu.

Coba fren lu tanya ama dosen begituan, "Bapak tau gak C# itu apa". Dia akan jawab,

(dosen) D :"C#? Itu apa ya? Kamu jangan ngomong yang aneh2 ah saya sedang sibuk ini (dia lagi browsing friendster)."

(mahasiswa) M : "C#.NET loh pak, program yang kaya VB.NET itu."

D : "Oh iya-iya, sebentar lagi kampus kita akan pake .NET koq. Koq C# ya? Itu apa ya? Setau saya yang banyak sekarang itu VB.NET kan pake databes Access. Wah enak ya kamu nanti ada praktikum seperti itu. Itu baru loh. Kampus lain belum tentu ada. Tapi belum tentu juga sih kita adakan semester depan. Liat pengajarnya dulu ada apa nggak alumni yang sempat untuk jadi pengajar lab(yang tentunya akan saya tekan juga gajinya)."

M : "Oh jadi belom pasti pak? Yah... padahal saya waktu hari minggu kemaren udah mahal2 beli PC baru Intel Core 2 Duo memorinya 4GB, terus pas selese install Windows Vista Ultimate, program pertama yg saya install itu VWD 2008  Express Edition loh pak, dengan harapan bisa dipake belajar sekalian buat praktikumnya."

D : "VWD itu apa ya? Kamu banyak uang ya?"

M : "Lah itu editor .NET nya pak! Dan saya bukannya lagi kebanyakan uang. Tadinya saya cuma pengen eli 1GB, tapi karena waktu itu pas lagi ada session WF pembicaranya bilang sekarang develop minimal 2GB, ya saya sekalian aja polin ke 4GB. Itung2 nyoba AS ABAP terbaru sekalian."

D : "Setau saya saat ini yang banyak dipake itu... (Sambil buka lacinya nyari CD bajakan) Visual Setudio 2003 Enterpes Arsitek. Nanti kita pake ini. Ini mahal ini! Sengaja kita pilihkan Access karena bahwasanya disetiap komputer mahasiswa kita pasti ada software itu."

M : "Ngomong2, nantinya .NET ini akan dijadikan praktikum pada matakuliah apa pak? Modulnya sudah ada yang buat?"

D : "Matakuliah Interaksi Manusia dengan Komputer. Kan mata kuliahnya mudah, cuma slide-slide doang. Gak berat lah, saya kenal koq umi pengajarnya. Lulus lah. (walaupun itu dosen gak pernah masuk satu semester -> gabut). Tentang modul, nanti di port aja dari modul praktikum Delphi 5 kita aja. Kan cuma ganti2 dikit dari Deplhi ke VB.NET. Gampang lah itu nggak lama. Apa kita sebaiknya kita pake VB6 aja ya? Saya dengar2 enteng loh dan nggak seberat yang .NET itu! Setahu saya sekarang Visual Studio 6 tiba2 gratis ya?"

M : "Bukan gratis pak, OBSOLETE!!! (sambil dia meninggalkan dosen itu yang terbengong-bengong"

Mas, saya pernah baca ada tulisan yg kira2 isinya bilang kalo orang bebal itu adalah orang yg tidak memperhatikan orang lain dan hanya memperhatikan diri sendiri.

Dalam kasus ini, sample dosen diatas cucok banget tu buat dijadiin figur "sang kebebalan".

So jika anda rasa konten XXX for kids itu bagus buat mereka2 yg baru mau get their hands on programming - walaupun sudah ada di bangku kuliah semester 1 tapi bisa baca literal english - , kenapa kita tidak focus pada mereka ini dan menyodorkan materi ini pada mereka dan bilang "Hey, ini barang bagus. Kamu bisa mulai dari sini, krn aku yakin kontennya pasti akan melekat di otak kamu. Baru setelah itu kamu bisa lanjut ke bacaan2 yang lebih serius di programming"

Thursday, November 1, 2007 9:50 AM