Qiu-qiu

Qiu-qiu adalah permainan kartu. Intinya permainannya, angka pada dua kartu milik pemain mempunyai nilai tertinggi 9 adalah pemenangnya. Katanya sih, tiap daerah punya aturan permainan yang beda-beda. Orang yang suka maen qiu-qiu itu biasanya keliatan pas lihat angka sembilan atau lihat deretan angka yang jumlahnya sembilan. Kata kata yang keluar dalam hati mereka , sambil menggumam atau teriak adalah, QIU QIU TUH !!

   

Sama seperti PakDe saya ketika memberi sambutan di akad nikah kami tanggal 22 Mei tahun 99. Di sela sambutannya dia bilang, ini angka yang dipilih bagus, sembilan sembilan jumlahnya. He hehe … dasar tukang maen kartu.

   

Kami (saya dan suami) sebenarnya nggak pernah menghitung-hitung tanggal pernikahan berdasarkan itungan primbon, feng sui atau apalah yang mengutak-atik angka. Waktu itu kami cuma berhitung kami musti nikah sebelum PEMILU 7 Juni tahun 1999, Pemilu pertama setelah jatuhnya P ak Harto. Kenapa pilih bulan Mei ? Kenapa bukan Februari atau Januari, toh sama-sama sebelum Pemilu ? … Yaa karena kami baru merencanakan pernikahan pas akhir Maret tahun 99. Lalu kami buat time schedule sedetail-detailnya, dimana acara akad jatuh pada tanggal 22 Mei, dua minggu sebelum Pemilu.

   

Mungkin ada pertanyaan, kenapa musti sebelum Pemilu ? Masih ingat, kan euforia kemenangan reformasi yang memunculkan banyak partai. Ada nyaris limapuluh partai yang ikutan Pemilu ! Padahal dulu paling banter cuma tiga partai. Jadi kayaknya negara dalam keadaan rentan banget. Kalau ternyata terjadi apa-apa dengan hasil Pemilu yang bisa menimbulkan khaos dan sebagainya sehingga urusan pribadi warganegara seperti acara pernikahan juga ikut terganggu, setidaknya kami sudah menikah. So simple, kan ?

   

Lagian, kami juga orang yang simpel. Ngga tergantung sama urusan gedung yang musti antri sekian bulan. Toh masih ada rumah orang tua yang bisa didandanin dan dipakai buat acara. Selain itu, semua yang kami rencanakan alhamdulilah berjalan dengan tanpa halangan. Serasa sangat dimudahkan. Dari urusan penghulu, undangan, barang-barang sasrahan yang dikumpulin dikit-dikit, urusan katering, sewa kursi tenda,baju pengantin, dukungan dari keluarga, juga pssstt…. kamar pengantin !. Oya, semua urusan kami lakukan berdua, tentu saja dengan bantuan keluarga.

   

Dan nggak terasa tanggal 22 Mei kemarin usia pernikahan kami sudah sembilan tahun. Qiu-qiu banget, kan !

   

Dalam doa saya semoga pernikahan kami selalu dilindungi oleh Allah SWT, kami selalu saling menghormati, saling menghargai, saling menyayangi dan dapat bekerja sama agar keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah, yang selalu dilimpahkan rahmat dan rejeki yang halal. Kami juga dapat menjaga, membesarkan, mendidik anak-anak kami menjadi anak-anak yang patuh pada orang tua, taat beribadah, pintar dan baik hati. Amiinn . Ah .. bukan begitu doa semua suami istri dan orang tua ?

   

Share this post: | | | |

Comments

# Risman Adnan Mattotorang said:

Amieen semoga dikabulkan doanya :).

Friday, May 23, 2008 11:21 PM
# Setianingsih said:

# Risman

Thanks, Man.

Monday, May 26, 2008 9:29 AM