Balikpapan - Been There Done That

Technorati Tags: ,

Ada hal yang saya anggap fakta mengenai Balikpapan yang ternyata salah.Pertama, saya kira Balikpapan ada di Kalimantan Tengah. Sori ya jangan pada ngetawain. Yang lain adalah saya kira Balikpapan adalah ibukota. Ohh pliiisss ... ngga pa pa deh ngetawain. Hal itu karena berdasarkan asumsi bahwa ibukota Kalimantan Timur adalah Samarinda, maka saya pikir Balikpapan adalah ibukota Kalimantan Tengah. Trus, kalau Balikpapan ibukotanya Kalimantan Tengah, Palangka Raya itu ibukotanya Kalimantan mana ? ... Geee taaa uuu .... ampunnn !

Berbekal informasi browsing kanan browsing kiri, ketika pertama kali mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan  dengan pedenya saya menghampiri petugas taksi airport.

"Empatpuluh lima ribu, bu," kata petugas setelah saya kasih tau nama hotel.

"Ihh... masa sih empatpuluh, kan deket cuman ke jalan Sudirman juga," tawar saya. Uh sumpah, ini karena info di milis yang bilang jalan Sudirman deket banget sama airport.

"Ngga bisa, bu. Udah peraturannya begini," kata si bapak.

Oke deh, saya menghentikan kegiatan iseng nawar taksi airport.

Selepas bandara, di kiri jalan saya lihat hamparan air [maaf ya ini belum tahu laut atau sungai] yang amat luas menyegarkan mata. Lalu saya bilang sama supir taksi,

"Pak, itu sungai apa sih ?" Polos banget gue. Masih dengan asumsi Balikpapan ada di Kalimantan Tengah. Kalau di tengah, pasti bukan laut dong.

Supir taksi membalas dengan polos juga, " Itu laut Sulawesi, bu. Seberang sana pulau Sulawesi" Huuuu.....uuuupppssss.... malu deh gue laut disangka sungai. Lha habis infonya kan sungai di Kalimantan itu luebaarr lueebaar jeh ! Truss saya langsung berfikir cepat. Berarti ... berarti ... saya ada di sebelah timur pulau Kalimantan dong yaah ! Walaah...kenapa bisa begini hidupku tidak tahu geografi negeri sendiri.

Tapi saya masih belum mau kalah sama supir taksi. Kalau antara dua pulau adalah selat maka di kiri saya ini pastilah selat.

"Pak, itu selat Makassar, kali"...hehehe... gambling kali kali aja bener.

"Bukan. itu Laut Sulawesi," tukang taksi bertahan. Oke dee... daripada diturunin di tengah jalan. Nggak lama saya sampai di hotel Buana Lestari.

Kalau soal kerjaan nggak usah diomongin. Isinya ..bla ...bla ... bla ...

Dengan waktu yang dikit saya coba explore Balikpapan. Been there done that, gitu deehh.

Kami jalan ke penangkaran buaya. Perjalanannya dari kota balik ke arah airport. Lewatin airport, lurus terus jalannya sampai ada papan tulisan penunjuk ke arah penangkaran.

Ada yang bisa bayangin gimana buaya ditangkar ? Pas masuk kita disambut sama patung buaya lagi mangap. Lalu ke dalam ada beberapa kolam dengan tembok tinggi yang isinya buaya. Yaaa...iyaa laahh masa isinya onta ! Kayaknya dipisah tergantung umur dan jenis buayanya.

Terus kita masuk lebih ke dalam. Maksudnya bukan ke dalam kolam, ngga ada di sini sekarang gue kalo gitu. Di bagian dalam ada semacam danau kecil yang isinya, sekali lagi buaya ! Iya,buaya dengan ukuran yang lebih besar, lebih menyeramkan.

Ngeri juga ngelihat kondisi danau kecil itu. Di pinggir danau dipagar papan kayu kira-kira 2 meter. Ada tiga lubang kecil yang diberi jeruji dimana kita bisa mengintip buaya. Buayanya mungkin heran, ngapain tu orang ngeliatin gue. Belum tau kali rasanya ada di mulut gue ! Hiiii....... Yang bikin ngeri kondisinya adalah level air danau sedikitttt (t nya 4 berarti sedikit banget) lebih rendah dibanding dengan permukaan tanah. Jadi kalau ada hujan deras, ngga heran buaya bisa meloloskan diri. Ngga usah hujan, kalau buaya dan kawan-kawannya nekat loncat ngedobrak pagar, bisa juga dia lolos, kan..

Sehubungan dengan patung buaya yang lagi mangap di gerbang depan, ternyata posisi mangap adalah posisi favorit dan idola dari buaya-buaya yang besar. Kayaknya selama saya di dekat danau kecil, dari saya dateng sampai mau pulang, dia mangap terus ngga nutup-nutup. Nggak tau dia udah berapa hari mangapnya. Atau jangan-jangan rahangnya keganjel batu, kali.

Mencermati populasi buaya di danau kecil itu, baru saya sadar istilah buaya darat. Populasinya adalah 4 buaya jantan dan 20 buaya betina. Satu jantan kebagian 5 betina. Berarti emang dari sananya buaya udah 'buaya', jadi ga salah istilah buaya darat yang mengacu kelakuan buaya beneran.

Ada satu hal yang bikin cekikikan. Maklum deeh rada-rada ngilu juga ...Ups apa sih ! Sehubungan di tempat buaya, maka segala hal yang ditawarkan adalah semua yang berhubungan dengan buaya. Seperti sop buaya, minyak buaya, kulit buaya, juga... tangkur buaya. Tau dong tangkur itu apa. Nih gambarnya

DSC00038

Ini adalah gambar tangkur yang direndam dengan arak dan banyak campuran rempah-rempah. Khasiatnya ? Bisa macam-macam tergantung maunya apa, kayaknya begitu. Kalau mau sebagai obat pegal linu, bisa. Obat keperkasaan, bisa. Jadi semacam obat sugesti , kali yaa. Pokoknya bisa jadi obat tergantung niat kita dia mau dijadiin obat apa. Gimana cara konsumsinya? Yang  dijadiin obat itu bukan tangkurnya kita gerogotin, tapi cairan perendamnya yang diminum. Mau ? Silakan deeh ... Kalau mau lihat gimana tangkur lebih jelasnya, lewat japri aja deeh ... Ngilu gue ..huehuehue.

Yang masih kepikiran sama saya adalah, itu kan penangkaran buaya, artinya kalau buaya dirasa cukup umur, maka bisa diambil untuk dimanfaatkan sekujur tubuhnya. Jadilah dia tas, ikat pinggang, dompet, sop , sate, juga obat kuat. Tapi bagaimana caranya ? Apa si buaya menyerahkan diri sembari bilang, "Saya sudah 20 tahun lho !" Ada yang bisa cerita ? Atau bilang ," Gue laki nih, tapi jangan coba-coba ambil tangkur gue!".

Ini gambar orang sedang nonton "alligator peepshow ".

DSC00051

 

Ini yang lagi show.

DSC00047 

Dari tempat penangkaran, kami menuju pantai. Dari penangkaran buaya kami jalan menuju ke arah kota.

Mungkin kira-kira 1-2 km sudah ketemu pintu gerbang ke pantai. Duh lupa nama pantainya. Yang pasti sih tempatnya asik banget. Kiri kanan jalan dipagari sama pohon cemara [kalo gue gak salah mengenali pohon]. Pantainya berpasir putih, relatif bersih. Ada banana boat dan kawan-kawannya. Ada 2 tim yang sedang main volley pantai. Aduh jangan ngebayangin volley pantai yang pesertanya pake baju lebih hemat dari baju renang yah. Ini yang maen relatif sopan-sopan pakaiannya, relatif ngebosenin ngelihatnya ..hehehehe ...

Kami gak lama di sana karena cuma satu alasannya. Salah kostum ! Ya, habis kita kan ke situ setelah meeting, jadi kostum meeting dong. Ada yang pake blezer, sepatu kulit hak tinggi, ah bener-bener  ga cocok banget dipadupadankan dengan banana boat. Ya udah .. pulang deh ke hotel.

Share this post: | | | |
Filed under:

Comments

No Comments