What you will accomplish:
You will learn directly from the
guru who will show you great demo with clear explanation about behind the scene
of the upcoming SQL Server 2008..
What: TechNet Session | SQL Server 2008
– Deep Dive
Where:
Auditorium, Microsoft Indonesia
18th Floor, Tower 2, Jakarta Stock Exchange Building
Jln. Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
When:
Thursday, March 27, 2008
Please be there by 18:00 pm
for registration.
Who should attend?
This event is designed for all Database
Professional, IT Professional, and Developer.
The Agenda
18.00 – 18.45 Registration
and Dinner
18.45 – 19.00 Opening
– Dynamic Data Library with LINQ and SQL Server, by Narenda Wicaksono,
IT Pro Advisor
19.00 – 19.45 Predictive Analysis – Deep Dive on SQL Server 2008, Hendra Eka Putra, Microsoft Most Valuable Professional (MVP)
19.45 – 20.30 Advanced SQL Server 2008 Reporting Services with Visual Studio 2008, Kiki Noviandi, Microsoft Most Valuable Professional (MVP)
The Speaker
Kiki Rizki Noviandi is an icon of the Indonesian SQL Server Professional. He
is the leader of SQL Server Indonesian Communities and has been delivered
various session and project related with SQL Server Technologies. His 10 years
experiences at IT Industries make him the most well known expert for this area.
Kiki is now working at Intimedia Web Venture and now he is the Microsoft Most
Valuable Professional for SQL Server.
Hendra Eka Putra starts using SQL Server 7.0 in 2000. In 2002 start
learning Business Intelligence (BI). His first BI project was in 2004. After
that, he mostly involved in BI project. In 2006 he joins Ebiz Cipta
Solusi, a Microsoft Gold Certified Partner for Data Management Solution. He
also SQL Server Indo Group Leader and delivered various session and talk show.
Start from 2007, he is the Microsoft Most Valuable Professional for SQL Server.
If you are interested in
attending, please register soon. ONLY 50 seats will be available.
For registration: send email to dpeevent[AT]hotmail.com or call Fitri at (021) 25518163. Please be
sure to register early.
Q : Kapan SQL Server 2008 di-launch?
A : Sampai saat ini jadwal resmi masih di akhir Q2 tahun 2008. Kemungkinan besar akan ada delay lagi.
Q : Berapa harga SQL Server 2008?
A : Belum tau karena product-nya juga belum ada. Tapi biasanya harga antara
satu versi ke versi yang lebih baru tidak akan banyak perubahan.
Q : Kenapa beberapa feature yang di-presentasikan sebagai new feature nggak jalan??
Q : Apakah CTP Feb 2008 sudah aman untuk di-install?
A : Menurut informasi resmi di email internal MVP, setelah 1 Maret 2008 sudah aman buat install CTP Feb 2008.
Q : Apakah benar beberapa feature di SQL Server 2008 sudah ada di SQL Server 2005, tetapi nggak jalan?
A : Benar. Tapi we already figured out how to make it work. Jadi kalo mau implement nggak usah nunggu SQL Server 2008.
Jawaban-jawaban di atas saya ambil dari jawaban pak Hendra Eka Putra, -Head of Business Intelligence Division, eBiz Cipta Solusi-. Beliau juga seorang Microsoft MVP SQL Server serta group leader dari milis sqlserver-indo.
Alhamdulillah, akhirnya buku DotNetNuke versi Bahasa Indonesia telah terbit. Terima kasih pak Agung Riyadi.
Segera kunjungi link di bawah ini untuk mendownload-nya.
http://geeks.netindonesia.net/blogs/agung/archive/2008/03/14/buku-dotnetnuke-edisi-indonesia.aspx
Profile beliau dapat dilihat di https://mvp.support.microsoft.com/profile/Agung
Bocah
kecil itu menemui ayahnya yang payah karena kerja. Sebab, dari pagi
hingga sore, ia mengontrol berbagai proyek dan kontraknya. Ia tidak
punya waktu untuk diam di rumah selain untuk makan dan tidur.
Bocah
: “Ayah, kenapa engkau tidak lagi mau bermain denganku dan bercerita
kepadaku? Aku sangat merindukan cerita-ceritamu dan ingin bermain
denganmu. Bagaimana pendapatmu bila hari ini engkau bermain sebentar
denganku dan bercerita satu kisah kepadaku?”
Ayah
: “Anakku, aku tidak punya waktu untuk bermain dan membuang-buang
waktu. Karena aku punya pekerjaan dan waktuku sangat berharga.”
Bocah : “Berilah aku satu jam saja dari waktumu, karena aku sangat merindukanmu, wahai ayahku.”
Ayah
: “Anakku tercinta, aku bekerja dan berjuang untuk kalian. Dan waktu
satu jam yang engkau inginkan agar aku habiskan bersamamu itu, bisa aku
pakai untuk mendapatkan penghasilan tidak kurang dari 100 real. Jadi,
aku tidak punya waktu untuk sesuatu yang sia-sia bersamamu. Ayo,
pergilah dan bermainlah bersama ibumu.”
Hari demi
hari berlalu, dan kesibukan sang ayah semakin bertambah. Suatu hari
bocah itu melihat pintu kantor ayahnya terbuka, maka ia masuk menemui
ayahnya.
Bocah : “Ayah, berilah aku 5 real.”
Ayah : “Untuk apa? Setiap hari aku memberimu uang lima real. Untuk apa uang sebanyak itu? Ayo, pergi dari hadapanku. Aku tidak akan memberimu apa-apa sekarang.”
Si anak
pun pergi dengan perasaan sedih. Sementara sang ayah duduk sambil
berfikir tentang apa yang dilakukannya terhadap anaknya. Dia pun
memutuskan untuk pergi ke kamar anaknya untuk menghiburnya dan
memberikan lima real kepadanya.
Bocah
kecil itu sangat gembira menerima uang lima real tersebut. Kemudian
bocah itu langsung, menuju ranjangnya dan membuka bantalnya. Lalu dia
mengumpulkan uang yang ada di bawahnya dan mulai merapikannya. Lima
real untuk melengkapi jumlah uangnya.
”Ayah, sekarang ambillah uang 100 real ini dan berilah aku waktu 1 jam dari waktumu,” ujar bocah yang polos itu.
Ibrah :
Wahai
para ayah, dimanakah engkau saat anakmu membutuhkanmu? Berapa banyak
waktu yang engkau berikan untuk anakmu? Di mana rasa kasih sayangmu
bagi mereka? Wahai para ayah, ingatlah bahwa anakmu membutuhkan kasih
sayangmu, membutuhkan senyummu, membutuhkan kebersamaanmu, membutuhkan
perhatianmu, membutuhkan semua kebaikan darimu. Mereka tidak butuh
uang, mainan, makanan, atau harta lainnya, sedangkan engkau tidak
memberikan kasih sayangmu pada mereka. Wahai para ayah, kembalilah…
Waktu
itu di tepi pantai duduklah seorang wanita di atas karpetnya dan
didekatnya terhidang secangkir teh. Dia memandangi lingkaran matahari
yang sedang tenggelam di ufuk untuk melewatkan satu hari dari hidupnya
yang sudah mencapai usia 70 tahun. Dia memandangi air laut yang
memantulkan sinar ufuk yang berwarna kuning keemasan. Terlihat sangat
indah. Akan tetapi, dia tidak pernah melupakan berapa banyak tragedi
dan cerita yang bergejolak di dalam hatinya. Lalu dia kembali ke
tempatnya, mengingat-ngingat hakikat kehidupannya yang ternyata mirip
dengan laut di hadapannya.
Di
dekatnya duduklah sebuah keluarga yang datang ke laut untuk memecah
rutinitas kehidupan sehari-hari. Juga untuk melupakan sebagian dari
mesin kehidupan sehari-hari dengan segala hiruk-pikuknya dan ketegangan
jiwa yang ditimbulkannya.
Perhatikanlah,
sebagian anggota keluarga menghabiskan waktu mereka sambil mengobrol ke
sana kemari dan menyantap makanan mereka hingga lewat tengah malam.
Sementara nenek tua itu tetap duduk seorang diri sambil minum teh
memandangi lautan. Tiba-tiba salah satu dari mereka tidak kuasa menahan
dirinya dan berkata : “Apakah engkau ingin kami mengantarmu ke suatu
tempat? Jangan-jangan ada sesuatu yang buruk. Kami tidak melihat
siapa-siapa di dekatmu.”
Nenek
itu menjawab : “Entahlah, tapi ia meninggalkan secarik kertas di
tanganku.” Laki-laki itu langsung mengambilnya dan membacanya. Ternyata
tertulis, “Siapapun yang membaca tulisan ini harus mengirimkan wanita
ini ke panti jompo.” Mereka semua tersentak kaget ketika mengetahui
tragedi yang menimpa nenek ini. Padahal, sepanjang hidupnya dia pernah
menyusui, begadang dan hamil untuk anak durhaka yang membuangnya begitu
saja ke tepi laut ketika usianya sudah senja. Persis seperti laut yang
membuang buihnya ke pantai.
Hendaklah
kita semua mengambil pelajaran berharga dari kisah ini. Dan hendaklah
kita tahu bahwa akhir perjalanan orang yang berbuat seperti itu adalah
sangat buruk. Kita semua harus mendidik putera-puteri kita dengan
pendidikan yang baik, agar kita dapat menjamin bakti mereka di dalam
kehidupan dan doa mereka di dalam kematian.
Ibrah : Wahai hamba Allôh, ingatlah firman Rabb-mu :
“Kami perintahkan kepada manusia
supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya
dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga
apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia
berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang
telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku
dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan
kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku
bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang
berserah diri.” (QS al-Ahqâf : 15)
Allôh juga berfirman :
“Dan Kami perintahkan kepada
manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan
menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang
ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqmân : 14)
framework dan toolkit gratis, silahkan download di http://www.asp.net/ajax/downloads/