{heroes}... i wish, i was

January 2010 - Posts

  • 2010 Memories from SharePoint Ignite

    Pada tanggal 25 sampai 29 Januari 2010 mendatang saya mengikuti training SharePoint Ignite di Singapore. Sebuah event bagi MS SharePoint Partner di Asia Pacific yang khusus digelar untuk membahas mengenai SharePoint 2010. Untuk saya yang sedang belajar SharePoint, training ini tentunya menjadi salah satu event yang tidak boleh dilewatkan karena berarti pengetahuan mengenai SharePoint semakin bertambah.

    Hari Pertama

    Dimulai dengan melakukan registrasi sebelum acara, breakfast kemudian dilanjutkan dengan materi. Pada hari ini isi materinya belum terlalu deep, masih berisi overview, bagaimana cara coding untuk SharePoint 2010, dan perubahan yang terjadi pada Feature framework. Yang cukup seru di hari ini adalah acara makan siang, karena saya diundang oleh ibu MVP Lead, Windy Teo untuk mencicipi kuliner khas singapura. Makanannya cukup spesial (baca:susah sebab harus muter2 dulu cari makanan yang halal), kemudian dilanjutkan dengan sedikit tour ke kantor Microsoft.

    singapore 020 singapore 030 

     

    Hari Kedua

    Di hari kedua acaranya cukup menguras tenaga dan pikiran, karena di hari ini mulai dikenalkan fitur-fitur baru yang cukup deep dive, diantaranya Linq to SharePoint dan Client Object Model yang menyediakan namespace untuk melakukan interaksi dengan SharePoint dengan menggunakan Silverlight dan AJAX. Hmmm… kayaknya biasa aja yah kalo lihat judulnya.

    singapore 201

    Hari Ketiga

    Hari ketiga ternyata tidak jauh lebih baik dari hari sebelumnya, karena ada Workflow, arsitektur Services yang baru, External List, dan Enterprise Content Management yang sudah menunggu untuk di-hands on lab. Untungnya disaat break saya mendapat kunjungan dari Ibu MVP Lead, Lilian Quek membawakan suvenir. Cihuy! Lilian tidak dapat hadir bareng Windy pada hari Senin karena sehabis pulang dari MVP Open India yang dihelat seminggu sebelumnya harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda.

    Di akhir hari setelah menyelesaikan semua hands on lab adalah bagian terbaik pada hari itu karena kami diajak untuk Cocktail Party di salah satu tempat di UOB Plaza. Acaranya sendiri khusus digelar agar para peserta dapat saling mengenal satu sama lain, karena SharePoint sendiri adalah mengenai kolaborasi.

    singapore 266singapore 274 singapore 285

    Hari Keempat

    Hari keempat merupakan hari yang cukup saya tunggu, karena membahas mengenai BI dengan PerformancePoint Services. Salah satu hal yang mengalami perubahan mendasar dari PerformancePoint Services yang baru adalah Decomposition Tree yang sudah berbentuk Silverlight. Selain itu juga ada Chart Web Part yang dapat digunakan untuk membuat chart dengan data source dari SQL Server Analysis Services, SQL Server database, dan bahkan dari SharePoint List dengan hanya melakukan konfigurasi pada web part-nya.

    Selain PerformancePoint Services, ada juga materi mengenai SharePoint Search Infrastrucure dan Sandbox Solution. Pada sesi SharePoint Search Infrastructure ini akhirnya saya berkesempatan melihat demo FAST secara langsung yang dapat digunakan melakukan pencarian dengan cepat dan akurat.

    Di akhir hari ada lagi acara tambahan yang saya ikuti, yaitu acara kopi darat SQL User Group Meeting yang dihelat satu lantai diatas tempat training oleh salah satu big boss SQLServer-Indo, MCA. Acaranya sendiri tidak jauh berbeda dengan event yang biasa diselenggarakan oleh community yang ada di Indonesia, hanya saja di sana event-nya dilakukan secara konsisten setiap bulan.

    singapore 539

     

     

     

     

    Hari Kelima

    Berhubung pada hari kelima merupakan hari terakhir training sekaligus hari terakhir saya berada di Singapura –dan kalau sudah pulang ke rumah belum tentu sempat menulis blog karena biasanya sudah diisi dengan kesibukan di pekerjaan-, akhirnya blog ini di-post secara prematur sebelum training selesai. Akan tetapi materi hari ini tidak kalah dari hari-hari yang lain karena akan dibahas mengenai SharePoint Security and Claim-based Authorization, bagaimana melakukan upgrade SharePoint application 2007 ke 2010, dan Application Lifecycle Management.

    Secara keseluruhan, training-nya sendiri berjalan dengan baik dan dibawakan dengan cukup menarik, terutama karena semua demo dan materi hands on lab hadir dengan nyaris tanpa bugs. Satu hal yang menjadi hambatan adalah suhu auditorium yang dijadikan sebagai ruangan training yang diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai ruangan server dan membuat konsentrasi menjadi terganggu karena membikin para peserta harus bolak balik ke kamar kecil untuk buang air kecil. Ada pula peserta yang sampai flu karena suhu ruangan yang kurang kondusif. Heuheuheu.

    Terlepas dari itu semua, dari perspektif saya pribadi, SharePoint 2010 telah menjadi produk yang lebih mature dan user friendly jika dibandingkan dengan rilis-rilis sebelumnya. Saya sendiri sudah menggunakan SharePoint sejak SharePoint Portal 2003 dan melihat rilis terakhir ini sebagai rilis terbaik. Kalau dari cerita para trainer yang kebetulan merupakan MCS (Microsoft Consultancy Service kalo gak salah kepanjangannya), hal ini konon dikarenakan SharePoint 2010 dibuat dengan memperhatikan feedback dan review dari para pengguna SharePoint.

    Akan tetapi, yang patut ditunggu adalah bagaimana pasar dapat menerima dan mengadopsi rilis terbaru ini.

    Share this post: | | | |
  • Approval via SmartPhone

    Tahun 2009 adalah tahunnya SmartPhone. Beragam hal berkaitan dengan SmartPhone happening di tahun itu, mulai dari gadget seperti BlackBerry, IPhone, Windows Phone dan juga OS seperti Android dan Windows Mobile 6.5 alias Windows Phone OS. Tahun ini trend tersebut diprediksi akan makin positif dan kompetitif, terlebih dengan berbagai desas-desus yang beredar seperti kehadiran SmartPhone keluaran Google yang diberi nama Nexus One dan dirilis nya Windows Mobile 7 plus integrasi nya dengan Xbox (!).

    Selain gadget dan OS-nya, hal menarik lainnya adalah beragam content untuk pelbagai keperluan yang dapat dimasukkan kedalam Smartphone dan sambutannya yang luar biasa dari para pengguna SmartPhone. Buat hal yang satu ini, setiap vendor biasanya menyediakan layanan toko online yang menjual beragam content. Apple dengan dengan App Store, RIM dengan App World, dan Microsoft dengan Marketplace adalah salah satu diantaranya.

    Salah satu content yang paling banyak peminatnya adalah Appoval, yang utamanya dipakai dalam proses workflow untuk memberikan persetujuan. Diminati karena orang yang sedianya memberikan approval dapat melakukannya dimana saja –bahkan pada saat sedang berlibur-, tanpa perlu berada di depan PC membuka aplikasi. Hal ini tentunya berkaitan dengan respond time workflow, terutama untuk workflow yang sifatnya critical.

    Ketika sedang asyik mencoba dengan Nintex, saya menemukan sebuah fitur yang cukup oke untuk membantu proses approval, yaitu LazyApproval. Fiturnya sebetulnya cukup sederhana, dimana orang dapat melakukan approval dengan me-reply e-mail notifikasi yang dikirimkan. Isi reply-nya dapat berupa ‘approve’, ‘ok’, ‘yes’ ataupun kata-kata yang sudah diasosiasikan dengan Approve/Deny.

    image

     

     

    Dengan e-mail, tentunya apapun SmartPhone yang digunakan –selama mengaktifkan fitur e-mail-, dapat melakukan approval. Mudah dan powerful (hmm, ini quote-nya siapa yah?)

    Share this post: | | | |
  • Hmmm… K2 atau Nintex Ya?

    Sehabis menimbang dan memilih awalan untuk memulai, langkah selanjutnya adalah menyiapkan berbagai hal teknis dan non teknis agar deliverable solusinya tidak menemui banyak kendala.

    Setelah melakukan riset intensif, melakukan serangkaian percobaan seputar workflow, serta mengamati pasar yang ada, akhirnya sebuah keputusan penting diambil. Menggunakan produk workflow yang berjalan diatas SharePoint.

    Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan mengapa memilih produk dibandingkan membuat workflow dengan menggunakan Visual Studio. Salah satunya adalah waktu development yang diharapkan menjadi lebih singkat, dan diharapkan ketika nantinya telah di-hand over ke customer, tim IT-nya tidak mengalami kesulitan untuk melakukan maintenance karena kemudahan produk tadi.

    Di pasaran sendiri ada banyak produk workflow yang tersedia. Salah duanya adalah K2 BlackPearl/BlackPoint yang sering dibahas oleh Agusto dalam blog-nya, dan Nintex Workflow yang direferensikan oleh beberapa orang teman saya, pun beberapa blog mengenai SharePoint. Rasanya nggak sopan dan gak asyik kalo saya ikut-ikutan menggunakan K2, nanti dianggap mendompleng ketenaran dan kemasyuran yang sudah diraih oleh Agusto. Jauh lebih oke jika saya menggunakan produk lain, dalam hal ini Nintex Workflow (NW).

    Ternyata, produk yang satu ini oke juga. Proses instalasi berjalan dengan cepat dan lancar di mesin MOSS 2007. IDE-nya tertanam di SharePoint sehingga tidak membutuhkan instalasi di sisi client, cukup menggunakan browser yang ada dan connect ke SharePoint. Proses desain workflow-nya sendiri sangat mudah dan nyaris tanpa coding dengan banyaknya toolbox item yang dapat meng-cover berbagai skenario workflow.

    image

    Selain itu juga ada web part yang dapat digunakan untuk melihat Workflow yang di-initiate oleh user yang login, dan web part yang menampilkan task workflow yang harus dikerjakan oleh user yang sedang login.

    Tambahan lagi kita dapat melihat visualisasi detail sebuah workflow berikut statistik durasi workflow-nya.

    image

    Share this post: | | | |