Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang benar

Tulisan saya setahun lalu di geeks blog ini tentang ide penggunaan cara baru pengisian LJK yaitu dengan tanda silang (x) serta kelebihan-kelebihannya, telah mendapat dukungan positif dari para pengambil kebijakan dan mengambil keputusan yang lebih memudahkan siswa dalam menjalani ujian, cara baru pengisian LJK tersebut akan segera diterapkan untuk UASBN atau Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional tahun ini juga. UASBN akan diikuti untuk pertama kalinya oleh siswa-siswi sekolah setingkat SD. Sosialisasi dan simulasi proses pengisian LJK dalam bentuk try-out sekarang sedang berlangsung sampai pada pelosok-pelosok daerah di Nusantara.

Saat ini, tim DMR sedang membantu beberapa instansi yang melakukan try-out UASBN dalam jumlah besar di beberapa daerah dan secara umum akurasi pembacaan LJK bertanda silang yang diisi oleh siswa SD adalah sangat memuaskan, cara baru tersebut cukup efektif dan tidak menyebabkan masalah dalam pembacaan LJK.

Berikut contoh LJK try-out tertanggal 27 feb 2008, yang diisi dengan tanda silang oleh siswa SD (perhatikan tanda tangannya) serta verifikasi visual yang menampilkan hasil pembacaan dengan warna biru. Hasilnya sangat akurat. (klik gambar untuk memperjelas)

dmr_normal

Contoh di atas adalah LJK yang diisi dengan benar dengan alat tulis yang benar.

Tentu saja tidak semua LJK langsung dapat dibaca menjadi data yang valid, kadang ada yang bermasalah, namun masalah yang ditemukan tidaklah berhubungan dengan penggunaan tanda silang, tapi lebih pada tatacara  dan pada petunjuk pengisian LJK yang kurang diperhatikan oleh siswa.

Di bawah ini adalah contoh pembacaan LJK yang diisi dengan cara yang salah, perhatikan nama yang seharusnya terbaca Megawati, menjadi tidak terbaca karena salah cara pengisian.

dmr_salahcaraisi

Pengisian nama dan nomor sebaiknya dilakukan dengan terlebih dahulu menulis nama dengan huruf pada kotak2 yang tersedia, lalu menyilang huruf di bawahnya yang sesuai dengan huruf yang ada di dalam kotak tsb (lihat gambar pertama). Untuk meminimalisasi kesalahan seperti ini, siswa sebaiknya dibimbing pada saat mengisi nama dan nomor perserta dengan benar dan diperiksa oleh pengawas sebelum soal mulai dibagikan.

Kesalahan pembacaan LJK dapat juga disebabkan oleh alat tulis yang salah, misalnya pinsil 2B palsu, atau penulisan dilakukan dengan sangat halus sehingga tidak terbaca, contohnya seperti pada gambar berikut:

dmr_pinsil2bpalsu

Karena tulisannya sangat halus atau karena menggunakan pinsil 2B palsu, tulisan nama dan tanda tangan tidak terbaca, begitu pula pembacaan nomor ujian tidak lengkap.

Hal ini bisa dicegah dengan memastikan bahwa alat tulis yang digunakan adalah 2B asli atau pulpen hitam (dan cairan penghapus) dan penggunaannya dengan tekanan yang cukup sehingga tulisannya kelihatan hitam dan jelas.

Jika ada anak, adik atau keponakan anda yang akan mengikuti UASBN, ingatkan mereka untuk terus belajar supaya hasil ujiannya tidak mengecewakan.

Share this post: | | | |
Published Sunday, March 2, 2008 9:55 AM by tahir

Comments

No Comments
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems