Setting up a new dev notebook: 1. Hardware

=

Masih dari lokasi mudik di Makassar, buat rekan2 semua Selamat hari raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir batin, dan buat yang sudah liburan bersua bersama keluarga dan kerabat, semoga semuanya bisa bekerja kembali dengan baik dan dalam kondisi fully charged.

=

imageSetelah lebih kurang 2 tahun melayani kebutuhan sehari-hari untuk keperluan  software development, akhirnya notebook Fujitsu S6410 yang selama ini saya gunakan mendapat pendamping. Dengan 4gb ram dan 500gb harddisk yang beroperasi di atas windows Vista dan kemudian windows 7 RC , sebenarnya performa notebook fujitsu ini masih sangat memadai, lalu kenapa ada pendamping?.

 

Ada beberapa perkembangan menarik yang menjadi alasan untuk segera mendapatkan pendamping. Perkembangan tersebut antara lain, hari raya idul fitri adalah saat nya bersih-bersih, kembali bersih dari noda seperti bayi yang baru lahir, ibaratnya seperti notebook dengan harddisk yang baru diformat ulang, ini adalah waktu upgrade untuk menjadi lebih baik, beralih ke 64bit, DDR3, dan tentu saja Windows 7 RTM dalam keadaan bersih. Disamping itu ada beberapa tools baru yang ingin diinstall tetapi licensinya diikat ke hardware, sehingga akan lebih baik kalau sekaligus diinstall pada hardware yang baru.

Dalam mencari dan menentukan pilihan hardware, kriteria yang harus dipenuhi jika dibandingkan dengan notebook fujitsu s6410, antara lain: tidak lebih berat(max 1.7kg), ukuran layar dan resolusi tidak lebih kecil(min 13”, 1280x800), processor harus lebih cepat(>2ghz), kapasitas memory harus lebih besar(> 4gb), dan harus stabil di 64bit, serta price performance yang maximal(harga <2000$)

 

Setelah window shopping untuk mencari hardware yang paling sesuai, akhirnya pilihan jatuh pada Sony Vaio seri Z, tanpa ada kandidat dari merk lain. Dari tiga model terakhir seri Z yang dipasarkan secara resmi di Indonesia, ketiganya memiliki spek yang sama kecuali pada pilihan blueray disk pada model Z47(tambah 400$) dan solid state disk pada model Z48(tambah 500$).

 

imageMinimnya kebutuhan penggunaan dvd drive dan adanya batasan jumlah operasi baca tulis pada SSD generasi sekarang dan dengan harga per MB yang masih sangat tinggi dibanding drive biasa, memudahkan untuk menjatuhkan pilihan pada Z46 yang sudah dilengkapi dengan drive 7200rpm. Apalagi saya sebelumnya mengalami masalah dalam mengcopy beberapa vmdk(virtual harddrive dari vmware) yang berukuran 6-12gb kedalam usb flashdrive berukuran 32gb dimana proses copy berhenti setelah 4 atau 8 gb dan usb flashdrive menjadi write protected dan tidak bisa ditulisi lagi sebelum diformat. Dari google ketahuan bahwa masalah ini ternyata banyak sekali dialami orang lain. Ini tentu sangat menakutkan jika terjadi pada ssd

Notebook ini sangat ringan, kurang dari 1.5kg, CPUnya menggunakan  P9700 (2.80 GHz) dengan 6MB cache, ramnya 6GB preinstalled, dan layarnya 13.1" wide (WXGA++:1600 x 900). Notebook ini disertai vista business 64bit sehingga pasti driver2nya sudah teruji di 64bit.

Satu hal yang unik pada notebook ini adalah video cardnya ada 2, satu dari intel dan satu lagi dari NVidia, dan kita bisa mengganti video card yang aktif tanpa harus ada proses rebooting. Yang intel digunakan jika ingin baterainya bertahan lebih lama(stamina mode), sedangkan yang NVidia digunakan jika sedang nyambung ke listrik PLN(speed mode).

 image

 

Spesifikasi lengkapnya bisa dilihat di http://www.sony.co.id/product/vgn-z46gd . Pada halaman spesifikasi ada catatan kecil yang harus diperhatikan yaitu “*2 Intel® Virtualization Technology is not supported”. Ini berarti bahwa XP mode di windows7 dan aplikasi virtual computer seperti hyper-v, virtualpc, virtualbox atau VMWare tidak didukung. Tentu hal yang sangat mengecewakan jika notebook pilihan seperti ini tidak mendukung virtualization. Bagaimana ini dilakukan oleh Sony dan adakah cara supaya notebook ini tetap menarik bagi para pengguna virtualization? tentu saja ada…

Tentang konsep design dari vaio Z, berikut kutipan dari situs sony: “It's impossible to pack all of the functions we wanted in the limited size of a notebook PC. However, we had to include the features necessary to achieve our three goals of high-performance, mobility, and class without any compromise. This was the target set during the development of VAIO Z”.

Wawancara dengan para engineer yang merancang vaio Z selengkapnya bisa dibaca di http://vaio-online.sony.com/prod_info/series1/z/interview_Z/index.html siapa tahu bisa jadi inspirasi dalam menghadapi tantangan teknis yang sering asalnya adalah nonteknis.

Notebook ini sudah dilengkapi dengan windows vista business 64bit dan beberapa program multimedia editing dari adobe seperti photosop dan premiere.

Untuk kebutuhan software developer yang kebanyakan bekerja dengan winform, webform, silverlight dan sedang belajar sharepoint, menulis dengan bahasa c# dan php, serta backend iis, apache, sqlserver dan mysql, menggunakan beberapa COM based SDKs, aplikasi apa saja yang sebaiknya diinstall pada notebook ini? ada saran?

1. Visual Studio 2008

2. …

Share this post: | | | |
Published Wednesday, September 30, 2009 10:00 AM by tahir

Comments

# re: Setting up a new dev notebook: 1. Hardware

Thursday, October 1, 2009 7:42 AM by zeddy

Virtual PC 2007 ama vmWare masih bisa jalan Pak... tapi mode-nya fall-back ke Binary Translation lagi... bukan hardware virtualization. Lebih lambat tergantung apa yg running di virtual pc-nya sih, tapi yg pasti lebih banyak makan CPU time.

# re: Setting up a new dev notebook: 1. Hardware

Thursday, October 1, 2009 11:42 AM by Xtradi

gambarnya gak keluar pak

The image “geeks.netindonesia.net/.../image_2D13D374.png” cannot be displayed, because it contains errors.

# re: Setting up a new dev notebook: 1. Hardware

Thursday, October 1, 2009 12:17 PM by Xtradi

Kalo mo list software yg harus di-install pak. Buat saja blog kedua yg isinya :

2. software

soalnya yg pertama kan hardware hehehe

Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems